Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Metode Bercerita terhadap Kecerdasan Linguistik Anak Usia Dini di TK Se-Kecamatan Parakan, Temanggung Jawa Tengah Musyadad, Faridl; Ingrum, Santi Ambar
Journal of Studies in Early Childhood Education (J-SECE) Vol 1 No 1 (2018): Maret 2018, Number 1, Volume 1
Publisher : Prodi PG Pendidikan Anak Usia Dini, IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/sece.v1i1.600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan metode bercerita diTK se-Kecamatan Parakan, 2) untuk mengetahui tingkat kecerdasan linguistik anak usia dini di TK seKecamatan Parakan, 3) untuk mengetahui penerapan metode bercerita dalam meningkatkan kecerdasanlinguistik anak usia dini di TK se-Kecamatan Parakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitiankuantitatif dengan rancangan Ex Post Facto. Subyek yang diteliti dalam penelitian ini adalah guru di TKse- Kecamatan Parakan. Metode pengumpulan datanya menggunakan angket, dan dokumentasi. Tekniksampling yang digunakan adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini ada 118 gurunamun peneliti hanya meneliti sampel sejumlah 88 guru berdasarkan tabel Isaac dan Michael dengan tarafsignifikan 5%. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, korelasi productmoment, dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan: hasil uji validitas dan reliabilitas N: 88 validitas100%, variabel X valid statistik 86,2% dan variabel Y reliabel 87,5%. Hasil korelasi product momentdiperoleh r hitung sebesar 0,475. Koefisien determinasi sebesar 22,5%. Hasil uji regresi dalam grafikhistrogram dan P-P Plot menyatakan bahwa data berdistribusi normal. Maka dapat disimpulkan adapengaruh yang signifikan antara metode bercerita terhadap kecerdasan linguistik anak usia dini di TK seKecamatan Parakan sebesar 22,5% dan 77,5% dari faktor lain. Tingkat penggunaan metode bercerita diTK se-Kecamatan Parakan yaitu sering, sedangkan tingkat kecerdasan linguistik anak usia dini di TK seKecamatan Parakan yaitu baik.
Evaluation of the implementation of Indonesia Pintar program in vocational school Hamdi, Syukrul; Setiawan, Risky; Musyadad, Faridl
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.32603

Abstract

The study aims to evaluate a program of channeling educational fund, Program Indonesia Pintar (PIP), for vocational school (sekolah menengah kejuruan or SMK). This research was evaluation research using mix method approach. The evaluation model used was the CIPP model covering context, input, process, and product. The respondents of the study were 702 principals, 125 student’s parents, and 15853 students of the SMKs spreading across 29 out of 34 provinces in Indonesia. Data collection techniques used were analysis, survey, interview, observation, and study documentation. The instruments used were analysis sheets, questionnaires, interview guidelines, observation sheets, and the list of related documents. Data analysis techniques used were quantitative descriptive and qualitative and comparing the result with the PIP evaluation success criteria. The results show that the overall PIP implementation runs well with details in aspects: (a) context, the PIP socialization is implemented well, the PIP objectives performance is in the very good category and can ease students’ costs in the excellent category; (b) input, the school provides particular staffs executing PIP showing the excellent category; (c) process, the targeted accuracy of most PIP students at SMK states that they follow the provisions. Based on the PIP SMK management role and function, the institute has served well; (d) product, most issues reported of the PIP funds for SMK indicate that the use of the fund by students is suitable with the provision and its management. The current model of the PIP aid funds needs to be advanced, particularly with several aspects unsteady.
KESESUAIAN RPP TEMATIK INTEGRATIF DENGAN SURAT EDARAN NOMOR 14 TAHUN 2019 Atika Dwi Evitasari; Faridl Musyadad; Fitri Sholihah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.8.1.18-34

