Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INOVASI PANGAN LOKAL RIMBANG SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN STUNTING DAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU Oksal, Efriyana; Fatah, Abdul Hadjranul; Afli, Febrianto; Chuchita, Chuchita; Pereiz, Zimon; Rahman, Rahman; Zaki, Azmi Malya; Atviaputra, Alvin Sienna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34691

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah dengan prevalensi mencapai 27,4%. Permasalahan utama di Kelurahan Habaring Hurung adalah rendahnya pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang kaya nutrisi, salah satunya rimbang (Solanum ferox Linn). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan pengolahan rimbang menjadi jajanan sehat bergizi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum, dengan melibatkan 20 kader posyandu sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berupa soal pilihan ganda sebanyak 5 soal dan 5 soal untuk tipe soal skala point 1-5, serta penilaian keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 65% dan keterampilan pengolahan meningkat hingga 70%. Selain itu, 40% kader mulai memasarkan produk olahan rimbang sebagai usaha rumahan, sehingga berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga. Program ini berhasil memberdayakan kader posyandu sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dan menyediakan alternatif pangan sehat berbasis potensi lokal.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, especially in Central Kalimantan, with a prevalence of 27.4%. The main problem in Habaring Hurung Village is the low utilization of local food resources that are rich in nutrients, one of which is rimbang (Solanum ferox Linn). This community service activity aims to increase the knowledge and skills of posyandu cadres in preventing stunting through training in processing rimbang into healthy and nutritious snacks. The methods used included socialization, counseling, workshops, and practical training, involving 20 posyandu cadres as partners. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests consisting of 5 multiple-choice questions and 5 questions on a 1-5 point scale, as well as practical skills assessment. The results of the activity showed a 65% increase in the cadres' knowledge and a 70% increase in their processing skills. Additionally, 40% of the cadres began marketing processed rimbang products as a home-based business, thereby contributing to improved family economics. This program successfully empowered posyandu cadres as agents of change capable of educating the community and providing healthy food alternatives based on local potential.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PETANI MELALUI SOSIALISASI KONVERSI BIOMASSA PASCAPANEN MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU Oksal, Efriyana; Nion, Yanetri Asi; Fatah, Abdul Hadjranul; Chuchita, Chuchita; Pereiz, Zimon; Alfanaar, Rokiy; Zaki, Azmi Malya; Rifai, Ahmad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34268

Abstract

Abstrak: Tanah rawa gambut di wilayah Kelompok Tani Suka Maju memiliki tingkat keasaman tinggi dan daya ikat hara rendah, yang menjadi masalah produktivitas pertanian. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui sosialisasi konversi biomassa pascapanen menjadi pupuk biochar sebagai pupuk organik alternatif. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, dan workshop dari tim ahli yang melibatkan kelompok tani sebagai mitra, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan biochar peserta sebesar 90%, peningkatan fungsi biochar 80%, serta jenis limbah biomasa untuk biochar 80%. Inovasi ini dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di lahan gambut.Abstract: The peat swamp soils in the Suka Maju Farmer Group area are highly acidic and have low nutrient retention, limiting agricultural productivity. This community service program aims to address the issue by promoting the conversion of post-harvest biomass into biochar as an alternative organic fertilizer. The activities included socialization, and workshops, involving farmer group as a mitra. The results showed an increase in participants' biochar knowledge by 90%, an increase in biochar function by 80%, and an increase in the type of biomass waste for biochar by 80%. This innovation is proven to improve soil structure, enhance cation exchange capacity, and support sustainable farming practices on peatlands. 
SOSIALISASI INOVASI BERBAHAN LOKAL JAJANAN RIMBANG SEHAT BERGIZI UNTUK MENCEGAH STUNTING Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Sylvani, Miranti Maya; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34819

Abstract

Abstrak: Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius. Salah satu wilayah di Indonesia dengan prevalensi tinggi stunting adalah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kecamatan Bukit Batu dengan angka 27,4%. Kecamatan Bukit Batu kaya akan sumber daya alam, salah satunya sayuran lokal bernama terong asam (rimbang), yang kaya vitamin dan dapat membantu mencegah stunting. Namun, pemanfaatannya masih minim karena kurangnya pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan dan memberi pengetahuan dalam rangka pencegahan stunting di kecamatan Bukit Batu. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi terkait inovasi berbahan lokal rimbang sebagai bahan jajanan pencegah stunting, dengan melibatkan seluruh orang tua di posyandu Kecamatan Bukit Batu dengan total peserta 30 dari 32 orang yang terdiri dari ibu yang memiliki balita, ibu hamil, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta ≥80% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (71,25%) dan post-test (88,28%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: In Indonesia, stunting remains a serious problem. One region in Indonesia with a high prevalence of stunting is Central Kalimantan Province, particularly Bukit Batu District, with a rate of 27.4%. Bukit Batu District is rich in natural resources, one of which is a local vegetable called sour eggplant (rimbang), which is rich in vitamins and can help prevent stunting. However, its utilization remains minimal due to a lack of knowledge. The goal of this community service is to increase and provide knowledge for stunting prevention in Bukit Batu District. The method used was to provide outreach regarding the innovation of local ingredients such as rimbang as a stunting-preventing snack. This involved all parents at the Bukit Batu District Integrated Health Post (Posyandu), with a total of 30 out of 32 participants, consisting of mothers with toddlers, pregnant women, and health cadres. The evaluation results were carried out using pre-test and post-test methods which were filled out by activity participants in the form of a questionnaire. The evaluation results of this activity achieved all indicators of success, with attendance exceeding 80% of all invitations distributed, and participants' knowledge increased based on the results of the pre-test (71.25%) and post-test (88.28%).