Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kajian Tentang Gembala Yang Menjadi Panutan Di Jemaat Gki Elim Malanu Anthoni, Jean; Runtuwene, Eva
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 1 No 1 (2016): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v1i1.15

Abstract

Profil seorang Gembala dalam kehidupan pribadi keluarganya sangatlah berperan penting dalam jemaat, dimana jemaat menginginkan seorang Gembala yang dapat menjadi panutan bagi mereka, Dan ketika jemaat menginginkan seorang Gembala yang dapat menjadi panutan bagi mereka, tentulah ini dimulai dari kehidupan pribadi seorang gembala tersebut, agar ketika Gembala mengembalakan jemaat, memberikan solusi atau jalan keluar yang dihadapi oleh anggota jemaat.Kata gembala secara harafiah dalam bahasa Ibrani adalah "ro'eh", dalam bahasa Yunani "poimen" dan dalam bahasa latinnya disebut "Pastor". Gambaran Gembala inilah yang terlukis dalam kehidupan umat Kristen, khususnya para pemimpin gereja atau yang kita kenal dengan sebutan Pendeta atau Gembala Sidang. Para Pendeta atau Gembala Sidang ini berbeda dengan gembala yang kita kenal sebagai Yesus Kristus. Pendeta atau Gembala Sidang ini hares melalui suatu tahap pendidikan yang memberikan mereka ilmu dalam membina dan bekerja dalam jemaat. Oleh sebab itu untuk menjadi seorang Gembala Sidang atau Pendeta yang menjadi panutan dalam jemaatnya, maka setidaknya ia harus memiliki sifat-sifat lemah lembut, rendah hati, bijaksana, sopan, cakap mengajar dan suka memberi tumpangan, seorang yang dapat menahan diri bukan hamba uang, sopan, sabar, pembawa damai, dapat membimbing, melindungi jemaat, suka bergaul dengan orang lain, memiliki hati yang terbuka terhadap segala macam golongan manusia : kaya, miskin, pintar, bodoh, bawahan atau atasaan. Dari semua itu yang terpenting adalah bahwa seorang Gembala Sidang atau Pendeta harus memiliki karakter seperti Sang Gembala Agung, yaitu Yesus Kristus.
PENGARUH BELAJAR ONLINE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Ohoiwutun, Korneles V.; Anthoni, Jean; Kamesfle, Rehueliah
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 7 No 2 (2022): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v7i2.58

Abstract

Pengaruh Belajar di SD Impress 66 Kota Sorong merupakan judul dari masalah yang digumuli di lingkungan sekolah, yaitu proses pembelajaran yang dilakukan secara online dimana guru dan siswa berada di tempat/ruangan yang berbeda dan melakukan proses belajar online sebagai langkah pencegahan penyebaran Virus Corona dan juga keberlanjutan pembelajaran menuju pencapaian mutu pengetahuan siswa. Namun, belajar online yang diterapkan kurang memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar seperti yang diharapkan. Penelitian untuk mengetahui faktor penyebab kurangnya pengaruh belajar online terhadap motivasi belajar dan juga mengetahui bagaimana cara belajar online yang memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Menggunakan metode kualitatif, populasi 150 orang dan sampel 30 orang, dengan teknik observasi, studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah terwujudnya pembelajaran online yang meningkatkan motivasi belajar siswa menuju prestasi yang baik di bidang ilmu pengetahuan.
MEMAHAMI ARTI KEBEBASAN MENURUT GALATIA 5:1-15 DAN IMPLIKASINYA BAGI ORANG KRISTEN MASA KINI: UNDERSTAND THE MEANING OF FREEDOM BY GALATIANS 5:1-15 AND ITS IMPLICATIONS FOR TODAY'S CHRISTIANS Manuputty, Sherlly Wella; Anthoni, Jean; Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 1 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i1.107

