Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Karakteristik Dengan Respon Peternak Terhadap Introduksi Teknologi Inseminasi Buatan (IB) Pada Ternak Domba (Studi Kasus di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka) Ulfa Indah Laela Rahmah
AGRIVET JOURNAL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai hubungan antara karakteristik peternak dengan respon peternak terhadap introduksi teknologi IB pada ternak domba telah dilaksanakan dari tanggal 7 Juni sampai dengan tanggal 23 Juli di Kecamatan Jatitujuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik peternak, respon peternak terhadap teknologi IB dan hubungan antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh dengan cara wawancara yang berpedoman pada kuesioner kepada 45 peternak domba yang ada di Kecamatan Jatitujuh. Data sekunder diperoleh dari Kecamatan Jatitujuh, BPS dan Dinas Hutbunak. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi Kendall Tau kemudian diinterpretasikan menurut aturan Guildford. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak di Kecamatan Jatitujuh berada pada kategori sedang dengan nilai (62,22). Respon peternak terhadap teknologi IB di Kecamatan Jatitujuh berada pada kategori sedang dengan nilai (48,89). Secara komulatif hubungan antara karakteristik dengan respon peternak sangat lemah dengan nilai (r = 0,077). Kata Kunci : Karakteristik Peternak; Respon Peternak; IB pada domba
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA KAMBING KACANG (Capra hircus) Ulfa Indah Laela Rahmah; Oki Imanudin; Didi Permadi
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk  mengetahui tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) ditinjau dari Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR) pada kambing kacang serta menganalisis hubungan karakteristik peternak, bibit dan akurasi deteksi estrus oleh peternak terhadap keberhasilan IB di Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Materi penelitian ini adalah kambing kacang betina sebanyak 142 ekor dari jumlah peternak sebanyak 46 orang. Metode yang digunakan adalah survey. Penentuan lokasi dan sampel penelitian secara purposive sampling. Variabel yang diukur adalah karakteristik peternak, bibit, akurasi deteksi estrus oleh peternak, S/C dan CR. Data hasil penelitian dicatat dan ditabulasi  dengan  menggunakan  program SPSS 16 for window, kemudian  dilakukan  analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C pada IB kambing kacang di Kecamatan Majalengka rata-rata sebesar 1,3 termasuk pada kategori baik dan nilai rata-rata CR sebesar 71,3% juga termasuk kategori baik. Hasil Uji Korelasi Spearman menunjukan ada hubungan kurang berarti antara karakteristik peternak, terhadap Service per Conception (-0,005) dan Conception Rate (0,051), terdapat hubungan lemah antara bibit terhadap Service per Conception (-0,121) dan Conception Rate (0,217) dan terdapat hubungan kurang berarti antara akurasi deteksi estrus oleh peternak terhadap Service per Conception (0,076) tetapi terdapat hubungan moderat antara akurasi deteksi estrus oleh peternak terhadap Conception Rate (0,766). Kata Kunci : Kambing Kacang, karakteristik peternak, bibit, S/C, CR
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN MAJALENGKA Ulfa Indah Laela Rahmah; Lili Adam Yuliandri; Eka Maulana Muis Amrullah
AGRIVET JOURNAL Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Giri Mulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka pada Tanggal 30 Mei - 28 Juni 2020. Lokasi ini dipilih berdasarkan dengan pertimbangan Desa Girimulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka  merupakan sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan peternak sapi perah di Kabupaten Majalengka dan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak sapi perah di Kabupaten Majalengka.Responden yang diambil berjumlah 20 peternak sapi perah yang tergabung dalam Kelompok Ternak Mekar Mulya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Peubah yang diamati berupa pendapatan peternak sapi perah di  Kelompok Ternak Mekar Mulya Desa Girimulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka meliputi pendapatan usaha peternakan sapi perah, penerimaan usaha peternakan sapi perah, biaya usaha peternakan sapi perah. Model analisis yang akan digunakan adalah model analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan peternak sapi perah di Kabupaten Majalengka sebesar Rp Rp 3.174.053,- lebih besar dari UMK Kabupaten Majalengka tahun 2020. Pendidikan peternak berpengaruh negatif sedangkan pengalaman beternak dan jumah kepemilikan ternak berpengaruh positif terhadap pendapatan peternak di Kelompok Ternak Mekar Mulya Desa Giri Mulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka.
