Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kajian Dampak Cuaca Ekstrem Saat Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia di Wilayah Jawa Barat Budi Suhardi; Agung Adiputra; Reeva Avrian
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4354

Abstract

Angin merupakan massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan udara tinggi menuju tempat bertekanan udara rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian cuaca ekstrem sebagai dampak terjadinya angin Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia agar kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui dan mendapatkan informasi terkait dengan ketersediaan peta-peta lintasan siklon tropis naupun peta terdampak. Metode dalam mengkaji dampak siklom melalui analisis spasial dampak angin siklon tropis melalui data curah hujan dan perubahan temperatur Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode bulan November 2017 selama siklon tropis terjadi. Siklon tropis merupakan sistem badai yang memiliki karakteristik khusus berupa pusat bertekanan rendah. Siklon tropis juga merupakan gangguan ekstrim yang diawali adanya depresi tropis atau pusat tekanan rendah yang intensif di atas lautan sehingga memicu proses konveksi dan pembentukan awan secara intensif. Dampak cuaca ekstrim terhadap wilayah Jawa Barat yakni kejadian tingginya curah hujan di wilayah Sukabumi yang terlihat hujan sangat lebat berkisar antara 100-150 milimeter dalam sehari terutama di daerah Jampangkulon, Tegal Buleud dan Pangandaran-Ciamis.
Peningkatan Kesiapsiagaan Siswa Dalam Menghadapi Bahaya Gempa Di Sma Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu Siti Dahlia; Agung Adiputra2
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 1s (2021): Spesial Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i1s.6845

Abstract

Mitra yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu. Permasalahan yang terjadi yaitu secara geografis dan geologis SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu terletak di area pesisir Barat Pulau Sumatra yang merupakan berbatasan dengan Samudra Hindia dan perpotongan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, sehingga rawan terhadap bencana gempa, tsunami dan banjir. Untuk itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengedukasi siswa terkait pengetahuan bencana dan melatih kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa. Metode pelaksanakan pengabdian yaitu literasi bahaya di lingkungan sekitar melalui analisis spasial, pengenalan bentuk kesiapsiagaan terhadap multi bencana dengan video, menyanyikan lagu kesiapsiagaan bencana, dan simulasi evakuasi bencana gempa. Jumlah peserta yaitu 66 orang merupakan siswa kelas X. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pengetahuan terkait definisi bencana, kejadian bencana yang pernah terjadi, dan ancaman bencana di sekolah. Akan tetapi, pengetahuan siswa rendah terkait definis bahaya dan faktor geografis dan geologis penyebab ancaman bencana. Kesiapsiagaan sekolah terkait bencana secara umum belum maksimal, hal ini dapat di identifikasi pengaruh sekolah belum memiliki kebijakan dan panduan terkait kondisi darurat bencana gempa, system peringatan bencana gempa, dan mobilitas sumber daya.
Peningkatan Kapasitas Guru Geografi Memanfaatkan Media Pembelajaran Online dan Offline di Masa Covid 19 Siti Dahlia; Tricahyono NH; Agung Adiputra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i3.4527

Abstract

Indonesia is one of country has impact of the virus Corona 19. The goverment give recommendation for community to do physical distancing as effort breaking the chain of transmission. That condition has impact for education sector, it is the school close. Based on that, the learning process is done remotely from home. This condition raises problems related to learning methods. The aim of this articel to discuss how to improve capacity of geography teacher utilizing online and offline learning in the Covid 19 periode. The method was conducted on the programme that is lecture, workshop, and discuss. The program was carried out on 22 April, 2020 with the zoom application. The participants in the event consisted of 47 teachers. The result of programme discussed about the problem of study frome home, learning project, kinds of learning platform of online and offline, and Ina Risk aplication. To motivating of students and also reduce the saturation on the learning process the teacher can also be done with multimedia-based games such as: Monopoli, Work Sheet, Instagram, and Snakes and ladders games.
Study of Groundwater Salinity Distribution in Coastal Areas, Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, Central Java Winarno; Agung Adiputra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 2 (2022): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i2.9291