Abstract

Kebebasan adalah salah satu topik penting yang hingga sekarang terus menjadi persoalan bagi setiap manusia. Kebebasan dapat membawa dampak yang positif tetapi juga dapat membawa dampak yang negatif tergantung dari pemahaman setiap individu mengenai arti kebebasan. Karya keselamatan Yesus Kristus membawa pembebasan bagi orang percaya. Bagi sebagian besar orang-orang Kristen masa kini mereka tidak memahami dan melupakan arti dari kebebasan yang sebenarnya diberikan bagi mereka oleh Yesus Kristus. Untuk itu, Tujuan penelitian ini dilakukan adalah: Pertama, agar dapat mengetahui arti dari kebebasan dalam Galatia 5:1-15. Kedua, untuk menjelaskan bagaimana implikasinya bagi orang Kristen masa kini. Metode yang dipakai untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan dilakukannya analisis konteks, analisis teks, analisis teologis, dan implikasinya bagi orang Kristen masa kini sehingga dapat mengetahui arti kebebasan dalam Galatia 5:1-15. Berdasarkan penguraian penulis dalam penelitian ini sehingga dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Kristus telah membebaskan setiap orang yang percaya dari belenggu dosa sehingga kebebasan di dalam Kristus bukan untuk melakukan sesuatu yang diluar Injil tetapi untuk jangan lagi kita dikenakan kuk perhambaan yaitu memberikan kesempatan bagi daging untuk hidup di dalam dosa melainkan untuk hidup melayani seorang akan yang lain dengan kasih. Kedua, dari pembahasan mengenai Galatia 5:1-15, orang Kristen masa kini dapat mengetahui arti kebebasan yang sejati dan dapat menerapkannya dalam diri setiap pribadi orang Kristen masa kini untuk jangan lagi hidup dalam dosa tetapi untuk hidup benar dan dapat menerapkan tanggung jawab dari kebebasan yang telah diterima itu dengan melayani sesama dengan kasih.
PERAN BAPAK-BAPAK DALAM IBADAH PKB DI POS PELAYANAN MAKEDONIA JEMAAT GKI MARANATHA REMU BERDASARKAN 1 TIMOTIUS 4:8: THE ROLE OF FATHER IN PKB WORSHIP IN THE SERVICE POST OF MAKEDONIA GKI MARANATHA REMU BASED ON 1 TIMOTHY 4: 8 Ngarbingan, Jhon Philips; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 5 No 1 (2020): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v5i1.110

Abstract

Kehidupan kaum Bapak-bapak PKB, Khususnya di Pos Pelayanan Makedonia Jemaat GKI Maranatha Remu, kebanyakan Bapak-bapak hampir tidak berperan aktif di dalam ibadah PKB.Hal ini di sebab oleh kondisi ekonomi yang membuat kaum bapak di sibukan dengan pekerjaan untuk menafkai di dalam keluarga yang menyebabkan mereka lupa membagi waktu dalam beribadah dan juga aktif dalam ibadah pesekutuan kaum bapak dan mayoritas kaum bapak yang berada di Pos Pelayanan Makedonia mempunyai pekerjaan sebagai nelayan dan juga sebagai buru lepas ada juga buru di pelabuhan. dan juga di sebabkan oleh rasa malu, dari faktor pendididikan dan juga pengetahuan sehinggah timbul rasa minder untuk hadir di dalam ibadah persekutuan kaum bapak ( PKB). Tujuan dari penulisan ini penulisan ingin memberi pemahaman tentang pentingnya peran kaum Bapak PKB dalam ibadah. Untuk menumbuhkan kualitas iman sebagia imam di dalam keluarga Kristen. Metode penilitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif yang beramegumpulkan data-data yang berkaitan dengan judul wawancara langsung atau mencatat dan memasukan informasi yang di terima dari responden. Dengan demikian ibadah sangat penting agar dapat menerima ajaran dan kualitas iman sebagai imam di dalam keluarga Kristen.
MENGEMBANGKAN MODERASI BERAGAMA DIKALANGAN PERSEKUTUAN ANGGOTA MUDA: DEVELOPING RELIGIOUS MODERATION AMONG THE FELLOWSHIP OF YOUNG MEMBERS Dompas, Arifin Alomona; Anthoni, Jean; Elias, Thomson Framonty E
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.163

Abstract

Moderasi atau moderator berasal dari bahasa latin moderatio yang berarti moderasi, arti moderasi adalah bertindak sebagai mediator, termasuk peran hakim sebagai penengah (mediator) bagi orang-orang yang mempunyai permasalahan seperti itu. agar keduanya mendapatkan keadilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada generasi muda mengenai isu moderasi beragama. Generasi muda sebagai aset dan penerus bangsa harus dibekali dengan pemikiran yang mengarah pada keterbukaan, seperti siap menerima kelompok lain yang berbeda agama. Kegiatan pengabdian yang bertemakan peningkatan moderasi beragama merupakan salah satu cara untuk mengenalkan generasi muda tidak hanya pada pandangan agama yang mendalam namun juga toleransi dan moderasi. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif yang melakukan wawancara secara langsung dan mencacat dokumen untuk mengumpulkan data-data yang akan digunakan untuk menunjang penelitihan. Seluruh data yang diperoleh dan diverifikasi ulang agar data tersebut digunakan sungguh-sungguh valid. Hasil kegiatan menunjukkan kesadaran generasi muda terhadap moderasi beragama sangat baik. Ini merupakan sumber modal yang penting untuk pelatihan kepribadian yang lebih terspesialisasi bagi generasi muda masa depan. Oleh karena itu, perlu dilanjutkannya program perluasan cakupan peningkatan pemahaman moderasi beragama. Kegiatan ini hanya ditujukan untuk generasi muda sehingga dampaknya terbatas. Kedepannya, perlu dilakukan upaya besar dengan melibatkan partisipasi lapisan masyarakat yang lebih luas.
PENTINGNYA PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN SPIRITUALITAS REMAJA: THE IMPORTANCE OF THE ROLE OF PARENTS IN FORMATION OF YOUTH SPIRITUALITY Silangen, Grey Gratsia; Kwaktolo, Agustinus; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.167