UJI HEDONIK PISANG LOKAL APUY SEBAGAI BAHAN KULTIVAR UNGGUL LOKAL KABUPATEN MAJALENGKA ACEP ATMA WIJAYA; JAJA JAJA; DADAN RAMDANI NUGRAHA; ULFA INDAH LAELA RAHMAH
AGRIVET JOURNAL Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa sp) merupakan buah yang banyak manfaat. Beragam jenis pisang tersebar di Indonesia. Pengembangan pisang local menjadi bahan kultivar unggul tidak hanya dilihat dari sifat morfologinya saja, hal yang penting juga harus dilahat respon masyarakat terhadap suka atau tidak pisang local tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap pisang local Apuy sebagai bahan kultivar unggul Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode survey. Diambil 22 responden dari berbagai latar belakang pendidikan, jenis kelamin, dan usia. Analisis data menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Terdapat 3 jenis pisang yang diuji yaitu Pisang Raja Sereh, Pisang Apuy, dan Pisang Raja Dengkel. Karakter yang  diuji adalah penampilan luar, Rasa, Aroma dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesukaan responden terhadap pisang Apuy adalah 1,7 untuk penampilan luar, 2,6 untuk Aroma, 2,8 untuk rasa dan 2,8 untuk tekstur. Kata Kunci: Uji Hedonik, Pisang Lokal, Kultivar Lokal 
PERFORMA TELUR TETAS BURUNG PUYUH JEPANG (Coturnix coturnix japonica) BERDASARKAN PERBEDAAN BENTUK TELUR Agy Gun Gun; Ulfa Indah Laela Rahmah; Dini Widianingrum
AGRIVET JOURNAL Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan dilaksanakan dari tanggal 10-28 Juni 2016 di laboratorium Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Majalengka, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui performa dan besarnya pengaruh telur tetas burung puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica) berdasarkan perbedaan bentuk telur dan mengukur besarnya pengaruh perbedaan bentuk telur terhadap performa telur tetas burung puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan bentuk telur yaitu lancip (O1), sedang (O2) dan bulat (O3) yang masing-masing perlakuan diulang 7 kali, setiap ulangan terdiri dari 5 butir telur burung puyuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk telur tidak berpengaruh nyata terhadap performa penetasan burung puyuh jepang (fertilitas, lama tetas, daya tetas, bobot tetas dan jenis kelamin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan bentuk telur tidak berpengaruh nyata terhadap performa telur tetas burung puyuh jepang. Bentuk telur lancip menghasilkan performa telur tetas yang paling baik yaitu fertilitas 94.28%, lama tetas 17.9 hari, daya tetas 93.93%, bobot tetas 7.97 g dan jenis kelamin jantan 51.61% betina 48.39%.Kata kunci : Performa Telur Tetas, Puyuh, Bentuk Telur.
KARAKTERISTIK KUANTITATIF PANJANG BADAN DAN TINGGI PUNDAK DOMBA GARUT BETINA CALON INDUK DI UPTD - BPPTD MARGAWATI GARUT Rachmat Somanjaya; Ulfa Indah Laela Rahmah; Rohman Rohman
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan mulai Bulan Oktober sampai dengan Bulan Desember 2017 di UPTD BPPTD Margawati Garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur karakteristik kuantitatif panjang badan dan tinggi pundak Domba Garut betina calon induk dan menganalisis perbandingan karakteristik domba Garut yang digunakan sebagai betina calon induk di UPTD BPPTD Margawati Garut dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian yang digunakan adalah sensus terhadap domba betina calon induk sebanyak 40 ekor domba betina calon induk yang ada di UPTD BPPTD Margawati Garut. Analisis data menggunakan prosedur analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata panjang badan di UPTD BPPTD Margawati Garut adalah 56,82+1,33 cm, nilai ini telah mendekati dengan Standar Nasional Indoneia (SNI) domba Garut yaitu 57,0 cm, sedangkan nilai rata-rata tinggi pundak adalah 66,55+1,69 cm, nilai ini telah sesuai dengan Standar Nasional Indoneia (SNI) domba Garut yaitu 66,0 cm.
Analisis Tingkat Kesejahteraan Peternak Sapi Perah di Provinsi Jawa Tengah Ulfa Indah laela Rahmah
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan petani sangat erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan. Nilai tukar pendapatan rumah tangga pedesaan (NTPRP) merupakan indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan petani. Beberapa penelitian terdahulu,  menggunakan NTPRP untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani dengan komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.Penelitian ini untuk mengetahui: Bagaimana tingkat kesejahteraan peternak sapi perah di Propinsi Jawa Tengah tahun 2012. Bagaimana pengaruh jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan peternak, pekerjaan peternak, jumlah keluarga, dan sasaran pemasaran produk terhadap tingkat kesejahteraan.Berdasarkan hasil dan analisis data penelitian, diperoleh kesimpulan sebagia berikut : Sebanyak 65,98% peternak sapi perah di Propinsi Jawa Tengah tahun 2012 berada dalam kategori tidak sejahtera dengan Nilai Tukar Pendapatan Rumahtangga Peternak (NTPRP) rata-rata 0.90. Jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan peternak, pekerjaan peternak, jumlah keluarga dan sasaran pemasaran secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan. Jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan peternak, pekerjaan peternak dan sasaran pemasaran berperan dalam meningkatkan kesejahteraan peternak, sedangkan penambahan jumlah keluaga dapat menurunkan kesejahteraan.Kata Kunci :Tingkat  Kesejahteraan  Peternak, Sapi perah  
