Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

SURVEY OF PB LAUSER ATHLETES' SMASH ABILITIES IN CENTRAL ACEH Maulana, Hairil; Munzir, Munzir; Yudha Pranata, Didi
Journal of Physical Education, Health and Sports Recreation Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Physical Education, Health and Sports Recreation
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpehsr.v1i2.54056

Abstract

Badminton is one of the most popular in Indonesia and the world. The game of badminton has basic techniques such as serves and smashes. Smash in badminton is a technique that is very necessary to get a point. This research aims to determine the smash ability of Central Aceh PB Lauser athletes. This type of research is quantitative descriptive research. The sample for this research was 5 athletes in the Men's Singles category PB Lauser Central Aceh. The research results from the five athletes had a maximum score of 35, a minimum score of 25, a mean of 29.2, and a standard deviation of 4.33. The good category is 40% and the bad category is 60%, so it can be concluded that the abilities of PB Lauser Aceh athletes are in the medium category. It is a good suggestion for the coach to provide a training program that leads to smash ability in badminton, such as training arm muscle strength.
PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN AEROBIK Fatoni; Didi Yudha Pranata; Rachmi Marsheilla Aguss; Andi Saiful Alimsyah; Mohammad Dika Raswadi
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 9 No. 1: April 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v9i1.65453

Abstract

Latihan aerobik merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang terbukti memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kardiovaskuler. Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi tetap harus memiliki kebugaran jasmani serta pola hidup yang baik karena tuntungan akademik, untuk itu membutuhkan intervensi berbasis olahraga untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan parameter daya tahan kardiovaskuler sebelum dan sesudah program latihan aerobik selama tiga bulan pada 50 mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest. Subjek mengikuti program latihan aerobik intensitas sedang hingga tinggi sebanyak tiga kali seminggu selama 12 minggu. Parameter yang diukur meliputi denyut jantung istirahat, tekanan darah sistolik dan diastolik, serta VO₂ max, yang dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk melihat perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada denyut jantung istirahat (78,4 ± 5,2 menjadi 70,6 ± 4,8 dpm, p < 0,001), tekanan darah sistolik (128,6 ± 7,4 menjadi 121,3 ± 6,8 mmHg, p < 0,001), dan tekanan darah diastolik (82,1 ± 5,6 menjadi 76,8 ± 5,2 mmHg, p < 0,001). Selain itu, kapasitas aerobik yang diukur melalui VO₂ max mengalami peningkatan signifikan (34,2 ± 4,1 menjadi 40,7 ± 4,5 mL/kg/menit, p < 0,001). Perubahan ini mencerminkan adaptasi fisiologis berupa peningkatan efisiensi kardiovaskuler dan kapasitas aerobik, yang mendukung pentingnya latihan aerobik intensitas sedang hingga tinggi dalam meningkatkan kesehatan jantung dan kebugaran jasmani.
Performa Kekuatan Otot Lengan Dan Perut Pada Atlet Muda Berdasarkan Usia Dan Jenis Kelamin Di Universitas Bina Bangsa Getsempena Rahmat, Zikrur; Didi Yudha Pranata; Eka Abdurrahman; Nadhira Yasmine Ahmad; Cantika putri
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 13 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v13i2.4030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, cabang olahraga, dan performa kekuatan otot lengan serta otot perut pada atlet muda di Unibersitas Bina Bangsa Getsempena. Kekuatan otot merupakan aspek fundamental dalam mendukung performa atletik, terutama dalam cabang olahraga yang menuntut daya tahan dan kekuatan fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel terdiri dari 24 atlet berusia 19–20 tahun dari berbagai cabang olahraga, yaitu voli, futsal, dan atletik, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran terdiri dari tes push-up (untuk kekuatan otot lengan) dan sit-up (untuk kekuatan otot perut), masing-masing dilakukan selama 60 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet dari cabang voli dan atletik memiliki skor lebih tinggi dalam kedua tes dibandingkan atlet dari cabang futsal. Rata-rata push-up tertinggi ditemukan pada atlet voli dan atletik (47 kali), sedangkan sit-up tertinggi pada atlet atletik (53 kali). Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara cabang olahraga dengan kekuatan otot, namun tidak ditemukan hubungan yang kuat antara usia dengan performa otot. Secara umum, atlet dengan kemampuan push-up tinggi juga memiliki kemampuan sit-up yang baik, menunjukkan adanya keterkaitan antara kekuatan otot lengan dan perut. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan fisik spesifik berdasarkan cabang olahraga. Penelitian ini menekankan pentingnya latihan terstruktur dan spesifik untuk menunjang performa optimal atlet muda
Developing Collaboration Between Parents, Schools, and the Community to Improve the Quality of Education at Jurong Pande Public Elementary School Irmayani Irmayani; Muhammad Iqbal; Didi Yudha Pranata
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 4 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.4.p.168-180

