Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENYUSUNAN BUTIR SOAL BERPIKIR TINGKAT TINGGI DALAM ASESMEN PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA NEGERI 5 TAKALAR Wahyuni, A. Sri Astika; Abdullah, Helmi; Khaeruddin, Khaeruddin
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat guru SMAN 5 Takalar. Masalahnya adalah: (1) Kurangnya pemahaman masyarakat guru tentang bagaimana mengembangkan butir soal berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran fisika, (2) Kurangnya kemampuan dan keterampilan masyarakat guru untuk membedakan cara menyusun butir tes berpikir Tingkat tinggi dengan butir soal dengan Tingkat kesukaran “sukar”. Sasaran eksternal adalah bank butir soal kemampuan berpikir Tingkat tinggi yang dapat digunakan dalam asesmen pembelajaran fisika yang merupakan salah satu tuntutan dari pembelajaran abad 21. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah (1) masyarakat guru fisika telah memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengembangkan butir soal berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran fisika, dan (2) masyarakat guru memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan untuk membedakan butir soal berpikir Tingkat tinggi dengan butir soal dengan tingkat kesukaran “sukar” dalam pembelajaran fisika.
Analysis of Science Literacy Skills Among 11th Grade Students on Kinematics Material Rahmah, Oliv Jumani; Usman, Usman; Wahyuni, A Sri Astika; Setiawan, Trisno
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v8i3.12672

Abstract

This is survey research aimed at determining the profile of science literacy skills among XI students at State High School 4 Makassar on learning physics in general and based on gender. The population in this study is the entire Class XI of physics students at State High School 4 in Makassar school year 2023/2024 of 3 classes, while the sample of 68 students was selected using purposive sampling. The instruments used in this research to measure the content, knowledge, and competency dimensions were tests, while the attitude dimension was measured using a questionnaire. The data obtained from this research were analyzed using descriptive statistics. The research results showed that the literacy of the scientists in the context and knowledge dimensions was in the middle category, the competence dimensions were in the lower category, and the attitude dimensions were in the high category. When reviewed from a gender perspective, the average literacy score of female students is superior in context implications, while male students are superior in knowledge, competence, and attitude.
Penyusunan E-Modul Berbasis Anyflip untuk Meningkatkan Literasi Digital Guru Nurlaela; A.Sri Astika Wahyuni; Muhammad Amin; Andi Muadz Palerangi
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 7 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v7i4.3988

Abstract

Mitra sasaran kegiatan pelatihan ini adalah guru sekolah dasar dalam lingkup kecamatan Paccinongan, kabupaten Gowa. Permasalahan prioritas yang dihadapi mitra adalah paradigma pembelajaran abad 21 yang menekankan pada ketersediaan aneka sumber belajar untuk memfasilitasi kebutuhan belajar siswa dan pemanfaatan serta penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran serta mayoritas guru juga menyatakan masih kurang mengikuti pelatihan atau workshop membuat bahan ajar digital. Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih guru menyusun e-modul menggunakan aplikasi anyflip untuk meningkatkan literasi digital guru. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ICARE yang terdiri dari Introduction, Connection, Application, Reflection, dan Extension. Hasil yang dicapai adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan mitra menyusun e-modul menggunakan aplikasi anyflip serta tersedianya naskah e-modul berbasis anyflip
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Project Based Learning (PjBL) Pada Mata Kuliah Fisika Dasar Usman, Usman; Wahyuni, A Sri Astika; Setiawan, Trisno
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dikembangkan Bahan Ajar Berbasis Project Based Learning (PjBL) pada topik Kinematika Gerak. Pengembangannya menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari define (pembatasan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan validasi bahan ajar berbasis PjBL yang telah dilakukan oleh dua validator ahli. Adapun aspek-aspek yang yang dinilai yaitu kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan model PjBL. Hasil validasi diperoleh bahwa aspek kelayakan isi memperoleh nilai rata-rata 3.6, penyajian dengan nilai rata-rata 3.7, bahasa dengan nilai rata-rata 3.6 dan model PjBL dengan nilai rata-rata 3.7 dengan nilai maksimal masing-masing indikator sebesar 4. Dengan demikian hasil validasi ahli dapat disimpulkan layak digunakan dengan revisi sedikit. Kata kunci: Project Based Learning (PjBL), Fisika Dasar, Pengembangan 4D
Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Domino Ekonomi Muhammad Ilyas Thamrin Tahir; Nur Arisah; Dewi Sakinah Rahmadani; Mustari Mustari; A. Sri Astika Wahyuni
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v1i2.5663

