Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perancangan Hotel Resort di Danau Biru Kolaka Utara Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Alif, Nur; Mustafa, Mursyid; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.12509

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di daerah khatulistiwa. Dengan letak Indonesia yang berada di kawasan khatulistiwa ini, Indonesia memiliki iklim tropis. Iklim tropis ini merupakan berkah dari Allah SWT yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Iklim tropis yang berhawa sejuk dan hangat sepanjang tahun salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berasal dari negara kawasan sub-tropis yang suhu rata-ratanya dapat lebih dingin apabila dibandingkan dengan kawasan tropis. Salah satu wilayah yang memiliki potensi alam yang berlimpah adalah Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Kolaka Utara atau lebih tepatnya di Danau Biru, sangat disayangkan jika keindahan alam yang dimiliki tidak diolah dan dimanfaatkan dengan bijak, salah satu bentuk pengolahannya adalah dengan menjadikan tujuan wisata. Kegiatan berwisata tersebut harus didukung dengan fasilitas hunian sebagai tempat tinggal sementara para wisatawan, dan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung dalam menginap selama berwisata ke Kolaka Utara. Pada perancangan hotel resort ini menggunakan pendekatan arsitektur tropis dimana material yang digunakan yaitu material yang berasal dari alam dan juga ramah lingkungan juga mudah untuk di dapatkan dan tentunya memiliki harga yang terjangkau, tujuannya untuk memanfaatkan hasil alam yang berada di Kab. Kolaka Utara dan juga mengurangi penggunaan energi yang berlebihan pada bangunan.
Perancangan Gedung Olahraga Tennis di Kabupaten Soppeng Trianto, Rio; Mustafa, Mursyid; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.12521

Abstract

Gedung olahraga tenis ini adalah salah satu fasilitas yang digunakan sebagai sarana dalam mengembangkan minat dan bakat Masyarakat Kabupaten Seppeng terkait dengan olahraga tenis. Dengan adanya fasilitas gedung olahraga tenis ini tentunya diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta baru yang lahir dari tanah Soppeng ini sehingga diharapkan dapat mengembangkan minat masyarakat kepada olahraga tenis ini. Tujuan perancangan gedung olahraga ini tentunya dapat melahirkan atlet dan menumbuhkan minta masyrakat terhadap olahrga ini tentu dengan mengaplikasikan konsep neo vernacular pada bangunan sehingga dapat tetap menjadi bangunan dengan tidak melepaskan budaya arsitektur tradisional daerah Soppeng sehingga dapat menjadi salah satu icon bangunan di Kabupaten Soppeng. Metode yang digunakan dalam melakukan perancangan adalah melakukan pengambilan data penelitian yang akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan konsep dan desain perancangan sesuai dengan format kaidah, aturan dan standar baik arsitektural maupun non arsitektural sesuai dengan judul perancangan. Hasil perancangan pusat penelitian ini tentunya mencakup konsep analisis tapak, aktivitas pengguna, kebutuhan ruang, luas ruang, konsep penataan
Pendekatan Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren Modern di Kabupaten Takalar Syam, Nurleha; Mustafa, Mursyid; Latif, Sahabuddin; Syarif, Muhammad; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Amal, Citra Amalia; Syahdan, Muh. Rizal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7273

Abstract

Ditinjau sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia masih jauh dengan sistem pendidikan modern atau sebagian besar pondok pesantren masih menggunakan pola pendidikan tradisional yaitu pola salafiyah. Bangunan pesantren di wilayah Sulawesi Selatan, masih banyak yang bangunannya belum mengadaptasikan arsitektur yang ramah lingkungan. Konsep perancangan pondok pesantren di Takalar ini menerapkan konsep pendekatan arsitektur bioklimatik yang merupakan salah satu konsep arsitektur ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah studi observasi lapangan dan studi literatur. Hasil konsep bangunan peondok pesantren ini memiliki karakteristik seperti penentuan orientasi bangunan, peletakan sun-shuding, peletakan bukaan, pemilihan material, pemilihan warna bangunan dan peletakan vegetasi yang menjadi keunggulan bangunan ini.
Perancangan Buginese Cultural Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Kabupaten Bone Fardi, Fardi; Mustafa, Mursyid; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Zainuddin, Salmiah; Osman, Wiwik Wahidah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7298

