Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan kader kesehatan tentang pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang Luhung, Monika; Sutiyarsih, Emy; Diatanti, Narita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.29445

Abstract

Abstrak Lansia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan dengan usia muda. Pemberian nutrisi yang tepat sangat penting dilakukan pada lansia diabetes dan dapat membantu menjaga kadar glukosa darah direntang normal serta mencegah komplikasi lebih serius. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan kader kesehatah tentang pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah demonstrasi. Kegiatan pengabdian dilakukan direntang waktu antara September 2024-Februari 2025, dalam tiga kali pertemuan dan diikuti 14 peserta, yaitu kader kesehatan yang berasal dari desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre dan post tes menggunakan kuisioner untuk mengukur pemahaman kader, sedangkan penilaian ketrampilan demontrasi menggunakan lembar observasi. Hasil pelatihan menunjukkan pengetahuan kader  kesehatan tentang pemberian nutrisi lansia penderita diabetes melitus didapatkan nilai rata-rata pre tes 86 % (12 orang) pengetahuan Cukup meningkat menjadi 93 % (13 orang) pengetahuan Baik pada post test, sedangkan demonstrasikan pemberian nutrisi menunjukkan hasil Baik yaitu 93 % (13 orang) dapat mendemonstrasikan pemberian nutrisi pada lansia diabates melitus. Kesimpulan: Pelatihan ini membuktikan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus. Setelah pelatihan, sebagian besar kader mampu memahami dan mendemonstrasikan pemberian nutrisi dengan baik. Hal ini menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis dalam edukasi nutrisi kepada lansia guna membantu menjaga kadar glukosa darah tetap dalam rentang normal. Kata kunci:  diabetes melitus; kader; nutrisi lansia. AbstractThe elderly have different nutritional needs compared to young age. Providing the right nutrition is very important for the elderly with diabetes and can help keep blood glucose levels in the normal range and prevent more serious complications. This community service aims to carry out health cadre training on providing nutrition to the elderly with diabetes mellitus at the Tajinan Health Center, Malang Regency. The method used in this training was demonstration. The service activities were carried out in the period between September 2024 and February 2025, in three meetings and attended by 14 participants, namely health cadres from Gunungronggo village, Tajinan District, Malang Regency.. Success evaluation was carried out through pre and post tests using questionnaires to measure cadre understanding, while demonstration skills assessment used observation sheets. The results of the training showed that the knowledge of health cadres about the provision of nutrition to the elderly with diabetes mellitus was obtained with an average pre-test score of 86% (12 people) knowledge of Sufficient increased to 93% (13 people) of Good knowledge in the post-test, while the demonstration of nutrition showed good results, namely 93% (13 people) could demonstrate the provision of nutrition to the elderly with diabates melitus. Conclusion: This training confirmed a significant improvement in the knowledge and skills of health cadres regarding nutritional care for elderly patients with diabetes mellitus. After the training, most cadres were able to understand and properly demonstrate the provision of nutrition. This affirms the strategic role of health cadres in educating the elderly to maintain blood glucose levels within the normal range. Keywords: cadre; diabetes mellitus; nutrition of the elderly.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Menurunkan Stres pada Wanita Menopause melalui Metode Teknik Relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Sutiyarsih, Emy; Sakti, Ifa Pannya; P, Eli Lea Widhia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22005

