Claim Missing Document
Check
Articles

TANAMAN DALAM PENGATURAN RUANG KELAS UNTUK MENCIPTAKAN MEDIA DAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG KONDUSIF Novianti Muspiroh; Asep Kurniawan
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.688 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.545

Abstract

The learning process in schools mostly occurs in the classroom where students learn to interact for many hours. Meanwhile the condition of the class frequently does not support, classes are too crowded, hot, stuffy, and others. So complete sufferings of those who learn in them. In fact comfortable classrooms can ensure the achievement of effective learning. In this case, how can it be achieved? One of the frequently overlooked in classroom management, to create a learning conducive atmosphere, is the placement of plants. In addition to the aesthetic of class decoration, plants are useful to create the ideal temperature, produce oxygen for the needs of the students in class that are generally crowded, and clean up pollutants. Thereby, the class will be lovely and comfortable which ultimately will lead to a positive attitude and mind in learning. Kata Kunci: Tanaman, Kelas, Pembelajaran, Kondusif
PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM MEMENUHI KECUKUPAN PANGAN NASIONAL Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.545 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.509

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia saat ini mengalami kondisi yang memprihatinkan, sebuah ironi bagi Negara kita yang notabene dikenal sebagai Negara agraris. Persoalan yang membelit sector pertanian antara lain adalah SDM, bidang teknologi, manajemen dan pengelolaan pasar sampai ketersediaan lahan pertanian. Semua itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat petani maupun kondisi pangan nasional.  
PENERAPAN PROJECT BASE LEARNING (PBP) BAGI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA MATA KULIAH SAINS TERAPAN Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.363 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.485

Abstract

Pembelajaran Berbasis  (PBL/PBP) memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna untuk pebelajar usia dewasa(andragogi) termasuk mahasiswa calon guru biologi,guna mempersiapkan untuk memasuki lapangan kerja. Tidak terkecuali bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan yang menuntut mahasiswa untuk aktif secara mandiri maupun kolaboratif dalam mengintegrasikan teoritik dengan masalah-masalah yang terkait dengan konsep sains. Penelitian dilakukan pada mahasiswa calon guru biologi di semester 7 dengan instrumen berupa observasi dan penilaian unjuk kerja. Didapatkan hasil pada penerapan PBL/PBP efektif dengan rerata indikator observasi sebesar 80,5. Pada penilaian produk hasil kerja/proyek mandiri didapatkan rerata 89,7 dan penilaian produk hasil kerja/proyek kelompok didapatkan rerata 91,6. Dengan demikian  PBL/PBP efektif bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan. Kata Kunci : PBP, Sains Terapan
PEMBANGUNAN HUTAN KOTA DI KOTA CIREBON Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.197 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i1.557

Abstract

Cirebon is a growing city that is characterized by fast population growth. It influences on increase of needs, residential land, recreation, transportation, health, education, and other facilities that support the sustainability of social and economic life of Cirebon city dwellers. The development of industrial areas and the use of means of transportation, such as motorcycles and cars can cause pollution or contamination. Meanwhile, Cirebon is a coastal city which has a hot temperature. Therefore, Cirebon requires urban open space as a solution to the problem in order to create beautiful, cool, pollution free of the city lungs and the availability of public space to relieve fatigue from urban tension. Unfortunately, the local government provids only 9% city forest from 30% the ideal of the total area.Not to mention that the existing urban open space, actually, seem to be ignored. This situation is certainly not healthy for the life quality of Cirebon city dwellers.Key words: Hutan, Kota, Pembangunan, Manfaat
PROFIL KOMPETENSI GURU DAN FASILITAS PENDUKUNG PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MADRASAH ALIYAH BERBASIS PESANTREN DI CIREBON (Studi Kasus di MAN Kalimukti dan MA As-Shighor Ad-Dauly) Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.062 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.522

Abstract

The teachers who teach science in schools based Islamic boarding are not all science educational background; some are teachers who "forced" to teach science. They were forced to "take advantage" of existing teachers to teach science because it does not have the ability to pay teachers from outside. The impact is learning science can not be implemented optimally, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The impact of teacher uncompetence and inadequate laboratory facilities are unoptimal science teaching learning process, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The purpose of this study is to know the competences of teachers and facilities of biology learning in Madrasah Aliyah based Islamic boarding school in Cirebon. The research method is descriptive qualitative method. The results showed that all the competences of teachers both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are classified good and very good as well as biology laboratory. The implication of this research is science teaching and learning process both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are could be implemented optimally. Background guru/tutor yang mengajar IPA di sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan pondok pesantren tidak semua berlatar belakang pendidikan IPA, sebagiannya adalah para ustad yang “dipaksa” untuk mengajarkan IPA kepada para santri. Mereka terpaksa “memanfaatkan” ustad yang ada untuk mengajarkan IPA karena tidak memiliki kesanggupan untuk membayar guru dari luar. Dampaknya adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Dampak dari kompetensi guru yang tidak sesuai maupun pendukung pembelajaran berupa fasilitas laboratorium yang kurang memadai adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kompetensi guru dan fasilitas pendukung pembelajaran biologi pada Madrasah Aliyah berbasis Pesantren di Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kompetensi guru di kedua Madrasah Aliyah As-Shighor dan Kalimukti sudah tergolong baik dan sangat baik. Demikian pula dengan fasilitas laboratorium Biologi di kedua sekolah tersebut belum sepenuhnya terpenuhi sarana dan prasarananya bahkan di MA As Shighor sangat minim. Implikasinya bahwa pembelajran IPA di kedua madrasah tersebut bisa terlaksana dengan baik dengan kompetensi guru yang dimilikinya meskipun fasilitas laboratorium belum sepenuhnya menunjang proses pembelajaran. Key Words: Kompetens Guru, Fasilitas Laboratorium Biologi, MA Pesantren
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Suci Rakhmawati; Nurul Azmi; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.247 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.973

