Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Pasca Kejadian Tsunami Tahun 2018 Sebagai Rekomendasi Tata Ruang Di Pesisir Pantai Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten Siti Dahlia; Agung Adiputra; Alwin; M. Aji Najiyullah; Kamzia; Fakhri Kurnia Rahmadiansyah
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.332 KB) | DOI: 10.29405/jgel.v4i1.3640

Abstract

Keberadaan jalur subduksi di dasar Samudra Hindia membentang di sepanjang laut selatan jawa yang merupakan rangkaian ring of fire, mengakibatkan tingginya intensitas proses geologi berupa gempa dasar laut dan aktivitas vulkanik yang mengakibatkan Indonesia rawan terhadap bencana gempa dan tsunami. Hal ini termasuk pada area pesisir Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten yang merupakan terletak di area Selat Sunda, dan risiko terhadap bencana tsunami akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Pada Desember Tahun 2018 terjadi silent tsunami akibat runtuhan material erupsi Anak Krakatau, yang berdampak pada kerusakan di pesisir Kecamatan Panimbang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memetakan perubahan lahan sebelum dan pasca kejadian tsunami tahun 2018, dan analisis tata ruang wilayah Pesisir Panimbang berbasis bencana tsunami. Metode untuk memetakan perubahan penggunaan lahan yaitu identifikasi penggunaan lahan wilayah penelitian sebelum dan sesudah terjadi tsunami Desember Tahun 2018 berbasis data Citra Googel Earth, dengan metode interpretasi citra. Selain itu, penggunaan lahan pasca tsunami diidentifikasi dengan metode survei lapangan menggunakan alat drone, dan GPS. Untuk memvalidasi informasi dilakukan wawancara mendalam dengan Masyarkat setempat. Metode analisis data penggunaan lahan menggunakan software Arc Gis 10.6, dan pemetaan penggunaan lahan mengacu SNI Penggunaan Lahan di level Kecamatan. Metode untuk analisis tata ruang dengan cara melakukan review Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pandegelang, secara struktur dan pola ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan penggunaan lahan wilayah penelitian, khususnya diarea pesisir Panimbang. Perubahan yang terjadi teridentifikasi adanya kawasan pemukiman yang hilang, kawasan wisata dan resort yang rusak, dan memunculkan adanya kawasan Hunian Sementara. Desa yang mengalami signifikan perubahan yaitu Desa Tanjungjaya. Berdasarkan peninjauan Perda Kabupaten Pandeglang No. 3 Tahun 2011 wilayah penelitian merupakan kawasan konservasi mangrove, bencana banjir, pertanian dan perikanan, wisata, dan kawasan strategis pertumbuhan ekonomi, dan kawasan startegis kabupaten. Berdasarkan hal tersebut, tidak teridentifikasi wilayah penelitian sebagai kawasan bencana geologis atau rawan tsunami, untuk itu tidak tergambarkan rencana tata ruang wilayah penelitian berbasis tsunami.
Kajian Dampak Cuaca Ekstrem Saat Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia di Wilayah Jawa Barat Budi Suhardi; Agung Adiputra; Reeva Avrian
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4354

Abstract

Angin merupakan massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan udara tinggi menuju tempat bertekanan udara rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian cuaca ekstrem sebagai dampak terjadinya angin Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia agar kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui dan mendapatkan informasi terkait dengan ketersediaan peta-peta lintasan siklon tropis naupun peta terdampak. Metode dalam mengkaji dampak siklom melalui analisis spasial dampak angin siklon tropis melalui data curah hujan dan perubahan temperatur Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode bulan November 2017 selama siklon tropis terjadi. Siklon tropis merupakan sistem badai yang memiliki karakteristik khusus berupa pusat bertekanan rendah. Siklon tropis juga merupakan gangguan ekstrim yang diawali adanya depresi tropis atau pusat tekanan rendah yang intensif di atas lautan sehingga memicu proses konveksi dan pembentukan awan secara intensif. Dampak cuaca ekstrim terhadap wilayah Jawa Barat yakni kejadian tingginya curah hujan di wilayah Sukabumi yang terlihat hujan sangat lebat berkisar antara 100-150 milimeter dalam sehari terutama di daerah Jampangkulon, Tegal Buleud dan Pangandaran-Ciamis.
Peningkatan Kesiapsiagaan Siswa Dalam Menghadapi Bahaya Gempa Di Sma Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu Siti Dahlia; Agung Adiputra2
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1s (2021): Spesial Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1s.6845

