Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Media Edukasi Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Siswi Tentang Sadari Di SMP Negeri 1 Baitussalam Adinda, Novia Restu; Kasmini, Lili; Fazlaini, Risna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study purpose was to determine the effect of video-based educational media on improving knowledge and skills of female students regarding Breast Self-Examination (BSE/SADARI) at SMP Negeri 1 Baitussalam, Aceh Besar Regency. Breast cancer remains one of the leading causes of death among women, and early detection through SADARI is an effective preventive effort, especially for adolescents. However, limited knowledge and lack of practical skills among students highlight the need for effective educational interventions using engaging media. Materials and methods. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest method. The research was conducted on 15 female students. Data were collected using questionnaires to measure knowledge and observation checklists to assess students’ skills in performing SADARI. The intervention was delivered through video-based educational media. Data analysis was carried out using descriptive and inferential statistics to compare pretest and posttest results. Results. The findings showed a significant improvement in both knowledge and skills after the intervention. Before the educational video was administered, most respondents had low levels of knowledge and inadequate skills. After the intervention, the majority of students demonstrated good knowledge and were able to perform SADARI correctly. The use of video media effectively enhanced students’ understanding through audio-visual presentation, making learning more engaging and easier to comprehend. Conclusions. Video-based educational media has a significant effect on improving knowledge and practical skills of female students regarding SADARI. This method is recommended as an effective health education strategy to promote early detection of breast cancer among adolescents. Keywords: video education, breast self-examination, knowledge, skills, adolescents
Efektivitas Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Pencegahan Kehamilan Pada Remaja di Pesantren Al Falah Abu Lam U Islamic Modern Boarding School Desmawati Desmawati; Rita Novita; Risna Fazlaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8787

Abstract

Kehamilan remaja merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja. Kurangnya pengetahuan serta sikap yang kurang tepat mengenai kesehatan reproduksi menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program pendidikan kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pencegahan kehamilan di Pesantren Al Falah Abu Lam U Islamic Modern Boarding School. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 63 siswi, dengan sampel sebanyak 32 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Intervensi dilakukan melalui program pendidikan kesehatan reproduksi menggunakan media edukasi booklet. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum serta sesudah intervensi diberikan. Data dianalisis untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan dan sikap responden setelah mengikuti program edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri terkait pencegahan kehamilan. Setelah diberikan edukasi, responden mengalami peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, risiko perilaku seksual pranikah, serta pentingnya menjaga perilaku yang sehat sesuai norma agama dan sosial. Program edukasi kesehatan reproduksi diharapkan dapat menjadi salah satu strategi preventif dalam menurunkan risiko kehamilan remaja serta meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Faktor – Faktor yang Memengaruhi Minat Ibu Memilih Kontrasepsi Implant di Pukesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar Fisa Faminanta; Nelva Riza; Risna Fazlaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8857

Abstract

Kontrasepsi implant merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang sangat efektif, aman, dan reversibel, namun cakupan penggunaannya di Indonesia masih rendah dibandingkan metode hormonal jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat ibu dalam memilih kontrasepsi implant di Puskesmas Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 42 orang ibu akseptor kontrasepsi implant yang dipilih secara purposive sampling. Variabel independen meliputi dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan, pekerjaan, dan usia; variabel dependen adalah minat ibu memilih implant. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) mendapatkan dukungan tenaga kesehatan, 54,8% memiliki pengetahuan baik, 90,5% tidak bekerja, 66,7% berusia 20–35 tahun, dan 88,1% memiliki minat tinggi terhadap implant. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan minat ibu (p = 0,020), sementara pekerjaan (p = 0,521) dan usia (p = 0,132) tidak berhubungan signifikan. Variabel dukungan tenaga kesehatan tidak dapat dianalisis secara statistik karena bersifat konstan. Disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor dominan yang memengaruhi minat ibu memilih kontrasepsi implant. Penguatan program edukasi dan konseling kesehatan reproduksi yang komprehensif, akurat, dan berkelanjutan menjadi strategi kunci dalam meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi implant sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas.
Pengaruh Aktivitas Fisik dan Perilaku Vulva Hygiene terhadap Keputihan pada Remaja Putri di Desa Gue Gajah Kabupaten Aceh Besar Zaitun Zaitun; Risna Fazlaini; Salamah Salamah; Ummu Aiman
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3def8447

