Claim Missing Document
Check
Articles

Paving the Way for Out-of-School Youth by Strengthening Digital Content Creation Skills Monika Teguh; Imanuel Deny Krisna Aji; Kuncoro Dewi Rahmawati; Ignasius Liliek Senaharjanta; Cosmas Gatot Haryono
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v7i1.19246

Abstract

Education is the right of every citizen. Unfortunately, various social and economic problems cause unfortunate youths to drop out of school. Without the provision of education, these young people are threatened with difficulties in getting a job and a decent life in the future. In response to this problem, a French NGO called Life Project For Youth (LP4Y) provides assistance by providing certified informal education and training for out-of-school youth in various regions of the world, one of which is in Indonesia, in the city of Surabaya. In carrying out its mission LP4Y realizes that they do not always have experts to teach the knowledge or skills needed by the youth, so they collaborate with Ciputra University Surabaya as a partner in developing fostered youth. Specifically in this activity, the purpose of the service carried out is to strengthen the skills of young people in the field of content creation, and encourage their confidence to use these skills. The methods used include training, technology application, and mentoring. Then evaluated through surveys to participants and implementing partners. Participants who took part in the activity consisted of 15 young people. From this activity, participants have succeeded in making photo and video works that become portfolios for them to find jobs in fields that require these skills. Participants also stated that they are more confident to seek employment in fields other than administration due to the new skills they learned. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Namun sayangnya berbagai permasalahan sosial dan ekonomi menyebabkan pemuda-pemuda yang tidak beruntung harus mengalami putus sekolah. Tanpa adanya bekal pendidikan, maka pemuda ini terancam akan kesulitan mendapatkan pekerjaan dan hidup yang layak ke depannya. Menanggapi permasalahan ini, sebuah LSM dari Perancis bernama Life Project For Youth (LP4Y) memberikan bantuan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan informal bersertifikat bagi para pemuda putus sekolah di berbagai wilayah di dunia, salah satunya adalah di Indonesia, di kota Surabaya. LP4Y menyadari bahwa mereka tidak selalu memiliki tenaga ahli untuk mengajarkan ilmu atau skill yang dibutuhkan oleh para pemuda, sehingga mereka menggandeng Universitas Ciputra Surabaya sebagai mitra dalam mengembangkan para pemuda binaan. Secara khusus dalam kegiatan ini, tujuan pengabdian yang dilaksanakan adalah untuk memperkuat skill para pemuda di bidang content creating, serta mendorong kepercayaan diri mereka untuk menggunakan skill tersebut. Metode yang digunakan antara lain pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Kemudian di evaluasi melalui survei kepada peserta maupun mitra pelaksana. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari 15 orang pemuda. Dari kegiatan ini, peserta telah berhasil membuat karya foto dan video yang menjadi portofolio bagi mereka untuk mencari pekerjaan di bidang yang membutuhkan skill tersebut. Peserta juga menyatakan mereka lebih percaya diri untuk mencari pekerjaan di bidang lain selain bidang administratif berkat skill bari yang mereka pelajari. Implikasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pemuda putus sekolah yang memiliki keterampilan baru di bidang digital content creating.
Circular Economy Integration in the Daulat Sampah Program by Stakeholders in Trisik Beach, Yogyakarta Sasongko, Yohanes Probo Dwi; Haryono, Cosmas Gatot; Herlina, Herlina
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 16 No. 2 (2025): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v16i2.13158