Abstract

Mitra yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu. Permasalahan yang terjadi yaitu secara geografis dan geologis SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu terletak di area pesisir Barat Pulau Sumatra yang merupakan berbatasan dengan Samudra Hindia dan perpotongan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, sehingga rawan terhadap bencana gempa, tsunami dan banjir. Untuk itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengedukasi siswa terkait pengetahuan bencana dan melatih kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa. Metode pelaksanakan pengabdian yaitu literasi bahaya di lingkungan sekitar melalui analisis spasial, pengenalan bentuk kesiapsiagaan terhadap multi bencana dengan video, menyanyikan lagu kesiapsiagaan bencana, dan simulasi evakuasi bencana gempa. Jumlah peserta yaitu 66 orang merupakan siswa kelas X. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pengetahuan terkait definisi bencana, kejadian bencana yang pernah terjadi, dan ancaman bencana di sekolah. Akan tetapi, pengetahuan siswa rendah terkait definis bahaya dan faktor geografis dan geologis penyebab ancaman bencana. Kesiapsiagaan sekolah terkait bencana secara umum belum maksimal, hal ini dapat di identifikasi pengaruh sekolah belum memiliki kebijakan dan panduan terkait kondisi darurat bencana gempa, system peringatan bencana gempa, dan mobilitas sumber daya.
Peningkatan Kapasitas Guru Geografi Memanfaatkan Media Pembelajaran Online dan Offline di Masa Covid 19 Siti Dahlia; Tricahyono NH; Agung Adiputra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i3.4527

Abstract

Indonesia is one of country has impact of the virus Corona 19. The goverment give recommendation for community to do physical distancing as effort breaking the chain of transmission. That condition has impact for education sector, it is the school close. Based on that, the learning process is done remotely from home. This condition raises problems related to learning methods. The aim of this articel to discuss how to improve capacity of geography teacher utilizing online and offline learning in the Covid 19 periode. The method was conducted on the programme that is lecture, workshop, and discuss. The program was carried out on 22 April, 2020 with the zoom application. The participants in the event consisted of 47 teachers. The result of programme discussed about the problem of study frome home, learning project, kinds of learning platform of online and offline, and Ina Risk aplication. To motivating of students and also reduce the saturation on the learning process the teacher can also be done with multimedia-based games such as: Monopoli, Work Sheet, Instagram, and Snakes and ladders games.
Study of Groundwater Salinity Distribution in Coastal Areas, Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, Central Java Winarno; Agung Adiputra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 2 (2022): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i2.9291

Abstract

Groundwater salinization occurs in Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency due to human activities. A very slow river flow, due to its small hydraulic gradient towards the estuary area. Reduced groundwater due to increased uptake by human activities causes intrusive river water which results in brackish groundwater. The data analysis carried out in the study was based on the primary data of the sample whose groundwater salinity was measured, showing the influence of the salt solution at a certain level which indicates a level of salinity with a negative chloride ion content. The salinity value belongs to the type of brackish water. Electrical Conductivity Groundwater shows the nature of conducting electricity from water. The highest groundwater salinity is in the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the middle part, which ranges from 4.45 "° - 10.15 "°. There are other factors besides the distance of the area from the coastline, namely brackish river water (estuary), and the large amount of groundwater withdrawal by residents which can increase the absorption of brackish river water (estuary) into groundwater. In the northern part of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency is an area that has the lowest groundwater salinity, which ranges from 0.12 "° - 2.50 "°. As for the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the South has medium groundwater salinity, which ranges from 0.80 "° - 2.87 "°.
Informasi Perubahan Garis Pantai Pasca Tsunami Tahun 2018 Di Kabupaten Serang Dengan Menggunakan Digital Shoreline Analysis System Reza Syaihul Andi; MB Ali Sya’ban; Siti Dahlia; Agung Adiputra; Iqraini Azzahra Ramadhanti
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v7i1.2986

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dan dikeliligi oleh gunung api aktif dan terdapat zona subduksi di perairan lautnya. Hal tersebut memiliki potensi bencana tsunami yang dapat merusak area yang terdampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, yakni menguraikan infromasi perubahan garis pantai pasca tsunami selat sunda tahun 2018. Teknik MNDWI digunakan sebagai teknik analisis data citra satelit. teknik analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada Software Arcgis dan hasilnya diolah pada software Microsoft excel. Hasil pengolahan data psang surut menunjukkan pola pasang surut selama bulan Desember 2018 terbagi dalam dua kali pasang dan surut. Pada sekitar pukul 21.27 WIB terjadi tsunami selat sunda tahun 2018. Pada saat itu sedang mengalami pasang air laut dengan ketinggian 45 cm. Hasil dari Analisis citra landsat yang dikoreksi data pasang surut, abrasi pantai terbesar terjadi di Kecamatan Anyar sebesar 89,5 sampai dengan 607,8 m. Hal tersebut karena gelombang tsunami yang menerjang pada saat itu. Akresi pantai terjadi di Anyar dan Cinangka karena sedimentasi sungai dan reklamasi pantai seperti dermaga, urukan tanah dan batu.
Kajian Kerawanan Longsor Dangkal di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Ridoh Marganda Tua Tamba; Winarno Winarno; Agung Adiputra
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v7i2.3004

