Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA RELIGIUS SISWA STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR NEGERI GRENJENG KOTA CIREBON Novianti Muspiroh
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v2i2.3617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam peran kepala sekolah dalam menciptakan budaya religius siswa: studi kasus di Sekolah Dasar Negeri Grenjeng Kota Cirebon.  Penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data berasalah dari kepala sekolah, guru-guru, para siswa, orang tua siswa dan masyarakat umum. Alat pengumpulan data meliputi wawacara mendalam, observasi mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, display data dan konklusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Wujud budaya agama di Sekolah Dasar Negeri Grenjeng meliputi: (a) pembelajaran baca tulis al-Qur’an (BTQ), (b) Pembiasaan sikap senyum dan salam, (c) Pelaksanaan shalat berjamaah, (d) pemakaian jilbab (berbusana muslim), (e) peringatan hari-hari besar Islam (PHBI). (2) strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya agama meliputi: (a). Perencanaan progam, (b) Memberi teladan kepada warga sekolah. (2) Penciptaan budaya religius di sekolah berdampak kepada sikap religius siswa di rumah dalam kehidupan sehari-hari. Peran kepala sekolah dalam menjalankan program sekolah berbasis Islam di SDN Grenjeng diwujudkan dalam peran sebagai pemimpin, manajer, pendidik, inovator, administrator, dan supervisor.  
MANAJEMEN KELAS PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU SABILUL HUDA KOTA CIREBON Novianti Muspiroh
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v3i2.5993

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap lebih jauh manajemen kelas pembelajaran sains di Sekolah Dasar islam Terpadu Sabilul Huda Kota Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus yang bersifat lapangan dan deskriptif. Instrumen penelitian berupa observasi mendalam, wawancara mendalam, dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data kualitatif, maka digunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, display data, dan penyusunan kesimpulan. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pra lapangan, pekerjaan lapangan, analisis data, dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan manajemen kelas dalam pembelajaran Sains di SDIT Sabilul Huda telah terlaksana dengan baik, walaupun masih harus ada sejumlah hal yang belum maksimal, yakni dalam pengaturan sarana prasarana yang meliputi pengaturan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan cahaya, pengaturan ventilasi udara, dan pengaturan penyimpanan barang-barang siswa. Kata Kunci: Penguasaan, kondusif, efektifitas
PERBEDAAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK BERDASARKAN GENDER PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Novianti Muspiroh
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v2i1.7055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauhmana perbedaan hasil belajar biologi siswa berdasarkan gender di MTsN 1 Kota Cirebon. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif ex post facto. Data hasil belajar siswa laki-laki dan perempuan dari dokumentasi guru. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa kelas 7 a MTsN 1 Kota Cirebon yang berjumlah 32 siswa. Berpijak pada hasil analisis data yang dilaksanakan dengan analisis variansi satu jalan dengan sel tidak sama didapatkan nilai Fhitung = 2.270 lebih besar dari Ftabel = 1.97, sehingga bisa disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa berdasarkan gender di MTsN 1 Kota Cirebon. Selanjutnya dilaksanakan uji simple effect antar hasil belajar siswa laki-laki dan siswa perempuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara hasil belajar siswa laki-laki ataukah siswa perempuan. Dari uji tersebut didapatkan nilai Fhitung memperlihatkan perbedaan yang signifikan, yakni Fhitung = 2.597 lebih besar dari Ftabel =1.97. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa hasil belajar siswa perempuan lebih baik dari pada siswa laki-laki di MTsN 1 Kota Cirebon.
MANAJEMEN KELAS PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU SABILUL HUDA KOTA CIREBON Novianti Muspiroh
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v3i2.5960

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap lebih jauh manajemen kelas pembelajaran sains di Sekolah Dasar islam Terpadu Sabilul Huda Kota Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus yang bersifat lapangan dan deskriptif. Instrumen penelitian berupa observasi mendalam, wawancara mendalam, dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data kualitatif, maka digunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, display data, dan penyusunan kesimpulan. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pra lapangan, pekerjaan lapangan, analisis data, dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan manajemen kelas dalam pembelajaran Sains di SDIT Sabilul Huda telah terlaksana dengan baik, walaupun masih harus ada sejumlah hal yang belum maksimal, yakni dalam pengaturan sarana prasarana yang meliputi pengaturan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan cahaya, pengaturan ventilasi udara, dan pengaturan penyimpanan barang-barang siswa. Kata Kunci: Penguasaan, kondusif, efektifitas
MANAJEMEN KELAS PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU SABILUL HUDA KOTA CIREBON Novianti Muspiroh
JIEM (Journal of Islamic Education Management) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jiem.v3i2.5929