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019, kendala yang dihadapi oleh guru dalam pembuatan RPP Tematik, dan solusi yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif untuk menganalisis RPP tematik Kelas tinggi SD Negeri se-Gugus II Pengasih yang disesuaikan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas tinggi se-Gugus II Pengasih sebanyak lima orang. Pengumpulan data melalui teknik dokumentasi dan angket. Analisis data menggunakan model Analysis Interactive dari Milles dan Huberman dengan tahapan data collection, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Komponen RPP yang disusun oleh guru sudah sesuai peraturan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 yakni menggunakan tiga komponen inti yaitu Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian Pembelajaran. Kendala yang dihadapi adalah guru kesulitan dalam membuat rubrik penilaian. Solusi yang dilakukan guru yaitu dengan cara mengacu pada RPP KKG yang telah dibuat bersama-sama dan bertanya kepada kepala sekolah atau orang yang lebih ahli. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi terkait kesesuaian penyusunan RPP dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019.
PENDAMPINGAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI MEDIA GENIAL PASCA PANDEMI COVID PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 WATES Anita Dewi Astuti; Endah Rahmawati; Atika Dwi Evitasari; Siwi Utaminingtyas; Faridl Musyadad
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.368 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3416

Abstract

Abstract (Tahoma, 9pt Bold) The spread of the COVID-19 virus, which began to decline, caused the goverment to hold limited Face-to-face Learning (PTM) activities in several areas to fulfill children's learning rights. One of the problems faced in Limited Face to Face Learning (PTM) is that many students have low learning motivation as a result of the previous online learning implementation. The objectives of this mentoring program are (1) to determine the implementation of the mentoring program; (2) to find out the advantages and disadvantages of the genial media used in the mentoring program; (3) to find out the participants' responses regarding the genial media application; and (4) to find out the participants' responses to the mentoring program. The method applied by the servant as a supporter of success in the implementation of this mentoring is multi-method, namely lectures, questions and answers, demonstrations, and practice. The results obtained from this mentoring program can be concluded that the activities can run smoothly, getting a fairly good response in the use of genial media applications as well as positive responses from participants who take part in the mentoring program. Keywords: Learning Motivation; Genial Media; Post Covid Pandemic Abstrak Penyebaran virus covid 19 yang mulai menurun menyebabkan pemerintah menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di beberapa daerah guna memenuhi hak belajar anak. Salah satu permasalahan yang dihadapi pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas adalah banyak siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah hal ini sebagai dampak dari pelaksanaan pembelajaran sebelumnya yang diselenggarakan secara daring. Tujuan dari program pendampingan ini adalah (1) untuk mengetahui pelaksanaan program pendampingan; (2) untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari media genial yang digunakan dalam program pendampingan; (3) untuk mengetahui tanggapan peserta terkait aplikasi media genial; dan (4) untuk mengetahui respon peserta terhadap program pendampingan. Metode yang diterapkan pengabdi sebagai penunjang keberhasilan dalam pelaksanaan pendampingan ini adalah multimetode, yaitu ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Hasil yang diperoleh dari program pendampingan ini dapat disimpullkan bahwa kegiatan dapat berjalan lancar, mendapatkan respon yang cukup baik dalam penggunaan aplikasi media genial sekaligus respon yang positif pula dari peserta yang mengikuti program pendampingan. Kata Kunci: Motivasi Belajar; Media Genial; Pasca Pandemi Covid
Efforts Of Islamic Religious Education Teachers In Improving The Quality Of Learning In Elementary Schools Baiq Siti Hajar; Faridl Musyadad; Munarti Munizu; Lukman Affandi; Gamar Al Haddar
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 4 No. 1 (2023): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v4i1.1823

Abstract

The purpose of this study was to find out and analyze Islamic religious education instructors who have improved the quality of education in elementary schools. The research method is qualitative with the type of literature review research. Primary data sources consist of; educational and scientific literature books as well as books that are closely related to research using qualitative research methods involving literature studies. The results of research on Islamic religious education conducted at SDIT Multazam do not place cognitive aspects as the only goal, because Islamic knowledge must ultimately be applied in everyday life. The emphasis is on affective and psychomotor aspects, such as students' ability to practice Islamic religious teachings in everyday life, such as Duha prayers, memorizing the Koran, and congregational midday prayers.
Pendampingan Madrasah Dalam Penyusunan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di KKM MIN 2 Mataram Muzanni, Ahmad; Sutarto, Sutarto; Aryani, Menik; Musyadad, Faridl; Wardhani, Ratri Shinta
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 5, No 1 (2024): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v5i1.532

