Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Developing an adaptive and interactive educational game based learning: the effective integration of technology to support learning Firdausi Sulaksana, Ratu Dintha Insyani Zukhruf; Disas, Eka Prihatin; Masharyono, Masharyono; Ramdhani, Ramdhani; Firdausi Sulaksana, Raja Pasha Agastya Zukhruf
Journal of Business Management Education (JBME) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Business Education Program of Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jbme.v8i3.63962

Abstract

Pandemi membawa perubahan cepat di berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, sehingga memaksa semua orang untuk belajar adaptif, salah satunya melalui instrumen teknologi digital. Terdapat akselerasi yang luar biasa dalam pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan pada masa pandemic yang berlangsung hingga post pandemic. Salah satu inovasi media pembelajaran yang paling cepat perkembangannya adalah media pembelajaran berbasis game. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran yang adaktif dan interaktif berbasis educational game-based. Metode penelitian yang dipakai adalah Research and Development (RD). Penelitian ini diharapkan dapat menciptakan sebuah game edukasi yang adiktif dan interaktif, sehingga tercipta sinergi antara teknologi dan pembelajaran.
PENYULUHAN STUNTING DI DESA MEKARHARJA: TANTANGAN DAN SOLUSI Ramdani, Ryan Adriansyah; Yosef, Adytia; Masharyono, Masharyono
Lentera Karya Edukasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/lekaedu.v3i3.62464

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang terus menjadi perhatian pemerintah dan  lembaga kesehatan. Saat ini, angka stunting di Indonesia masih belum berada pada jumlah yang ditargetkan oleh World Health Organization (WHO). Meski demikian, angka stunting di kota Banjar, terutama di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja telah mengalami penurunan yang signifikan. Kendati demikian, upaya untuk terus menurunkan statistik anak stunting di kota Banjar masih terus digencarkan. Salah satu cara untuk melawan stunting adalah melalui sosialisasi atau penyuluhan melalui kegiatan kuliah kerja nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas tantangan sekaligus solusi yang ditemui ketika dilakukan penyuluhan mengenai stunting di desa Mekarharja. Penelitian berlokasi di Posyandu Cibentang 1 dengan partisipan dipilih dari para kader PKK posyandu setempat beserta ibu-ibu dari anak balita yang menghadiri penyuluhan. Penelitian memiliki estimasi waktu dari tahap perencanaan hingga evaluasi selama 3 hari. Pengambilan data dilakukan melalui proses pengamatan dan wawancara, yang nantinya akan dianalisis melalui observation checklist dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan    bahwa    berbagai    faktor  menjadi tantangan    dalam    melakukan    penyuluhan    stunting,   yaitu kurangnya pendanaan dari desa; minimnya koordinasi antar kader PKK; serta minimnya kesadaran masyarakat setempat mengenai stunting. Pada akhirnya, solusi yang dapat dilakukan adalah konfirmasi mengenai pendanaan dengan pihak desa, meningkatkan kualitas komunikasi antar kader PKK, serta lebih menggalakkan program melawan stunting dengan melalui penyuluhan dan sweeping ke rumah warga. Abstrak: Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang terus menjadi perhatian pemerintah dan  lembaga kesehatan. Saat ini, angka stunting di Indonesia masih belum berada pada jumlah yang ditargetkan oleh World Health Organization (WHO). Meski demikian, angka stunting di kota Banjar, terutama di Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja telah mengalami penurunan yang signifikan. Kendati demikian, upaya untuk terus menurunkan statistik anak stunting di kota Banjar masih terus digencarkan. Salah satu cara untuk melawan stunting adalah melalui sosialisasi atau penyuluhan melalui kegiatan kuliah kerja nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas tantangan sekaligus solusi yang ditemui ketika dilakukan penyuluhan mengenai stunting di desa Mekarharja. Penelitian berlokasi di Posyandu Cibentang 1 dengan partisipan dipilih dari para kader PKK posyandu setempat beserta ibu-ibu dari anak balita yang menghadiri penyuluhan. Penelitian memiliki estimasi waktu dari tahap perencanaan hingga evaluasi selama 3 hari. Pengambilan data dilakukan melalui proses pengamatan dan wawancara, yang nantinya akan dianalisis melalui observation checklist dan analisis tematik. Hasil penelitian    menunjukkan    bahwa    berbagai    faktor  menjadi                                                                                  tantangan    dalam    melakukan    penyuluhan    stunting,   yaitu    kurangnya pendanaan dari desa; minimnya koordinasi antar kader PKK; serta minimnya kesadaran masyarakat setempat mengenai stunting. Pada akhirnya, solusi yang dapat dilakukan adalah konfirmasi mengenai pendanaan dengan pihak desa, meningkatkan kualitas komunikasi antar kader PKK, serta lebih menggalakkan program melawan stunting dengan melalui                penyuluhan dan sweeping ke rumahwarga.
Pelatihan Pemasaran Digital Bagi UMKM Binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo Sulistyowati, Raya; Sudarwanto, Tri; Mahendra, Angga Martha; Rafida, Veni; Wibowo, Lili Adi; Dirgantari, Puspo Dewi; Masharyono, Masharyono; Sul, Ratu Dintha Insyani Zukhruf Firdausi; Yohana, Corry; Fidhyallah, Nadya Fadilah; Hidayat, Nurdin
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p015

