Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Antara Subjective Well-Being dengan Beban yang Dirasakan Caregiver Informal Lansia Rahmasari, Devina; Sutiyarsih, Emy; Sulartri, Anastasia Sri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.651

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang usianya diatas 60 tahun yang mengalami penurunan fungsi organ sehingga memerlukan caregiver dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Perawatan jangka panjang pada lansia dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik para caregiver karena peningkatan beban yang mereka rasakan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara subjective well-being dan beban yang dialami oleh caregiver informal lansia . Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan teknik sampling Non Probability Sampling yaitu Cluster Sampling, studi ini melibatkan 87 responden berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18-59 tahun yang merupakan caregiver informal di Desa Gununggronggo, Malang. Penelitian ini menggunakan instrumen yaitu kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan analisis bivariat. Hasil menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara subjective well-being dengan beban yang dirasakan caregiver informal lansia (r = -0,506, p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa seiring beban perawatan meningkat, subjective well-being caregiver informal menurun. Kesimpulannya, ada hubungan yang jelas antara subjective well-being dan beban pengasuhan, dengan pendidikan dan hubungan keluarga menjadi faktor yang mendominasi. Temuan ini menunjukkan bahwa caregiver informal hendaknya meningkatkan manajemen stres dan keterampilan mengatasi beban untuk meningkatkan subjective well-being mereka.
Pelatihan kader kesehatan tentang pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang Monika Luhung; Emy Sutiyarsih; Narita Diatanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.29445

Abstract

Abstrak Lansia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan dengan usia muda. Pemberian nutrisi yang tepat sangat penting dilakukan pada lansia diabetes dan dapat membantu menjaga kadar glukosa darah direntang normal serta mencegah komplikasi lebih serius. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan kader kesehatah tentang pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah demonstrasi. Kegiatan pengabdian dilakukan direntang waktu antara September 2024-Februari 2025, dalam tiga kali pertemuan dan diikuti 14 peserta, yaitu kader kesehatan yang berasal dari desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre dan post tes menggunakan kuisioner untuk mengukur pemahaman kader, sedangkan penilaian ketrampilan demontrasi menggunakan lembar observasi. Hasil pelatihan menunjukkan pengetahuan kader  kesehatan tentang pemberian nutrisi lansia penderita diabetes melitus didapatkan nilai rata-rata pre tes 86 % (12 orang) pengetahuan Cukup meningkat menjadi 93 % (13 orang) pengetahuan Baik pada post test, sedangkan demonstrasikan pemberian nutrisi menunjukkan hasil Baik yaitu 93 % (13 orang) dapat mendemonstrasikan pemberian nutrisi pada lansia diabates melitus. Kesimpulan: Pelatihan ini membuktikan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengenai pemberian nutrisi pada lansia penderita diabetes melitus. Setelah pelatihan, sebagian besar kader mampu memahami dan mendemonstrasikan pemberian nutrisi dengan baik. Hal ini menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis dalam edukasi nutrisi kepada lansia guna membantu menjaga kadar glukosa darah tetap dalam rentang normal. Kata kunci:  diabetes melitus; kader; nutrisi lansia. AbstractThe elderly have different nutritional needs compared to young age. Providing the right nutrition is very important for the elderly with diabetes and can help keep blood glucose levels in the normal range and prevent more serious complications. This community service aims to carry out health cadre training on providing nutrition to the elderly with diabetes mellitus at the Tajinan Health Center, Malang Regency. The method used in this training was demonstration. The service activities were carried out in the period between September 2024 and February 2025, in three meetings and attended by 14 participants, namely health cadres from Gunungronggo village, Tajinan District, Malang Regency.. Success evaluation was carried out through pre and post tests using questionnaires to measure cadre understanding, while demonstration skills assessment used observation sheets. The results of the training showed that the knowledge of health cadres about the provision of nutrition to the elderly with diabetes mellitus was obtained with an average pre-test score of 86% (12 people) knowledge of Sufficient increased to 93% (13 people) of Good knowledge in the post-test, while the demonstration of nutrition showed good results, namely 93% (13 people) could demonstrate the provision of nutrition to the elderly with diabates melitus. Conclusion: This training confirmed a significant improvement in the knowledge and skills of health cadres regarding nutritional care for elderly patients with diabetes mellitus. After the training, most cadres were able to understand and properly demonstrate the provision of nutrition. This affirms the strategic role of health cadres in educating the elderly to maintain blood glucose levels within the normal range. Keywords: cadre; diabetes mellitus; nutrition of the elderly.
Pemberdayaan lansia dalam melakukan senam hipertensi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di kelompok prolanis puskesmas Tajian kabupaten Malang Anastasia Sri Sulartri; Emy Sutiyarsih; Ellia Ariesti Narita Diatanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25302