Abstract

Kegiatan pendampingan madrasah dalam penyusunan modul projek penguatan Profil Pelajar Pancasila di KKM MIN 2 Mataram bertujuan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila melalui perancangan modul projek yang terstruktur dan efektif. Pendampingan ini mencakup analisis kebutuhan madrasah, perancangan dimensi, tema, dan alokasi waktu projek, serta penyusunan strategi pelaporan hasil. Dengan mengadopsi pendekatan sistematis, tim pendampingan berhasil mengembangkan modul yang mencakup tujuan yang jelas, materi ajar, aktivitas berbasis projek, dan kriteria evaluasi yang komprehensif. Selama proses, dilakukan evaluasi mendalam terhadap infrastruktur, sumber daya, dan dukungan manajerial di KKM MIN 2 Mataram. Hasil dari pendampingan ini adalah modul yang tidak hanya memenuhi standar pendidikan tetapi juga mendukung penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari siswa. Projek ini diharapkan dapat berfungsi sebagai model bagi madrasah-madrasah lain dalam upaya serupa, serta meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai karakter dalam konteks pendidikan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPAS PADA KURIKULUM MERDEKA KELAS IV SD NEGERI GUGUS 3 KECAMATAN PENGASIH Rantiyem, Deti; Musyadad, Faridl; Evitasari, Atika Dwi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i2.7797

