Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Desain Pola Dan Penempatan Motif Batik Tanah Liek Pada Busana Wanita Secara 3D Menggunakan CLO3D Bagi Guru Produktif Tata Busana SMKN 1 Lembah Gumanti Suci, Puji Hujria; Hadiastuti, Hadiastuti; Mahniza, Melda; Yusmerita, Yusmerita
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 3 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06090

Abstract

Batik Tanah Liek merupakan batik khas Sumatera Barat. Batik tanah liek mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity semenjak bulan Oktober 2009. Sejak saat itu tren batik tanah liek mulai dikenal luas di pasar nasional maupun  pasar fashion internasional. Namun industri batik belum memiliki kemampuan untuk menvisualisasikan motif batik tersebut dalam bentuk grafis 3 dimensi. Penggunaan software CLO3D memungkinkan para desainer busana  membuat desain busana yang lebih akurat, efisien, dan realistis dengan simulasi 3 dimensi. Oleh karena itu, pemahaman  penggunaan software CLO3D sangat dibutuhkan bagi guru produktif tata busana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa serta menberikan nilai tambah bagi lulusan SMKN 1 Lembah Gumanti. Program pengabdian ini berhasil memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan ke mitra Guru Produktif Tata Busana SMKN 1 Lembah Gumanti mengenai pemanfaatan teknologi 3D dalam pembuatan desain pola dan penempatan motif batik tanah liek.
Pelatihan professional English for educators untuk meningkatkan world-class teaching competences bagi guru SMPN 9 Payakumbuh Melda Mahniza; Rahmi Oktarina; Fani Keprila Prima; Indra Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35223

Abstract

AbstrakPerkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kompetensi yang adaptif, termasuk penguasaan bahasa Inggris profesional untuk mengakses sumber belajar global dan mengadopsi inovasi pembelajaran internasional. Namun, guru di SMPN 9 Payakumbuh masih menghadapi keterbatasan dalam menguasai bahasa Inggris pedagogik, sehingga berdampak pada rendahnya pemanfaatan referensi global dan kurangnya adaptasi desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi Z. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan world-class teaching competences guru melalui Pelatihan Professional English for Educators (PEE). Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 25–26 Juli 2025 dengan 20 guru sebagai peserta pelatihan. Metode kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada dua aspek utama yaitu peningkatan kemampuan memahami teks akademik, menyusun instruksi pembelajaran dalam bahasa Inggris, serta pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) seperti Grammarly dan ChatGPT untuk mendukung pengembangan materi dan evaluasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dalam penggunaan bahasa Inggris profesional, kepercayaan diri dalam berkomunikasi di kelas, serta keterampilan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran. Meskipun masih terdapat kendala waktu praktik dan kelancaran berbicara, pelatihan ini telah memberikan fondasi awal yang kuat bagi guru untuk meningkatkan kompetensi pengajaran berstandar global. Kegiatan ini disarankan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan serta pengembangan komunitas belajar internal agar manfaatnya lebih luas dan berkesinambungan. Kata Kunci: AI; competence; educators; pembelajaran; professional english,. AbstractThe development of 21st-century education requires teachers to possess adaptive competencies, including professional English proficiency that enables them to access global learning resources and adopt international instructional innovations. However, teachers at SMPN 9 Payakumbuh still face limitations in mastering pedagogical English, which has resulted in the low utilization of global references and limited adaptation of instructional designs that align with the needs of Generation Z learners. This community service program aims to enhance teachers’ world-class teaching competences through the Professional English for Educators (PEE) Training. The program was implemented on 25–26 July 2025 and involved 20 teachers as participants. The implementation consisted of several stages, namely socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The training focused on two main aspects: improving teachers’ ability to comprehend academic texts and develop instructional guidelines in English, as well as utilizing Artificial Intelligence (AI)–based tools such as Grammarly and ChatGPT to support the development of teaching materials and learning assessments. The results indicate improvements in teachers’ understanding of professional English, confidence in classroom communication, and skills in using digital technologies to support teaching and learning. Although challenges remained—particularly limited practice time and fluency in speaking—the training provided a strong initial foundation for teachers to enhance their global-standard teaching competence. It is recommended that this program be continued through sustained mentoring and the establishment of internal learning communities to ensure broader and long-term benefits. Keywords: AI; competence; educators; learning; professional english.
Pelatihan digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi pembelajaran berbasis ChatGPT bagi guru SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Reflianto Reflianto; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26825