Abstract

The waste problem at Trisik Beach in Yogyakarta Province remains a complex and urgent issue that requires immediate attention. Addressing this environmental challenge while supporting economic growth in coastal ecosystems necessitates ongoing collaborative efforts. The Banaran Tourism Awareness Group (Pokdarwis), along with local artists and other stakeholders, has initiated a social activity focused on environmental cleanliness called Daulat Sampah. This program promotes sustainable practices and applies the circular economy concept, where waste is recycled into artworks that possess both aesthetic and commercial value. This not only contributes to the economic development of the Banaran community but also serves as a model for environmental improvement through the reuse of materials. Joint actions, such as waste reduction and reuse, function as community education tools, fostering greater awareness and concern for the surrounding environment. This research employs field observations, in-depth interviews, and literature reviews, with data analyzed descriptively and qualitatively. The findings suggest that adopting the circular economy concept offers a viable solution for integrated environmental management. The structuring process within this program shows potential to mitigate ecological damage caused by recent weather changes. Moreover, waste management activities at this marine tourism site exemplify practical sustainable development. Such initiatives can be implemented comprehensively across various marine tourism sites, especially along the southern coastal region of Java Island.
Pengaruh Perceived of Ease Use, Perceived of Usefulness, dan Brand Image terhadap Intensi Menggunakan Kembali Pinjaman Digital GrabModal Narik (Powered by Julo) Oleh Mitra Driver Grab Sukisman, Joanne Mareris; Dewi, Yuli Kartika; Haryono, Cosmas Gatot
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10907

Abstract

Perkembangan fintech telah memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan bagi pekerja informal, termasuk mitra driver Grab. GrabModal Narik (Powered by Julo) merupakan layanan kredit digital yang ditawarkan untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial mendesak dan modal operasional harian driver. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, dan Brand Image terhadap Continued Usage Intention dalam penggunaan kembali layanan GrabModal Narik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 137 mitra driver Grab yang pernah menggunakan layanan tersebut, dan pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Continued Usage Intention, baik secara relatif maupun simultan. Perceived Ease of Use menjadi variabel yang paling dominan mempengaruhi penggunaan ulang dengan kontribusi 24,6%, diikuti oleh Brand Image sebesar 21,3% dan Perceived Usefulness sebesar 13,4%. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 59,3% variasi intensi penggunaan kembali layanan kredit digital ini. Temuan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan penggunaan fintech oleh mitra driver sangat dipengaruhi kombinasi kemudahan penggunaan aplikasi, manfaat yang dirasakan secara langsung, serta kepercayaan terhadap merek penyedia layanan. Implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengalaman pengguna, optimalisasi fitur aplikasi, serta strategi komunikasi merek yang meningkatkan rasa aman dan loyalitas pengguna.
KEPALSUAN HIDUP DALAM HIPERREALITAS IKLAN Cosmas Gatot Haryono
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v12i2.1662

Abstract

Kapitalis (melalui iklan) memanfaatkan kondisi manusia yang terjebak dalam kehidupan yang dipenuhi dengan simulasi untuk mencapai keuntungan  mereka. Di era modern ini, manusia telah terjerembab dalam ruang simulakra dan kehidupan hiperealis untuk kepentingan perluasan penetrasi produk mereka. Situasi ini  dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberikan fantasi-fantasi ataupun simulasi-simulasi lain sehingga  menyebabkan manusia tidak bisa lagi membedakan mana yang asli dari yang palsu, yang real dari yang virtual, yang nyata dari fantasi.Peneliti ini didasarkan pada pandangan Jean P. Baudrillard  yang melihat dunia manusia saat ini merupakan suatu dunia simulacra  dipenuhi dengan simulasi dan memmbentuk kehidupan yang hiperrealitas. Media massa (terutama melalui iklan dan film) mempunyai peranan yang sangat besar dalam meciptakan dunia simulacra ini. Faktanya film dan iklan menyuguhkan  begitu banyak kehidupan hiperrealis kepada audiensnya.  Peneliti sangat tertarik untuk mengkaji permasalahan ini dan menggunakan menggunakan analisis naratif Todorovuntuk membongkar iklan komersial Ramayana Departement Store episode #DisneyHakSegalaBangsa yang peneliti pilih sebagai obyek penelitian.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa dilepaskan dari lingkaran kepalsuan yang  digambarkan sebagai  “sebuah lingkaran setan kehidupan” karena pada waktunya siapapun korban dari kepalsuan juga akan melakukan hal yang sama kepada yang lainnya.  Melalui iklan ini, Ramayana-lah menggambarkan dirinya sendiri sebagai sumber keaslian yang sebenarnya, dimana kegembiraan dan semua impian akan terwujud. Ramayana hendak menggiring pola konsumsi masyarakat Indonesia agar tetap berada dalam keadaan, dimana mereka terjebak pada komsumsi yang salah kaprah dan menjadi semakin terjerembab dalam pola konsumsi yang kehilangan esensi karena hanya melihat  eksistensi dan citra dirinya.  
Peran Lansia Sebagai Pemegang Otoritas Dalam Komunikasi Kesehatan Pencegahan Stunting Monika Teguh; Rachmah Ida; Ratih Puspa; Burhan Bungin; Cosmas Gatot Haryono
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4133