Abstract

ABSTRAK Menopause merupakan proses peralihan dari masa produktif ke nonproduktif yang disebabkan penurunan hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan kecemasan bahkan stres. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Upaya Menurunkan Stres Pada Wanita Menopause Melalui Metode Teknik Relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response)” dilaksanakan di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Di Desa Gunungronggo terdapat lima posyandu dikelola oleh 45 kader dua tenaga kesehatan penanggungjawab desa. Permasalahan yang dihadapi para kader adalah belum berkembangnya pengetahuan kader kesehatan tentang konsep menopause dan cara mengatasi stres karena perubahan yang terjadi pada wanita menopause. Kegiatan untuk mengatasi permasalahan terutama stres tersebut, pengabdi mengadakan kegiatan pelatihan kader kesehatan tentang upaya menurunkan stres pada wanita menopause melalui metode teknik relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam upaya menurunkan stres pada wanita menopause melalui metode teknik relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Kegiatan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan tanggal 01 – 03 Juli 2025. Hasil evaluasi rerata pengetahuan peserta tentang konsep menopause dan cara mengatasi stres karena perubahan yang terjadi pada wanita menopause didapatkan hasil rerata sebesar 53 dan postest  75 dan hasil rerata postest demonstrasi teknik relaksasi ASMR nilai Baik yaitu 81. Diharapkan kader kesehatan dapat membagikan informasi kepada para wanita menopause atau keluarganya  dengan tetap dalam pengawasan  tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah.  Kata Kunci: Menopause, Stres, ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response)ABSTRACT Menopause is a transition process from a productive to a non-productive period caused by a decrease in the hormones estrogen and progesterone, which causes physical and psychological changes that can cause anxiety and even stress. The Community Partnership Program activity "Empowering Health Cadres in Efforts to Reduce Stress in Menopausal Women Through the ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) Relaxation Technique Method” was carried out in Gunungronggo Village, Tajinan District, Malang Regency. In Gunungronggo Village, there are five integrated health posts managed by 45 cadres, two health workers in charge of the village. The problem faced by the cadres is the lack of development of health cadres' knowledge about the concept of menopause and how to overcome stress due to changes that occur in menopausal women. Activities to overcome problems, especially stress, the community service provider held a health cadre training activity it aims to reduce stress in menopausal women through the ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) relaxation technique method. The purpose of this community dedication is to improve the ability of health cadres in efforts to reduce stress in menopausal women through the ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) relaxation technique method. The activity was carried out for 3 meetings on July 1 to 3, 2025. The results of the evaluation of the average knowledge of participants about the concept of menopause and how to overcome stress due to changes that occur in menopausal women menopause obtained an average result of 53 and a post-test of 75 and the average result of the post-test demonstration of the ASMR relaxation technique was good, namely 81. It hoped that health cadres can share information with menopausal women or their families while remaining under the supervision of the health workers responsible for the area. Keywords: Menopause, Stress, ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response)
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lansia Di LKS-LU Pangesti Lawang Damayanti, Nayu; Sutiyarsih, Emy; Prihanto, Yafet Pradikatama
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.779

Abstract

Abstrak Lanjut usia merupakan suatu proses penuaan secara terus-menerus yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik. Secara teori, proses perkembangan manusia  dimulai dari masa bayi, anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya akan masuk pada fase usia lanjut umur 60 tahun ke atas.  Nyeri sendi pada lansia dapat ditangani dengan salah satu terapi non-farmakologis yaitu Teknik Relaksasi Otot Progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri sendi di LKS-LU Pangesti Lawang. penelitian menggunakan pra-experimental  dengan one group pre test – post test design.  Subjek  dalam penelitian ini  adalah lansia sejumlah 13 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar observasi nyeri, kemudian melakukan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test dikatehui p value< = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Sendi LKS-LU Pangesti Lawang. Nilai Z = -3,500 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi otot progresif dapat menjadi intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif dan mudah diterapkan untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia. Temuan ini juga dapat mendukung pengembangan SOP serta sarana untuk edukasi keluarga dalam perawatan lansia secara holistik. Penelitian ini menunjukkan adanya Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lansia di LKS-LU Pangesti Lawang.   Kata Kunci:  penurunan nyeri sendi , relaksasi otot progresif, lansia  
ANALISA FAKTOR BIOPSIKOSOSIAL YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE Ariesti, Ellia; Sutiyarsih, Emy; Diantarti, Narita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i2.1140