Abstract

Buginese Cultural Center merupakan tempat kegiatan yang berhubungan dengan pementasan, pendidikan tentang kebudayaan daerah bugis berupa pertunjukan dan pameran, yang diperuntukan untuk umum, agar masyarakat atau pengunjung dapat melihat dan mempelajari kesenian budaya Bugis, memberi area pusat hiburan, mewadahi para seniman. Adapun konsep perancangan yang digunakan yaitu arsitektur modern, adapun konsep Arsitektur Modern yang memiliki teori yang mengkaji unsur geometris serta penggunaan bahan industrial dengan menggambarkan kemajuan teknologi. Ciri arsitekur modern diantaranya mengkaji wujud kemajuan terhadap konstruksi dengan memaksimalkan fungsi yang menghindari banyaknya ornamen dan dekorasi, penerapan garis vertikal dan horizontal, memiliki ruang terbuka, desain simetris, koneksi dengan alam, penggunaan material dan tradisional, memaksimalkan fungsi ruang. Sehingga proses prancangannya terdapat beberapa hasil diantaranya bangunan pusat kesenian, bangunan galeri seni, teater, tempat ibadah, pusat oleh-oleh dan makanan khas
Perancangan Ecoport Bira di Kabupaten Bulukumba Rifaldi, Rifaldi; Mustafa, Mursyid; Nur, Khilda Wildana; Abdullah, Ashari; Rohana, Rohana; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7299

Abstract

Pelabuhan Bira merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Bulukumba yang berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan penumpang dan barang. Kondisi Pelabuhan Bira saat ini, tidak lengkapi dengan fasilitas yang memadai dikarenakan beberapa komponen fasilitas telah mengalami kerusakan. Minimnya fasilitas penunjang yang ada di Pelabuhan Bira tidak mengoptimalkan kenyamanan, keselamatan dan keamanan pengguna pelabuhan. Penumpang terkadang mengalami kesulitan dalam alur dan sirkulasi pada pelabuhan saat ini. Kurangnya tanaman hijau pada kawasan pelabuhan serta tidak terawatnya lingkungan laut pada area pinggir dermaga menyebabkan sirkulasi udara terganggu dikarenakan pertukaran oksigen dengan CO₂ pada area pelabuhan sangat tidak sehat. Tujuan perancangan Pelabuhan Bira adalah mewujudkan pelabuhan yang berstandar nasional, sesuai dengan fungsi pelabuhan dan menerapkan konsep ecoport sebagai pendekatan atau upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi masalah lingkungan pada Pelabuhan Bira. Metode pendekatan yang diterapkan yaitu konsep ecoport yang disusun berdasarkan “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” Dirjen Perhubungan Laut. Hasil perancangan ini konsep tapak dengan luas 3,4 ha, tersedia fasilitas terminal penumpang yang dilengkapi ruang tunggu kapasitas 400 orang, hotel kapsul, cafe, restauran, area check-in, dan ruang manajemen bangunan, lapangan penumpukan dengan luas 1672 m², ruang terbuka hijau, masjid, jalur gangway, dan menara pemantau. Penelitian ini menyimpulkan Pelabuhan Bira menjadi pelabuhan berstandar nasional yang sesuai dengan fungsinya, dan menerapak 3 “Pedoman Teknis Konsep Ecoport” pada perancangan pelabuhan ini.
Penerapan Prinsip Arsitektur Hijau Pada Desain Permukiman Ramah Lingkungan di Perkotaan Mustafa, Mursyid
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i1.3494

Abstract

Penerapan arsitektur hijau dalam desain permukiman di perkotaan semakin penting seiring dengan tantangan urbanisasi dan perubahan iklim. Studi ini mengeksplorasi tantangan dan peluang penerapan prinsip-prinsip arsitektur hijau dalam konteks perkotaan, termasuk penggunaan material berkelanjutan, pengelolaan air, serta efisiensi energi. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan lahan, biaya awal yang tinggi, dan rendahnya kesadaran masyarakat, arsitektur hijau menawarkan berbagai peluang, terutama dalam hal penghematan energi jangka panjang, peningkatan kualitas lingkungan, serta potensi pengurangan emisi karbon. Studi ini menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan insentif dan regulasi untuk mendorong pengembang mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Selain itu, inovasi dalam material bangunan dan teknologi energi terbarukan, seperti penggunaan bata plastik dan panel surya, telah membuka peluang besar untuk menciptakan bangunan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Edukasi kepada masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan permintaan terhadap permukiman hijau. Rekomendasi penelitian ini meliputi peningkatan insentif pemerintah, penguatan kemitraan antara sektor swasta dan komunitas lokal, serta inovasi berkelanjutan dalam desain bangunan. Dengan pendekatan yang tepat, arsitektur hijau dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan sehat bagi masyarakat.
Pemanfaatan Material Lokal Dalam Desain Arsitektur Vernakular Untuk Permukiman Modern Mustafa, Mursyid
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i1.3495