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pelatihan digital marketing yang ditujukan untuk UMKM Binaan Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro di Kabupaten Sidoarjo. UMKM Binaan Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro memiliki peran krusial dalam perekonomian lokal, namun banyak di antaranya masih menghadapi kesulitan memahami dan memanfaatkan potensi digital marketing. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi efektivitas pelatihan digital marketing yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Metode penelitian melibatkan survei awal untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman dan kebutuhan UMKM terkait digital marketing. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman UMKM tentang strategi digital marketing, menghasilkan peningkatan penjualan online yang substansial, serta meningkatkan visibilitas produk mereka di platform digital. Temuan penelitian ini memberikan sumbangan penting dalam pengembangan ekonomi lokal dengan meningkatkan daya saing UMKM di pasar digital. Implikasi praktisnya adalah memberikan panduan bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam merancang program pelatihan serupa untuk sektor UMKM lainnya. Sebagai hasilnya, penelitian ini bukan hanya menguntungkan para pelaku bisnis UMKM, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan strategi digital marketing yang efektif. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Lokal, Digital Marketing Abstract This research discusses the implementation of digital marketing training aimed at MSMEs assisted by the Department of Cooperatives and Micro Enterprises in Sidoarjo Regency. MSMEs assisted by the Department of Cooperatives and Micro Enterprises have a crucial role in the local economy, but many of them still face difficulties understanding and utilizing the potential of digital marketing. This research aims to design, implement and evaluate the effectiveness of digital marketing training tailored to the needs of each MSME. The research method involves an initial survey to identify the level of understanding and needs of MSMEs regarding digital marketing. The research results show a significant increase in MSMEs' understanding of digital marketing strategies, resulting in a substantial increase in online sales, as well as increasing the visibility of their products on digital platforms. The findings of this research provide an important contribution to local economic development by increasing the competitiveness of MSMEs in the digital market. The practical implication is to provide guidance for local governments and educational institutions in designing similar training programs for other MSME sectors. As a result, this research not only benefits MSME business actors, but also provides benefits to the community and local government in supporting local economic growth through the use of effective digital marketing strategies. Keywords— Community Service, Local Economic Development, Digital Marketing
Sustainable Performance Improvement Model for MSME Human Resources Through Implementation Management Knowledge and Competence Entrepreneurship in Mediation Ability Digital literacy Anggraeni, Anggun; Senen, Syamsul Hadi; Masharyono, Masharyono
Kontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 13 No 1 (2025): Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/jimk.v13i1.794

Abstract

Micro business small and medium own great contribution to growth economy especially in developing countries such as Indonesia for example. Empowering MSMEs can become breakthrough in anticipate recession economy Where the number of MSMEs is increasing rise and have great contribution to gross domestic product (GDP), in 2023 MSMEs will reach 66 million units, an increase of 1.52% from year previously Where contribution its contribution to GDP reached 61% equivalent with Rp 9,580 trillion, then MSMEs can also absorb around 117 million power Work or 97% of power Indonesian work. However based on an international survey more 80 % of MSMEs in Asia closed in 2018 third they stand with various reason like lack of digitalization, competition company big , less market wide until with problem legality that is not complete . Then in support improvement quality of UMKM ministry Cooperatives and SMEs focus on performance business with one of the program that is digital transformation of MSMEs. Research This apply approach quantitative and use technique taking non-probability convenience sample (262 respondents). Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) using SmartPLS4 was used. For analysis track and testing hypothesis. The explanatory power of the model is measured with R- squared and categorized as moderate. R2 value for Digital literacy significant (p 0. This means that the entire model of variable independent own validity or relevance adequate predictive in predict variation latent variables.
Distance learning and student motivation reinforcement during the COVID-19 pandemic through KKN Tematik UPI program Agus Fatoni; Masharyono Masharyono
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59231

