Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SEXISM AND GENDER CONSTRUCTS IN THE NOVEL TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Hasbi, Nur; Mardatillah, Rahmi; Neyarasmi, Fadilah
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 1 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v12i1.18000

Abstract

This study examines acts of sexism in the novel Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur through a qualitative approach using critical discourse analysis. Data collection was carried out through documentation studies. The data were then analyzed through three stages, namely description, interpretation, and explanation. This study focuses on textual excerpts that contain sexist elements against men and women. Through a critical discourse analysis approach, the novel Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur by Muhidin M. Dahlan reveals how language and narrative are used to reproduce, challenge, and deconstruct male power over women and female power over men in society. The research findings reveal two main forms of sexism in the novel. First, sexism against men is depicted through gender stereotypes that depict men as strong, responsible, and the main breadwinners for the family. In addition, men in the novel experience various forms of violence and sexual harassment, including physical violence and verbal abuse. This depiction reinforces rigid gender expectations that limit male identity to certain roles and behaviors. Second, sexism against women is manifested through stereotypes that impose expectations of nurturing, obedience, and moral purity. Women are subjected to acts of violence and sexual harassment, reflecting the broader social injustices they face. The novel illustrates how gender constructs contribute to oppression and inequality. Through its narrative, Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur presents sexism as a multidimensional issue that affects both genders. A critical discourse analysis of the novel reveals that the work not only presents the personal narratives of a woman and a man, but also serves as a tool for social critique that challenges gender constructs and sexism that are deeply rooted in society. The novel encourages readers to reflect on and question social and religious norms that have been accepted uncritically, and advocates for the importance of gender equality and individual freedom.
MENGGALI STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK: ANALISIS PRAGMATIK PADA WACANA KAMPANYE DALAM PODCAST RIJAL JAMAL Neyarasmi, Fadilah; Mardatillah, Rahmi; Hasbi, Nur
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi politik melalui pendekatan pragmatik dengan studi kasus pada video podcast "Rijal Jamal". Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penggunaan kalimat analitis, kontradiktif, sintesis, implikatur percakapan dan implikatur konvensional, serta strategi kesantunan berbahasa dalam membangun wacana kampanye politik. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik simak dan catat sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip kerja sama dan strategi kesantunan berbahasa sangat berperan dalam menyampaikan pesan secara efektif, membangun citra positif, dan meningkatkan kredibilitas politisi. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan ilmu komunikasi, khususnya dalam memahami dinamika percakapan politik yang kompleks dan menciptakan interaksi yang harmonis dalam proses demokrasi.
Pengembangan Soft Skills Siswa Melalui Pelatihan Drama Di SMP Islam Athirah Makassar Hajrah, Hajrah; Asri, Aswati; Fitriansal, Fitriansal; Hasbi, Nur; Neyarasmi, Fadilah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan soft skills siswa melalui pelatihan drama di SMP Islam Athirah Makassar. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan experiential learning yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran kreatif. Kegiatan berlangsung selama empat minggu dengan melibatkan 25 siswa kelas VIII melalui tahapan orientasi, pelatihan, kolaborasi pementasan, dan refleksi. Data dikumpulkan secara kualitatif melalui observasi, wawancara, dan jurnal reflektif untuk menilai perubahan perilaku dan sikap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kepercayaan diri, kemampuan komunikasi verbal, kerja sama, dan empati siswa. Pelatihan drama menjadi media efektif untuk menumbuhkan ekspresi diri, mengatasi rasa takut, serta menginternalisasi nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan. Guru juga merasakan peningkatan kreativitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis seni dapat menjadi strategi pedagogis inovatif dalam memperkuat keterampilan abad ke-21, terutama dalam membangun karakter, kreativitas, dan kesadaran sosial siswa di lingkungan sekolah.Kata kunci: soft skills, pelatihan drama, pendidikan karakter
Persepsi Mahasiswa PBSI Universitas Negeri Makassar tentang Peran Guru bahasa Indonesia sebagai Pendidik Profesional Neyarasmi, Fadilah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa PBSI Universitas Negeri Makassar terhadap peran guru bahasa Indonesia sebagai pendidik profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap 32 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Profesi Kependidikan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap profesi guru yang tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, pembimbing, dan teladan. Persepsi ini dipengaruhi oleh faktor internal, eksternal, dan pengalaman akademik, serta diperkuat melalui praktik lapangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara teori, praktik, dan lingkungan akademik untuk membentuk profesionalisme calon guru bahasa Indonesia.
