Claim Missing Document
Check
Articles

MAKIAN PADA KOLOM KOMENTAR BERITA DI INSTAGRAM Fahmi Almani; Moh. Fatah Yasin; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v2i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dari makian yang terdapat dalam kolom komentar berita di Instagram dan menjelaskan fungsi serta makna dari kata makian yang terdapat dalam kolom komentar berita di Instagram . Penelitian ini dilatarbelakangi oleh komentar-komentar yang memakai kata makian pada kolom komentar berita di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komentar yang dituliskan pengguna Instagram kepada pengunggah berita di Instagram. Hasil dari penelitian ini yang pertama menemukan tiga bentuk makian. Yaitu, berbentuk kata, frasa dan klausa. Yang kedua fungsi dan makna dari kata makian yang dilihat dari konteks. Kedua hasil penelitian ini didapat dari 20 data komentar yang diambil secara acak di Instagram.
KEMAMPUAN MEMAHAMI ISI CERPEN “PERSAHABATAN” KARYA YUKSINAU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 26 BANJARMASIN Yulita Indah Sari; Moh. Fatah Yasin; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v2i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan memahami isi cerpen ‘Persahabatan’ karya Yuksinau yang dibaca peserta didik kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Pengambilan sampel 50% dari populasi, yakni sebanyak 92 orang menggunakan teknik menceritakan kembali cerpen yang dibaca berdasarkan tes lisan unsur-unsur pembangun cerpen. Hasil penelitian ini membuktikan kemampuan memahami isi cerpen ‘Persahabatan’ karya Yuksinau yang dibaca siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Banjarmasin termasuk dalam kategori mampu. Hal tersebut disebabkan oleh skor rata-rata hasil tes lisan kemampuan peserta didik yang memiliki kemampuan maksimal mencapai ≥77,0 dengan presentase 9,8% peserta didik yang “kurang mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi tujuh orang, 30,4% peserta didik yang “cukup mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi dua puluh delapan orang, 42,2% peserta didik yang “mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi tiga puluh sembilan orang, dan 17,4% peserta didik yang “sangat mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi enam belas orang, dan 0,2% peserta didik yang “belum mampu” dalam memahami isi cerpen dengan frekuensi dua orang.
KETERAMPILAN MENULIS CERITA FANTASI BERDASARKAN KOMIK “DORAEMON” PESERTA DIDIK KELAS VII-I MTSN 2 KOTA BANJARMASIN Rizka Khairunnisa; Noor Cahaya; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v3i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis cerita fantasi berdasarkan komik “Doraemon” peserta didik kelas VII-I MTsN 2 Kota Banjarmasin berdasarkan unsur pembangun dan ciri kebahasaan cerita fantasi. Unsur pembangun cerita fantasi tersebut yaitu tema, tokoh, latar, alur, sudut pandang, dan amanat. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan seluruh aspek yang telah diteliti, seluruh peserta didik tergolong terampil pada aspek tokoh, alur, dan sudut pandang. Peserta didik kelas VII-I MTsN 2 Kota Banjarmasin yang tergolong terampil berjumlah 10,71%. Peserta didik yang tergolong mampu berjumlah 64,29%. Peserta didik yang tergolong cukup terampil berjumlah 21,43%. Peserta didik yang tergolong kurang terampil berjumlah 3,57%.
KOMPLEKSITAS KALIMAT DALAM TEKS EKSPLANASI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 14 BANJARMASIN Nia Amelia; Jumadi; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v3i2.44