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap lebih jauh manajemen kelas pembelajaran sains di Sekolah Dasar islam Terpadu Sabilul Huda Kota Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif studi kasus yang bersifat lapangan dan deskriptif. Instrumen penelitian berupa observasi mendalam, wawancara mendalam, dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data kualitatif, maka digunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, display data, dan penyusunan kesimpulan. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pra lapangan, pekerjaan lapangan, analisis data, dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan manajemen kelas dalam pembelajaran Sains di SDIT Sabilul Huda telah terlaksana dengan baik, walaupun masih harus ada sejumlah hal yang belum maksimal, yakni dalam pengaturan sarana prasarana yang meliputi pengaturan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan cahaya, pengaturan ventilasi udara, dan pengaturan penyimpanan barang-barang siswa. Kata Kunci: Penguasaan, kondusif, efektifitas
Pelatihan Ecoprint sebagai Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi calon Pengusaha dengan Pendekatan ABCD models: Pelatihan Ecoprint sebagai Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi calon Pengusaha Yuyun Maryuningsih; Novianti Muspiroh; Siti Sholeha; Annis Maemunah; Rizki Sukma Wijaya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2021): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jimi.v3i2.1317

Abstract

This service is carried out with ecoprint training for young Cirebon entrepreneurs with the aim of empowering the creative economy for potential entrepreneurs. Cirebon has natural wealth as an asset that can be used as ecoprint material. The ecoprint training was carried out by providing materials and practices for making ecoprints, both founding techniques and steam techniques. The training will be held for two months in 2021 for the community of young aspiring entrepreneurs. The training products produced are in the form of hijabs, t-shirts, tote bags and shirts. The responses of the participants of the ecoprint training stated that they were quite interested in developing an ecoprint business.
Pembelajaran Tematik Integratif IPA dan IPS di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam Kurikulum 2013 Novianti Muspiroh
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.559 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v14i1.617

Abstract

This research is inspired by a question: why does curriculum 2013 using integrated thematic learning. To address this question, a philosophical, psychological, and juridical basis should be discussed. By understanding those things, integrated thematic learning is suited with curriculum 2013. As the description above, this study is to focus on how the integrated thematic learning at MI level is implemented because this learning will become a main model that educators should develop the curriculum 2013. Referring to Integrated thematic learning of curriculum 2013, science and social studies are not removed but they are integrated based on theme. Those studies will be topics of all subjects in MI. This integration is done in two points: (1) attitude, skill, and knowledge integration in learning process and (2) integration of basic concepts that are closely related. The theme makes a meaning among basic concepts so the students do not learn partially. Therefore, science and social studies give a whole meaning to the learners as reflected at the available theme: انطلقت هذه الدراسة من السؤال "لما لابد أن يكون تطبيق المنهج الدراسي 2013 على أساس التعليم الوموضوعي الموحّد" ؟ . لإجابة هذا السؤال لابد من دراسة أسسه الفلسفية والنفسية والحكمية، فبالفهم العميق لهذه الأسس الثلاثة فالتعليم الموضوعى الموحّد هو المناسب للمنهج الدراسي 2013. وعلى هذا الأساس أُجريت هذه الدراسة مركزّة في "كيف يكون التدريس الموضوعي الموحّد في مستوى المدرسة الإبتدائية "، لأن هذا النموذج من التدريس هو نموذج رئيس ويجب على المدرس تطويرها لأجل تطبيق النهج الدراسي 2013.  وفي المنهج الدراسي 2013، كانت مادة علم الطبيعة وعلم الإجتماع لا تحذفان وإنما تُوحّدان على أساس الموضوع. أصبحت هاتان المادتان موضوع دراسة في جميع المواد الدراسية في المدارس الإبتدائية. ويكون هذا التوحيد والتمزيج في جانبين، الأول ،التمزيج الموقفي والمهاري والمعلومات في عملية التعليم، والثاني تمزيج المفاهيم الأساسية المتعلقة بها. كان الموضوع جمع شتّى المفاهيم الأساسية حتى لا يدرس الطلاب المفاهيم الأساسية مفرّقة. بهذا كان تدريس علم الطبيعة وعلم الإجتماع يعطيان الطلاب المعنى الموحّد كما يظهر ذلك في المواد الدراسية المتنوعة
PEMAHAMAN SERTIFIKASI HALAL PADA SISWA SMA/MA DI JAWA BARAT, SEBUAH STUDI PENDAHULUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERPENDEKATAN LITERASI HALAL Yuyun Maryuningsih; Evi Roviati; Novianti Muspiroh; Rizki Sukma Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia Vol. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia (OPPSI) 20
Publisher : Orientasi Pendidik dan Peneliti Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sertifikasi halal produk makanan dan minuman merupakan program pemerintah. Program ini secara teknis dilakukan oleh Kementerian agama melalui BPJPH. Salah satu cara memperkenalkan dan mensosialisasikan literasi halal bagi siswa SMA/MA adalah dengan mengintegrasikan dalam proses pembelajaran, terutama pembelajaran biologi, dengan meramunya dalam bentuk bahan ajar. Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa SMA/MA tentang literasi halal, dengan tujuan menentukan kedalaman dan keluasan materi ajar berdasarkan pengetahuan yang dibutuhkan siswa tentang literasi halal. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey yang menggunakan instrument angket yang diberikan pada siswa SMA/MA baik negeri atau swasta yang tersebar di Provinsi jawa barat. Instrumen angket literasi halal disusun berdasarkan peraturan pemerintah tentang sertifikasi halal. Hasil studi pendahuluan literasi halal siswa SMA/MA masih tergolong rendah sehingga perlu dilakukan penguatan dan peningkatan literasi halal. Hasil studi pendahuluan ini menunjukan bahwa dibutuhkan pengembangan bahan ajar biologi yang berpendekatan literasi halal sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran akan sertifikasi halal.
Application of the POE learning model assisted with the instagram application in improving critical thinking skills Faridloh, Faridloh; Muspiroh, Novianti; Ubaidillah, Mujib
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 12 No 1 (2024): VOLUME 12 NOMOR 1 JUNI 2024
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v12i1.4749