Abstract

Groundwater salinization occurs in Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency due to human activities. A very slow river flow, due to its small hydraulic gradient towards the estuary area. Reduced groundwater due to increased uptake by human activities causes intrusive river water which results in brackish groundwater. The data analysis carried out in the study was based on the primary data of the sample whose groundwater salinity was measured, showing the influence of the salt solution at a certain level which indicates a level of salinity with a negative chloride ion content. The salinity value belongs to the type of brackish water. Electrical Conductivity Groundwater shows the nature of conducting electricity from water. The highest groundwater salinity is in the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the middle part, which ranges from 4.45 "° - 10.15 "°. There are other factors besides the distance of the area from the coastline, namely brackish river water (estuary), and the large amount of groundwater withdrawal by residents which can increase the absorption of brackish river water (estuary) into groundwater. In the northern part of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency is an area that has the lowest groundwater salinity, which ranges from 0.12 "° - 2.50 "°. As for the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the South has medium groundwater salinity, which ranges from 0.80 "° - 2.87 "°.
Informasi Perubahan Garis Pantai Pasca Tsunami Tahun 2018 Di Kabupaten Serang Dengan Menggunakan Digital Shoreline Analysis System Reza Syaihul Andi; MB Ali Sya’ban; Siti Dahlia; Agung Adiputra; Iqraini Azzahra Ramadhanti
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v7i1.2986

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dan dikeliligi oleh gunung api aktif dan terdapat zona subduksi di perairan lautnya. Hal tersebut memiliki potensi bencana tsunami yang dapat merusak area yang terdampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, yakni menguraikan infromasi perubahan garis pantai pasca tsunami selat sunda tahun 2018. Teknik MNDWI digunakan sebagai teknik analisis data citra satelit. teknik analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada Software Arcgis dan hasilnya diolah pada software Microsoft excel. Hasil pengolahan data psang surut menunjukkan pola pasang surut selama bulan Desember 2018 terbagi dalam dua kali pasang dan surut. Pada sekitar pukul 21.27 WIB terjadi tsunami selat sunda tahun 2018. Pada saat itu sedang mengalami pasang air laut dengan ketinggian 45 cm. Hasil dari Analisis citra landsat yang dikoreksi data pasang surut, abrasi pantai terbesar terjadi di Kecamatan Anyar sebesar 89,5 sampai dengan 607,8 m. Hal tersebut karena gelombang tsunami yang menerjang pada saat itu. Akresi pantai terjadi di Anyar dan Cinangka karena sedimentasi sungai dan reklamasi pantai seperti dermaga, urukan tanah dan batu.
Kajian Kerawanan Longsor Dangkal di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Ridoh Marganda Tua Tamba; Winarno Winarno; Agung Adiputra
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v7i2.3004

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan banyak potensi bahaya, diikuti oleh banyak faktor risiko bencana. Salah satu provinsi di Indonesia yang sering mengalami longsor adalah Jawa Barat. Tanah longsor sering terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bogor. Tujuannya ialah menganalisis tingkat kerawanan terhadap longsor serta mengetahui sebaran kejadian longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP), yakni untuk menganalisa tingkat kerawanan longsor dangkal. Selanjutnya melakukan proses overlay pada setiap variabel yang digunakan dalam penelitian, dapat dibuat tiga kelas atau klasifikasi dengan cara menemukan selisih antara nilai tertinggi ke terendah selanjutnya dibagi dengan tiga kelas seperti tidak rawan, rawan, sangat rawan. Hasil yang diperoleh melalui kelas atau klasifikasi kerawanan longsor dangkal kelas tidak rawan diberi warna hijau dengan luas wilayah 839 Ha (44.53%), kelas rawan yang berwarna kuning memiliki luas 703 Ha (37.31%) dan kelas sangat rawan yang berwarna merah memiliki luas wilayah 342 Ha (18.15%). Terlihat bahwa kerawanan longsor dangkal tertinggi terjadi di wilayah timur Kecamatan Tanah Sareal dengan kemiringan lereng 15 – 45% ialah agak curam sampai curam.
Kajian Dampak Cuaca Ekstrem Saat Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia di Wilayah Jawa Barat Budi Suhardi; Agung Adiputra; Reeva Avrian
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v4i2.4354

