Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Polimorfisme Panjang Pengulangan CAG pada Gen Reseptor Androgen dengan Sindrom Ovarium Polikistik di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang Silvana, Rista; Wahyu Pranata, Wahyu Pranata; Manan, Heriyadi; Usman, Fatimah; Theodorus, Theodorus; Saleh, Mgs. Irsan
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9474

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan suatu kondisi anovulatori umum yang mempengaruhi 6–8% perempuan premenopause. Terdapat hubungan antara panjang pengulangan CAG pada pasien anovulatoar dengan kadar androgen serum rendah. Tujuan: Untuk menginvestigasi polimorfisme CAG pada gen RA pada perempuan dengan SOPK.Metode: Penelitian observasional dengan desain kasus kontrol pada perempuan normal dan SOPK pada November – Desember 2021. Sampel diambil dari sampel darah perifer atau serum perempuan normal (kontrol) dan terdiagnosis SOPK (kasus) di RSMH Palembang. Kemudian, dilakukan pemeriksaan DNA di Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.Hasil: Terdapat 50 wanita SOPK sebagai kasus dan 50 wanita normal sebagai kontrol yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Panjang pengulangan gen CAG-RA yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas paling baik adalah pada nilai 22,5 dengan AUC 0,50 (IK95% 0,386–0,616). Sampel dengan panjang pengulangan CAG pada gen RA ? 22,5 memiliki risiko sama besar mengalami SOPK dengan sampel yang memiliki panjang pengulangan CAG pada gen RA < 22,5 (OR = 1,084 (IK95% 0,493–3.384); p  = 1,000). Titik potong kadar testosteron, yaitu 44,64, SHBG sebesar 26,295, dan FTI sebesar 5,73. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara testosteron (OR = 1,625 (IK95% 0,530–4,984);p  = 0,570); SHBG (OR = 1,040 (IK95% 0,339–3,190); p  = 1,000), dan FTI (OR = 1,244  (IK95% 0,402–3,853); p  = 0,927) dan panjang pengulangan CAG pada gen RA.Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara panjang pengulangan CAG gen reseptor androgen dan penderita SOPK.
Survey of Aedes sp. Using Ovitrap to Prevent DHF in Beti Ogan Ilir Village Ramayanti, Indri; Ghiffari, Ahmad; Prameswarie, Thia; Silvana, Rista; Asmalia, Resy; Saputra, Yogi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v6i1.2211

Abstract

Purpose: This community service activity aims to provide education and introduce ovitrap to residents of Beti Village, Ogan Ilir Regency so that they can use inexpensive, simple, and safe mosquito traps as one of the efforts to control Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Method: This service consists of counseling knowledge, attitudes, and behaviors about DFH using a pre-test and post-test as measuring tools, as well as making ovitrap skills. Practical Applications: This activity was successful in raising public awareness about the benefits of ovitrap, how to make them, attractants, and how to install them. The results of the ovitrap survey show that Aedes sp. is frequently found in ovitrap installed outside the house. Conclusion: Education to the public has an impact on increasing community awareness and knowledge of DFH prevention. Ovitrap can be used as basic information for the community to improve the clean environment by decreasing mosquito breeding sites.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit DBD di Desa Beti Indralaya Selatan Ogan Ilir Ramayanti, Indri; Erlyn, Putri; Noviyanti, Noviyanti; Silvana, Rista; Prayogi, Fandika Dhimas
Indonesia Berdaya Vol 3, No 4: August-October 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022336

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) morbidity and mortality continue to occur in Indonesia year after year, so activities to eradicate mosquito nests must be carried out with the participation of all levels of society. One of the programs that can be implemented in health education is to provide understanding, knowledge, and public awareness. This activity aims to increase public awareness and attitudes toward dengue fever prevention. The lecture method, audio-visual media, teaching aids, and discussion are used in the implementation. Women members of the Family Welfare Programme in Beti Village, South Inderalaya District, Ogan Ilir Regency were given community service. There were as many as 38 people who responded. Activities are evaluated using a questionnaire distributed at the start and end of the activity. The activity's outcomes demonstrated an increase in knowledge about DHF prevention. Conclusion: Counseling the community about dengue fever has a positive impact on raising public awareness and knowledge about DHF prevention. 
Edukasi Masyarakat Melalui Gerakan 10 Jari Cegah Kanker Ovarium Silvana, Rista; Prameswarie, Thia; Rinaldzi, Ary; Wardani, Aliyah; Noviandini, Berliana
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023572