Peningkatan Kompetensi Literasi Digital melalui Pelatihan Cerdas dan Aman Bersosial Media di SMPN 13 Makassar Idawati, Idawati; Neyarasmi, Fadilah; Musawir, Muhammad; Safitri, Nur Anita Syamsi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital siswa SMP Negeri 13 Makassar melalui pelatihan “Cerdas dan Aman Bermedia Sosial.” Program ini dirancang sebagai upaya membentuk sikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam penggunaan media sosial di kalangan remaja. Pelatihan dilaksanakan selama empat minggu dengan melibatkan 30 siswa kelas VII dan VIII. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, dan pendampingan praktik digital. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi dan wawancara untuk menggali perubahan sikap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman keamanan digital, etika komunikasi daring, dan kesadaran privasi akun. Rata-rata skor literasi digital meningkat dari 55 menjadi 80. Sebagian besar siswa juga menunjukkan perilaku yang lebih hati-hati, sopan, dan reflektif dalam bermedia sosial. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendidikan literasi digital yang menyentuh ranah kognitif dan karakter, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara teknologis, tetapi juga beretika dalam berinteraksi di dunia maya. Kata kunci: literasi digital, media sosial, pelatihan, etika digital, siswa SMP
DOANGANG LABBAKRAK SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI CINTA DALAM TRADISI MAKASSAR Hasbi, Nur; Neyarasmi, Fadilah
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang doangang labbakrak tidak hanya menggambarkan peran sosial dan ungkapan cinta dalam kebudayaan Makassar, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah berbagai tantangan akibat globalisasi. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian ini adalah naskah doangang labbakrak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca teks secara teliti, lalu mengidentifikasi dan memberi kode pada bagian-bagian yang penting untuk penelitian, serta melakukan analisis yang komprehensif. Adapun Langkah-langkah dalam penelitian, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa doangang labbakrak memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai budaya, melalui doa, harapan, dan uet oan moral yang berkaitan dengan cinta, tanggung jawab, dan keharmonisan dalam keluarga. Dalam ritual ini, bedak tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai uet o pengakuan uet o dan spiritual bagi pasangan yang menikah. Selain itu, doangang labbakrak juga membantu dalam mempertahankan hubungan antar individu dan meneruskan nilai-nilai budaya dari satu generasi ke generasi lainnya.
BAHASA SEBAGAI REPRESENTASI LOKALITAS: STUDI TERHADAP LIRIK LAGU TIMUR YANG MENDOMINASI PLATFORM DIGITAL Neyarasmi, Fadilah; Hasbi, Nur
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi lokalitas dalam lirik lagu-lagu Timur yang populer di platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Spotify. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis berpadu dengan stilistika dan teori representasi, studi ini menelaah enam lagu terpopuler dari kawasan Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Fokus analisis diarahkan pada elemen linguistik seperti campur kode, kosakata lokal, metafora budaya, dan gaya tutur khas Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam lagu-lagu tersebut berfungsi sebagai medium ekspresif dalam mengonstruksi identitas budaya dan menegosiasikan posisi sosial masyarakat Timur dalam ruang digital nasional. Penggunaan dialek lokal, diksi tubuh, serta humor dan narasi sosial menunjukkan upaya musisi untuk menampilkan identitas etnokultural secara otentik, hangat, dan penuh daya tarik. Musik menjadi arena representasional tempat bahasa daerah memperoleh legitimasi simbolik dan emosional, serta memperkuat hubungan kultural antara musisi dan publik. Temuan ini memperlihatkan bahwa musik Timur digital telah melampaui batas geografis sebagai produk budaya lokal dan menjadi ruang artikulatif identitas yang inklusif di era digitalisasi.
CITRA DIRI DAN SUARA GENERASI Z DALAM ANTOLOGI PUISI MAHASISWA: SEBUAH STUDI KUALITATIF ESTETIK Neyarasmi, Fadilah; Mardatillah, Rahmi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 3 (2025): NOVEMBER
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi citra diri dan suara generasi Z dalam antologi puisi Dewasa Khayalan karya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar. Dengan pendekatan kualitatif estetik dan desain poetic inquiry, puisi dipandang sebagai refleksi pengetahuan dan kesadaran generasional. Sebanyak 117 puisi dianalisis melalui layered reading dan tafsir hermeneutik untuk mengungkap dimensi simbolik dan emosional. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: kedewasaan sebagai proses eksistensial, ketegangan antara idealisme dan realitas, digitalisasi sebagai ruang eksistensi dan alienasi, ilmu sebagai jalan transendensi sosial, spiritualitas yang membumi, serta suara perempuan sebagai refleksi dan resistensi. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi Z menulis puisi untuk menegosiasikan identitas dan merespons keresahan modern. Penelitian ini memperkuat poetic inquiry sebagai pendekatan epistemologis sekaligus menegaskan fungsi pedagogis puisi dalam membangun refleksi dan kesadaran budaya mahasiswa.