Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Peran Gender dan Transformasi Struktur Keluarga Indonesia di Era Society 5.0 Ram, Wijdanah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.7867

Abstract

Peran gender dan struktur keluarga tradisional sering kali dibagi dengan cara yang sangat kaku dan stereotipikal. Laki-laki diharapkan untuk menjadi pencari nafkah utama, sementara perempuan lebih terfokus pada urusan rumah tangga dan pengasuhan anak, meskipun ada sedikit pergeseran sepanjang abad ke-20. Penelitian ini mengkaji transformasi peran gender dan struktur keluarga Indonesia di Era Society 5.0. Studi ini menggunakan metode pendekatan kualitatif studi kasus pada 3 wanita bekerja dan 3 ibu rumah tangga di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan pembagian tugas domestik tidak lagi ditentukan secara rigid berdasarkan jenis kelamin, melainkan berdasarkan pada kemampuan individu, kebutuhan keluarga, dan kesepakatan bersama. Teknologi digital memainkan peran kunci dalam mentransformasi negosiasi peran, dan memfasilitasi komunikasi keluarga yang lebih transparan dan inklusif.
Strategi Kelangsungan Hidup Perempuan Miskin Pekerja Sektor Informal di Kota Makassar Ram, St. Wijdanah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.10918

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi kelangsungan hidup perempuan miskin pekerja informal yang menghadapi tantangan besar dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap lima perempuan pekerja informal, seperti penjual kue, manusia silver, pedagang sepatu preloved, dan penjual pisang. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa perempuan ini mengelola keuangan dengan bijak, memanfaatkan keterampilan tambahan, serta mengandalkan dukungan sosial dari keluarga dan komunitas untuk bertahan hidup. Temuan ini dijelaskan melalui lensa teori ekonomi feminis, yang menyoroti ketidaksetaraan gender dalam dunia kerja informal. Meskipun mereka memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi, perempuan pekerja informal tetap memerlukan dukungan yang lebih besar dalam bentuk pelatihan keterampilan, bantuan modal, dan akses ke layanan kesehatan. Artikel ini menyarankan perlunya kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis pada pemberdayaan perempuan di sektor informal untuk mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.