Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN AEROBIK Fatoni; Didi Yudha Pranata; Rachmi Marsheilla Aguss; Andi Saiful Alimsyah; Mohammad Dika Raswadi
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 9 No. 1: April 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v9i1.65453

Abstract

Latihan aerobik merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang terbukti memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kardiovaskuler. Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi tetap harus memiliki kebugaran jasmani serta pola hidup yang baik karena tuntungan akademik, untuk itu membutuhkan intervensi berbasis olahraga untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan parameter daya tahan kardiovaskuler sebelum dan sesudah program latihan aerobik selama tiga bulan pada 50 mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest. Subjek mengikuti program latihan aerobik intensitas sedang hingga tinggi sebanyak tiga kali seminggu selama 12 minggu. Parameter yang diukur meliputi denyut jantung istirahat, tekanan darah sistolik dan diastolik, serta VO₂ max, yang dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk melihat perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada denyut jantung istirahat (78,4 ± 5,2 menjadi 70,6 ± 4,8 dpm, p < 0,001), tekanan darah sistolik (128,6 ± 7,4 menjadi 121,3 ± 6,8 mmHg, p < 0,001), dan tekanan darah diastolik (82,1 ± 5,6 menjadi 76,8 ± 5,2 mmHg, p < 0,001). Selain itu, kapasitas aerobik yang diukur melalui VO₂ max mengalami peningkatan signifikan (34,2 ± 4,1 menjadi 40,7 ± 4,5 mL/kg/menit, p < 0,001). Perubahan ini mencerminkan adaptasi fisiologis berupa peningkatan efisiensi kardiovaskuler dan kapasitas aerobik, yang mendukung pentingnya latihan aerobik intensitas sedang hingga tinggi dalam meningkatkan kesehatan jantung dan kebugaran jasmani.
Performa Kekuatan Otot Lengan Dan Perut Pada Atlet Muda Berdasarkan Usia Dan Jenis Kelamin Di Universitas Bina Bangsa Getsempena Rahmat, Zikrur; Didi Yudha Pranata; Eka Abdurrahman; Nadhira Yasmine Ahmad; Cantika putri
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 13 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i2.4030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, cabang olahraga, dan performa kekuatan otot lengan serta otot perut pada atlet muda di Unibersitas Bina Bangsa Getsempena. Kekuatan otot merupakan aspek fundamental dalam mendukung performa atletik, terutama dalam cabang olahraga yang menuntut daya tahan dan kekuatan fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel terdiri dari 24 atlet berusia 19–20 tahun dari berbagai cabang olahraga, yaitu voli, futsal, dan atletik, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran terdiri dari tes push-up (untuk kekuatan otot lengan) dan sit-up (untuk kekuatan otot perut), masing-masing dilakukan selama 60 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet dari cabang voli dan atletik memiliki skor lebih tinggi dalam kedua tes dibandingkan atlet dari cabang futsal. Rata-rata push-up tertinggi ditemukan pada atlet voli dan atletik (47 kali), sedangkan sit-up tertinggi pada atlet atletik (53 kali). Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara cabang olahraga dengan kekuatan otot, namun tidak ditemukan hubungan yang kuat antara usia dengan performa otot. Secara umum, atlet dengan kemampuan push-up tinggi juga memiliki kemampuan sit-up yang baik, menunjukkan adanya keterkaitan antara kekuatan otot lengan dan perut. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan fisik spesifik berdasarkan cabang olahraga. Penelitian ini menekankan pentingnya latihan terstruktur dan spesifik untuk menunjang performa optimal atlet muda