Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

E Efektivitas Rosuvastatin Dan Pravastatin Sebagai Anti-Dislipidemia Pada Tikus JANTAN Furqan, Rizqi Nur; Nugraha, Dyan Fitri; Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Komaliya, Risyda
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 2 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i2.485

Abstract

Background: Dyslipidemia is a disease that can have a negative impact on human health. Dyslipidemia treatment has 3 levels based on intensity, namely disease with high intensity, medium intensity, and low intensity. In this study, the drugs used were Pravastatin and Rosuvastatin, both of which were of medium intensity. Objective: Knowing the comparison of the effectiveness of the drugs Rosuvastatin and Pravastatin as anti-dyslipidemia in rats. Methods: The research method used in this study is True Experimental. The research design used in this study was the posttest only control group, namely by taking samples after being given the drugs Rosuvastatin and Pravastatin, so that it would be seen the effectiveness of the treatment given to the group of rats tested. Results: Rosuvastatin can lower LDL cholesterol better than Pravastatin because rosuvastatin has the highest binding interaction with HMG-CoA reductase, resulting in the strongest inhibition of cholesterol synthesis of all other statin groups. Pravastatin has the ability to lower LDL. From the results of the average values of the two statin class drugs, Rosuvastatin has a better average value than Pravastatin, but the statistical results can be concluded that there is no significant difference from the 0.5% Na CMC control to Rosuvastatin compared to Pravastatin. Conclusion: The statin class drug Rosuvastatin has better effectiveness than Pravastatin.
Pelatihan Pembuatan Teh Daun Salam Herbal Untuk Kesehatan Di Banjarmasin Utara [Training on the Preparation of Herbal Bay Leaf Tea for Health in North Banjarmasin] Melviani, Melviani; Komaliya, Risyda; Filemon, Dian DReki Fileni; Andriani, Ine; Rinjani, Lalu LElwin Tri Surya; Sagita, Ririn; Witin, Rafelita Septania Barek
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261354

Abstract

Abstract. Gout is a metabolic disease caused by elevated uric acid levels in the blood (hyperuricemia), which can lead to joint pain and inflammation. The prevalence of gout continues to rise in line with high-purine diets and unhealthy lifestyles. Bay leaves (Syzygium polyanthum) are known to contain active compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and essential oils that act as inhibitors of xanthine oxidase, the main enzyme involved in uric acid formation. Utilizing bay leaves in the form of herbal tea is an innovative preparation that can be developed as an alternative functional beverage beneficial for lowering uric acid levels. This community service program aims to provide training to empower women with the skills to make bay leaf-based tea as a herbal product beneficial for health. Based on the educational activities on the use of medicinal plants in the Alalak Utara neighborhood complex, particularly herbal bay leaf tea, there was a significant increase in residents' knowledge, from 52.7% before education to 94.8% after education, with an improvement of 42.1%. Abstrak. Asam urat merupakan penyakit metabolik akibat tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) yang dapat menimbulkan nyeri dan peradangan pada sendi. Prevalensi asam urat terus meningkat seiring dengan pola makan tinggi purin dan gaya hidup yang kurang sehat. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang memiliki sebagai penghambat enzim xantin oksidase, enzim utama dalam pembentukan asam urat. Pemanfaatan daun salam dalam bentuk teh herbal merupakan salah satu bentuk inovasi sediaan yang dapat dikembangkan sebagai alternatif minuman fungsional yang bermanfaat dalam menurunkan kadar asam urat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk memberdayakan ibu-ibu dengan keterampilan membuat teh berbahan dasar daun salam sebagai produk herbal yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan kegiatan edukasi pemanfaatan tanaman obat di Komplek Kelurahan Alalak Utara, khususnya teh herbal daun salam, terjadi peningkatan pengetahuan warga yang signifikan, dari 52,7% sebelum edukasi menjadi 94,8% setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 42,1%.
Pelatihan Pembuatan Permen Kayu Manis: Herbal Lokal untuk Kesehatan [Cinnamon Candy Making Training: Local Herbal for Healt] Komaliya, Risyda; Melviani, Melviani; Filemon, Dian Reki Fileni; Andriani, Ine; Rinjani, Lalu Elwin Tri Surya; Sagita, Ririn; Witin, Rafelita Septania Barek
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261346

Abstract

Abstract. Cinnamon (Cinnamomum) is a popular spice due to its distinctive taste and aroma. However, because of a lack of knowledge about the health benefits of cinnamon, it tends to be used only as a flavoring agent. The aim of this program is to increase the local community’s knowledge and practical skills in the sustainable use of cinnamon, as well as to empower them to process cinnamon into high-value products with various health benefits. This program consists of three stages: preparation (survey and preparation of educational materials), implementation (education and training), and evaluation. Education was delivered directly using leaflets. The evaluation results showed that 18 participants (94.7%) experienced an increase in knowledge, and there was an improvement in the practical skills of participants as directly observed by the team. Participants were able to understand the process of making cinnamon candy as demonstrated and were able to practice it independently. Abstrak. Kayu manis (Cinnamomum) merupakan rempah yang populer karena rasa dan aromanya yang khas. Namun, karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat kesehatan kayu manis, rempah ini cenderung hanya digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat lokal dalam pemanfaatan kayu manis secara berkelanjutan, serta memberdayakan mereka untuk mengolah kayu manis menjadi produk bernilai tinggi dengan berbagai manfaat kesehatan. Program ini terdiri dari tiga tahap: persiapan (survei dan penyusunan materi edukasi), pelaksanaan (edukasi dan pelatihan), dan evaluasi. Edukasi diberikan secara langsung menggunakan leaflet. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 18 peserta (94,7%) mengalami peningkatan pengetahuan, dan terdapat peningkatan keterampilan praktis peserta yang diamati langsung oleh tim. Peserta mampu memahami proses pembuatan permen kayu manis yang telah didemonstrasikan dan dapat mempraktikkannya secara mandiri.
Activity of Manau Rattan (Calamus manan) Seeds Extract on Reducing Blood Glucose Levels of Male Swiss Webster Mice Komaliya, Risyda; Aryzki, Saftia; Montella, Clara; Norlita, Devi; Mubarak, Jaki
Berkala Kedokteran Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v21i2.24967

