Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cirebon Abdurokhim Abdurokhim
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2019): INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v1i1.24

Abstract

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya kepemimpinan demokratis. Kompensasi memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai, salah satu alasan utama seseorang bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seseorang akan bekerja secara maksimal agar mendapat kompensasi yang sesuai. Dalam suatu instansi, pegawai senantiasa mengharapkan penghasilan yang lebih memadai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian deskriptif analisis. Hasil uji anova atau F test didapat Fhitung sebesar 14,822 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hal itu berarti variabel Gaya Kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2) berpengaruh secara bersama - sama (Simultan) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hasil uji F tersebut memiliki nilai p -value 0,000 < 0,05 artinya signifikan, sedangkan Fhitung 14,822 > dari Ftabel 3,110 artinya hipotesis diterima. Besarnya pengaruh positif Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap adalah Kinerja Pegawai sebesar 27%.
Gambaran Umum Sumber Daya Manusia dan Tata Cara Pengawasan Kedisiplinan Karyawan Abdurokhim Abdurokhim
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2019): INKUBIS: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v1i2.27

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui gambaran umum SDM di Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal Pemalang, (2) Untuk mengetahui tata cara pengawasan kedisiplinan karyawandi Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal Pemalang. Metode penelitian ini adalah kuantitatif . Dari kesimpulan diatas, maka penulis mengemukakan saransaran yang sekiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal Pemalang kedepannya (1) Sebelum menerima calon karyawan baru untuk bagian SDM harus dites terlebih dahulu agar pekerjan yang di lakoninya lebih menghemat waktu karna tidak terlalu. (2) Pimpinan hendaknya lebih mengawasi sistem yang sedang diterapkan, karena tanpa pengawasan semua tidak akan berjalan baik dan pimpinan juga harus tegas dalam memberikan sanksi agar semua yang melanggar peraturan jera dan tidak ada lagi yang melanggar peraturan yang artinya kedisiplinan karyawan akan tercipta.
Bridging the Digital Divide: Understanding the Awareness-Capability Paradox in Rural Enterprise Digital Transformation Abdurokhim Abdurokhim
Winter Journal: IMWI Student Research Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Winter Journal: IMWI Student Research Journal
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/wt.v7i1.92

Abstract

Digital transformation promises rural economic development through expanded market access and enhanced efficiency, yet adoption rates remain disappointingly low despite widespread awareness. Why does awareness of digital importance fail to translate into capability in rural enterprises? Through qualitative investigation of 10 village-owned enterprises (BUMDES) in Indonesia using semi-structured interviews (n=20) and focus group discussions (n=24), we identify five interconnected barriers preventing awareness-to-action conversion: (1) resource scarcity trap - digital investments compete with survival needs, (2) knowledge-action gap - managers lack operational know-how despite recognizing importance, (3) ecosystem deficits - inadequate infrastructure and support constrain capability building, (4) capability-confidence mismatch - low self-efficacy inhibits experimentation, and (5) institutional inertia - routines and norms resist change. These mechanisms create self-reinforcing cycles sustaining persistent awareness-capability gaps despite strong digital aspirations. Findings challenge linear technology adoption assumptions, extend Resource-Based View and organizational learning theory to resource-constrained contexts, and inform intervention design emphasizing integrated support packages addressing multiple barriers simultaneously rather than isolated awareness campaigns or standalone training programs.