Abstract

Educational quality improvement requires effective collaboration among schools, parents, and the community, especially in the era of educational transformation. This study was conducted to examine the conditions, implementation, and effectiveness of school family community collaboration in improving educational quality at Jurong Pande Public Elementary School. The research employed a mixed methods approach, combining quantitative and qualitative data. Quantitative data were collected through Likert scale questionnaires distributed to parents, teachers, and community members, while qualitative data were obtained through interviews, observations, and documentation. The results indicate that collaboration among parents, teachers, and the community is generally categorized as good to very good, particularly in aspects of communication, participation, and support. Observational findings confirm that collaborative activities are consistently implemented and integrated into school programs. Expert validation results show that the developed collaboration model is highly valid and feasible for implementation. The study concludes that structured, participatory, and sustainable collaboration among schools, parents, and communities contributes positively to improving academic performance, student character development, and the overall school environment. Future research may explore the application of this collaboration model in different educational contexts to strengthen its adaptability and sustainability.
Identification of Sports Injuries in Semarang City Communities based on Gender Muhammad Muhibbi; Didi Yudha Pranata; Ahmad Teguh Ramadhan; Fekie Adila
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol. 5 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/68nqsg91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis cedera dan lokasi cedera olahraga yang dialami oleh penduduk Kota Semarang berdasarkan jenis kelamin. Metode survei digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah penduduk Semarang yang menjadi pasien Klinik Pijat Seger Waras. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan statistik frekuensi. Hasil menunjukkan bahwa cedera olahraga yang terjadi pada penduduk Kota Semarang terdiri dari 1,12% cedera leher pada pria dan 3,06% pada wanita, 10,82% cedera bahu pada pria dan 15,31% pada wanita, 0,87% cedera siku luar pada pria dan 1,02% pada wanita, 0,37% cedera siku dalam pada pria dan 0% pada wanita, 1,99% pria dan 12,24% wanita pada pergelangan tangan, 0,25% pria dan 1,02% wanita pada telapak tangan, 0,75% pria dan 2,04% wanita pada jari, 5,72% pria dan 6,12% wanita pada punggung, 10,07% pria dan 19,39% wanita pada pinggang, sindrom piriformis pada pria 2,74% dan wanita 2,04%, otot hamstring pada pria 2,99% dan wanita 3,06%, lutut pada pria 41,04% dan wanita 21,43%, betis pada pria 1,12% dan wanita 1,02%, dan pergelangan kaki pada pria 20,15% dan wanita 12,24%. Kesimpulannya, cedera olahraga yang dialami oleh penduduk Kota Semarang terdiri dari 14 jenis cedera olahraga, dan cedera yang paling sering dialami oleh pria dan wanita adalah cedera lutut, dengan 330 pria (41,04%) mengalami cedera lutut dan 21 wanita mengalami cedera lutut (21,43%).
THE EFFECTIVENESS OF THE JOYFUL LEARNING-BASED TARGET METHOD IN IMPROVING BADMINTON SERVICE RESULTS Wisnu Wardhana; Sapto Wibowo; Sugiharto Sugiharto; Sahabul Adri Ar; Didi Yudha Pranata
Jurnal Penjaskesrek Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badminton service skill is a fundamental technique that requires accuracy, consistency, and active student engagement during the learning process. However, badminton learning in schools is still frequently dominated by repetitive instruction-based exercises that reduce students' motivation and participation. This study aimed to analyze the effectiveness of the joyful learning-based target method in improving students' badminton short service skills. This study employed a quantitative pre-experimental one-group post-test design. The population consisted of 105 tenth-grade students, with 70 students selected through simple random sampling. The intervention was conducted in 12 meetings using a target-based badminton service training integrated with joyful learning principles. The research instrument was a short service accuracy test consisting of 12 attempts with a scoring range of 1–5 for each trial. Instrument validity was confirmed through expert judgment, while reliability testing showed a high Intraclass Correlation Coefficient (ICC = 0.87). The data were analyzed using descriptive statistics and Cohen's d effect size analysis. The findings showed that 20% of students achieved the excellent category, 37% good, 26% fair, 13% poor, and 4% very poor. The mean score reached 41.8, which was classified as good. The intervention showed positive improvement in students' service accuracy and consistency. In addition, the effect size analysis indicated effectiveness at a moderate-to-high level (Cohen's d = 0.82). The joyful learning-based target method indicated effectiveness in improving badminton service skills and creating a more engaging learning environment in physical education.
Evaluasi Keterampilan Passing Bawah Permainan Bola Voli Dalam Pembelajaran PJOK Di SDN 24 Banda Aceh Sahrial; Didi Yudha Pranata; Novia Rozalini
JURNAL PRESTASI Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL PRESTASI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/xd6ss217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan passing bawah bola voli dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas V SD Negeri 24 Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pengalaman dan kemampuan teknik siswa secara mendalam. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa kelas V tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi sistematis, tes pergerakan keterampilan passing bawah, wawancara terstruktur dengan guru PJOK, serta dokumentasi. Instrumen evaluasi menggunakan tes praktik yang menilai tiga indikator utama, yaitu sikap awal, perkenaan bola, dan sikap akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan passing bawah siswa secara umum berada pada kategori baik. Sebagian besar siswa telah mampu menunjukkan posisi tubuh yang benar pada sikap awal dan sikap akhir, tapi masih ditemukan kendala pada indikator perkenaan bola, khususnya dalam merapatkan kedua lengan dan meluruskan siku secara konsisten. Faktor penghambat yang teridentifikasi meliputi rasa takut terhadap laju bola yang cepat serta kurangnya frekuensi latihan mandiri di luar jam sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah tingkat keterampilan passing bawah siswa kelas V SDN 24 Banda Aceh berkategori baik, yang keberhasilannya dipengaruhi oleh metode demonstrasi langsung oleh guru, motivasi intrinsik siswa, serta dukungan sarana prasarana sekolah yang memadai.
THE EFFECT OF TEACHING STYLE AND MOTIVATION ON FOOTBALL DRIBBLING LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS OF SMA 2 TAKENGON Sahabul Adri AR; Didi Yudha Pranata; Nugraha Pratama; Helminsyah Helminsyah; Sugiharto Sugiharto
Jurnal Penjaskesrek Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine: 1) the difference in the influence between the Teaching Style of Practice, the Inclusion teaching style on the learning outcomes of soccer dribbling , 2) the difference in the influence between high and low levels of motivation on the learning outcomes of soccer dribbling, 3) there is an interaction between teaching style and motivation on the learning outcomes of soccer dribbling. This study uses an experimental method with a 2 x 2 factorial design. The research population of students amounted to 175 people and the sample used in this study amounted to 44 people with a purposive sampling technique, consisting of 22 students with high motivation and 22 students with low motivation. The results of the study showed that the results of the pre-test dribbling in soccer games using the Teaching Style of Practice from 22 students who were sampled in this study showed that the results of the pre-test dribbling in soccer games averaged 62.70. The results of the post-test dribbling in soccer games averaged 85.23, resulting in an increase in value of 22.53. Meanwhile, the results of dribbling learning in soccer games using an inclusive teaching style from 22 students sampled in this study showed that the average dribbling pre-test result in soccer games was 62.72. The average dribbling post-test result in soccer games was 82.98, resulting in an increase in value of 20.25.
AUGMENTED REALITY (AR)-BASED LEARNING ON PHYSICAL EDUCATION LEARNING OUTCOMES Rizkei Kurniawan; Sultan Maulana Hakim; Yoki Afriandy Rangkuti; Didi Yudha Pranata
Jurnal Visipena Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/visipena.v16i2.3382