Abstract

This study aims to analyze the improvement of critical thinking skills of grade X students which is applied using the POE (Predict, Observe, Explain) learning model assisted by the Instagram application on environmental change material. The research was carried out at SMAN 1 Susukan using an experimental method with a research design in the form of a pretest-posttest control group design. Sampling using a simple random sampling technique with a sample size of 64 students. The data collection technique was in the form of a reasoned multiple-choice test with a total of 30 questions used to analyze students' critical thinking skills. The data analysis technique consisted of the N-Gain test and statistical tests in the form of normality test, homogeneity test, and hypothesis testing. The results showed that the results of the N-Gain in the experimental class and control class were included in the medium category with values of 0.57 and 0.43. The highest N-Gain value in the experimental class and control class is found in the KBK 2 indicator (analysis) of 0.68 and 0.42 The lowest N-Gain value is found in the KBK 4 indicator (inference) of 0.41 and 0.33. The application of the Instagram-assisted POE learning model can improve critical thinking skills.
Penerapan Model Search, Solve, Create, Share (SSCS) Berorientasi Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Setioni, Gita Ayu; Muspiroh, Novianti; Ubaidillah, Mujib
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/psej.v8i1.159

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model SSCS berorientasi masalah, untuk menganalisis perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang diterapkan model SSCS berorientasi masalah dan yang tidak diterapkan, dan untuk menganalisis respon siswa terhadap penerapan model SSCS berorientasi masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental research dengan pretest-posttest control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purpose yaitu kelas eksperimen menggunakan X MIPA 5 dan kelas kontrol menggunakan X MIPA 3 yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Intrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi, lembar kinerja, tes soal pilihan ganda sebanyak 30 butir, dan angket. Uji reabilitas pada instrument tes dengan nilai 0,88 yang menunjukkan instrument reliebel. Penerapan model SSCS berorientasi masalah dalam pembelajaran, didapatkan hasil pertemuan pertama tahap 1 rata-rata setiap siswa sebesar 2,36, tahap 2 sebesar 2, tahap 3 sebesar 2,28, tahap 4 sebesar 2, 25 dan tiap tahapannya meningkat pada pertemuan kedua, sehingga dapat diketahui aktivitas siswa mengalami peningkatan pada tiap tahapannya. Perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis ditinjau dari nilai rata-rata N-Gain, kelas eksperimen sebesar 0,63 artinya lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol dengan nilai sebesar 0,53. Penilaian lembar kinerja didapatkan hasil lebih besar pada kelas eksperimen. Respon siswa terhadap penerapan model ini adalah kategori baik dengan presentase 86% dan pada kategori cukup dengan presentase 3%, serta 11% respon siswa terdapat pada kategori sangat baik, sehingga dapat disimpulkan sebagian besar siswa memberikan respon positif. Penerapan Model SSCS dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Abstract This research aims to analyze the application of the problem-oriented SSCS model, to analyze differences in the improvement of critical thinking skills in students who applied the problem-oriented SSCS model and those who did not apply it, and to analyze students' responses to the application of the problem-oriented SSCS model. The method used in this research is experimental research with a pretest-posttest control group design. The sampling technique used purposive sampling, namely the experimental class used X MIPA 5 and the control class used X MIPA 3, each of which consisted of 35 students. The research instruments used were observation sheets, performance sheets, 30 multiple-choice test items, and questionnaires. Reliability test on the test instrument with a value of 0.88 which indicates a reliable instrument. The application of the problem-oriented SSCS model in learning, obtained the results of the first meeting of stage 1 the average of each student was 2.36, stage 2 was 2, stage 3 was 2.28, stage 4 was 2.25 and each stage increased in the second meeting, so that it can be seen that student activity has increased at each stage. The difference in increasing critical thinking skills in terms of the average N-Gain value, the experimental class is 0.63, meaning that it is greater than the control class with a value of 0.53. Assessment of the performance sheet obtained greater results in the experimental class. Student responses to the application of this model were in the good category with a percentage of 86% and in the sufficient category with a percentage of 3%, and 11% of student responses were in the very good category, so it can be concluded that most students gave positive responses. The implementation of the SSCS Model can improve students' critical thinking skills.