Abstract

Pada setiap tahap kehidupan, wanita akan menghadapi perubahan mulai dari masa menarche hingga pada tahap menopause. wanita biasanya mengala mi gejala klimakterik terlebih dahulu diantaranya gejala vasomotor, fisik, keluhan psikologis maupun seksual, dengan keadaan kekurangan esterogen yang berdampak pada berbagai masalah kesehatan yang mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Biopsikososial Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Wanita Menopause di RW I Kelurahan Sukoharjo Wilayah Puskesmas Bareng Kota Malang. Design penelitian adalah penelitian analitik komparatif non eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah metode cross sectional, Pada penelitian ini Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 faktor biopsikosial yang ada, terdapat 2 faktor yang memiliki nilai pvalue < 0.05 yaitu pertama faktor tingkat pendidikan (Pvalue 0.0001) dan kedua faktor dukungan keluarga (Pvalue = 0.028). Berdasarkan hal tersebut, maka dinyatakan H0 ditolak yang artinya ada hubungan antara tingkat pendidikan responden dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup wanita menopause. responden dengan pendidikan setingkat diploma atau sarjana memiliki odds 26.1 kali lebih besar untuk memiliki kualitas hidup yang baik dibandingkan dengan responden yang tidak menempuh pendidikan sekolah atau responden dengan pendidikan setingkat SD, SMP, dan SMA. Selain itu, Responden yang mendapatkan dukungan keluarga juga memiliki odds 24.6 kali lebih besar untuk memiliki kualitas hidup yang baik dibandingkan dengan responden yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Untuk itu dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh wanita menopause.
Impact Of Giving Cucumber Juice Changes Blood Pressure In Elderly Hypertension Sufferers At Integrated Service Post For The Elderly “X” In Malang Regency Sutiyarsih, Emy; Sulartri, Anastasia Sri; Ariesti, Ellia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.6208

Abstract

Hypertension is known as a silent killer because many individuals are unaware that they have high blood pressure, which can lead to significant health complications and various diseases. Treatment modalities includes pharmacological intervention (medication) and non-pharmacological intervention (treatment without chemicals). Consuming fruits and vegetables rich in vitamins, water, and minerals such as cucumbers can be utilized as non-pharmacological treatments to manage blood pressure.  Cucumbers contain potassium, which helps to dilate blood vessels thereby reducing blood pressure. This study aims to determine the impact of administering cucumber juice to elderly individuals with hypertension. The research design employed quasi-experimental design, with the one group of pre-post-test method. The study included 30 respondents whose blood pressure was measured before and after consuming cucumber juice. The results were analyzed using Wilcoxon analysis test, with a p-value of 0.0001 0.05, indicating a significant impact of cucumber juice to elderly with hypertension. The Health Center is encouraged to implement and advocated for the use of cucumber juice as a non-pharmacological intervention for managing hypertension among the elderly.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK DENGAN MOTIVASI BERHENTI MEROKOK DI RW 04 DUSUN GENENGAN KRAJAN KABUPATEN MALANG Maulana, Deny; Sutiyarsih, Emy; A.Sri S Misc, Sr. Felisitas; Luhung, Monika
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 1 (2024): March
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i1.409

Abstract

ABSTRACT Pengetahuan merupakan area penting untuk pembentukan tindakan, informasi diperlukan sebagai perangsang psikologis bagi perkembangan perilaku dalam kebiasaan merokok . Merokok di Indonesia sudah menjadi kebiasaan dari anak-anak hingga orang dewasa. Kebiasaan merokok dapat di hindari dengan cara menahan diri dorongan untuk merokok , mengurangi pergaulan sesama perokok, dan mendapatkan dukungan sosial untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Merokok Dengan Motivasi Berhenti Merokok Di RW 04 Dusun Genengan Krajan Kabupaten Malang. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah pendekatan analitik korelasional dengan uji korelasi spearman. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 87 0rang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang bahaya merokok yang baik sebanyak 45 responden (51,7%) dan motivasi berhenti merokok yang kuat sebanyak 81 responden (93,1%). Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan 0.033(pvalue<0,05 nilai korelasi spearman sebesar 0.228 menunjukkan arah korelasi positif .Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dengan motivasi berhenti merokok di RW 04 Desa Genengan Kabupaten Malang . Saran penelitian ini Diharapkan dapat dijadikan salah satu referensi untuk menambah pengetahuan terkait hubungan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok dan motivasi berhenti merokok.
Pemberdayaan kader tentang teknik terapi tertawa untuk meningkatkan relaksasi dalam peningkatan kualitas hidup wanita menopause Sutiyarsih, Emy; Ariesti, Ellia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21867