Abstract

The partners of this Community Partnership Program (PKM) are the Principal, Teachers, and Staff of SMAN 6 Barru. The priority problem underlying this training activity is to improve the effectiveness of the learning process by applying domino card learning media, because the use of effective and interactive learning media can increase students' interest and motivation to learn. The methods used were lectures, demonstrations, discussions, questions and answers, and accompanying partners. The results achieved are (1) Partners have knowledge related to domino card learning media, (2) Partners can apply domino card learning media (3) Partners have the ability to develop interactive learning media.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI FISIKA SMA NEGERI 2 MAKASSAR Putra, Rakha Novendra; Usman, Usman; Wahyuni, A. Sri Astika; Sakona, Aldena Aenun R; Setiawan, Trisno
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v4i2.403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik kelas XI Fisika SMA Negeri 2 Makassar. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting dalam pembelajaran fisika. Pembelajaran fisika tidak hanya menuntut pemahaman terhadap konsep-konsep abstrak, tetapi juga penerapannya dalam konteks nyata dan kompleks. Oleh karena itu, kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah menjadi indikator penting dalam keberhasilan proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik kelas XI Fisika SMA Negeri 2 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek dalam penelitian ini adalah 47 peserta didik kelas XI jurusan fisika. Instrumen penelitian berupa tes subjektif sebanyak 6 soal yang disusun berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu (1) memahami masalah, (2) merencanakan penyelesaian, (3) melaksanakan rencana, dan (4) meninjau kembali hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik sebagian besar berada pada kategori sedang (51%). Pada indikator memahami masalah, sebanyak 64% peserta didik berada pada kategori sedang. Namun demikian, pada indikator merencanakan penyelesaian, sebanyak 38% peserta didik berada pada kategori sedang hingga rendah. Sebanyak 45% berada pada kategori rendah untuk indikator melaksanakan rencana, dan 55% berada pada kategori rendah untuk indikator meninjau kembali. Penelitian ini penting dilakukan karena masih terbatasnya studi yang secara eksplisit menganalisis kemampuan pemecahan masalah fisika berdasarkan setiap tahap Polya. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa guru perlu lebih menekankan pada pengembangan strategi berpikir sistematis siswa terutama dalam merencanakan solusi masalah fisika.
Conceptual Change Text based Analogy Model to Remedy Misconceptions on Eye Optics Palerangi, Andi Muadz; Wahyuni, A. Sri Astika; Nurlaela, Nurlaela
Publikasi Pendidikan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v14i3.66730