Abstract

This research aims to know the roles of the elders as authority holders in the means of health communication for stunting prevention implemented in Trenggalek Regency, East Java. Stunting is the failure of growth and development caused by malnutrition at the first 1000 days of a child’s life. This problem can be prevented by providing nutrition needed by pregnant women and toddlers, but for preventing this the efforts of health communication are needed so that the mindset and behaviors of the society can change according to the health standards. Therefore, at Trenggalek Regency Kenek Beraksi program was implemented involving elders who may have authority to distribute knowledge and intervene behaviors which cause stunting to children. This research is qualitative research using case study method, by data gathering using in depth interview and document study. The result of this research shows that elders have significant roles in health communication for stunting prevention at Trenggalek Regency. Elders hold authorities because of the culture in society giving them privilege as respected and trusted figures. Furthermore, their knowledge and experience give them expert power and referent power making their family follow their guidance. In health communication, their health acts as a communicator delivering health messages. The effects felt from the elders’ involvement in this health communication program include the decrease of pregnant women having anemia, the increase of the toddlers’ nutritional adequacy achievement, and the increasing weights of toddlers, which altogether reduce the number of stunting at Trenggalek Regency
Pengaruh Perceived of Ease Use, Perceived of Usefulness, dan Brand Image terhadap Intensi Menggunakan Kembali Pinjaman Digital GrabModal Narik (Powered by Julo) Oleh Mitra Driver Grab Joanne Mareris Sukisman; Yuli Kartika Dewi; Cosmas Gatot Haryono
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10907

Abstract

Perkembangan fintech telah memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan bagi pekerja informal, termasuk mitra driver Grab. GrabModal Narik (Powered by Julo) merupakan layanan kredit digital yang ditawarkan untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial mendesak dan modal operasional harian driver. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, dan Brand Image terhadap Continued Usage Intention dalam penggunaan kembali layanan GrabModal Narik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 137 mitra driver Grab yang pernah menggunakan layanan tersebut, dan pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Continued Usage Intention, baik secara relatif maupun simultan. Perceived Ease of Use menjadi variabel yang paling dominan mempengaruhi penggunaan ulang dengan kontribusi 24,6%, diikuti oleh Brand Image sebesar 21,3% dan Perceived Usefulness sebesar 13,4%. Secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 59,3% variasi intensi penggunaan kembali layanan kredit digital ini. Temuan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan penggunaan fintech oleh mitra driver sangat dipengaruhi kombinasi kemudahan penggunaan aplikasi, manfaat yang dirasakan secara langsung, serta kepercayaan terhadap merek penyedia layanan. Implikasi manajerial dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengalaman pengguna, optimalisasi fitur aplikasi, serta strategi komunikasi merek yang meningkatkan rasa aman dan loyalitas pengguna.
Pengaruh Kualitas Layanan, Aksesibilitas Lokasi, dan Strategi Harga terhadap Loyalitas Pelanggan melalui Kepuasan Pelanggan Depo Air Minum Isi Ulang Ideal di Kota Pontianak Nor Aeni Sonnarya; Fahrul Riza; Cosmas Gatot Haryono
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v4i2.643

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh kualitas layanan, keterjangkauan lokasi, dan strategi harga terhadap kepuasan pelanggan serta implikasinya pada loyalitas pelanggan Depo Air Minum Isi Ulang Ideal di Kota Pontianak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin ketatnya persaingan industri air minum isi ulang, sehingga pelaku usaha perlu memahami faktor utama yang dapat membentuk kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung kualitas layanan, keterjangkauan lokasi, dan strategi harga terhadap kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan, serta pengaruh tidak langsung melalui kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 125 pelanggan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan strategi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas melalui kepuasan pelanggan, sedangkan strategi harga berpengaruh terhadap loyalitas baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan pelanggan. Namun, keterjangkauan lokasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan maupun loyalitas pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang andal dan harga yang adil menjadi faktor utama dalam memperkuat loyalitas pelanggan Depo Air Minum Isi Ulang Ideal.
Digital Transformation of MSMEs: A Study on the Impact and Motives of Using Third-Party E-Commerce Platforms: Profitable or Not? Sabrina Liemansyaputri; Endi Sarwoko; Cosmas Gatot Haryono
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 9 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i9.51131