Abstract

AbstrakSeorang wanita yang memasuki masa menopause mengalami penurunan hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan ovarium secara progresif dan ireversibel dapat memicu terjadinya beragam keluhan secara fisik dan psikologis yang mempengaruhi kualitas hidup. Pemberian pendidikan kesehatan yang cukup diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku perempuan, sehingga mereka lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Berdasarkan informasi dari pihak Puskesmas bahwa selama ini belum pernah ada pelatihan kader posyandu di RW I Kelurahan Sukoharjo tentang upaya meningkatkan kualitas hidup pada wanita menopause dengan terapi tertawa. Solusi dari permasalahan di daerah tersebut adalah dengan pelaksanaan kegiatan PkM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan kader tentang peningkatan kualitas hidup wanita menopause dengan teknik terapi tertawa. PkM ini dilakukan dalam bentuk Pelatihan Kader Kesehatan tentang Peningkatan Kualitas Hidup Pada Wanita Menopause dengan teknik Terapi Tertawa. Pelatihan diikuti 18 orang Kader dilaksanakan selama 3 kali pertemuan pada tanggal 4-6 Desember 2023. Nilai rata-rata hasil pre test pengetahuan responden pada kategori kurang (rerata ≤ 60 %), nilai rata-rata hasil postes pengetahuan responden pada kategori Cukup (60–75 %). Kemampuan Kader Kesehatan untuk mendemonstrasikan Terapi Tertawa didapatkan hasil nilai rerata praktik kategori Baik. Evaluasi terhadap partisipasi aktif dari semua peserta dilihat dari antusiasme dan tingkat kehadiran 88 %. Diharapkan kader dapat menyebarluaskan informasi tentang teknik terapi tertawa kepada para wanita menapouse sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup.  Kata kunci: kader; kualitas hidup; menopause; terapi tertawa AbstractA woman entering menopause phase will face progressive and irreversible decline in the hormones estrogen and progesterone produced by the ovaries, which it can trigger various physical and psychological complaints that affect the quality of life. It is hoped that providing adequate health education so it can improve women's knowledge, attitudes and behavior, so that they are better able to adapt to the changes that occur. Based on information from the Community Health Center, so far there has never been any training for posyandu cadres in RW I Sukoharjo Village regarding efforts to improve the quality of life for menopausal women with laughter therapy. The solution for the problems in this area is the implementation of PkM activities aimed to increasing knowledge and empowering cadres regarding improving the quality of life of menopausal women with laughter therapy techniques. This PkM is carried out in the form of Health Cadre Training on Improving the Quality of Life for Menopausal Women using Laughter Therapy techniques. The training was attended by 18 cadres during 3 meetings on 4-6 December 2023. The average value of the pre-test knowledge results of respondents was in the poor category (mean ≤ 60%), the average value of the results of the post-test knowledge of respondents was in the Sufficient category (60 –75 %). The ability of Health Cadres to demonstrate Laughter Therapy was obtained as a result of the practice score being in the Good category. Evaluation of the active participation of all participants was seen from enthusiasm and an attendance rate of 88%. It is hoped that cadres can disseminate information about laughter therapy techniques to menopausal women as a way to improve their quality of life. Keywords: cadre; quality of life; menopause; laughter therapy
Pemberdayaan lansia dalam melakukan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di kelompok prolanis puskesmas Tajian kabupaten Malang Sulartri, Anastasia Sri; Sutiyarsih, Emy; Diatanti, Ellia Ariesti Narita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25302