Abstract

Diabetes mellitus is a degenerative disease characterized by high blood sugar levels caused by disturbances in insulin secretion in the body. One alternative in dealing with diabetes mellitus is traditional medicine using natural ingredients. One of the plants that has the potential to have anti-diabetic activity is the Manau Rattan Seed (Calamus manan). This study aims to determine the decrease in blood glucose levels of Swiss Webster male white mice using the experimental method with the glucose tolerance method. The test animals were divided into seven groups, namely group I being a negative control given glucose 2 g/Kg BW, groups II and III being positive controls each given metformin at a dose of 1.3 mg/Kg BW, and glibenclamide at a dose of 0 .65 mg/Kg BW, and groups IV, V, VI and VII became the test material from manau rattan seed extract with respective levels of 100 mg/Kg BW, 200 mg/Kg BW, 300 mg/Kg BW, and 400 mg/Kg BW. Based on the results of the data, the percentage of decreased blood glucose levels (%) showed that the best reduction in glucose levels was in group III (glibenclamide) with an average yield of 41.95%. Parametric analysis used One Way ANOVA with a significance value of >0.05, namely 0.431, so there was no significant difference.
Evaluasi Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien Psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2022-2023: Evaluation of the Used of Hypertension Drugs in Psychiatric Patients at the Sambang Lihum Psychiatric Hospital In South Kalimantan Province for the Period 2022-2023 Hidayah, Nurul; Saputri, Rina; Komaliya, Risyda; Syamsu, Erlina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.9785

Abstract

Gangguan jiwa merupakan sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu abnormalitas fungsi psikolog dan biologik. Pasien psikiatri berpotensi mengalami penyakit penyerta seperti hipertensi. Penggunaan obat psikiatri dengan beberapa obat hipertensi berpotensi mengalami interaksi dan menyebabkan pengunaan obat yang tidak rasional. Belum ada penelitian mengenai evaluasi penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri, sehingga perlu dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pengambilan data rekam medik secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang mengacu kepada penilaian rasionalitas penggunaan obat berdasarkan WHO (4T + 1 W). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik jenis kelamin, yaitu laki-laki 57,7% dan perempuan 42,3%. Berdasarkan usia 19-44 tahun sebesar 36,54%, usia 45-59 tahun 42,31% dan usia >60 tahun 21,15%. Penggunaan obat Amlodipin secara tunggal sebesar 50%, dan kombinasi Amlodipin + Sprinolactone + Lisinopril sebesar 3,85%. Rasionalitas penggunaan obat hipertensi dari 52 sampel diperoleh berdasarkan penilaian 4T + 1W sebesar 100%. Penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023 sudah rasional.
Penurunan Kadar Timbal (Pb) pada Minyak Jelantah Menggunakan Karbon Aktif Mahkota Buah Nanas (Ananas Comusus) sebagai Bahan Dasar Sabun Elliza, Putri; Alawiyah, Tuti; Komaliya, Risyda; Rahmadani, Rahmadani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6271

Abstract

Minyak jelantah mengandung kadar timbal (Pb) yang melewati ambang batas persyatan mutu kadar timbal (Pb) pada makanan yang berbahaya jika digunakan sebelum dilakukan pengolahan. Karbon aktif mahkota nanas (Ananas comusus) salah satu bahan yang digunakan sebagai adsorbsi penurunan kadar timbal (Pb). Aplikasi dari minyak jelantah yang sudah diturunkan kadar timbal (Pb) sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair. Mengetahui efektifitas penurunan kadar timbal (Pb) pada minyak jelantah dan melihat pengaruh perbedaan variasi kontak waktu paparan 30, 60 dan 90 menit terhadap penurunan kadar timbal (Pb) pada minyak jelantah serta mengetahui evaluasi sabun cair dari minyak jelantah yaitu, uji organoleptis, uji pH, dan uji tinggi busa.  Jenis penelitian yang digunakan adalah true eksperimental dengan adanya perlakuan kontrol terhadap kelompok uji yaitu pemberian karbon aktif mahkota nanas terhadap minyak jelantah yang mengadung timbal (Pb). Rancangan penelitian yang digunakan Post test only control design. Uji kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dan dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallish. Efektifitas penurunan kadar timbal (Pb) pada minyak jelantah didapat waktu optimal yaitu 30 menit dengan persentase penurunan 100%. Hasil uji Kruskal Wallish tidak menunjukan adanya pengaruh terhadap perbedaan variasi waktu. Hasil pemurnian minyak jelantah diolah menjadi sabun cair. Sabun cair dari minyak jelantah memiliki bau yang tidak tengik, jernih, pH 9,52 dan tinggi busa 71%. Karbon aktif mahkota buah nanas dapat menurunkan kadar timbal (Pb) pada minyak jelantah. Waktu optimal penurunan timbal (Pb) yaitu waktu 30 menit dengan persentase 100%. Minyak jelantah yang telah dimurnikan dimanfaatkan sebagai bahan dasar sabun cair.