Abstract

Pemanfaatan material lokal dalam arsitektur modern menawarkan peluang besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, baik dari segi lingkungan, ekonomi, maupun budaya. Material seperti bambu, kayu, batu alam, dan tanah liat dikenal memiliki jejak karbon yang lebih rendah, meningkatkan efisiensi energi, serta mendukung ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja. Selain itu, material lokal sering kali lebih sesuai dengan kondisi iklim setempat, sehingga mampu mengurangi kebutuhan energi untuk pemanasan atau pendinginan. Inovasi teknologi modern telah memungkinkan material lokal untuk diadaptasi dalam konstruksi modern melalui pengawetan kayu, pengolahan bambu komposit, dan teknik pemadatan tanah liat, sehingga material tersebut dapat memenuhi standar ketahanan bangunan kontemporer. Teknologi ini juga mendukung efisiensi energi bangunan melalui integrasi panel surya dan sistem pencahayaan alami. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup biaya pengolahan material yang lebih tinggi, regulasi yang ketat, serta persepsi masyarakat yang masih menganggap material lokal sebagai kurang unggul dibandingkan material industri. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan dukungan kebijakan dan insentif dari pemerintah, serta edukasi kepada masyarakat tentang manfaat jangka panjang dari penggunaan material lokal. Jika tantangan ini dapat diatasi, material lokal berpotensi besar menjadi solusi utama dalam mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan.
Peran Desain Permukiman Dalam Membangun Ketahanan Terhadap Perubahan Iklim Mustafa, Mursyid
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i1.3497

Abstract

Perubahan iklim menghadirkan tantangan besar bagi kawasan perkotaan, termasuk permukiman yang rentan terhadap banjir, gelombang panas, dan perubahan pola cuaca ekstrem. Desain permukiman yang adaptif dan berkelanjutan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan lingkungan. Penelitian ini mengeksplorasi peran desain permukiman dalam meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim melalui pendekatan yang holistik, meliputi penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan air, efisiensi energi, serta infrastruktur hijau. Penggunaan material lokal yang memiliki isolasi termal baik, seperti batu bata tanah liat dan bambu, serta integrasi teknologi energi terbarukan, seperti panel surya, dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca. Selain itu, infrastruktur hijau, seperti kolam retensi dan taman resapan air, berperan dalam mengelola risiko banjir dan menjaga ketersediaan air bersih. Efisiensi energi juga menjadi elemen kunci dalam desain permukiman adaptif, di mana desain pasif dan teknologi smart grid membantu mengurangi kebutuhan energi secara signifikan. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi desain permukiman juga penting untuk meningkatkan ketahanan komunitas lokal terhadap dampak perubahan iklim. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi desain permukiman yang berkelanjutan, adaptif, dan tangguh terhadap perubahan iklim. Dengan pendekatan yang komprehensif, desain permukiman dapat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Correlation Between Islamic Architecture and Sustainable Architecture at the Grand Mosque & Islamic Center Sidenreng Rappang Mustafa, Mursyid; Dollah, Aris Sakkar
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 4 (2025): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i4.27093

Abstract

In Islamic architecture, the embodiment of building works of art radiates from both physical and metaphysical aspects, drawing on Islamic thought concepts originating from the Al-Qur'an and Hadith. The idea of sustainable architecture is an environmentally design approach that makes use of and pays attention to the balance and resources of the environment. This research aims to examine the correlation between Islamic architecture and sustainable architecture in the Grand Mosque and the Islamic Center in Sidrap. A qualitative method was used in this study to provide descriptive data in the form of written descriptions and visual representations of the research object. Through a case study, this descriptive qualitative method was employed to analyze and compare how the two mosque buildings, the Sidrap Great Mosque and the Sidrap Islamic Center, incorporate sustainable architecture in conjunction with Islamic architecture. The research found that both the Sidrap Islamic Center Grand Mosque and the Sidrap Great Mosque have implemented sustainability aspects through their mosque designs, although improvement might be needed in some aspects to achieve a more sustainable design.