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan banyak potensi bahaya, diikuti oleh banyak faktor risiko bencana. Salah satu provinsi di Indonesia yang sering mengalami longsor adalah Jawa Barat. Tanah longsor sering terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bogor. Tujuannya ialah menganalisis tingkat kerawanan terhadap longsor serta mengetahui sebaran kejadian longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP), yakni untuk menganalisa tingkat kerawanan longsor dangkal. Selanjutnya melakukan proses overlay pada setiap variabel yang digunakan dalam penelitian, dapat dibuat tiga kelas atau klasifikasi dengan cara menemukan selisih antara nilai tertinggi ke terendah selanjutnya dibagi dengan tiga kelas seperti tidak rawan, rawan, sangat rawan. Hasil yang diperoleh melalui kelas atau klasifikasi kerawanan longsor dangkal kelas tidak rawan diberi warna hijau dengan luas wilayah 839 Ha (44.53%), kelas rawan yang berwarna kuning memiliki luas 703 Ha (37.31%) dan kelas sangat rawan yang berwarna merah memiliki luas wilayah 342 Ha (18.15%). Terlihat bahwa kerawanan longsor dangkal tertinggi terjadi di wilayah timur Kecamatan Tanah Sareal dengan kemiringan lereng 15 – 45% ialah agak curam sampai curam.
Vulnerability Assessment of Environmental and Non-Natural Physical by Subsidence in Sub-Unity of Peatland Hydrology at Jangkang River- Liong River Bengkalis Island Agung Adiputra; Rasminto; Khausar
Jurnal Genta Mulia Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v11i1.215

Abstract

One of the impacts of land conversion on peatlands is the decrease of the land surface or subsidence. Subsidence in Sub-Unitary Hydrology (Sub-KHG) of Jangkang River - Liong River causes further impacts of inundation in settlements and farmland, damage to structures and the fall of plantation crops during high rainfall. To mitigate the impact of subsidence, appropriate disaster mitigation directives are required through a review of the value of disaster vulnerability at the site. This study aims to identify the aspects of environmental and non-natural physical susceptibility caused by subsidence. This research was conducted with several stages, namely 1) Collecting data and building database system, 2) Identify the susceptibility of subsidence from physical aspects of non-natural and environment. The results of this study indicate that very high environmental vulnerability is occurring in deep peat areas that should be protected in the southern part of the Sub-KHG. While the northern region of the mangrove ecosystem is less vulnerable environment. The highest non-natural physical vulnerability is found in Dusun Rahayu, ParitKenanga, Mekar and Murni. 10 hamlets have moderate non-natural physical vulnerability and 10 other hamlets of low non-natural physical vulnerability. Spatially there is an area of ​​4242.94 ha (28.8%) is an area of ​​high vulnerability and 5909.03 ha (40.2%) is a medium vulnerability area and 4541,85 ha (30,9%) is an area low vulnerability.
Kajian Dampak Cuaca Ekstrem Saat Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia di Wilayah Jawa Barat Budi Suhardi; Agung Adiputra; Reeva Avrian
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4354

Abstract

Angin merupakan massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan udara tinggi menuju tempat bertekanan udara rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian cuaca ekstrem sebagai dampak terjadinya angin Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia agar kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui dan mendapatkan informasi terkait dengan ketersediaan peta-peta lintasan siklon tropis naupun peta terdampak. Metode dalam mengkaji dampak siklom melalui analisis spasial dampak angin siklon tropis melalui data curah hujan dan perubahan temperatur Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode bulan November 2017 selama siklon tropis terjadi. Siklon tropis merupakan sistem badai yang memiliki karakteristik khusus berupa pusat bertekanan rendah. Siklon tropis juga merupakan gangguan ekstrim yang diawali adanya depresi tropis atau pusat tekanan rendah yang intensif di atas lautan sehingga memicu proses konveksi dan pembentukan awan secara intensif. Dampak cuaca ekstrim terhadap wilayah Jawa Barat yakni kejadian tingginya curah hujan di wilayah Sukabumi yang terlihat hujan sangat lebat berkisar antara 100-150 milimeter dalam sehari terutama di daerah Jampangkulon, Tegal Buleud dan Pangandaran-Ciamis.
Study of Groundwater Salinity Distribution in Coastal Areas, Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, Central Java Winarno; Agung Adiputra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 2 (2022): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i2.9291

Abstract

Groundwater salinization occurs in Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency due to human activities. A very slow river flow, due to its small hydraulic gradient towards the estuary area. Reduced groundwater due to increased uptake by human activities causes intrusive river water which results in brackish groundwater. The data analysis carried out in the study was based on the primary data of the sample whose groundwater salinity was measured, showing the influence of the salt solution at a certain level which indicates a level of salinity with a negative chloride ion content. The salinity value belongs to the type of brackish water. Electrical Conductivity Groundwater shows the nature of conducting electricity from water. The highest groundwater salinity is in the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the middle part, which ranges from 4.45 "° - 10.15 "°. There are other factors besides the distance of the area from the coastline, namely brackish river water (estuary), and the large amount of groundwater withdrawal by residents which can increase the absorption of brackish river water (estuary) into groundwater. In the northern part of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency is an area that has the lowest groundwater salinity, which ranges from 0.12 "° - 2.50 "°. As for the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the South has medium groundwater salinity, which ranges from 0.80 "° - 2.87 "°.