Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN MELALUI TEKNOLOGI BIOKONVERSI UNTUK PRODUKSI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA ALAMI PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Alfi, Febrianto; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Eduard, Jonathan Stefanus; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37149

Abstract

Abstrak: Limbah pertanian selama ini dibakar atau dibuang sembarangan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diberikan pemahaman serta praktik langsung dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah pertanian melalui teknologi biokonversi menjadi pupuk organik. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait pestisida alami pupuk organik sebagai inovasi pemanfaataan limbah biomassa pascapanen kelompok tani suka maju dengan peserta 30 orang. Selanjutnya dilakukan evaluasi dengan metode pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta 100% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (50,25%) dan post-test (90,25%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: Agricultural waste has been burned or disposed of carelessly, causing pollution and environmental damage. Through training and mentoring, the community is given an understanding and hands-on practice in processing organic waste into products with economic value. It is hoped that the results of the activity will show increased knowledge, reduced dependence on synthetic fertilizers, and the creation of new business opportunities based on sustainable agriculture. This activity aims to increase community awareness and skills in managing agricultural waste through bioconversion technology into organic fertilizer. The method used is by providing socialization and training related to natural pesticides and organic fertilizers as an innovation in utilizing post-harvest biomass waste from the Suka Maju farmer group with 30 participants. Furthermore, an evaluation was conducted using pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of questionnaires. The evaluation results of this activity have achieved all indicators of success, namely 100% participant attendance from all invitations distributed and participant knowledge has increased based on the results of the pre-test (50.25%) and post-test (90.25%) that have been conducted previously.
Sosialisasi Pembuatan Simanis Abang Ganteng (Sirup Manis Rimbang Kalimantan Tengah) sebagai Inovasi dan Potensi Sayuran Lokal Chuchita, Chuchita; Oksal, Efriyana; Afli, Febrianto; Irawan, Ahmad; Sylvani, Miranti Maya; Pereiz, Zimon
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.1.159-167

Abstract

Many rimbang harvests, which are local vegetables from Central Kalimantan, are damaged and then thrown away because they are not marketable. This is clearly due to the relatively short shelf life of rimbang fruit. Farmers who depend on the harvest as their main source of income will certainly be disadvantaged by this. In addition, rotten rimbang vegetables will have a negative impact on the environment because they produce methane gas, one of the gases that causes global warming. So this community service program innovates rimbang, where rimbang is made into a syrup drink. Rimbang syrup can be a new innovation to create new products that are competitive, have high selling value, and are durable. The implementation of the community service program took place in the Habaring Hurung Village farmer group, Bukit Batu District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province. This activity program was carried out through 4 stages of activities, including location surveys, collection of raw materials, training in making eggplant dodol, and success indicators. The success indicators were carried out using the pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of a questionnaire. Based on the results of the activity, it can be concluded that this activity is able to increase insight and ability on how to make syrup with rimbang as the basic ingredient, even the residents can implement and apply this food innovation independently.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Bawang Dayak sebagai Teh dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Masyarakat Pereiz, Zimon; Ahmad Irawan; Hendrik Segah; Chuchita, Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Aji Pamungkas; Herlita Esra Sari Sihotang; Yerinda Natalia Nenobais; Eni Uswatun Chasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1786

Abstract

Kesehatan masyarakat menjadi isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup, khususnya terkait penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Salah satu alternatif pencegahan dan penunjang pengobatan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang merupakan tanaman lokal Kalimantan, diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang berperan menurunkan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung dalam memanfaatkan Bawang Dayak sebagai teh herbal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan teh celup Bawang Dayak yang higienis dan mudah dikonsumsi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yakni dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 86%. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan pengolahan Bawang Dayak menjadi produk teh celup yang bernilai guna bagi kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman lokal sebagai penunjang kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sehingga berpotensi berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
SOSIALISASI BAHAYA PERGAULAN BEBAS PADA SISWA-SISWI SMA DI KABUPATEN KATINGAN KALIMANTAN TENGAH Pereiz, Zimon; Afli, Febrianto; Hermayantiningsih, Dwi; Chuchita, Chuchita; Oksal, Efriyana; Sylvani, Miranti Maya; Saputri, Desi Riana; Pamungkas, Aji; Mart Grasella Hutapea, Sonia Tri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37872

Abstract

Abstrak: Pergaulan bebas merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering dihadapi oleh remaja dan berpotensi berdampak negatif terhadap masa depan generasi muda. Kurangnya pemahaman serta pengawasan menjadi faktor utama yang menyebabkan remaja mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas kepada siswa-siswi SMA melalui kegiatan sosialisasi dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test, dengan jumlah peserta kegiatan sebanyak 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 22% sebelum kegiatan menjadi 91% setelah kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.Abstract: Promiscuity is a social problem frequently faced by adolescents and has the potential to negatively impact the future of the younger generation. Lack of understanding and supervision are key factors contributing to adolescents' vulnerability to deviant behavior. This community service activity aimed to educate students of State Senior High School 1 Katingan about the dangers of promiscuity through pre- and post-test-based outreach and evaluation activities. Forty students participated in the activity. Results showed an increase in student understanding, from 22% before the activity to 91% after the activity. This demonstrates that outreach is effective in raising adolescent awareness of the importance of protecting themselves from the negative influences of their social environment.
ISOLASI BAKTERI ENDOFIT DARI DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) Oksal, Efriyana; Chuchita, Chuchita; Ngazizah, Febri Nur; Pereiz, Zimon; Wulandari, Oktavia Rahmi; Yuneta, Yuneta; Natania Gracia, Amanda
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.61258

Abstract

Sungkai (Peronema canescens Jack.) merupakan tanaman yang secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan sebagai obat herbal, terutama melalui rebusan daun dan kulit batangnya. Namun, penelitian mengenai keberadaan dan potensi bakteri endofit pada tanaman sungkai masih sangat terbatas, padahal bakteri endofit diketahui hidup dalam jaringan tanaman dan berpotensi menghasilkan metabolit sekunder bioaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi isolat bakteri endofit yang berasosiasi dengan daun sungkai. Metode penelitian dilakukan dengan isolasi bakteri endofit dari daun sungkai, dilanjutkan mengkarakterisasi jumlah isolat yang diperoleh melalui pengujian maksroskopis Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri endofit dari daun sungkai berhasil diisolasi dan diperoleh satu isolat bakteri endofit dari daun sungkai, dengan karakter makroskopis berbentuk bulat, dengan permukaan datar dan warna krem.