Abstract

Angin merupakan massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan udara tinggi menuju tempat bertekanan udara rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian cuaca ekstrem sebagai dampak terjadinya angin Siklon Tropis Cempaka dan Dahlia agar kita dapat mengantisipasi dengan cara mengetahui dan mendapatkan informasi terkait dengan ketersediaan peta-peta lintasan siklon tropis naupun peta terdampak. Metode dalam mengkaji dampak siklom melalui analisis spasial dampak angin siklon tropis melalui data curah hujan dan perubahan temperatur Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode bulan November 2017 selama siklon tropis terjadi. Siklon tropis merupakan sistem badai yang memiliki karakteristik khusus berupa pusat bertekanan rendah. Siklon tropis juga merupakan gangguan ekstrim yang diawali adanya depresi tropis atau pusat tekanan rendah yang intensif di atas lautan sehingga memicu proses konveksi dan pembentukan awan secara intensif. Dampak cuaca ekstrim terhadap wilayah Jawa Barat yakni kejadian tingginya curah hujan di wilayah Sukabumi yang terlihat hujan sangat lebat berkisar antara 100-150 milimeter dalam sehari terutama di daerah Jampangkulon, Tegal Buleud dan Pangandaran-Ciamis.
Study of Groundwater Salinity Distribution in Coastal Areas, Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, Central Java Winarno; Agung Adiputra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 2 (2022): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i2.9291

Abstract

Groundwater salinization occurs in Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency due to human activities. A very slow river flow, due to its small hydraulic gradient towards the estuary area. Reduced groundwater due to increased uptake by human activities causes intrusive river water which results in brackish groundwater. The data analysis carried out in the study was based on the primary data of the sample whose groundwater salinity was measured, showing the influence of the salt solution at a certain level which indicates a level of salinity with a negative chloride ion content. The salinity value belongs to the type of brackish water. Electrical Conductivity Groundwater shows the nature of conducting electricity from water. The highest groundwater salinity is in the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the middle part, which ranges from 4.45 "° - 10.15 "°. There are other factors besides the distance of the area from the coastline, namely brackish river water (estuary), and the large amount of groundwater withdrawal by residents which can increase the absorption of brackish river water (estuary) into groundwater. In the northern part of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency is an area that has the lowest groundwater salinity, which ranges from 0.12 "° - 2.50 "°. As for the area of Adimulyo Sub-district, Kebumen Regency, the South has medium groundwater salinity, which ranges from 0.80 "° - 2.87 "°.
Perubahan Tutupan Lahan dan Stok Karbon Permukaan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Blega Fahmi Arief Rahman; Nurlaila Mubarokah; Erick Yuhardi; Agung Adiputra; Slamet Supriyadi; Sinar Suryawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2023.010.02.3