Abstract

AbstrakLatar belakang kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berkaitan dengan kondisi sumber belajar tekstual yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan kelas digital yang dinamis. Selain itu, asesmen dan evaluasi pembelajaran yang belum melibatkan teknologi digital secara optimal berdampak pada kurangnya akurasi dalam mengukur perkembangan kompetensi siswa. Tujuan dari kegiatan PKM yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen, dan evaluasi dengan menggunakan ChatGPT. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2024. Peserta pelatihan adalah guru SMPN 9 Payakumbuh yang berjumlah 31 orang. Latar belakang keahlian peserta mencakup semua mata pelajaran seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, PPKn, Seni Budaya, dan Informatika. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan tahap perencanaan yang mencakup koordinasi terkait kebutuhan pelatihan dan sasaran pelatihan. Tahap pelaksanaan diawali dengan proses penyampaian materi dan diskusi serta dilanjutkan proses demonstrasi dan praktik dalam konteks digitalisasi sumber belajar, asesmen dan evaluasi berbasis ChatGPT. Tahapan terakhir pelatihan adalah evaluasi yang mengukur capaian kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan mendeskripsikan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, peserta juga dapat memenuhi beberapa indicator ketercapaian kegiatan pelatihan antara lain mampu melakukan proses digitalisasi sumber belajar dalam bentuk modul dan dan buku elektronik. Selanjutnya, peserta juga mampu Menyusun instrument asesmen dan evaluasi dengan menggunakan Chat GPT. Beberapa indicator tersebut mengindikasikan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Rekomendasi untuk kegiatan ini adlaah agar pelatihan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan dengan maksimal. Kata kunci: asesmen; evaluasi; ChatGPT; sumber belajar AbstractThe Community Partnership Program (PKM) addresses the limitations of existing textual learning resources in meeting the needs of dynamic digital classrooms. Additionally, assessment and evaluation have not yet fully integrated digital technology, resulting in less accurate measurements of students' competencies. The PKM program aims to improve teachers' skills in digitalizing learning resources, assessment, and evaluation using ChatGPT. Training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. This training activity was conducted on August 24, 2024. The participants, 31 teachers from SMPN 9 Payakumbuh, covered various subjects like Religious Education, Mathematics, Science, Social Studies, and Informatics. The training began with planning, followed by material delivery, discussions, and practical sessions focused on digitalizing learning resources and using ChatGPT for assessments. The final evaluation measured the program's success. Participants were enthusiastic, meeting key objectives such as converting learning materials into e-books and developing assessment tools with ChatGPT. These outcomes indicate the training's success. The recommendation is to conduct ongoing training to ensure the effective implementation of the skills learned. Keywords: assessment; evaluation; ChatGPT; learning resources
Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Indra Saputra; Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Febri Silvia; Rahmi Oktarina; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.
Transformasi evaluasi pembelajaran berbasis AI: Pelatihan Chatbot AI bagi Pendidik SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Reflianto Reflianto; Feriantano Sundang Pranata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30792

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses evaluasi pembelajaran. Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Kondisi ini juga ditemukan di SMPN 9 Payakumbuh, di mana sebagian besar guru masih menggunakan metode evaluasi konvensional yang kurang fleksibel, memakan waktu, dan belum mencerminkan kemampuan siswa secara akurat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis AI, khususnya melalui pemanfaatan Chatbot AI seperti ChatGPT. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 di SMPN 9 Payakumbuh, diikuti oleh 31 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi difokuskan pada penggunaan ChatGPT untuk menyusun soal, menganalisis jawaban siswa, memberikan umpan balik otomatis, serta merancang evaluasi berbasis interaksi percakapan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun instrumen evaluasi digital berbasis ChatGPT dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Disarankan agar pelatihan ini dilanjutkan secara berkala dan disertai dengan pendampingan untuk mendukung implementasi berkelanjutan di kelas. Kata kunci: Chatbot AI; evaluasi pembelajaran; ChatGPT; kompetensi guru; pelatihan. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has introduced new opportunities in the field of education, particularly in the area of learning assessment. However, many teachers, including those at SMPN 9 Payakumbuh, still rely on conventional evaluation methods that tend to be time-consuming, inflexible, and less accurate in reflecting students' competencies. This Community Partnership Program (PKM) was implemented to enhance teachers’ competencies in AI-based assessment by utilizing chatbot technology, specifically ChatGPT. The training was conducted on August 24, 2024, involving 31 teachers from various subject areas. The training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The content focused on the use of ChatGPT to design assessment questions, analyze student responses, provide automated feedback, and develop interactive, conversation-based evaluations. The results indicated that participants were able to develop AI-based digital assessment instruments and demonstrated high enthusiasm for integrating AI into teaching practices. It is recommended that similar training be conducted regularly and supported with mentoring to ensure sustainable implementation in classrooms. Keywords: Chatbot AI; learning assessment; ChatGPT; teacher competence; professional training.
Pelatihan pembuatan produk digital bagi generasi Z untuk meningkatkan kreativitas dan peluang wirausaha di era digital Indra Saputra; Feriantano Sundang Pranata; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Ringga Novelni; Ridha Hasnul Ulya; M. Affandi Arianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39826