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacu pada (Permendikbud) Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh guru Biologi saat pelaksanaan pembelajaran di kelas. Salah satu elemen perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 adalah standar proses yang berisi standar minimal mengenai proses pembelajaran yang harus dilakukan. Sehubungan dengan masalah tersebut diatas maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi apakah pembelajaran Biologi mengacu pada Standar Proses. Peneliti melakukan penelitian mengenai analisis pelaksanaan kurikulum 2013 ditinjau dari standar proses dalam pembelajaran Biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) perencanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng serta (3) mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Krangkeng pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru Biologi kelas X serta pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X-4 MIPA dan X-5 MIPA. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) secara umum RPP yang disusun guru telah memenuhi sebagian besar indikator dalam Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang standar proses. RPP yang disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Krangkeng telah memenuhi ketercapaian dengan kriteria baik. (2) secara umum pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Krangkeng sudah terlaksana dengan baik. Pelaksanaannya sesuai dengan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang standar proses. (3) siswa memberikan respon kuat terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Kata Kunci: Standar Proses, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi, Kurikulum 2013
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOENTREPRENEURSHIP PADA SUB KONSEP PISCES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 PLUMBON Khusnul Khotimah; Endang Endang; Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.706 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.978

Abstract

Penerapan pembelajaran Bioentrepreneurship pada sub konsep pisces merupakan pembelajaran biologi berbasis kewirausahaan yang bersifat kontekstual, artinya siswa dapat mengaitkan antara materi biologi seperti sub konsep pisces dengan penerapannya dalam kehidupan. Pembelajaran biologi berbasis entrepreneurship dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan inovasi siswa dalam berwirausaha. Tujuan dilakukan penelitian dengan menerapkan pembelajaran Bioentrepreneurship sebagai berikut: (1) aktivitas belajar siswa, (2) peningkatan hasil belajar siswa, dan (3) respon siswa terhadap pembelajaran Bioentrepreneurship. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Plumbon, tepatnya di kelas X MIPA 1 (kelas eksperimen) dan kelas X MIPA 2 (kelas kontrol), masing-masing berjumlah 40 siswa setiap kelas. Penelitian menggunakan desain Pretest Postest Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan angket respon. Data dianalisis dengan menggunakan software SPSS V 21. Hasil penelitian menunjukan 1) aktivitas belajar siswa kelas eksperimen terdapat peningkatan dari pertemuan pertama sampai ke dua; 2) Hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol meningkat, rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,60 dan rata-rata N-Gain kelas kontrol sebesar 0,32. Hasil uji statistik menghasilkan sig. 0,001 < 0,05, artinya Ho ditolak dan Ha diterima; 3) respon siswa terhadap pembelajaran bioentrepreneurship termasuk dalam kriteria kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 1) aktivitas siswa mengalami peningkatan 2) terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol,3) siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran bioentrepreneurship.  Kata kunci : Pembelajaran Bioentrepreneurship dan Hasil Belajar
ANALISIS POLA WACANA PEDAGOGIS GURU BIOLOGI DI SMA NEGERI 7 CIREBON Edy Chandra; Novianti Muspiroh; Dede Cahyanti Syahrir
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.476 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.528