Abstract

Misconception is well-known as barrier to students in learning science, and many studies have tried to investigate the type of misconception and try to remediate the common misconception after finding the cause of it. A study about how to provide information about an overview of the eye optics concept in physics was conducted to analysis pre-service teacher misconceptions about the eye optics and provide solutions with conceptual change text-based analogy model in learning processing qualitatively. Data were collected from Open ended question in worksheet of exploration phase (WEF) and Open-ended question in worksheet of concept application phase (WCA). The study resulted in explanation that misconceptions occur in the preservice teacher, especially in the matter of the eye optics. There are three types of Misconceptions. Firstly, They thought that: 1) many understand that the eye as is a biological study and which is the five senses in living things/human body and the rather than they do not understand the eyes as an optical instrument that can detect light and how the eye itself can see objects as a result of the light reflecting process that occurs in the eye ; 2) in determining the nature of the image formed in the eye, it was written based on the experience of seeing in everyday life, namely: real, upright, equal in size. In fact, if it is depicted using a graph using the principle of the passage of light, then the nature of the image formed on the eye is real, inverted, and reduced. ; and 3) in determining the type of lens needed for those whose eyes have problem to be able to see properly that can be used by people with eye defects does not first determine the strength of the lens but is determined based on the type of eye defect suffered. For example, near sighted people (hypermetropy) use glasses with concave lenses and people with farsightedness (myopia) use convex lenses. So that when they encounter problems in the application of concepts to determine the strength of the lens for sufferers of eye defects, both near sighted and farsighted, they tend to be wrong because they do not pay attention to the use of a negative sign (-) in the object's image distance which is calculated mathematically. They immediately determine the power of the lens by solving it mathematically and later at the end of the new solution then they are given a mark based on the type of lens used for people with eye defects.
PKM Pelatihan Penyusunan LKPD Berbasis Inquiry Praktikum Fisika Menggunakan Alat Sederhana Herman, Nurul Muthmainnah; Nurhayati, Nurhayati; Wahyuni, A. Sri Astika; Hamzah, Ria Rezki
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru fisika dalam menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis inquiry dengan menggunakan alat praktikum sederhana. Pelatihan ini dilaksanakan di SMA Mahaputra dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang guru fisika. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, serta praktik penyusunan LKPD sesuai dengan tahapan inquiry learning. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta memberikan respon sangat baik terhadap pelaksanaan pelatihan. Sebanyak 81% peserta menyatakan sangat puas dan merasa pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan pembelajaran fisika. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam menerapkan alat sederhana untuk mendukung kegiatan praktikum. Pelatihan ini efektif dalam mengoptimalkan kompetensi guru dan diharapkan dapat mendorong implementasi pembelajaran berbasis inquiry di sekolah menengah.Kata kunci: LKPD berbasis inquiry, alat praktikum sederhana, pembelajaran fisika
Pelatihan Media Pembelajaran Digital Inovatif Untuk Guru Dalam Mendukung Pendekatan Deep Learning Andi Sri Astika Wahyuni; Amin, Muhammad; Palerangi, Andi Muadz
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v2i2.10936

Abstract

Mitra sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kelompok Kerja Guru Sekolah Dasar (KKG SD) Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman komprehensif mengenai konsep deep learning serta keterbatasan kemampuan dalam mengintegrasikan pendekatan tersebut ke dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teoretis sekaligus keterampilan praktis guru dalam menerapkan pendekatan deep learning melalui pemanfaatan media pembelajaran digital yang inovatif dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi dan demonstrasi, praktik langsung dalam merancang media digital, serta pendampingan intensif dan evaluasi terhadap hasil karya peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman guru mengenai prinsip-prinsip deep learning, kemampuan merancang media pembelajaran digital interaktif, serta kesiapan mereka untuk menerapkannya dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kompetensi profesional guru sekolah dasar sekaligus mendorong implementasi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada deep learning di lingkungan sekolah.
EXPLORATION OF PROBLEM-SOLVING ABILITIES OF PROSPECTIVE PHYSICS TEACHERS BASED ON MULTIPLE INTELLIGENCES IN FLUID MECHANICS Wahyuni, Andi Sri Astika; Usman, Usman; Setiawan, Trisno
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v13i3.81134

Abstract

This study aims to explore the problem-solving abilities of prospective physics teachers based on multiple intelligences in the context of fluid mechanics. The research employed a survey approach by combining a problem-solving test and a multiple intelligences questionnaire to identify students’ dominant intelligence profiles. The participants were categorized into three dominant intelligence types: verbal-linguistic, logical-mathematical, and spatial. The results indicate notable differences in problem-solving characteristics among the groups. Students with verbal-linguistic intelligence tended to demonstrate higher proficiency in understanding and articulating concepts through coherent and argumentative explanations, resulting in more comprehensive verbal solutions. Students with logical-mathematical intelligence solved problems by identifying patterns and physical quantities using systematic mathematical procedures, although their solutions often lacked detailed conceptual explanations. Meanwhile, students with spatial intelligence primarily used visualization, including sketches, diagrams, or other representations, to interpret situations and derive solutions. These findings suggest that multiple intelligences influence students’ cognitive strategies for solving physics problems. The study highlights the need for instructional designs that are responsive to students’ diverse intelligence profiles to optimize the development of problem- solving skills.