Abstract

ABSTRAK  Emisi karbon merupakan isu yang sangat berdampak pada pemanasan global, peningkatan bencana hidrometeorologi dan penurunan sumberdaya alam. Salah satu cara mengurangi emisi karbon adalah mencegah perubahan tutupan lahan terutama hutan pada daerah tropis seperti Kawasan DAS Blega. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan tutupan lahan dan dan pengaruhnya terhadap stok karbon permukaandi DAS Blega tahun 1990-2020. Penelitian dilakukan di area DAS Blega melalui 6 tahapan, yaitu koreksi geometric, komposit band, training sample pada Area of Interest (AoI), uji Training sample, klasifikasi tutupan lahan dan menghitung stok karbon. Hasil analisis menunjukkan rata - rata tutupan lahan pada tahun 1990, 2000, 2010 dan 2020 terluas berturut-turut adalah pertanian lahan kering (69%), hutan tanaman (11.2%), sawah (8.77%), hutan tanaman (4.59%), tambak (2.65%), pertanian lahan kering campur (1.56%), hutan mangrove sekunder (0.87%), pemukiman (0.70%), belukar (0.63%) dan sisanya tanah terbuka. Perubahan tutupan lahan 1990-2000 dari belukar rawa menjadi pertanian lahan kering (8,819.81 ha), sawah (2,629.13 ha) dan pemukiman (152.57 ha). Periode 2000-2010 terjadi perubahan tutupan lahan pada pertanian Lahan Kering Campur-Pemukiman sebesar 654.14 ha. Periode 2010-2020 terjadi konversi lahan tertinggi pada sawah - tambak dengan luas 4,571.08, belukar - sawah, dan hutan mangrove sekunder - tambak masing - masing luas 343.12 dan 316.13 ha serta sebagian kecil penutup lahan lainnya. Selanjutnya, periode 2010-2020 tutupan lahan sawah mengalami penurunan sebesar 4,302.7 ha. Perubahan tutupan lahan tersebut berpengaruh pada perubahan stok karbon di DAS Blega, yakni selama periode tahun 1990-2020 mengalami penurunan sebesar 25.98%. Tahun 1990-2000 mengalami penurunan 19.41%, tahun 2000-2010 dan 2010-2020 mengalami penurunan masing-masing sebesar 1.55% dan 5.02%. Kata kunci: emisi karbon, karbon permukaan, madura ABSTRACT Carbon emissions are a strategic issue because of the impact on global warming, increased hydrometeorological disasters, and decreased natural resources. One way to reduce carbon emissions is to prevent land cover change, especially forests for other uses in tropical areas such as forests in the Blega watershed area. This study aims to look at land cover change and its effect on surface carbon stock in the Blega watershed from 1990-2020. This research was conducted in the Blega watershed area through 6 stages, namely: 1) Geometric correction, 2) Band composite, 3) Training sample on Area of Interest (AoI), 4) Training sample test, 5) Land cover classification and 6) Carbon stock calculation. The results of image analysis of the Blega watershed area show that the average land cover in 1990, 2000, 2010, and 2020 are dry land agriculture (69%), plantation forest (11.2%), rice fields (8.77%), plantation forest (4.59%), ponds (2.65%), mixed dry land agriculture (1.56%), secondary mangrove forest (0.87%), settlements (0.70%), shrubs (0.63%) and the remaining open land. The land cover changed 1990-2000 from swamp scrub to dry land agriculture (8,819.81 ha), paddy fields (2,629.13 ha), and settlements (152.57 ha). The period 2000-2010 saw land cover change in Mixed Dryland Agriculture-Settlement of 654.14 ha. The 2010-2020 period saw the highest land conversion in paddy fields - ponds with an area of 4,571.08, scrub - paddy fields, and secondary mangrove forest - ponds with an area of 343.12 and 316.13 ha respectively, and a small portion of other land covers. Furthermore, in the 2010-2020 period, rice field land cover decreased by 4,302.7 ha. The change in land cover affects the change in carbon stock in the Blega watershed, which during the 1990-2020 period decreased by 25.98%.1990-2000 experienced a decrease of 19.41%, 2000-2010 and 2010-2020 experienced a decrease of 1.55% and 5.02% respectively. Keywords: carbon emissions, surface c stock, madura
Flood Mitigation Strategy in Banjar City, West Java Faqqih Ma'ruf Anggoro; Agung Adiputra; R. Tricahyono Nur Harsono
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v10i2.16735

Abstract

The flood disaster that occurred in Banjar City was caused by the high intensity of rainfall in each rainy season. The disaster resulted in considerable material and non-material losses. As a result of these impacts, a flood disaster mitigation strategy is needed in Banjar City. Flood disaster mitigation strategies are needed as a form of effort to reduce and manage the risks posed by floods to human health, economic activities, the environment, and cultural heritage. Therefore, this study aims to create a flood disaster mitigation strategy that can be done in Banjar City. This study uses  the Analytic Hierarchy Process (AHP) method which aims to obtain weights and determine the priority scale of flood disaster mitigation strategies used. In using this method there are several principles that must be understood in solving problems with AHP, namely decomposition, comparative judgment, synthsesis of priority and logical consistency.The results of the AHP analysis show that regional regulation policy strategies and their implementation (weight 0.195), policy strategies related to coordination between stakeholders (weight 0.185), policy strategies related to disaster risk assessment (weight 0.129), policy strategies related to disaster  management funding (weight 0.170), policy strategies related to increasing stakeholder capacity (weight 0.089), strategies for disaster-resilient communities and facilities and infrastructure (weight 0.089),  strategies for improving the quality and quantity of human resources (weight 0.085), and strategies for post-disaster recovery (weight 0.059). Based on  the results of the AHP analysis, an inconsistensy ratio of 0.014  < 0.1 was obtained, which means that the results of the analysis can be accepted.Â