Abstract

AbstrakProgram Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS. Di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang kegiatan prolanis dilaksanakan setiap hari jumat. Lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tajinan sebanyak 2192 orang yang terdaftar di kelompok Prolanis 142 orang. Lansia  penderita hipertensi  yang datang pada kegiatan prolanis sebanyak 25 orang. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita hipertensi tidak merasakan gejala, tanpa disadari penderita hipertensi mengalami komplikasi pada organ vital seperti jantung, otak atau ginjal. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan komplikasi hipertensi salah satunya dengan senam hipertensi. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pemahaman para lansia penderita hipertensi tentang manfaat senam hipertensi dan mampu menerapkan senam hipertensi  secara benar. Metode kegiatan berupa edukasi dan demonstrasi senam hipertensi dilaksanakan selama tiga kali pertemuan tanggal 21-23 Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM yaitu lansia penderita hipertensi peserta kegiatan prolanis di Pukesmas Tajinan. Evaluasi  hasil pretest pengetahuan peserta tentang penyakit hipertensi dan senam hipertensi 55,68 dan postest  67, pretest demonstrasi senam hipertensi 62,22 dan postest 75,85 sehingga dapat diartikan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan para lansia penderita hipertensi dalam melaksanakan senam hipertensi.Kata kunci : hipertensi; lansia; senam AbstractChronic Disease Management Program (Prolanis) is a health service system and proactive approach involving participants, health facilities and BPJS. At Tajinan Health Center, Malang Regency, Prolanis activities are carried out every Friday. There are 2192 elderly people with hypertension at Tajinan Health Center, 142 of whom are registered in the Prolanis group. There are 25 elderly people with hypertension who came to Prolanis activities. Hypertension is often referred as a "silent killer", because there is often people with hypertension do not feel symptoms, without realizing it, people with hypertension experience complications in vital organs such as heart, brain or kidneys. Efforts that can be made to prevent complications of hypertension is hypertension exercise. The aim of this PkM is to increase the understanding of elderly people with hypertension about the benefits of hypertension exercise and to be able apply hypertension exercise correctly. The activity method in the form of education and demonstration of hypertension exercise was carried out during three meetings on May 21-23, 2024. The target of the PkM activity is elderly people with hypertension who are participants in the Prolanis activity at Tajinan Health Center. Evaluation of the results of the pretest of participants' knowledge about hypertension and hypertension exercise 55.68 and posttest 67, pretest demonstration of hypertension exercise 62.22 and posttest 75.85 so that it can be interpreted that there is an increase in knowledge and ability of elderly people with hypertension in carrying out hypertension exercise. Keywords: hypertension; elderly; exercise
The relationship between activity of daily living (ADL) and quality of life among the elderly people Trinidad, Felix Tito; Sutiyarsih, Emy; Pradikatama, Yafet
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2026): January Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i5.1469

Abstract

Background: Continued​ age (≥60 years) experienced decline function physical and psychological that can influence Activities of Daily Living (ADL) such as bathing, dressing, eating, and transferring. Level of independence plays a role in ADL important to quality life elderly, because influence freedom activities, interactions social, as well as welfare physical and mental. Purpose: To know the relationship between the level of independence activities of daily living (ADL) with quality life expectancy in the elderly. Method: Non-experimental design with approach cross-sectional. Population study is all over elderly at LKS-LU Pangesti Lawang. Samples taken with technique purposive sampling. Instrument study covering ADL questionnaire with Barthel Index (BI) for measure level independence and WHOQOL-BREF For measure quality live. Data analysis was carried out using the Spearman Rank test. Results: Spearman's correlation test results show that there is very strong and significant relationship between ability activity daily activities (ADL) with quality life, things This indicated by the value coefficient correlation Spearman's value is 0.916 and significance of 0.000 (p < 0.01). Findings This indicates that the taller ability activity daily someone, then the better quality his life. Conclusion: There is connection meaningful between ADL level with quality life elderly. Improvement independence in ADL necessary become focus intervention for maintain and improve quality life elderly. Keywords: Activity Of Daily Living; Continue Age; Independence; Quality Life.
Pemberdayaan kader kesehatan melalui penerapan terapi mindfulness body scan untuk mengurangi stres wanita menopause Emy Sutiyarsih; Anastasia Sri Sulartri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38232