Abstract

This study aims to examine the implementation, challenges, and efforts in teaching Science and Social Studies (IPAS) within the Merdeka Curriculum in Grade IV of public elementary schools in Cluster 3, Pengasih District. This research employs a qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The results show that the schools in Cluster 3, Pengasih District, have implemented the Merdeka Curriculum by providing autonomy to students and teachers in the learning process. The teachers have undergone various training programs, including workshops, technical guidance, and webinars, to support the curriculum implementation. The implementation process includes the stages of planning, execution, and evaluation. Lesson planning involves designing teaching modules tailored to students' characteristics and utilizing various learning resources, including digital media. The teaching execution includes preliminary activities, core activities, and closing activities. The evaluation phase comprises diagnostic, formative, and summative assessments. Challenges encountered include difficulties faced by students in understanding science materials that require deep reasoning and are filled with numerous unfamiliar terms, which makes them feel overwhelmed. The complexity of reasoning and understanding foreign terms in science materials poses significant obstacles. Additionally, the lack of infrastructure hinders the development of process skills, making learning media and teaching materials less effective. There is also limited real-life application relevant to the learning materials. Efforts to overcome these challenges include conducting routine evaluations to assess students’ understanding, discussing difficult topics, reteaching, and enriching learning resources. Efforts to address infrastructure shortages involve assessing needs, providing appropriate facilities, and fostering students' responsibility to maintain these facilities. Teachers take the initiative to independently provide learning media to ensure the availability of tools and to aid students in understanding the material. The application of scientific concepts is enriched by utilizing the internet, other books, or collaboration with other teachers to broaden students’ horizons. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, dan upaya pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka di kelas IV SD Negeri Gugus 3 Kecamatan Pengasih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Gugus 3 Kecamatan Pengasih telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan memberikan kebebasan kepada peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran. Guru-guru di sekolah tersebut telah dilatih melalui berbagai pelatihan, termasuk kombel, bimtek, dan webinar untuk mendukung penerapan kurikulum. Proses implementasi meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyusun modul ajar yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan menggunakan berbagai sumber belajar, termasuk media digital. Pelaksanaan pembelajaran dengan tahap kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada tahap evaluasi mencakup assessment diagnostic, assessment formatif dan sumatif. Adapun kendala yang dihadapi, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi IPA yang memerlukan penalaran mendalam serta banyak istilah asing, yang mengakibatkan mereka merasa terbebani. Materi IPA yang memerlukan penalaran dan pemahaman, dan memahami istilah asing. Kurangnya sarana dan prasarana menyebabkan keterampilan proses sulit berkembang, media pembelajaran serta bahan ajar menjadi kurang efektif. Pada aplikasi ilmiah terbatasnya situasi nyata yang relevan dengan materi pembelajaran. Adapun Upaya untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan evaluasi rutin dilakukan untuk menilai pemahaman peserta didik, mendiskusikan materi yang sulit, melakukan pengajaran ulang, dan menambah sumber belajar. Pemenuhan sarana dan prasarana melalui pendataan kebutuhan, penyediaan yang sesuai, serta membangun tanggung jawab peserta didik untuk menjaga fasilitas. Guru inisiatif menyediakan media pembelajaran secara mandiri guna memastikan alat bantu tersedia dan membantu peserta didik memahami materi. Aplikasi ilmiah diperkaya dengan memanfaatkan internet, buku lain, atau kerja sama dengan guru lain untuk memperluas wawasan peserta didik.
Efektivitas Metode Demonstrasi dengan Media Papan Garis Bilangan dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Musyadad, Faridl
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 3, No 3 (2024): PEDAPAUD: JURNAL PENDIDIKAN DASAR DAN PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/pedapaud.v3i3.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode demonstrasi berbantuan media papan garis bilangan dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi Bilangan Bulat. Subjek penelitian terdiri dari 19 siswa kelas IV SD Negeri 2 Cipawon, yang mencakup 7 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan desain tindakan kelas yang berlangsung dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan dengan durasi dua jam pelajaran per sesi. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui lembar observasi bagi guru dan siswa, serta tes evaluasi yang dilakukan di akhir setiap siklus untuk mengukur prestasi belajar. Motivasi siswa diidentifikasi menggunakan angket amotivasi yang diberikan setelah setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama, nilai rata-rata prestasi belajar mencapai 65,5 dengan tingkat ketuntasan 73,3%, sementara pada siklus kedua meningkat menjadi 75,3 dengan ketuntasan 89,5%. Motivasi siswa juga mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata 3,30 pada siklus pertama dan 3,42 pada siklus kedua, keduanya berada dalam kategori baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode demonstrasi dengan dukungan media papan garis bilangan efektif dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika bagi siswa kelas IV SD Negeri 2 Cipawon.
Tipe TGT Berbantuan Media Baamboozle untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Pendidikan Pancasila Siswa Sekolah Dasar Ledjar Nur Ageng Prasetyo; Faridl Musyadad; Atika Dwi Evitasari
EDUKATIF: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Vol. 1 No. 02 (2025): ISSUE JULI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik kelas V SD Negeri Kalisana pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Baamboozle. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, terdiri dari dua siklus yang masing-masing mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah 28 peserta didik kelas V, terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes (pre-test dan post-test), observasi aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar peserta didik, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen penelitian divalidasi melalui triangulasi data, termasuk pengecekan konsistensi data antarobserver dan waktu observasi yang diperpanjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tipe TGT berbantuan media Baamboozle secara signifikan meningkatkan pemahaman peserta didik. Terlihat dari peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari 64,79 pada siklus I menjadi 85,5 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 35,72% pada siklus I menjadi 89,29% pada siklus II, memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Selain itu, aktivitas belajar peserta didik dan aktivitas mengajar guru juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II.
Alternatif Menstimulasi Hubungan Komunikasi Orang Tua dan Anak Usia Dini melalui Pelatihan Teknik Ice Breaking Nur Sya'ban Ratri Dwi Mulyani; Endah Rahmawati; Atika Dwi Evitasari; Siwi Utaminingtyas; Novy Trisnani; Faridl Musyadad; Ratri Shinta Wardani
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 05 (2025): ISSUE JUNI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia dini merupakan periode penting dalam pertumbuhan anak. Pada usia ini penting memberikan stimulasi untuk membantu perkembangan fisik, kognitif, Bahasa, sosial, dan emosi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif strategi yang dapat membantu orang tua dalam menjalin hubungan komunikasi dengan anak usia dini. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan informasi baru kepada para orang tua atau anak usia dini untuk lebih kreatif menggunakan teknik ice breaking sebagai rangsangan berkomunikasi dengan anak usia dini. Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan baik ditandai dengan keaktifan peserta dalam mendengarkan serta memperhatikan selama sesi pelatihan berlangsung. Peserta kegiatan pelatihan juga terlihat tertarik saat mempraktekan teknik ice breaking yang diberikan. Pelatihan ini berlangsung selama 1 hari dengan 25 peserta pelatihan. Sebanyak 88% orang tua menyebutkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk dilakukan dan sebanyak 82% peserta menyebutkan bahwa teknik ice breaking ini dapat menjadi alternatif membangun hubungan komunikasi antara orang tua dan anak usia dini.