Abstract

AbstrakProgram Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS. Di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang kegiatan prolanis dilaksanakan setiap hari jumat. Lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tajinan sebanyak 2192 orang yang terdaftar di kelompok Prolanis 142 orang. Lansia  penderita hipertensi  yang datang pada kegiatan prolanis sebanyak 25 orang. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala, tanpa disadari penderita hipertensi mengalami komplikasi pada organ vital seperti jantung, otak atau ginjal. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan komplikasi hipertensi salah satunya dengan senam hipertensi. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pemahaman para lansia penderita hipertensi tentang manfaat senam hipertensi dan mampu menerapkan senam hipertensi  secara benar. Metode kegiatan berupa edukasi dan demonstrasi senam hipertensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan tanggal 21-23 Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM yaitu lansia penderita hipertensi peserta kegiatan prolanis di Pukesmas Tajinan. Evaluasi  hasil pretest pengetahuan peserta tentang penyakit hipertensi dan senam hipertensi 55,68 dan postest  67, pretest demonstrasi senam hipertensi 62,22 dan postest 75,85 sehingga dapat diartikan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan para lansia penderita hipertensi dalam melaksanakan senam hipertensi.Kata kunci : hipertensi; lansia; senam AbstractChronic Disease Management Program (Prolanis) is a health service system and proactive approach involving participants, health facilities and BPJS. At Tajinan Health Center, Malang Regency, Prolanis activities are carried out every Friday. There are 2192 elderly people with hypertension at Tajinan Health Center, 142 of whom are registered in the Prolanis group. There are 25 elderly people with hypertension who came to Prolanis activities. Hypertension is often referred as a "silent killer", because there is often people with hypertension do not feel symptoms, without realizing it, people with hypertension experience complications in vital organs such as heart, brain or kidneys. Efforts that can be made to prevent complications of hypertension is hypertension exercise. The aim of this PkM is to increase the understanding of elderly people with hypertension about the benefits of hypertension exercise and to be able apply hypertension exercise correctly. The activity method in the form of education and demonstration of hypertension exercise was carried out during three meetings on May 21-23, 2024. The target of the PkM activity is elderly people with hypertension who are participants in the Prolanis activity at Tajinan Health Center. Evaluation of the results of the pretest of participants' knowledge about hypertension and hypertension exercise 55.68 and posttest 67, pretest demonstration of hypertension exercise 62.22 and posttest 75.85 so that it can be interpreted that there is an increase in knowledge and ability of elderly people with hypertension in carrying out hypertension exercise. Keywords: hypertension; elderly; exercise
Pengaruh pemberian Paket “Affection” terhadap Aktivitas Seksual pada Pasangan Menopause Maria Magdalena Setyaningsih; Emy Sutiyarsih; Eli Lea Widhia Purwandhani; Marta Indah Tri Rahayu
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p056-062