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) kompleksitas kalimat dalam kalimat majemuk setara pada teks eksplanasi peserta didik. (2) Kompleksitas kalimat dalam kalimat majemuk rapatan pada teks eksplanasi peserta didik. (3) Kompleksitas kalimat dalam kalimat majemuk bertingkat pad teks eksplanasi peserta didik. Metode dalam penelitin ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memaparkan: (1) pada kalimat majemuk setara peserta didik membuat kalimat majemuk setara sejalan biasa dengan dua klausa berpola S-P, S-P-Pel, dan S-P-Ket, serta menggunakan konjungsi dan serta penggunaan tanda baca “,” (koma), dan “/” (atau). (2) Pada kalimat majemuk rapatan peserta didik membuat karangan kalimat majemuk rapatan sama S serta sama S dan P dengan dua dan tiga klausa berpola S-P, S-P-Pel, S-P-O, S-P-Ket, dan Ket-S-P serta menggunakan konjungsi dan, serta atau. (3) pada kalimat majemuk bertingkat peserta didik membuat kalimat dengan dua, tiga, dan empat klausa berpola S-P, S-P-Pel, S-P-O, S-P-Ket, S-P-O-Ket, P-S, P-S-K, dan P-S-Pel, memiliki klausa relatif dan klausa subordinasi dengan menggunakan konjungsi sehingga, karena, akibat, dan untuk.
KESANTUNAN BERBAHASA PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X TKJ-C SMK NEGERI 1 BANJARMASIN Habibah; Noor Cahaya; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v4i1.54

Abstract

Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada pendidik dan peserta didik. Data pada penelitian deskriptif kualitatif ini diperoeh dari tuturan pendidik dan peserta didik kelas X TKJ-C SMK Negeri 1 Banjarmasin. Berdasarkan aspek-aspek yang diteliti, lebih banyak ditemukan pada tuturan pendidik daripada tuturan peserta didik. Hal ini karena pendidik lebih mendominasi dalam bertutur dan peserta didik kurang antusias dalam pembelajaran, dilihat dari sebagian peserta didik yang tidak fokus karena ada yang berbicara, memalingkan muka ke belakang, dan bergurau dengan temannya. Dengan demikian, pendidik berupaya untuk mengelola kelas sehingga peserta didik dapat memahami materi yang dipelajari.
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X IPA SMAN 1 BANJARMASIN M. Erwin Rifaldi; Zulkifli; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v4i1.56

Abstract

Persepsi berarti kemampuan untuk memahami dan melihat, serta mengintepretasikan stimulan sehingga memberikan hasil sesuatu yang memiliki arti. Kualitatif-deskriptif merupakan jenis dan metode yang digunakan pada penelitian ini. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X IPA mudah dipahami bagi peserta didik dan aktif pada kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, hasil observasi menunjukkan hasil kerja peserta didik bagus, aktif, disiplin, dan paham dengan penggunaan Google Classroom. Hasil penelitian pada persepsi peserta didik kelas X IPA SMAN 1 Banjarmasin mengenai pernyataan satu, tiga, empat, dan enam mayoritas peserta didik menyatakan netral. Pernyataan dua, lima, dan tujuh peserta didik dominan menyatakan sesuai, serta pada pernyataan delapan peserta didik dominan menyatakan tidak sesuai. Akan tetapi, pada pernyataan ketiga terdapat peserta didik yang menyatakan sangat sesuai karena kesulitan dalam memahami materi dan bertanya. Selanjutnya, pada pernyataan kedelapan terdapat peserta didik yang menyatakan sangat sesuai karena tenggat waktu pengumpulan tugas yang diberikan terlalu cepat dan masih memerlukan akses internet yang memadai. Dengan demikian, persepsi peserta didik terhadap penggunaan Google Classroom ialah baik dan menunjukkan pembelajaran tatap muka masih dibutuhkan.
PEMBELAJARAN TEKS BERITA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII-D SMP NEGERI 24 BANJARMASIN Aulia Khasanah; Noor Cahaya; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v4i2.62