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS EKONOMI PEMBUATAN BIOURIN KELINCI DENGAN BERBAGAI DEKOMPOSER Rona Nurfalah; Oki Imanudin; Ulfa Indah Laela Rahmah
AGRIVET JOURNAL Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Penambahan berbagai Jenis Dekomposer Terhadap Kualitas Biourine Kelinci meliputi Warna, Aroma, kekentalan dan pH dan Mengetahui analisis ekonomidari pembuatan Biourin Kelinci  dengan berbagai jenis dekomposer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat jenis perlakuan (P1=Mol Bonggol Pisang, P2 = Mol Nasi, P3 = Mol Feses Kelinci, dan P4 = EM4) dengan 5 kali ulangan. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukan bahwa penggunaan berbagai jenis dekomposer pada produksi biourin kelinci berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Karakteristik Biourin Kelinci (Aroma, Warna kekentalan dan pH). Penggunaan dekomposer terbaik yaitu pada perlakuan P4 (EM4). Secara ekonomi biourin yang paling menguntungkan yaitu P3(Mol Feses  Kelinci). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Penambahan berbagai Jenis Dekomposer Terhadap Kualitas Biourine Kelinci meliputi Warna, Aroma, kekentalan dan pH dan Mengetahui analisis ekonomidari pembuatan Biourin Kelinci  dengan berbagai jenis dekomposer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat jenis perlakuan (P1=Mol Bonggol Pisang, P2 = Mol Nasi, P3 = Mol Feses Kelinci, dan P4 = EM4) dengan 5 kali ulangan. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukan bahwa penggunaan berbagai jenis dekomposer pada produksi biourin kelinci berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Karakteristik Biourin Kelinci (Aroma, Warna kekentalan dan pH). Penggunaan dekomposer terbaik yaitu pada perlakuan P4 (EM4). Secara ekonomi biourin yang paling menguntungkan yaitu P3(Mol Feses  Kelinci).
Pola Rantai Pasok Itik Pedaging (Studi Kasus Pada Rantai Pasok ItikCihateup (Anas platyrhynchos Javanica) Kabupaten Tasikmalaya) Ulfa Indah Laela Rahmah Ulfa; Bambang Nugraha; Lili Adam Yuliandri
Bulletin of Applied Animal Research Vol 3 No 2 (2021): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v3i2.807

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya pada tanggal 20 Mei sampai dengan tanggal 20 Juni 2021. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola manajemen rantai pasok dari Peternak Itik Cihateup dan menganalisis margin pemasaran serta nilai tambah pada mata rantai nilai dalam rantai pasok Itik Cihateup. Objek penelitian adalah pelaku usaha peternakan Itik Cihateup meliputi Peternak, Bandar atau Pengepul, Rumah Potong, dan usaha kuliner. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survey. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling snowball sebanyak 7 orang yang terlibat dalam rantai pasok Itik Cihateup. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini, yaitu saluran rantai pasok Itik Cihateup, struktur biaya, harga jual, harga beli dan biaya tataniaga. Analisis yang digunakan untuk mengetahui rantai nilai pemasaran menggunakan analisis Value Chain Analysis (VCA). Hasil penelitian menunjukan rantai pasok itik cihateup hanya melalui satu saluran inti dari peternak ke pengepul lalu ke rumah potong dan diolah oleh usaha kuliner sampai akhirnya ke tangan konsumen akhir. Perpindahan itik dari satu anggota rantai pasok ke anggota rantai pasok lainnya mengalami pertambahan biaya dan margin pemasaran yang berbeda-beda karena dipengaruhi biaya pemeliharan, biaya transportasi, perubahan itik hidup menjadi karkas, dan karkas menjadi produk jadi siap konsumsi. Margin pemasaran rantai pasok Itik Cihateup perekornya yaitu peternak sebesar Rp.12.000, pengepul Rp. 3.000, rumah potong Rp.10.000 dan usaha kuliner Rp. 22.000. Kata Kunci : Rantai pasok Itik Cihateup, struktur biaya, harga jual, harga beli, biaya tataniaga dan margin pemasaran
POLA DAN UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI SUSU RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN KUNINGAN Ulfa Indah Laela Rahmah; Lili Adam Yuliandri
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.219 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i1.1195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan rumah tangga peternak, tingkat pendidikan ibu tumah tangga, jumlah anggota keluarga mempengaruhi pola konsumsi susu rumah tangga peternak sapi perah di kabupaten kuningan hasil perahan sendiri tersebut sehingga tidak diminum oleh keluarga peternak, serta menganalisis upaya peningkatan konsumsi susu rumah tangga peternak sapi perah di kabupaten kuningan. sasaran penelitian merupakan rumahtangga pertank sapi perah di kabupaten kuningan sebanyak 78 responden. penelitian ini dilakukan dengan metode penentuan frekuensi konsumsi pangan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). pengolahan data didalam penelitian ini menggunakan analisis uji korelasi kendall tau yang diinterprestasikan menggunakan aturan guiford. hasil penelitian menunjukaan skor frekuensi konsumsi susu rumah tangga peternak sapi perah anggota KPSP saluyu termasuk pola konsumsi kategori sedang =34,62 (skor 33,4-66,6) dengan frekuensi konsumsi kadang-kandang (2-3 kali/ minggu).