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi generasi Z untuk mengembangkan kreativitas dan membangun usaha berbasis digital. Namun, masih banyak calon wirausahawan, khususnya di bidang kecantikan, yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan dalam merancang produk digital yang bernilai ekonomi. Keterbatasan pengetahuan mengenai konsep produk digital, proses perancangan, serta strategi pemasaran digital menjadi tantangan dalam mengembangkan usaha yang adaptif terhadap perkembangan era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat produk digital sebagai peluang usaha kreatif di era digital. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 dengan melibatkan 18 orang calon wirausahawan muda bidang kecantikan sebagai peserta. Metode kegiatan dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung perancangan produk digital. Materi pelatihan mencakup konsep produk digital, jenis-jenis produk digital, tahapan pembuatan produk digital, penentuan ide produk, serta strategi pemasaran digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 55,6% peserta berada pada kategori sangat memahami dan 33,3% memahami konsep produk digital. Selain itu, keterampilan peserta dalam merancang ide produk digital juga meningkat, dibuktikan dengan 44,4% peserta berada pada kategori sangat baik dan 38,9% pada kategori baik. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan tergolong tinggi, terutama pada aspek manfaat kegiatan dengan persentase sangat puas sebesar 77,8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman, kreativitas, dan keterampilan peserta dalam mengembangkan usaha berbasis digital yang inovatif dan berdaya saing. Kata kunci: generasi Z; kreativitas; pelatihan; produk digital; wirausaha digital. AbstractThe development of digital technology has created significant opportunities for Generation Z to enhance creativity and establish digital-based businesses. However, many aspiring entrepreneurs, particularly in the beauty sector, still lack the understanding and skills needed to design digital products with economic value. Limited knowledge regarding digital product concepts, product design processes, and digital marketing strategies remains a major challenge in developing businesses that are adaptive to the digital era. This community service activity aimed to improve participants’ understanding and skills in creating digital products as creative business opportunities in the digital age. The training was conducted on April 18, 2026, involving 18 young aspiring beauty entrepreneurs as participants. The training methods included lectures, discussions, question-and-answer sessions, and hands-on practice in designing digital products. The training materials covered digital product concepts, types of digital products, stages of digital product creation, product idea development, and digital marketing strategies. The evaluation results showed that 55.6% of participants were categorized as having a very good understanding and 33.3% as having a good understanding of digital product concepts. In addition, participants’ skills in designing digital product ideas improved, as evidenced by 44.4% of participants being categorized as very good and 38.9% as good. Participant satisfaction with the training was also high, particularly regarding the benefits of the activity, with 77.8% expressing being very satisfied. These findings indicate that the training successfully enhanced participants’ understanding, creativity, and skills in developing innovative and competitive digital-based businesses. Keywords: creativity; digital entrepreneurship; digital products; generation Z; training.
PELATIHAN SABLON SUBLIMASI DAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEWIARUSAHAAN SISWA SMPN 17 PADANG Rosmaria; Resti Elma Sari; Melda Mahniza; Rahmi Pratiwi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.10099

Abstract

Pelatihan sablon sublimasi dan promosi produk melalui digital marketing merupakan salah satu upaya pemberdayaan keterampilan dan kewirausahaan bagi siswa di SMP Negeri 17 Padang. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar serta terbatasnya keterampilan praktis yang dimiliki siswa, terutama di bidang kreatif dan teknologi. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan keterampilan sablon sublimasi dan wawasan tentang cara memasarkan produk secara digital. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan partisipatif berbasis praktik yang dipadukan dengan pendampingan dengan tahapan yaitu sosialisasi, pemberian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan berjalan sangat baik dengan rata-rata capaian sebesar 97%. Aspek keberhasilan pelatihan memperoleh nilai rata-rata 96%, aspek narasumber 98,5%, dan kepuasan peserta 97%. Dapat disimpulkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktik, pemahaman digital marketing, serta tumbuhnya kepercayaan diri dan minat berwirausaha peserta.
Pengembangan Jobsheet Teknik Jumputan untuk Pembelajaran Praktik Siswa Kelas XI Jurusan Busana Salsabila, Azzura; Mahniza, Melda; Novrita, Sri Zulfia; Hutasuhut, Nurul Inayah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zanjz196

Abstract

Eleventh-grade students in the Fashion Design Department at SMK Negeri 1 Dumai need instructional resources that can help them comprehend work procedures methodically and complete practical tasks more autonomously in order to receive practical instruction on the tie-dye technique. The purpose of this study was to develop a tie-dye technique jobsheet as a teaching resource and assess its validity and practicality. Based on the 4D model—Define, Design, Develop, and Disseminate—the study used a Research and Development (R&D) strategy, with the research being restricted to the Develop stage. Thirty-three eleventh-grade students from SMK Negeri 1 Dumai's Fashion Design Department participated. Questionnaires, interviews, and observations were used to collect the data, which were then analyzed using both quantitative and qualitative descriptive methods. According to the results, the jobsheet had an average media validity score of 92.2% and a material validity score of 90.4%, both of which were deemed highly feasible. Both the teacher's and the students' responses to the practicality assessment were rated as highly practical, with an average score of 94.3% and 90.2%, respectively. These results show that the developed tie-dye technique jobsheet satisfies the requirements of validity and practicality and can be used as effective teaching material for eleventh-grade students in the SMK Negeri 1 Dumai Fashion Design Department.