Abstract

Permasalahan yang berkembang di kalangan pengajar muda yang belum memiliki pengalaman dalam dunia pengajaran adalah membutuhkan profil seorang guru ideal  yang disenangi oleh siswa.Analisis wacana pedagogis guru tidak hanya dapat mengungkap kualitas pengajaran seorang guru di kelas, tetapi merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengungkap proses belajar mengajar secara totalitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil seorang guru Biologi yang terbaik di salah satu SMA Negeri di Cirebon berdasarkan kemampuannya dalam menyampaikan materi dan memberikan pemahaman kepada siswa. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah dengan mengamati tingkat relevansi penguasaan materi guru biologi pada indikator RPP, tingkat analisis wacana pedagogis guru menggunakan model representasi, tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan penyajian motif dan tingkat analisis wacana pedagogis guru berdasarkan level penyajian konsep.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode Kualitatif Deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri dengan melakukan observasi, wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang guru biologi yang dianggap guru biologi terbaik di SMA Negeri 7 Cirebon.Data utama yang diperoleh berupa rekaman audio visual, diubah kedalam bentuk teks atau transkripsi untuk dapat dianalisis lebih lanjut.Hasil penelitian ini menunjukan tingkat relevansi penguasaan materi guru terhadap RPP yang dibuatnya dikatakan baik karena sebagian besar sudah teraktualisasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentase tingkat relevansi indikator 90% materi terakomodasi, dan 10% tidak terakomodasi. Sementara itu, hasil analisis wacana pedagogis guru pada representasi teks mencapai struktur 5 level. Artinya semakin banyak konsep yang disampaikan guru dan semakin tinggi kompleksitas penguasaan materi guru. Analisis wacana pedagogis berdasarkan penyajian motif menunjukan bahwa motif yang dominan adalah motif eliciting yaitu sebesar 56%. Hal tersebut mengungkapkan bahwa dalam pengajarannya guru lebih banyak menggali pengetahuan siswa.Kemudian analisis wacana pedagogis berdasarkan level pencapaian konsep, menunjukan bahwa guru dalam pengajarannya masih sekitar 32% mengoptimalisasi kemampuan berfikir tingkat tinggi yaitu dengan pencapaian level classificatory dan level formal.Kata kunci: Profil Guru, Analisis Wacana Pedagogis, Pedagogi Materi Subyek
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU BIOLOGI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 SUSUKAN Usfatul Aeni; Edy Chandra; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.237 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.975

Abstract

Identifikasi bertujuan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam menyusun program intervensi yang diharapkan dapat mencegah masalah di sekolah. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 harus mencapai 5 ranah pembelajaran diantaranya mengamati, menanya, mengumpulkan, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) kesulitan guru biologi dalam tahapan perencanaan, (2) kesulitan guru biologi dalam tahapan pelaksanaan proses pembelajaran, (3) respon siswa terhadap proses pembelajaran biologi yang diterapkan oleh guru biologi di SMA Negeri 1 Susukan.Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 1 Susukan dengan objek penelitian Guru Biologi dikelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dokumentasi, observasi, wawancara dan angket, adapun teknik analisis data diantaranya transkripsi, organisasi data, tahapan interprestasi, temuan, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, ada beberapa beberapa kesulitan diantaranya: 1) kesulitan pada tahap perencanaan yaitu guru biologi, kesulitan yang terdapat pada penyusunan RPP yaitu apek Perangkat awal, alokasi waktu, metode, sumber belajar, dan penilaian (Rubrik), 2) Kesulitan pada tahap proses pembelajaran, pada aspek kegiatan pendahuluan Guru sulit membuat peserta didik untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran, Guru sulit untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. Aspek kegiatan inti diantaranya guru sulit untuk menerapan pendekatan scientific, Guru masih mengalami kesulitan dalam pendekatan berbasis sainstifik (5M), Guru masih kesulitan menggunakan metode pembelajaran, Guru kurang aktif dalam proses pembelajaran. Aspek kegiatan penutup meliputi Guru sulit untuk membimbing siswa untuk menyimpulkan pembelajaran, Guru jarang memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, Guru sulit untuk menilai proses pembelajaran. 3) Respon siswa terhadap proses pembelajaran, hasil yang menjawab sering merupakan hasil yang paling tinggi dengan persentase 85%.Keywords: Identifikasi, Kesulitan Guru, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi Kurikulum 2013
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS SAINS, LINGKUNGAN, TEKNOLOGI, MASYARAKAT DAN ISLAM (SALINGTEMASIS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP EKOSISTEM KELAS X DI SMA NU (NADHATUL ULAMA) LEMAHABANG KABUPATEN CIREBON Muhammad Taufik Aditia; Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.628 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.478

Abstract

AbstrakPengembangan modul pembelajaran berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) merupakan bagian dari pembelajaran yang mengaitkan lingkungan sekitar dengan nilai – nilai Islam menjadi tak terpisahkan sebagai aplikasi integrasi dengan pembelajaran biologi tentang ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul  pembelajaran berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) pada konsep Ekosistem kelas X, mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa beserta perbedaannya antara yang diterapkan modul dan yang tidak dietrapkan, dan mengkaji respon siswa terhadap pengembangan modul berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis) di  kelas X di SMA NU (Nadhatul Ulama) Lemahabang Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksperimen.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui angket, uji modul berbasis sains, lingkungan, teknologi, masyarakat dan Islam (Salingtemasis), dan tes hasil belajar. Untuk uji analisis digunakan uji normalitas, uji homogenitas dan Uji t Paired Sample Test.Berdasarkan hasil penelitian tentang pengembangan bahan ajar melalui beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain modul, pengemebangan bahan ajar, validasi modul oleh para ahli, dan uji coba modul. Peningkatan hasil belajar siswa dengan modul sebesar 0,28 dengan kriteria cukup baik. Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan  antara kelas eksperimen dan control. Respon dari siswa sebesar 82.07% yang berarti sangat kuat terhadap penggunaan modul. Kata kunci : Modul Biologi Berbasis (Salingtemasis), Hasil Belajar