Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Analisis Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD Idawati Idawati; Aqilah Salsabila; Muh Iqram Marlis; Nurul Amadyah; Sarmila Sarmila; Sartika Defianty; St. Nurasiah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7719

Abstract

Tujuan artikel ini menganalisis pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SD. Hasil dari penemuan ini menemukan bahwa mengubah manajemen berbasis pusat menjadi manajemen berbasis sekolah (transisi) merupakan proses yang panjang dan melibatkan banyak pihak. Transisi ini memerlukan penyesuaian-penyesuaian, baik sistem (struktur)nya, kulturnya, maupun figurnya, dengan tuntutan-tuntutan baru manajemen berbasis sekolah.
Analisis Deskriptif Learning Analytics Dalam Menilai Tingkat Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Aqilah Salsabila; Rukli Rukli
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.10191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis learning analytics dalam menilai tingkat literasi digital siswa sekolah dasar, mencakup kemampuan akses informasi digital, evaluasi informasi, pemanfaatan teknologi digital, dan etika digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling melibatkan 16 siswa kelas VI SD Inpres Puro'ro tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data dilakukan melalui angket literasi digital menggunakan skala Likert empat poin, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pendekatan learning analytics. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa (68,75%) memiliki tingkat literasi digital tinggi dengan skor rata-rata 39,75 (82,81%). Berdasarkan dimensi, etika digital memperoleh skor tertinggi (84,90%), diikuti evaluasi informasi digital (83,85%), akses informasi digital (82,29%), dan pemanfaatan teknologi digital (79,17%). Learning analytics mengidentifikasi kekuatan literasi digital pada kemampuan menggunakan mesin pencari (89,06%) dan kesadaran terhadap berita palsu (87,50%), sedangkan kelemahan pada partisipasi diskusi online dan akses perpustakaan digital (masing-masing 75,00%). Pendekatan learning analytics berimplikasi pada personalisasi program literasi digital, prioritas pengembangan berdasarkan identifikasi kelemahan, pengembangan asesmen komprehensif, dan pentingnya kolaborasi multi-stakeholder dalam pengembangan literasi digital di tingkat sekolah dasar.