Claim Missing Document
Check
Articles

KONFLIK SOSIAL PADA KUMPULAN CERPEN “SENYUM KARYAMIN” KARYA AHMAD TOHARI Siti Rahma Daniati; Sabhan; Ahsani Taqwiem
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud, penyebab, dan penyelesaian konflik sosial dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang berfokus pada isi, tujuan, maupun hal yang tersembunyi dalam kumpulan cerpen yang berkaitan dengan konflik sosial yang terjadi di masyarakat, sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, wujud konflik sosial yang ditemukan pada kumpulan cerpen Senyum Karyamin ialah bersitegang, pertengkaran, dan pendiskriminasian. Kedua, penyebab konflik sosial ialah karena perbedaan pendapat, tersinggung, kecurigaan, kesalahpahaman, penolakkan, penipuan, dan perubahan tingkah laku. Ketiga, penyelesaian konflik sosial ialah dengan menengahi dan memberi saran, bertanggung jawab, berdamai, berterima kasih, memberi izin, mengabulkan permintaan, diam dan mengalah, dan pergi menjauh.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING MAHASISWA PS-PBSI FKIP ULM ANGKATAN 2018: THE EFFECTIVENESS OF STUDENTS ONLINE LEARNING PS-PBSI FKIP ULM CLASS OF 2018 Ahda Nurjanah; Sainul Hermawan; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas dan faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran daring pada mahasiswa PS-PBSI FKIP ULM angkatan 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif, yang berfokus pada sudut pandang mahasiswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran daring yang dilakukan secara penuh pada mahasiswa PS-PBSI FKIP ULM angkatan 2018 masih kurang efektif untuk menggantikan pembelajaran luring. Aksesibilitas menjadi indikator yang paling dominan memengaruhi pembelajaran daring. Faktor penghambat ditemukan dalam penelitian ini, yaitu mahasiswa tidak selalu mengetahui tujuan pembelajaran yang diberikan, koneksi jaringan tidak stabil, perangkat belajar tidak mendukung, terbatasnya interaksi, mahasiswa tidak selalu memahami penjelasan dosen, munculnya sifat menggampangkan belajar, tidak percaya diri, bahan ajar yang diberikan bagi mahasiswa tidak selalu memadai, pembelajaran daring tidak selalu dilaksanakan dengan tepat waktu, boros kuota, biaya belajar daring cukup mahal, dan tidak meratanya bantuan kuota belajar yang diberikan oleh Kemendikbud. The study aims to describe the effectiveness and factors that influence online learning in PS-PBSI FKIP ULM class of 2018. The study uses qualitative descriptive methods that focus on the students point of view. Research shows that the full effectiveness of online learning in PS-PBSI FKIP ULM class of 2018 is still less effecctive to replace offline learning. Accessibility is the most dominant indicator affecting online learning. A hindrance factor found in the study is that students do not always know the purpose of learning, unstable network connection, learning tools do not support, limited interaction, students don’t always understand lecture’s explanations, the arising of learning is frivolous, insecurity, the teaching given to students is not always sufficient, online learning is not always timely, wasteful quota, online study costs a lot, and not quota of help learning given by Kemendikbud.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL “JALAN RAYA POS DAENDELS” KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: Social Conflict In Postal Highway Nomen Daendels By Pramoedya Ananta Toer Angelica Naomi Firdaus; M. Rafiek; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.128

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui wujud konflik, penyebab, dan penyelesaian di dalam novel Jalan Raya Pos Daendels karya Pramoedya Ananta Toer. Alasan menggunakan novel Jalan Raya Pos Daendels sebagai bahan penelitian yaitu karena konflik antara rakyat Indonesia dengan penjajah yang terjadi di pulau Jawa pada masa pemerintahan Daendels. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, simak, dan catat. Pada hal ini peneliti membaca novel, mencermati, dan mencatat hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, terhadap karya sastra dari sudut pandang sosiologi pengarang, diperoleh simpulan tentang wujud dan penyebab konflik sosial, yaitu perkelahian, penindasan, dan pembunuhan yang disebabkan oleh konflik pribadi, keluarga, dan ekonomi; dan untuk penyelesaian dari semua konflik yaitu dengan cara melalui persekutuan dengan Jepang. This research was conducted with the aim of knowing the forms of conflict, causes, and solutions in Jalan Raya Pos Daendels by Pramoedya Ananta Toer novels. The reasons for using Jalan Raya Pos Daendels Novel as material research are because of the conflict between the Indonesian people and the invaders that occurred on the island of Java during the reign of Daendels. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The collection of data techniques used in this research is the reading, listening, and writing. In this case the researcher will read the novel, observe, and record things related to research objectives. Based on the results of data analysis that has been for the aim of research, on literary works from the author’s sociological point of view, conclusions are obtained aboaut the forms and causes of social conflicts, fight, oppression, and murders caused by personal, family, and economic conflict, and for the resolutions of all conflict means of alliance with Japan.
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL “RASUK” KARYA RISA SARASWATI: SOCIAL CRITICISM IN THE NOVEL “RASUK” BY RISA SARASWATI Rizky Wiratiffani; Rusma Noortyani; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.130