Abstract

Dalam observasi awal penulis menemukan bahwa di jemaat GKI Emaus km 10 pantai ada sebagian orang tua yang belum menjalankan perananya dengan baik, kurang memperhatikan remaja dan kurang peka terhadap masalah yang dialami remaja karena kesibukan dalam pekerjaan, sehingga berdampak pada kebutuhan mental, kurang kasih sayang, dan spiritualitas remaja tidak terpenuhi dengan baik dan tingkah laku remaja tidak terkendali atau sering dikenal dengan kenalakan remaja . Dengan adanya permasalahan tersebut maka penulis merasa penting untuk melakukan penelitian di Jemaat GKI Emaus km 10 pantai untuk mengetahui bagaimana peranan orang tua dalam pembentukan spiritualitas remaja dan faktor-faktor penyebab menurunnya spiritualitas remaja. Dengan menggunakan penelitian kualitatif yang di mana metode ini dilakukan dengan cara penulis melakukan penelitian secara langsung dengan turun lapangan untuk mengambil data kepada objek yang diteliti. Teknik pengambilan data dengan observasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan ditempat penelitian yaitu, dalam lingkungan keluarga ada orang tua yang sudah menjalankan peranannya dengan baik sehingga menghasilkan remaja yang memiliki spiritualitas yang baik pula, tetapi ada juga orang tua yang belum menjalankan peranannya dengan baik yang berdampak pada spiritualitas remaja menjadi buruk. Oleh sebab itu, orang tua harus memahami peranannya dalam keluarga yang adalah dasar dan fondasi bagi pertumbuhan iman keluarga. Serta orang tua harus lebih meningkatkan pereanannya dalam membentuk spiritualitas remaja melalui pengajaran Alkitab.
PEMAHAMAN JEMAAT TENTANG ARWAH ORANG MATI: THE CONGREGATION'S UNDERSTANDING OF THE SPIRITS OF THE DEAD Telussa, Majesty. C. F. L.; Montang, Ricky Donald; Anthoni, Jean
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.168

Abstract

Arwah umumnya dikenal sebagai jiwa atau roh dari orang mati yang dipercayai kehadirannya berada disekitar manusia. Banyak orang kristen yang masih percaya akan keberadaan arwah orang mati disekitar mereka. Hal itu dipercayai karena mereka memiliki pengalaman pribadi ketika bertemu dengan arwah orang mati. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman jemaat GKI Galilea Km 8 tentang arwah orang mati dan mengetahui pandangan teologis tentang arwah orang mati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif, yaitu dengan cara wawancara secara langsung untuk memperoleh informasi (data) yang tepat. Populasinya adalah Jemaat GKI Galilea km 8, terdiri dari 982 jiwa dan 209 Kepala Keluarga (KK). Dengan Sampel yang diambil berjumlah 50 orang terdiri dari 1 pendeta, 14 majelis jemaat, 10 kaum bapak, 13 kaum ibu, dan 12 kaum pemuda. hasil data penelitian, maka kesimpulan yang diambil adalah sebagai berikut: ditemui bahwa jemaat GKI Galilea Km 8 ternyata memiliki pemahaman yang beragam tentang arwah orang matii yaitu Jemaat percaya akan adanya keberadaan arwah orang mati disekitar mereka, Jemaat masih ragu untuk percaya atau tidak percaya akan adanya keberadaan arwah orang mati disekitar mereka dan jemaat tidak percaya akan adanya keberadaan arwah orang mati disekitar mereka.
PENGARUH PEMBAYARAN MAS KAWIN TERHADAP PERNIKAHAN KUDUS : THE EFFECT OF DOWRY PAYMENT ON HOLY MARRIAGE Anthoni, Jean; Wattimury, Wiesye Agnes; Akwan, Elisabeth
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.210