Abstract

Mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran teks berita melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah pada peserta didik Kelas VIII-D SMP Negeri 24 Banjarmasin ialah tujuan penelitian ini dengan jenis penelitian deskriptif-kualitatif. Sumber datanya pendidik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan 32 peserta didik. Instrumen penelitian ini ialah lembar observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Penelitian memperoleh hasil yaitu pembelajaran terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pada RPP yang disusun sudah lengkap. Pada kegiatan pelaksanaan pembelajaran teks berita dilaksanakan dari pendahuluan, lalu inti, kemudian penutup. Pada kegiatan penilaian pendidik menilai pengetahuan dan sikap. Hasil penilaian menunjukkan ketuntasan dicapai 20 orang sedangkan ketidaktuntasan tes dialami 12 orang. Pada penilaian sikap tanggung jawab diperoleh nilai A (8 peserta didik), nilai B (14 peserta didik), dan nilai C (10 peserta didik).
KETERAMPILAN MENULIS TEKS ANEKDOT MENGGUNAKAN INSTAGRAM AKUN “KOMIKIN_AJAH” PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 7 BANJARMASIN Maisyarah; Ahsani Taqwiem; Dewi Alfianti
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis teks anekdot pada peserta didik Kelas X SMA Negeri 7 Banjarmasin berdasarkan aspek struktur dan aspek kebahasaan. Metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data utama dalam penelitian ini berupa tes hasil tulisan peserta didik dalam menulis teks anekdot dengan dua data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis teks anekdot tanpa media ada 14 (40%) peserta didik dalam kategori baik, ada 11 (31,43%) peserta didik dalam kategori cukup baik, dan ada 10 (28,57%) peserta didik dalam kategori kurang baik. Dari yang menggunakan media, ada 16 (44,45%) peserta didik dalam kategori baik, ada 12 (33,33%) peserta didik dalam kategori cukup baik, dan ada 8 (22,22%) peserta didik dalam kategori kurang baik. Berdasarkan perolehan tersebut, dapat diketahui bahwa keterampilan menulis teks anekdot menggunakan media termasuk lebih baik daripada tanpa media.
PEMBELAJARAN MENYIMPULKAN TEKS TANGGAPAN SECARA LURING DAN DARING KELAS IX SMP NEGERI 9 BANJARMASIN Tia Nursafitry; Sainul Hermawan; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pembelajaran teks tanggapan secara luring dan daring di kelas IX di SMPN 9 Banjarmasin. Sumber data pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas IX-B SMPN 9 Banjarmasin dan pendidik pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini berupa penyajian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Peserta didik dapat melakukan diskusi dan tanya jawab saat pembelajaran berlangsung melalui aplikasi tersebut. Aplikasi Google Meet yang digunakan pendidik untuk bertatap muka secara virtual saat proses pembelajaran membantu peserta didik lebih memahami pelajaran saat pendidik menggunakan metode ceramah menggunakan media Google Meet. Hasil analisis data yaitu pada proses pembelajaran luring, peserta didik kesulitan menerapkan sistem pembelajaran dengan metode belajar mandiri dan penugasan; pada proses pembelajaran daring, pendidik menggunakan aplikasi Google Meet sebagai sarana pembelajaran tatap muka virtual.
KEMAMPUAN MENULIS CERITA FANTASI PESERTA DIDIK KELAS VII-D SMP NEGERI 15 BANJARMASIN Nabila Ika Santi; Jumadi; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan menulis cerita fantasi peserta didik Kelas VII-D SMP Negeri 15 Banjarmasin berdasarkan aspek judul, orientasi, komplikasi, resolusi, orisinalitas ide, dan kreativitas pengembangan cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa kemampuan menulis cerita fantasi peserta didik yang memenuhi kriteria baik: ada 12 (60%) orang pada aspek judul; ada 19 (95%) orang pada aspek orientasi; ada 7 (35%) orang pada aspek komplikasi; ada 13 (65%) orang pada aspek resolusi; ada 6 (30%) orang pada aspek orisinalitas ide; ada 9 (45%) orang pada aspek kreativitas pengembangan cerita. Berdasarkan seluruh aspek yang telah diteliti, peserta didik SMP Negeri 15 Banjarmasin yang tergolong terampil ada 4 (20%) orang; peserta didik yang tergolong cukup terampil ada 4 (20%) orang; dan peserta didik yang tergolong kurang terampil ada 12 (60%) orang.