Abstract

Kanker ovarium adalah kanker yang muncul di jaringan ovarium atau indung telur. Kanker ini merupakan jenis kanker terbanyak ketiga yang diderita wanita di Indonesia. Minimnya pengetahuan terhadap kanker sendiri merupakan salah satu penghambat pendeteksian dini kejadian kanker ovarium. Deteksi dini merupakan kunci upaya penyembuhan kanker ovarium melalui gerakan 10 jari cegah kanker ovarium yaitu kampanye untuk mengenal enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk menyampaikan informasi mengenai kanker ovarium dan meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker ovarium dengan metode 10 jari pada wanita usia post menopause. Metode yang digunakan dalam kegiatan melalui serangkaian tahap antara lain dengan penyuluhan dan pemeriksaan USG (ultrasonography). Penyuluhan ini dilaksanakan di Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II Kota Palembang.  Hasil yang dicapai setelah mengikuti penyuluhan dan diskusi ada peningkatan pengetahuan masyarakat mengetahui tentang bahayanya kanker ovarium dan pentingnya deteksi dini.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN LARVITRAP DAN ATRAKTAN AIR AKUARIUM DI KECAMATAN SUKARAMI KOTA PALEMBANG Ramayanti, Indri; Prameswarie, Thia; Helmizuryani, Helmizuryani; Silvana, Rista; Rio, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1707-1712

Abstract

Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah salah satu penyakit endemis di Indonesia disebabkan oleh virus dengue (DENV) yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Upaya pencegahan DBD memerlukan peran aktif masyarakat dalam pengendalian vektor, terutama melalui metode inovatif seperti penggunaan larvitrap dan atraktan alami. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetauan atau pemahaman dan keterampilan masyarakat di Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, sebagai upaya pencegahan DBD melalui pelatihan pembuatan larvitrap dan pemanfaatan atraktan air akuarium sebagai media penangkapan larva nyamuk. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan larvitrap berbasis bahan sederhana serta penggunaan atraktan alami untuk menarik nyamuk bertelur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penerapan teknologi sederhana ini sebagai strategi pengendalian nyamuk berbasis lingkungan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat berperan lebih aktif untuk pencegahan DBD, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyakit ini.
The Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik, dan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi pada Ibu Hamil di Kelurahan Talang Putri Kota Palembang Rista Silvana; Ratika Febriani; Yuni Fitrianti; Hasyifa Khaila Rahmawaty
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i3.6981

Abstract

Hypertension in pregnancy remains an important maternal health problem because it contributes to maternal morbidity and mortality. This study aimed to analyze the association of dietary pattern, physical activity, and stress level with the incidence of hypertension among pregnant women in Talang Putri Subdistrict, Palembang City. A quantitative study with a case-control design was conducted. The sample consisted of 78 respondents, including 26 cases and 52 controls, selected by simple random sampling from third-trimester pregnant women recorded in 2025 and 2026. Data were collected through interviews using a modified food frequency questionnaire, the 2018 Riskesdas physical activity instrument, and the Depression Anxiety Stress Scale for stress assessment. Bivariate analysis used the chi-square test at a 5% significance level and odds ratio estimation. The results showed that dietary pattern was significantly associated with hypertension in pregnancy (p=0.000; OR=12.4). Physical activity was also significantly associated with hypertension (p=0.032; OR=3.07). Similarly, stress level had a significant association with hypertension (p=0.000; OR=11.4). In conclusion, poor dietary pattern, heavy physical activity, and severe stress were associated with hypertension among pregnant women. These findings highlight the need for nutrition education, physical activity regulation, and stress management in antenatal care.  
Stage V Chronic Kidney Disease on Hemodialysis and Hypertensive Emergency: A Case Report and Literature Review Edi Saputra; Rista Silvana; Indri Ramayanti; Mutiara Malihah Putri; Muhammad Saleh Ramadhan; Anisatul Aflah
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 2 (2026): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i2.10957