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang mempertimbangkan segi kemasyarakatan. Penelitian ini fokus pada analisis sosiologi sastra novel Rasuk karya Risa Saraswati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Rasuk karya Risa Saraswati. Penelitian ini menggunakan narasi dan percakapan sebagai data. Teknik baca dan teknik catat merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi, penyajian hasil analisis menggunakan teknik penyajian informal. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aspek kritik sosial yang terkandung pada novel Rasuk terdapat kategori penilaian (appraisal), perbandingan (comparing), dan pengungkapan (revealing) mengenai diskriminasi dalam keluarga, gender, penilaian remaja atas ketidakadilan Tuhan, korupsi, perbedaan ras, serta intelektualitas di perguruan tinggi. This research uses a literary sociology approach that considers the societal aspect. This study focuses on sociological analysis of the novel Rasuk by Risa Saraswati. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The data source for this research is the novel Rasuk by Risa Saraswati. This study uses narration and conversation as data. Reading techniques and note-taking techniques are data collection techniques in this study. Data analysis was carried out using content analysis, presentation of the results of the analysis using informal presentation techniques. Based on the analysis that has been done, it can be concluded that the aspects of social criticism contained in the Rasuk novel are categories of assessment, comparison, and disclosure regarding discrimination in the family, gender, adolescent judgments about God’s injustice, corruption, racial differences, and intellectuality in universities.
STEREOTIP PEREMPUAN PADA NOVEL RAPIJALI KARYA DEWI LESTARI: FEMALE STEREOTYPES IN THE NOVEL RAPIJALI BY DEWI LESTARI Selfi Novia Pratiwi; Sabhan; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v1i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stereotip tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali karya Dewi Lestari. Novel yang menjadi bagian dalam trilogi Rapijali karya Dewi Lestari, yakni Rapijali 1: Mencari, Rapijali 2: Menjadi, dan Rapijali 3: Kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stereotip perempuan dalam novel trilogi Rapijali menampilkan stereotip yang bersifat positif dan negatif. Pemberian stereotip terhadap tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali ditentukan berdasarkan fisik, sifat, atau psikis yang dimiliki oleh tokoh perempuan tersebut. Fisik yang mayoritas dimiliki oleh tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali, yakni cantik. Sifat yang mayoritas dimiliki oleh tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali, yakni baik, labil, teliti, dan tegas. Psikis yang mayoritas dimiliki oleh tokoh perempuan dalam novel trilogi Rapijali, yakni kuat mental dan memiliki perasaan yang sensitif. This study aims to describe the stereotypes of female characters in the novel Rapijali trilogy by Dewi Lestari. The novels that are part of Dewi Lestari's Rapijali trilogy are Rapijali 1: Mencari, Rapijali 2: Menjadi, and Rapijali 3: Kembali. The method used in this study is a qualitative description. The results of this study indicate that the stereotypes of women in the novel Rapijali trilogy display positive and negative stereotypes. The giving of stereotypes to female characters in the novel Rapijali trilogy is determined based on the physique, nature, or psychology possessed by these female characters. The physique that the majority of the female characters in the Rapijali trilogy novels have is beautiful. The characteristics possessed by the majority of female characters in the Rapijali trilogy novels are kind, unstable, conscientious, and firm. The psychic that the majority of the female characters in the Rapijali trilogy possess, is mentally strong and has sensitive feelings.
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL SUNYI DI DADA SUMIRAH KARYA ARTIE AHMAD BERDASARKAN FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR: THE EXISTENCE OF WOMEN IN THE NOVEL SUNYI DI DADA SUMIRAH BY ARTIE AHMAD BASED ON SIMONE DE BEAUVOIR'S EXISTENTIALIST FEMINISM Juraidah; Taqwiem, Ahsani; Alfianti, Dewi
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir dalam novel Sunyi di Dada Sumirah karya Artie Ahmad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Sunyi di Dada Sumirah karya Artie Ahmad memperlihatkan bahwa bentuk feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir dapat membawa perempuan pada kesadaran akan hak mereka dalam konteks kemanusiaan yang lebih luas. Bentuk perlawanan sebagai wujud eksistensi tiga tokoh utama sunyi, Sumirah, dan Suntini, menunjukkan sosok perempuan yang tangguh dan memiliki semangat untuk memperjuangkan eksistensinya meskipun dihadapkan pada berbagai bentuk ketidakadilan. Bentuk perlawanan sebagai wujud eksistensi tersebut terlihat dari tiga tokoh yakni dengan perlawanan terhadap diskriminasi gender, perlawanan terhadap patriarki, dan berusaha menjadikan diri sebagai kaum intelektual. Novel Sunyi di Dada Sumirah menggambarkan betapa pentingnya kesetaraan gender dan keadilan sosial dalam masyarakat. This research aims to describe the form of Simone de Beauvoir's existentialist feminism in the novel Sunyi di Dada Sumirah by Artie Ahmad. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this study show that the novel Sunyi di Dada Sumirah by Artie Ahmad shows that Simone de Beauvoir's form of existentialist feminism can bring women to an awareness of their rights in a broader human context. The form of resistance as a form of existence of the three main characters, Sunyi, Sumirah, and Suntini, shows the figure of a woman who is tough and has the spirit to fight for her existence despite being faced with various forms of injustice. The form of resistance as a form of existence can be seen from the three characters, namely by resistance to gender discrimination, resistance to patriarchy, and trying to make themselves as intellectuals. The novel Sunyi di Dada Sumirah illustrates the importance of gender equality and social justice in society.
Critical Thinking Learning Video on Local Wisdom Issues in Writing Argumentative Paragraph Yamin, Moh.; Taqwiem, Ahsani; Faradina, Faradina; Ramadhani, Fahmi; Abidin, Ahmad Zainul
English Teaching Journal : A Journal of English Literature, Language and Education Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/etj.v11i2.18259