Abstract

Tugas akhir ini membahas mengenai Pengaruh Pembayaran Maskawin Terhadap Pernikahan Kudus di Jemaat Maranatha Klarion. Dengan melihat, banyak pasangan Kristen yang hidup bersama sebagai suami istri, tetapi belum diberkati dalam pernikahan kudus, sehingga hal ini harus diperhatikan khususnya dijemaat Maranatha Klarion, agar keluarga Kristen dapat hidup di dalam berkat Tuhan dengan mengutamakan Tuhan sebagai kepala dalam keluarga mereka. Sebuah penelitian yang penulis lakukan saat ini menggunakan sebuah metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data antara lain observasi, wawancara. Dan yang menjadi populasi adalah seluruh warga jemaat yang ada di Maranatha Klarion yang jumlahnya ada 40 KK, sehingga yang penulis tentukan dalam pengambilan sampel ini menggunakan teknik purposive sampling, atau sampel bertujuan, artinya sampel yang penulis tetapkan ini harus mampu memberikan data yang akurat. Jadi jumlah sampel ada 30 responden terdiri dari majelis jemaat, toko adat, toko masyarakat, kepala kampung, para pemuda dan beberapa keluarga yang belum menikah. Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa dalam Pembayaran Maskawin suku Moi Klabra memang sangat terstruktur dan ketat yang diwariskan turun-temurun dan itu sangat penting dalam kehidupan manusia yang beradat. Tetapi sangat disayangkan, karena banyak pasangan yang hidup bersama namun belum diberkati dalam pernikahan kudus, sehingga masih hidup didalam perzinahan, dan anak-anak mereka bisa dibilang anak-anak diluar nikah. Itulah sebabnya pengaruh mas kawin dalam pernikahan ini, menjadi hal yang sangat penting, dan harus dilihat secara baik oleh gereja dan adat dalam sisi Firman Tuhan.
PERAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MENURUT KITAB HAKIM-HAKIM 4:1-24: THE ROLE OF WOMEN'S LEADERSHIP ACCORDING TO JUDGES 4:1-24 Wattimury, Wiesye Agnes; Anthoni, Jean; Pipa, Nafari
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.213

Abstract

Perempuan pada dasarnya dianggap sebagai sosok yang tidak mampun dalam menyelesaikan tanggung jawab . Namun kepemimpinan perempuan mampun memberi motivasi kepada bawahan untuk bekerja lebih baik dengan menunjukan keyakinan dan daya tarik pada pengikutnya dalam memberikan contoh baik, ide-ide yang baik agar bawahannya termotivasi. Agar penulis lebih memahami peran kepemipinan perempuan, penulis melakukan penelitian. Jenis penilitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Hal tersebut pemahan yang baik tentang kepemipinan perempuan. Dalam kepemimpinannya Debora mengandalkan Tuhan, dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan, bahkan ia melaksanakan dua peranan sekaligus dengan penuh tanggungjawab yang disertai dengan iman percaya kepada Tuhan. Meskipun dalam beberapa fungsi berbeda namun seharusnya dari hal ini perempuan dan laki-laki melihat perbadaan sebagai wadah untuk saling melengkapi. Dari teks Hakim-Hakim 4:1-24 memperlihatkan bahwa Allah tidak pernah mempermasalahkan soal gender dalam hal kepemimpinan, hal ini terbukti dari pemilihan Allah untuk Debora dalam memimpin umat Israel
MANAJEMEN KEUANGAN GEREJA: CHURCH FINANCIAL MANAGEMENT Wattimury, Wiesye Agnes; Anthoni, Jean; Suruan, Yurlis
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.219

Abstract

Manajmen keuangan merupakan suatu proses yang sangat dibutuhkan dalam gereja, karena dalam proses manajemen keuangan terdapat langkah-langkah atau tahapan dalam mancapai tujuan gereja sehingga dapat mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. Selain proses manajemen keuangan yang perlu diperhatikan dalam sebuah instansi keagamaan (gereja) kinerja dalam sebuah gereja juga perlu diperhatikan. Kinerja juga membutuhkan manajemen supaya tanggung jawab yang dikerjakan boleh tertata dengan baik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi apakah Pengelolahan Perbendaharaan Gereja Jemaat GKI Elim Malanu dapat meningkatkan sistem manajemen keungan Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua (GKI). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitataf adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistic atau bentuk hitungan lainnya dan berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Teknik pungumpulan data yang digunakanan adalah dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskreptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengelolahan perbendaharan Gereja dapat mengikuti Pentujnuk Teknis Pengelolahan Perbendaharan Gereja atau Manual Administrasi Keuangan (MAK) agar tercapainya pengelolahan keuangan yang transparan serta pelaporan yang tetapat dan menghasilkan kepuasan serta menimbulkan kepercayaan para anggota jemaat kepada pengelolah Perbendaharaan Gereja (Otorisator, Ordonatur, dan Bendahara)