Penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fisika tingkat SMA di Kabupaten Gowa Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling dengan jumlah peserta didik kelas XI sebanyak 324 orang dari empat sekolah yaitu SMAN 3 Gowa, SMAN 13 Gowa, SMAN 20 Gowa, dan SMAN 22 Gowa. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik secara keseluruhan berada pada kategori rendah dengan rata-rata interval skor sebesar 7,47. Sebanyak 177 peserta didik atau sekitar 55% dari total responden berada dalam kategori rendah. Untuk keterampilan berpikir kritis peserta didik pada setiap indikator menunjukkan hasil yang bervariasi, yaitu 25,8% pada indikator interpretasi, 42,4% pada indikator inferensi, 35,4% pada indikator evaluasi, dan 48,2% pada indikator analisis. Rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik disebabkan oleh ketidakterbiasaan dalam menghadapi soal-soal yang berbasis keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu, implikasi penelitian ini adalah diperlukan sebuah kajian dan penerapan strategi atau model pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika. This research is a survey research with a quantitative descriptive approach that aims to analyze students' critical thinking skills in physics learning at the high school level in Gowa Regency for the 2024/2025 Academic Year. The sampling technique is a purposive sampling technique with a total of 324 students in class XI from four schools, namely SMAN 3 Gowa, SMAN 13 Gowa, SMAN 20 Gowa, and SMAN 22 Gowa. The data collected were in the form of the results of the critical thinking skills test. Based on the results and discussions obtained, it shows that the critical thinking skills of students as a whole are in the low category with an average score interval of 7.47. A total of 177 students or around 55% of the total respondents were in the low category. For students' critical thinking skills, each indicator showed varied results, namely 25.8% on the interpretation indicator, 42.4% on the inference indicator, 35.4% on the evaluation indicator, and 48.2% on the analysis indicator. The low critical thinking skills of students are caused by unfamiliarity in dealing with problems based on critical thinking skills.