Abstract

The presence of learning videos for achieving student learning outcomes is one of the keys to achieving appropriate learning goals and objectives. Teaching students to write argumentative paragraphs needs to be supported by learning videos to help students understand and practice learning to write paragraphs. Bringing the material closer to learning videos with local issues is an inseparable part of introducing and familiarizing students with the environment so that they become an inseparable part of the environment itself. This research aimed to develop critical thinking learning videos containing local wisdom issues in argumentative paragraph writing. The research design used is R & D (Research & Development) with the ADDIE model with stages including (1) conducting needs analysis, (2) developing video products, (3) designing and conducting formative evaluations, (4) revising products, and (5) conducting summative evaluations or product trials, that are tested on small groups so that they can still get feedback for improving the product. The results of the research show that the critical thinking learning video containing local wisdom issues in the argumentative paragraph writing that has been created fulfills the elements. It is appropriate for use in critical thinking learning containing local wisdom issues in the material of writing argumentative paragraphs based on the results of needs analysis, carrying out product trials, and validating from experts and revising the product based on the validation results.
Bentuk dan Fungsi Mantra "Mangariau Banih" Ma'ruf*, Salim; Taqwiem, Ahsani; Alfianti, Dewi
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 1 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i1.3495

Abstract

This study aims to describe the forms and functions of the mantra “Mangariau Banih” of traditional farming communities in Pingaran Ulu Village, Astambul District, Banjar Regency. This study uses field research methods. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is oral data. Sources of data in this study were informants (informants), namely Pingaran Ulu villagers who work as traditional farmers. Data collection techniques used in this study were interviews, recording and notes. Data analysis techniques in this study used qualitative data analysis techniques. The results of this study, in the form of seventeen mantras on the mangariau banih process, are divided into several forms and functions. Based on the results of this study, the forms in the Mangarau Banih mantra are 22 parts of the mantra in the form of repetition of sounds, 2 in the form of poetry, and 1 in the form of pantun. Meanwhile, the functions contained in the Mangarau Banih mantra include 21 parts of the mantra containing a religious function, 10 moral functions, 1 recreational function, and 1 aesthetic function.Keywords: form; function; Mangariau banih mantraAbstrak:Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk dan fungsi mantra mangariau banih masyarakat petani tradisional di Desa Pingaran Ulu Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yaitu deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Pingaran Ulu yang berprofesi sebagai petani tradisional. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, rekam dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan tujuh belas buah mantra pada proses mangariau banih, yang terbagi menjadi beberapa bentuk dan fungsi. Berdasarkan hasil penelitian ini, bentuk yang ada pada mantra mangariau banih adalah 22 bagian mantra berbentuk pengulangan bunyi, 2 mantra bentuk puisi, dan 1 mantra bentuk pantun. Sedangkan, fungsi yang terkandung dalam mantra mangariau banih meliputi 21 bagian mantra yang mengandung fungsi religius, 10 fungsi moralitas, 1 fungsi rekreatif, dan 1 fungsi estetis.Katakunci: bentuk; fungsi; mantra mangariau banih
MULTIKULTURALISME DALAM NOVEL LELAKI KAMPONG AER KARYA SYAFRUDDIN PERNYATA (KAJIAN ETNOGRAFI SASTRA): MULTICULTURALISM IN THE NOVEL LELAKI KAMPONG AER BY SYAFRUDDIN PERNYATA (ETHNOGRAPHIC LITERARY STUDIES) Khairiyah, Hana; Hermawan, Sainul; Taqwiem, Ahsani
