Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KEPALSUAN HIDUP DALAM HIPERREALITAS IKLAN Haryono, Cosmas Gatot
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v12i2.1662

Abstract

Kapitalis (melalui iklan) memanfaatkan kondisi manusia yang terjebak dalam kehidupan yang dipenuhi dengan simulasi untuk mencapai keuntungan  mereka. Di era modern ini, manusia telah terjerembab dalam ruang simulakra dan kehidupan hiperealis untuk kepentingan perluasan penetrasi produk mereka. Situasi ini  dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan fantasi-fantasi ataupun simulasi-simulasi lain sehingga  menyebabkan manusia tidak bisa lagi membedakan mana yang asli dari yang palsu, yang real dari yang virtual, yang nyata dari fantasi.Peneliti ini didasarkan pada pandangan Jean P. Baudrillard  yang melihat dunia manusia saat ini merupakan suatu dunia simulacra  dipenuhi dengan simulasi dan memmbentuk kehidupan yang hiperrealitas. Media massa (terutama melalui iklan dan film) mempunyai peranan yang sangat besar dalam meciptakan dunia simulacra ini. Faktanya film dan iklan menyuguhkan  begitu banyak kehidupan hiperrealis kepada audiensnya.  Peneliti sangat tertarik untuk mengkaji permasalahan ini dan menggunakan menggunakan analisis naratif Todorovuntuk membongkar iklan komersial Ramayana Departement Store episode #DisneyHakSegalaBangsa yang peneliti pilih sebagai obyek penelitian.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa dilepaskan dari lingkaran kepalsuan yang  digambarkan sebagai  “sebuah lingkaran setan kehidupan” karena pada waktunya siapapun korban dari kepalsuan juga akan melakukan hal yang sama kepada yang lainnya.  Melalui iklan ini, Ramayana-lah menggambarkan dirinya sendiri sebagai sumber keaslian yang sebenarnya, dimana kegembiraan dan semua impian akan terwujud. Ramayana hendak menggiring pola konsumsi masyarakat Indonesia agar tetap berada dalam keadaan, dimana mereka terjebak pada komsumsi yang salah kaprah dan menjadi semakin terjerembab dalam pola konsumsi yang kehilangan esensi karena hanya melihat  eksistensi dan citra dirinya.  
The Dominant Factors That Influence Preferences For Visiting Grin Cafe Usodo, Sapto; Riza, Fahrul; Haryono, Cosmas Gatot
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 3 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i3.1143

Abstract

This study aims to identify and map the dominant factors influencing customer visit preferences to Grin Kafe, a local café business that has two branches with different characteristics. A quantitative approach is used in this study by applying the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, which allows analysis of the relative importance of various factors determining customer visit decisions. The two main variables analyzed include: atmosphere and interior design. Data was collected through a paired comparison questionnaire given to customers who had visited Grin Kafe. The results of the study are expected to provide an overview of the priority of customer perception of these factors, as well as become a strategic basis for the development of services and increase the attractiveness of Grin Kafe, as well as contribute to the development of consumer behavior studies in the local café sector.
PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK FASHION UNTUK HEWAN PELIHARAAN “ANABUL”: PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA BUNGURASIH, SIDOARJO Haryono, Cosmas Gatot; Pascarina, Patrisia Amanda; Kristianto, Bernard Realino Danu; Lautama, Ciawita Atmadiratna; Githapradana, Dewa Made Weda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25553

Abstract

Desa Bungurasih adalah desa perbatasan Surabaya dan Sidoarjo yaitu berlokasi di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Letak desa ini sangat strategis karena berdekatan dengan Terminal terbesar di Indonesia, Terminal Purabaya (Terminal Bungurasih). Mata pencaharian dari warga Desa Bungurasih rata-rata adalah pegawai dan wirausaha. Karena aksesnya dekat dengan pabrik dan kantor, usaha yang dimiliki oleh warga kebanyakan bergerak di bidang kos-kosan, dan losmen atau hotel mini. Melihat jumlah ketimpangan yang terjadi pada persentase pekerja dan pengangguran, terdapat beberapa hal permasalahan yang mempengaruhi. Pertama, adanya berbagai macam jenis usaha yang dijalankan masyarakat Bungurasih tetapi selama ini masih didominasi oleh bisnis makanan. Ditinjau dari segi kreativitas, masyarakat cenderung menjual jenis makanan atau barang yang sama tanpa melakukan inovasi yang berbeda. Permasalahan ini memicu adanya hambatan kedua yaitu desa Bungurasih belum mampu untuk menemukan serta menonjolkan potensi yang dapat dikembangkan di dalam desa. Melalui Abdimas ini, harapannya dapat membantu UMKM di Bungurasih dalam hal digitalisasi berupa foto produk dan pelatihan penggunaan media sosial untuk mempromosikan produknya terutama produk fesyen yang diperuntukkan untuk hewan peliharaan atau “Anabul”. Luaran dari abdimas ini adalah kemampuan membuat unique selling point, perancangan branding, dan juga foto produk dan platform digital.
Peran Lansia Sebagai Pemegang Otoritas Dalam Komunikasi Kesehatan Pencegahan Stunting Teguh, Monika; Ida, Rachmah; Puspa, Ratih; Bungin, Burhan; Haryono, Cosmas Gatot
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4133

Abstract

This research aims to know the roles of the elders as authority holders in the means of health communication for stunting prevention implemented in Trenggalek Regency, East Java. Stunting is the failure of growth and development caused by malnutrition at the first 1000 days of a child’s life. This problem can be prevented by providing nutrition needed by pregnant women and toddlers, but for preventing this the efforts of health communication are needed so that the mindset and behaviors of the society can change according to the health standards. Therefore, at Trenggalek Regency Kenek Beraksi program was implemented involving elders who may have authority to distribute knowledge and intervene behaviors which cause stunting to children. This research is qualitative research using case study method, by data gathering using in depth interview and document study. The result of this research shows that elders have significant roles in health communication for stunting prevention at Trenggalek Regency. Elders hold authorities because of the culture in society giving them privilege as respected and trusted figures. Furthermore, their knowledge and experience give them expert power and referent power making their family follow their guidance. In health communication, their health acts as a communicator delivering health messages. The effects felt from the elders’ involvement in this health communication program include the decrease of pregnant women having anemia, the increase of the toddlers’ nutritional adequacy achievement, and the increasing weights of toddlers, which altogether reduce the number of stunting at Trenggalek Regency