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Augmented Reality (AR)-based learning in improving physical education outcomes among junior high school students. Using a quantitative approach with a pretest–posttest design, the research involved 32 students who received AR-assisted instruction on basic basketball movements. The assessment instruments covered cognitive, affective, and psychomotor domains. The findings revealed a significant improvement from pretest to posttest scores, with the N-Gain value categorized as effective. The use of AR provided an immersive learning experience through three-dimensional visualization, enhancing students’ motivation, engagement, and conceptual understanding. The discussion highlights that AR supports active learning in line with constructivist and socioconstructivist theories, while also offering opportunities to strengthen motor skills through interactive simulations. Nevertheless, the implementation of AR still faces challenges such as limited teacher competence and technological infrastructure. These findings underscore the potential of AR as an innovative learning medium to improve the quality of physical education. The implications of this study include the need for teacher training and the development of adaptive technology-based learning models.
Analisis Kualitas Gerakan Dropshot Dan Tingkat Kecemasan Atlet Bulutangkis Pra Pora Abdya Muhammad Farhan Aulya; Riska Amanda; Didi Yudha Pranata
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 3 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i3.6610

Abstract

Penelitian ini dimulai karena pentingnya kemampuan menggunakan teknik dropshot serta kondisi mental atlet, terutama tingkat kecemasan, dalam membantu meningkatkan performa bermain bulutangkis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas gerakan dropshot, memahami tingkat kecemasan, serta menggambarkan kualitas gerakan dropshot dan tingkat kecemasan atlet bulutangkis Pra PORA Abdya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 16 atlet bulutangkis Pra PORA Abdya yang semuanya digunakan sebagai sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi untuk mengevaluasi kualitas gerakan dropshot berdasarkan tahap preparation, execution, dan follow-through, serta menggunakan angket untuk mengetahui tingkat kecemasan para atlet. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas gerakan dropshot atlet memiliki nilai rata-rata 11, masuk dalam kategori Baik.Dari total atlet yang dianalisis, 9 orang (56%) termasuk dalam kategori Baik, sedangkan 7 orang (44%) termasuk dalam kategori Baik Sekali. Tingkat kecemasan para atlet mencapai rata-rata 21% dengan kategori Lemah, yang terdiri dari 9 atlet (56%) yang memiliki kategori Sangat Lemah dan 7 atlet (44%) yang termasuk dalam kategori Lemah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa atlet bulutangkis Pra PORA Abdya memiliki kemampuan dalam melakukan gerakan dropshot yang cukup baik dan tingkat kecemasan yang tidak terlalu tinggi, sehingga menunjukkan kesiapan dalam teknik serta kondisi mental yang mendukung dalam menghadapi latihan maupun pertandingan.