LOCANA Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i2.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur multikulturalisme dalam novel Lelaki Kampong Aer karya Syafruddin Pernyata dengan menggunakan kajian etnografi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis dengan sumber data novel Lelaki Kampong Aer karya Syafruddin Pernyata. Pengumpulan data meggunakan tabel pengklasifikasian data melalui teknik membaca, menandai, dan mencatat data. Analisis data dilakukan menggunakan teknik pengklasifikasian dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) multikulturalisme pada aspek bahasa dalam novel terdiri atas bahasa Banjar dan bahasa Inggris, (2) multikulturalisme pada aspek organisasi sosial dalam novel adalah pemerintah, masyarakat, keluarga, dan kekerabatan dalam suku, serta (3) multikulturalisme pada aspek religi dalam novel berupa agama dan mistis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam novel ini membuka pengetahuan mengenai cara pandang dunia melalui pengarang terhadap kehidupan multikulturalisme di Kota Samarinda yang dominan meggunakan bahasa Banjar dalam kehidupan sehari-hari serta perilaku masyarakat yang saling membantu dan menghargai meskipun berbeda suku dan kepercayaan. This research aims to describe the elements of multiculturalism in the novel Lelaki Kampong Aer by Syafruddin Pernyata using ethnographic literary studies. This research uses a qualitative approach and descriptive analysis method with data sources from the novel Lelaki Kampong Aer by Syafruddin Pernyata. Data collection uses data classification tables through reading, marking, and recording data techniques. Data analysis was carried out using data classification and interpretation techniques. The results of the research show that: (1) multiculturalism in the language aspect in the novel consists of Banjar language and English, (2) multiculturalism in the social organization aspect in the novel is government, society, family, and kinship within the tribe, and (3) multiculturalism in the religious aspect in the novel is religion and mysticism. Thus, it can be concluded that this novel opens up knowledge about the world view of multicultural life in Samarinda City, which predominantly uses the Banjar language in everyday life and the behavior of people who help and respect each other even though they have different ethnicities and beliefs.
Customer Satisfaction in Islamic Banking: Analyzing the Key Drivers in Indonesia Anisa, May Nur; Alrasyid, Harun; Taqwiem, Ahsani
Maliki Islamic Economics Journal Vol 4, No 2 (2024): Maliki Islamic Economics Journal
Publisher : Faculty of Economics UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/miec.v4i2.28815

Abstract

This study investigates the factors influencing customer satisfaction in Indonesian Islamic banks, specifically focusing on Bank Syariah Indonesia (BSI). Employing a quantitative method with multiple regression linier and purposive sampling technique, the study gathered data from 100 respondents who are customers of Bank Syariah Indonesia. Data collection was conducted by directly distributing questionnaires to these customers. The results show that service quality has a significant impact on customer satisfaction, indicating that higher service standards lead to increased satisfaction among customers. Additionally, price perception significantly affects customer satisfaction, suggesting that competitive and fair pricing enhances customer contentment. However, the study finds that convenience does not have a significant influence on customer satisfaction. The findings of this study suggest that Islamic banks should prioritize improving service quality and maintaining competitive pricing to boost customer satisfaction. While convenience is important, it may not be the primary driver of satisfaction for customers of Islamic Banking. These insights can help Islamic banks formulate strategies to enhance customer experiences. This study provides valuable insights into the key drivers of customer satisfaction in the context of Indonesian Islamic banking.