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan data jumlah wanita menopause  di Desa Gunungronggo sebanyak 327 orang, terdapat lima posyandu dikelola oleh 45 kader dan dua tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah. Permasalahan yang dihadapi kader kesehatan belum berkembangnya pengetahuan kader tentang konsep stres, Mekanisme koping dan Mindfulness Body Scan untuk menurunkan stres pada wanita menopause. Kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut pengabdi mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Penerapan Terapi Mindfulness  Body Scan Untuk Mengurangi Stres Wanita Menopause Di Desa Gunungronggo, Kabupaten Malang. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan tentang Penerapan Terapi Mindfulness Body Scan Sebagai Upaya Mengurangi Stres Pada Wanita Menopause. Kegiatan dilaksanakan dengan pelatihan kader selama 3 kali pertemuan tanggal 26-27 November dan 1 Desember 2025 dengan metode  Ceramah Tanya Jawab, demonstrasi dan redemonstrasi. Hasil evaluasi didapatkan rerata pretest 50 dan post test 76 ada kenaikan 26 %, terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan dan hasil rerata postest demonstrasi metode Mindfullnes Body Scan sebesar 81 dalam kategori sangat baik. Diharapkan kader kesehatan dapat membagikan informasi kepada para wanita menopause dengan tetap dalam pengawasan  tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah sehingga para wanita menopause diharapkan mampu menerapkan Terapi Mindfulness Body Scan  sebagai upaya mengurangi stres. Kata Kunci : menopause; stres; mindfulness; kader AbstractBased on the results of the preliminary study, data was obtained that the number of menopausal women in Gunungronggo Village is 327 people, with five integrated health service posts managed by 45 cadres and two health workers in charge of the area. The problem faced by health cadres is the lack of developed knowledge regarding the concepts of stress, coping mechanisms, and Mindfulness Body Scan to reduce stress in menopausal women.To address these issues, the team conducted a Community Service activity titled "Empowerment of Health Cadres Through the Application of Mindfulness Body Scan Therapy to Reduce Stress in Menopausal Women in Gunungronggo Village, Malang Regency." The objective of this activity is to increase the knowledge and skills of health cadres regarding the Application of Mindfulness Body Scan Therapy as an effort to reduce stress in menopausal women.The activity was carried out through cadre training during three meetings on November 26-27 and December 1, 2025, using lecture, question and answer, demonstration, and re-demonstration methods. The evaluation results showed an average pre-test score of 50 and a post-test score of 76, reflecting a 26% increase, which signifies a significant improvement in knowledge. Additionally, the average post-test score for the Mindfulness Body Scan method demonstration was 81, falling into the "excellent" category.It is expected that health cadres can share this information with menopausal women under the supervision of the local health workers in charge, so that menopausal women are also expected to be able to independently apply Mindfulness Body Scan Therapy as an effort to reduce stress. Keywords: menopause; stress; mindfulness; cadres
Analysis of Factors Influencing Ankle-Brachial Index Values in Patients with Diabetes Mellitus Achmad Syukkur; Emy Sutiyarsih
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.610

Abstract

Peripheral artery disease (PAD) is one of the chronic complications that frequently occurs in patients with diabetes mellitus (DM). PAD can be detected early using the non-invasive Ankle-Brachial Index (ABI) method. An abnormal ABI value may indicate impaired peripheral blood flow and serves as an important indicator of the risk of amputation and cardiovascular morbidity. The aim of this study was to analyze the factors affecting ABI values in patients with DM, namely age, sex, Body Mass Index (BMI), duration of DM, smoking status, physical activity, foot care status, history of DM complications, adherence to DM therapy, and blood glucose levels. This research employed a quantitative descriptive non-experimental approach with a cross-sectional design. The sample was obtained through accidental sampling, resulting in 106 respondents. Data were analyzed using the Spearman’s rho correlation test. The findings revealed that factors significantly associated with ABI values included duration of DM (p = 0.000), smoking status (p = 0.029), foot care status (p = 0.000), history of DM complications (p = 0.000), adherence to DM therapy (p = 0.000), and blood glucose levels (p = 0.000). The results of this study are expected to encourage respondents, particularly DM patients, to improve their overall adherence to diabetes therapy.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lansia Di LKS-LU Pangesti Lawang Nayu Damayanti; Emy Sutiyarsih; Yafet Pradikatama Prihanto
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.779

Abstract

Abstrak Lanjut usia merupakan suatu proses penuaan secara terus-menerus yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik. Secara teori, proses perkembangan manusia  dimulai dari masa bayi, anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya akan masuk pada fase usia lanjut umur 60 tahun ke atas.  Nyeri sendi pada lansia dapat ditangani dengan salah satu terapi non-farmakologis yaitu Teknik Relaksasi Otot Progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri sendi di LKS-LU Pangesti Lawang. penelitian menggunakan pra-experimental  dengan one group pre test – post test design.  Subjek  dalam penelitian ini  adalah lansia sejumlah 13 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian lembar observasi nyeri, kemudian melakukan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test dikatehui p value< = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Sendi LKS-LU Pangesti Lawang. Nilai Z = -3,500 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi otot progresif dapat menjadi intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif dan mudah diterapkan untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia. Temuan ini juga dapat mendukung pengembangan SOP serta sarana untuk edukasi keluarga dalam perawatan lansia secara holistik. Penelitian ini menunjukkan adanya Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Lansia di LKS-LU Pangesti Lawang.   Kata Kunci:  penurunan nyeri sendi , relaksasi otot progresif, lansia