Abstract

During the COVID-19 pandemic, the government decided to stop activities at schools. Students are forced to carry out learning activities boldly. In distance learning, several obstacles must be identified, and solutions sought. This service aims to help teachers, students, and parents deal with problems arising from implementing distance learning. One way to organize community service activities is KKN in the field of education at SDN Pancasila Lembang. The service method strengthens distance learning by selecting suitable learning media for students. Also, the implementation of talk show activities with the theme of growing student learning motivation to achieve goals. This activity is carried out to make it easy for students to carry out distance learning activities while remaining enthusiastic to reach their goals. The findings from the KKN program activities are that teachers and parents perceive positively related to the implementation of the entire program. Teachers and parents were satisfied with the series of actions that had been prepared and found it helpful to find new ways and perspectives. Also, activity programs make student learning experiences more effective and increase student motivation.   Abstrak Masa pandemi COVID-19 membuat pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan di sekolah. Para siswa terpaksa harus melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dalam proses pembelajaran jarak jauh, terdapat beberapa kendala yang terjadi sehingga perlu diidentifikasi dan dicari jalan keluarnya. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk membantu guru, siswa dan para orang tua dalam menghadapi permasalahan yang muncul dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Salah satunya cara menyelenggarakan kegiatan program pengabdian yaitu KKN pada bidang pendidikan di SDN Pancasila Lembang. Metode pengabdian yaitu penguatan pembelajaran jarak jauh dengan pemilihan media pembelajaran yang cocok untuk siswa. Juga pelaksanaan kegiatan talk show dengan tema menumbuhkan motivasi belajar siswa untuk meraih cita-cita. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran jarak jauh dengan tetap semangat demi menggapai cita-cita. Temuan dari kegiatan program KKN ini yaitu bahwa para guru dan orang tua memandang positif terkait dengan penyelenggaraan keseluruhan program. Para guru dan orang tua merasa puas dengan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan dan merasa terbantu dalam menemukan cara dan perspektif baru. Juga program-program kegiatan untuk membuat pengalaman belajar siswa menjadi lebih efektif dan juga peningkatan motivasi belajar siswa.  Kata Kunci: KKN; Kuliah Kerja Nyata; menumbuhkan motivasi; pandemi COVID-19; penguatan pembelajaran jarak jauh 
AI utilization training in creating interactive learning media for teachers Masharyono Masharyono; Agus Rahayu; Syamsul Hadi Senen; Ratih Hurriyati
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.3

Abstract

Most teachers do not yet have direct experience using Artificial Intelligence (AI) in the classroom. This workshop aims to provide teachers with knowledge and practical skills for using AI to create interactive, innovative learning materials. This training focuses on using AI to create more creative learning materials in response to the challenges of digital transformation in education in Kepulauan Seribu. The training methods include presenting materials, demonstrating the use of various AI platforms, and hands-on practice in designing AI-based learning materials. Through this training, teachers gain new insights into AI's potential as an effective, efficient, and engaging learning tool. Evaluation results indicate that a small portion of participants were already familiar with and using AI technology, but the majority of teachers had not yet optimized its use in classroom learning. This community service activity can enhance teachers’ digital competencies and encourage the creation of creative, inspiring, and student-centered learning media in the digital age, thereby positively impacting the quality of the teaching and learning process.   Abstrak Sebagian besar guru belum memiliki pengalaman langsung dalam menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis kepada para guru terkait pemanfaatan AI dalam pembuatan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Pelatihan ini mengangkat tema pemanfaatan ai untuk mewujudkan media pembelajaran yang lebih kreatif sebagai respons terhadap tantangan transformasi digital di bidang pendidikan di Kepulauan Seribu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan berbagai platform AI, serta praktik langsung dalam merancang media pembelajaran berbasis AI. Melalui pelatihan ini, para guru memperoleh wawasan baru mengenai potensi AI sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian kecil peserta telah mengenal dan memanfaatkan teknologi AI, namun mayoritas guru belum mengoptimalkannya dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kompetensi digital guru serta mendorong terciptanya media pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan sesuai dengan kebutuhan murid di era digital, sehingga berdampak positif pada peningkatan kualitas proses belajar-mengajar. Kata Kunci: artificial intelligence; kompetensi guru; media pembelajaran; pengabdian kepada masyarakat
Empowering teachers in the Kepulauan Seribu through innovation-based learning strategies Puspo Dewi Dirgantari; Raden Dian Herdiana Utama; Masharyono Masharyono; Lili Adi Wibowo; Yusuf Murtadlo; Ery Adam Primaskara; Bambang Widjajanta; Girang Razati; B. Lena Nuryanti; Mazaya Izzatur Rahim
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.89953