Abstract

Menopause merupakan masa kritis kehidupan wanita, pada periode ini terjadi perubahan fisik maupun psikis. Pada periode inilah seorang wanita merasa dirinya menjadi tua dan takut tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual suami, dengan bertambahnya usia masalah ini tidak harus terjadi. Tujuan penelitian adalah  menganalisis  Pengaruh  Pemberian  Paket  “Affection”  Terhadap Aktifitas  Seksual  Pada  Pasangan  Menopause.  Metode  yang  digunakan adalah Quasy eksperiment dengan desain penelitian Pretest Post test One Group  Design.  Populasi  dan  sampelnya  adalah  wanita  menopause  yang memiliki suami dan tidak menderita penyakit yang dapat mempengaruhi aktifitas seksual, sebanyak 20 wanita di dusun Wonosari sebagai kelompok perlakuan dan 20 wanita di dusun Sukosari sebagai kelompok kontrol dengan tehnik Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil uji paired sample t test pada kelompok kontrol nilai signifikansi sebesar 0.514 > alpha 0.05 (p > 0.05), bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan aktifitas seksual pada wanita menopause pada pre dan post intervensi. Pada kelompok perlakuan hasil uji t independent  nilai signifikansi sebesar 0.023 (p<0.05), bahwa terdapat pengaruh pemberian paket “Affection” terhadap peningkatan aktifitas seksual pasangan menopause. Aktifitas seksual wanita menopause pada kelompok perlakuan lebih tinggi daripada sebelum diberikan intervensi.  Oleh karena itu dianjurkan bagi petugas puskesmas untuk menindaklanjuti dengan me- ngembangkan program promosi kesehatan melalui penyebarluasan peman- faatan paket “Affection” bagi pasangan menapouse.  Menopause is a critical period of a woman’s life, during this period physi- cal and psychological changes might occur. During this period, a woman felt herself getting old and afraid if she cannot fulfill her husband sexual needs.  This  case  suppose  not  happend  eventhough  the  age  of  a  woman increasing.  The  purpose  of  the  research  is  to  analyze  Effects  of  Giving Affection  Packages  on  Sexual  Activities  in  Menopause  Couples.  That method used is Quasi experiment with Pretest Post test One Group Design research  design.  The  population  and  the  sample  is  menopausal  women who have  husbands and do not suffer from a disease that can affecting sexual activity, there were 20 women in Wonosari district as a treatment group  and  20  women  in  Sukosari  district  as  a  control  group  with  the Simple Random Sampling technique. Based on the results of study on paired sample t test in the control group with a significance value of 0.514 & gt; alpha  0.05  (p &  gt;  0.05),  there  was  no significant  difference  in  sexual activity in postmenopausal women in the pre and post intervention. On the treatment group the results of the independent t test significant value of 0.023 (p & lt; 0.05), there was an influence on giving “Affection” package to menopausal couples in the case of sexual activity. Women’s sexual activ- ity  on  menopausal  age  in  the  treatment  group  was  higher  than  before given intervention. Therefore It is recommended for puskesmas officers to follow up by developing health promotion programs through disseminat- ing the application of the “Affection” package for menapouse couples.
Analisi Faktor yang Mempengaruhi Lansia datang ke Pelayanan Kesehatan Sr. Felisitas A. Sri S.; Elizabeth Yun Yun Vinsur; Emy Sutiyarsih
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p189-196

Abstract

Sarana dan fasilitas dalam pelayanan kesehatan bagi lansia telah disediakan oleh pemerintah Indonesia melalui satuan terkecil di masyarakat yaitu puskesmas & posyandu lansia, akan tetapi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia baik untuk upaya promotif, preventif, dan kuratif masih belum optimal. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi lansia datang dan memanfaatkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh faktor pengambilan keputusan, sumber pembiayaan, kualitas pelayanan, akses jarak, akses transportasi, persepsi terkait gejala yang mempengaruhi lansia datang ke pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Nonprobability sampling dengan teknik accidental sampling. Populasinya lansia yang terdaftar di Posyandu lansia Dusun Wonosari Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Partisipan penelitian ini adalah para lansia yang bertemu dengan peneliti saat pengambilan data didapatkan sampel sebanyak 50 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah disiapkan. Hasil analisis data menggunakan chi-square didapatkan ada pengaruh antara pengambilan keputusan (p=0.031), sumber pembiayaan (p=0,021), kualitas pelayanan (p=0.021), akses jarak (p=0.006), akses transportasi (p=0.043) masing-masing terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia. Hasil uji multivariat menggunakan regresi logistik didapatkan hasil tidak ada faktor yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia (p>0.05). Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya perhatian terhadap pelayanan kesehatan primer khususnya posyandu lansia agar lebih optimal pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh lansia khususnya dalam upaya preventif dan promotif dengan memberdayakan masyarakat setempat melalui kader kesehatan posyandu lansia bekerjasama dengan tim kelompok kerja (pokja) lansia dari Puskesmas dan juga tenaga kesehatan yang bertugas di desa.