Abstract

ABSTRACT Hypertension and chronic kidney disease have a bidirectional relationship in which uncontrolled hypertension accelerates kidney damage, whereas declining kidney function worsens hypertension through fluid retention, activation of the renin–angiotensin–aldosterone system, increased sympathetic activity, and endothelial dysfunction. In advanced stages, this interaction may progress to hypertensive emergency with acute target organ damage. This case report describes a 40-year-old woman with stage V chronic kidney disease on hemodialysis who presented with dyspnea, severe headache, nausea, and decreased appetite. Her blood pressure on admission was 193/103 mmHg, accompanied by bilateral fine crackles and signs of anemia. Laboratory examination revealed hemoglobin 6.9 g/dL, urea 80 mg/dL, creatinine 6.2 mg/dL, and an estimated glomerular filtration rate of 9.85 mL/min/1.73 m². Chest radiography showed cardiomegaly and early pulmonary congestion, while electrocardiography showed no acute abnormality. The patient was diagnosed with hypertensive emergency in stage V chronic kidney disease on hemodialysis, accompanied by fluid overload and severe anemia. Management consisted of titrated intravenous nicardipine, correction of volume overload with hemodialysis, and packed red cell transfusion for symptomatic severe anemia. After stabilization, oral antihypertensive agents consisting of amlodipine, candesartan, and clonidine were administered. This case highlights the importance of distinguishing hypertensive emergency from severe hypertension in advanced chronic kidney disease, because this classification determines the need for intravenous therapy, close monitoring, and comprehensive management of associated complications.Keywords: anemia, chronic kidney disease, hemodialysis, hypertensive emergency
Empowering Mothers Through Booklet-Based Health Education to Prevent Helminth Diseases in Children Aged 5–14 Years Indri Ramayanti; Thia Prameswarie; Nia Saraswati; Putri Erlyn; Muhammad Ramadhan Hoiri; Rista Silvana
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.26029

Abstract

Worm infections due to Soil Transmitted Helminths (STH) remain a significant public health problem, especially in children aged 5–14 years in areas with limited sanitation, risky environmental conditions, and low levels of family health literacy. Mothers have an important role as the main caregiver in shaping hygiene behavior and disease prevention in children, so that maternal empowerment through health education is an important preventive strategy. This activity aims to analyze the effectiveness of booklet-based health education in improving maternal knowledge, attitudes, and behaviors related to the prevention of worms in children. Community service activities were carried out in the assisted areas of the University of Muhammadiyah Palembang using a pre-experimental design of one group pretest involving 95 mothers. Interventions are carried out through health counseling using booklet media, presentations, and interactive discussions. Data were collected using pre- and post-intervention questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge (mean 65.83 to 99.42), attitude (63.95 to 99.50), and behavior (65.37 to 100.00) with a p value of < 0.001. All participants experienced changes to the good category after the intervention. These findings show that booklet-based education is effective in improving maternal health literacy and preventive behavior. This education has important implications as a sustainable promotive and preventive strategy to strengthen family-based deworming prevention and improve the health of children in the community.Infeksi cacing akibat Soil Transmited Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak usia 5–14 tahun di daerah dengan sanitasi terbatas, kondisi lingkungan berisiko, dan rendahnya tingkat literasi kesehatan keluarga. Ibu mempunyai peran penting sebagai caregiver utama dalam membentuk perilaku higienitas dan pencegahan penyakit pada anak, sehingga pemberdayaan ibu melalui pendidikan kesehatan menjadi salah satu strategi preventif yang penting. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan berbasis booklet dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu terkait pencegahan cacingan pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di wilayah binaan Universitas Muhammadiyah Palembang dengan menggunakan desain pre-experimental one group pretest yang melibatkan 95 orang ibu. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media booklet, presentasi, dan diskusi interaktif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (mean 65,83 menjadi 99,42), sikap (63,95 menjadi 99,50), dan perilaku (65,37 menjadi 100,00) dengan nilai p < 0,001. Seluruh partisipan mengalami perubahan ke kategori baik setelah dilakukan intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis buklet efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu dan perilaku preventif. Edukasi ini mempunyai implikasi penting sebagai strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan untuk memperkuat pencegahan cacingan berbasis keluarga dan meningkatkan kesehatan anak di masyarakat.