Abstract

Education in remote island regions, such as the Kepulauan Seribu, faces unique challenges due to geographical isolation, limited infrastructure, and unequal access to technology, creating disparities in learning quality compared to urban areas. Teachers in this region often lack access to professional development programs. This community service (PkM) program was designed to improve the competence of 15 teachers (Elementary, Junior, Senior High) in implementing creative and innovative learning strategies adapted to the local context. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program involved five stages: needs identification, innovative model design (including blended learning and project-based learning), intensive training via workshops and micro-teaching, implementation, and mentoring and evaluation. The results showed that teachers became more confident in utilizing available simple technology and were able to design contextual learning strategies based on local potential, such as marine ecosystems or tourism. Teachers also successfully applied interactive methods to increase student engagement and found the mindful, meaningful, joyful learning approach highly suitable for creating a positive classroom atmosphere. This program concludes that strengthening teacher capacity through adaptive strategies effectively enhances competence and offers a replicable educational empowerment model for other remote (3T) regions.   Abstrak Pendidikan di wilayah kepulauan terpencil seperti Kepulauan Seribu menghadapi tantangan khas berupa isolasi geografis, infrastruktur terbatas, dan kesenjangan akses teknologi, yang berdampak pada disparitas kualitas pembelajaran dibandingkan daerah perkotaan. Guru di wilayah ini seringkali memiliki keterbatasan akses terhadap program pengembangan profesional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi 15 guru (SD, SMP, SMA) dalam menerapkan strategi pembelajaran kreatif dan inovatif yang disesuaikan dengan konteks lokal. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) , program ini dilaksanakan melalui lima tahap: identifikasi kebutuhan, perancangan model inovatif (mencakup blended learning dan project-based learning), pelatihan intensif melalui workshop dan micro-teaching, implementasi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru menjadi lebih percaya diri memanfaatkan teknologi sederhana yang tersedia dan mampu merancang pembelajaran kontekstual berbasis potensi lokal, seperti ekosistem laut atau pariwisata. Guru juga berhasil menerapkan metode interaktif untuk meningkatkan keterlibatan murid, serta menilai pendekatan mindful, meaningful, joyful learning sangat sesuai untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Program ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas guru melalui strategi adaptif efektif meningkatkan kompetensi dan menawarkan model pemberdayaan pendidikan yang dapat direplikasi di daerah 3T lainnya. Kata Kunci: Bauran pembelajaran; pembelajaran kontekstual; pemberdayaan guru; pendidikan daerah terpencil; pengabdian kepada masyarakat; strategi pembelajaran inovatif.
Strategi digital marketing dalam menumbuhkan startup jastip Indonesia-Jepang Puspo Dewi Dirgantari; Ratih Hurriyati; Sulastri Sulastri; Masharyono Masharyono; Ratu Dintha Insyani Zukhruf Firdausi Sulaksana; Yusuf Murtadlo Hidayat; Bambang Widjadjanta
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.52933

Abstract

The process of distributing products and services has changed significantly in recent years, consumers are now using online means and are increasingly looking for online channels to research and buy the products or services they need, this condition has sparked the birth of the Jasa Titip (Jastip) business phenomenon which is becoming known to the public in Indonesia since 2014 until now. Jastip Japan is one of the most popular, seen from the unique, value for money, high tech, and high quality goods that make Japan a paradise for entrusted service businessmen. Delivery services in Japan are also mushrooming, as can be seen from the many availability of delivery services in Japan. However, the Covid-19 pandemic which has not subsided has made the lives of Indonesian citizens in Japan even worse, and some Indonesian citizens have even been locked up or laid off. Jastip business people are usually hampered by the lack of knowledge about digital marketing, so it is necessary to carry out digital marketing training by utilizing the internet and social media in developing a Jastip business. The purpose of this community service activity is to increase competence and/or assistance needed, especially in the field of digital marketing to optimize Jastip business for PMIs in Japan.