Abstract

With the development of technology, the lifestyle of today's society has changed. Therefore, it encourages MSMEs to keep up with the technological developments in order to be able to survive in undergoing competition in this new era. This article will discuss the impact and motives of MSME’s in using third party e-commerce platforms. Where most other articles discuss the positive side of the presence of third-party e-commerce platforms for MSME’s. Therefore, the purpose of this article is to deeply understand the impact of digital transformation from both the positive and negative sides of MSME’s in using third-party e-commerce platforms. In addition, this research will identify the factors that influence the success of MSMEs in carrying out digital transformation, as well as the challenges faced by MSME’s in carrying out the digital transformation process in business. This research will use the Uses and Gratifications Theory (UGT) approach to better understand the motives of MSME’s to join or digitize their business by using third party e-commerce platforms. This research uses a descriptive qualitative method by conducting in-depth interviews and observations as primary data and e-journal sources, e-books, websites as secondary data. Deep interviews were conducted with 11 (eleven) MSME owners/managers in Makassar City who have different characteristics such as business size (based on the Central Bureau of Statistics), product type, and length of use of third-party e-commerce platforms. This study found that the digitization of MSME’s through third-party e-commerce platforms has complex dynamics.
Personal Selling, Brand Image Dan Brand Trust Universitas Dalam Keputusan Studi Mahasiswa Fariz Hilman Perdana; Yuli Kartika Dewi; Cosmas Gatot Haryono
Value : Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. 21 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jv.v21i2.8570

Abstract

Study decisions at private universities are becoming increasingly complex because prospective students face many institutional choices, uncertainty regarding the quality of educational services, and long-term investment risks. This study aims to analyze the influence of personal selling and brand image on study decisions through brand trust. Data were obtained through a survey of 119 second-semester active students at a private university in Banyuwangi, analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that brand image builds brand trust and drives study decisions, while brand trust mediates the relationship between brand image and study decisions. Personal selling builds brand trust but is not sufficient to drive study decisions, either directly or through brand trust. These findings indicate that study decisions are more strongly explained by trust built through institutional image than by direct interpersonal communication. This study extends the application of the Stimulus–Organism–Response (SOR) framework in higher education marketing by demonstrating that institutional image is a more effective stimulus to be converted into decisions through trust. This implies that private universities need to maintain consistency of image, information credibility, and evidence of institutional quality in their student recruitment strategies.
Analysis of the Influence of Social Media Marketing on Purchase Decisions in Limited Market Pharmacies with Digital Literacy as a Moderating Variable Rena Wida Arias; Endi Sarwoko; Cosmas Gatot Haryono
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (November-Desember 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i2.6900

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media marketing on consumer purchase decisions in pharmacies operating in limited market areas, and to evaluate the moderating role of digital literacy. The research is motivated by stagnant sales performance at Laris Farma Pharmacy in Blitar Regency, despite its promising market potential. Social media marketing is proposed as an alternative strategy to reach a wider consumer base, with consideration of the varying levels of digital literacy among the local population. A quantitative approach with an explanatory research method was employed. Data were collected through an online questionnaire distributed to 100 consumers who had made purchases and were exposed to digital promotions. The analysis used Moderated Regression Analysis (MRA). The results indicate that social media marketing has a significant and positive effect on purchase decisions. Furthermore, digital literacy strengthens the relationship between social media marketing and consumer purchasing behavior. These findings suggest that the effectiveness of digital marketing strategies in limited markets is highly dependent on consumers’ readiness to access and interpret digital information. This study offers practical implications for local businesses to integrate social media promotions with efforts to improve consumer digital literacy in order to foster sustainable business growth.