Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Menjadi Guru yang Inovatif Pada Era Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Nusa Penida Pancaria, I Nyoman; Yulia Angga Dewi, Putu; Suparya, I Ketut; Adi Nugraha Tristaningrat, Made; Surya Adnyana, Komang; Suardipa, I Putu; Kurniawati, Ni Nyoman; Ardiawan, I Ketut Ngurah; Arya Yudaparmita, Gusti Ngurah; Candra Prastya Dewi, Ni Putu; Heny Nirmayani, Luh; Hengki Primayana, Kadek; Ari Winangun, I Made; Wahyu Wiguna, I Komang; Eka Sastrika Ayu, Putu; Arya Wiradnyana, I Gede; Ida Arsani Dewi, Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3011

Abstract

Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah fokus pada materi esensial sehingga pembelajaran lebih mendalam, waktu lebih banyak untuk pengembangan kompetensi dan karakter melalui belajar kelompok seputar konteks nyata (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Capaian pembelajaran per fase dan jam pelajaran yang fleksibel mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan. Modul ajar dalam konteks Kurikulum Merdeka merupakan bahan pembelajaran yang dirancang secara sistematis dan komprehensif untuk mendukung implementasi kurikulum yang berfokus pada pengembangan kompetensi peserta didik. Modul ajar Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Peserta didik dihadapkan pada situasi atau masalah nyata yang harus dipecahkan melalui kegiatan proyek atau penyelidikan. Pendampingan ini akan membantu guru dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan pembelajaran di masa depan. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini berjumlah 25 orang yang berasal dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE PADA PEMBELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR: KAJIAN LITERASI Zyra Aurelia Putri, Putu; Ari Winangun, I Made; Lisna Handayani, Ni Nyoman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46714

Abstract

This literature review discusses the application of the Think Talk Write cooperative learning model in science learning in elementary schools. Science learning in elementary schools still faces obstacles such as low student activity, lack of variety in learning methods, and suboptimal conceptual understanding, which impacts student learning outcomes. This study aims to analyze the application of the Think Talk Write cooperative learning model as an alternative to improve the quality of science learning. The method used is a literature review with a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) flow. A total of eleven scientific articles were found in the identification stage, then selected through a screening and feasibility stage based on topic relevance, variable suitability, and completeness of content until five articles were obtained that met the criteria for further analysis. The research stages include identification, article selection, content analysis, and systematic synthesis of research results. The results of the study indicate that the Think Talk Write model has a positive impact on science learning, as demonstrated by improved learning outcomes, active student participation, and conceptual understanding through structured thinking, discussion, and writing activities. Thus, this model is considered effective and relevant to implement to create active, meaningful, and student-centered learning.