Abstract

Background: Adolescence is a transitional stage from childhood to adulthood characterized by significant physical, psychological, and social changes. These changes require special attention to prevent potential health problems, particularly those related to reproductive health. One of the most common reproductive health issues experienced by adolescent girls is vaginal discharge (leucorrhoea). This study aimed to examine the relationship between physical activity and personal hygiene with the incidence of vaginal discharge among adolescent girls in Gue Gajah Village, Aceh Besar Regency, in 2026. Methods: This study employed a descriptive-analytic research design with a cross-sectional approach involving 59 respondents. Data were analyzed to determine the association between physical activity, personal hygiene, and the incidence of vaginal discharge. Results: The findings revealed a statistically significant relationship between physical activity and the incidence of vaginal discharge (p = 0.028). Adolescent girls with high levels of physical activity were more likely to experience abnormal vaginal discharge (60.7%), whereas those with lower levels of physical activity predominantly experienced normal vaginal discharge (66.7%). Furthermore, a significant association was found between personal hygiene and the incidence of vaginal discharge (p = 0.003). Participants who maintained good personal hygiene were more likely to experience normal vaginal discharge (71.9%), while those with poor personal hygiene were more likely to experience abnormal vaginal discharge (66.7%). Conclusion: The results indicate that both physical activity and personal hygiene are significantly associated with the incidence of vaginal discharge among adolescent girls. Therefore, efforts should be made to enhance adolescents' awareness of maintaining proper personal hygiene and managing physical activity appropriately. In addition, educational institutions and healthcare professionals should collaborate to provide continuous reproductive health education in order to promote healthy behaviors among adolescents.
EFEKTIFITAS BREAST CARE DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST SC DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Kasmawati Kasmawati; Nurlaila Ramadhan; Risna Fazlaini
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3090

Abstract

Peningkatan produksi ASI sangat penting karena ASI mengandung zat anti infeksi yang membantu menjaga kekebalan tubuh bayi. Adapun terapi nonfarmakologis untuk melancarkan ASI adalah melalui breast care dan pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Breast care dan Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Post SC di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah quasy exsperimen. Pengumpulan data dilakukan bulan Juli sampai Agustus tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan secara SC yang berjumlah 20 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian diperoleh rata-rata produksi ASI sebelum intervensi breast care dan pijat oksitosin adalah 12,75 ml, dan produksi ASI setelah perlakuan adalah 28 ml, adapun hasil uji wilcoxone test diperoleh p value 0,000 0 (p<0,05). Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini breast care dan pijat oksitosin efektif meningkatkan produksi ASI. Diharapkan kepada petugas kesehatan dalam hal ini bidan dapat mengajarkan kepada keluarga tentang Teknik perawatan payudara maupun pijat oksitosin yang benar. Terapi pijat oksitosin dan breast care telah membuktikan bahwa terapi tersebut memberikan pengaruh terhadap peningkatan produksi Asi ibu postpartum. Hal ini dibuktikan oleh peneliti yang telah ditelaah bahwa terapi pijat oksitosin dan breast care dapat meningkatkan produksi ASI
FACTORS ASSOCIATED WITH NUTRITIONAL STATUS OF TODDELRS IN COMMUNITY HEALTH CENTER OF ULEE KARENG BANDA ACEH: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Risna Fazlaini
Media Husada Journal of Midwifery Science Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM Widyagama Husada Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjms.v2i1.12

Abstract

Masalah kesehatan di Indonesia salah satunya adalah masalah gizi, pada tahun 2015 prevalensi gizi buruk sebesar 3,4%, gizi kurang 14,9%, gizi baik sebesar 79,7% dan gizi lebih sebesar 1,6%, sedangkan pada tahun 2016 gizi buruk sebesar 3,9%, gizi kurang 14,4%, gizi baik 80,7% dan gizi lebih 1,5%. Data yang di dapatkan dari Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh tahun 2017 jumlah balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 11 orang (1,9%), gizi kurang sebanyak 56 orang (9,9%), gizi baik sebanyak 491 orang (86,9%) dan gizi lebih sebanyak 7 orang (1,2%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik keluarga dengan status gizi balita di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh Tahun 2018. Metode Penelitin ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan jumlah sampel 92 orang ibu yang memiliki balita. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 Juni s/d 14 Juli 2018 di Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Hasil Penelitian menggunakan Uji Chi-Square maka diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan (P= 0,001), pendidikan (P=0,003) dan status ekonomi (P= 0,007) dengan status gizi balita. Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan status ekonomi dengan status gizi balita. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan informasi kepada masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita tentang gizi
Hubungan antara Pola Makan dengan Pola Menstruasi pada Remaja Putri di SMP Pondok Pesantren Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar Rifani Ulfa; Risna Fazlaini; Mahruri Sahputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11814

Abstract

Pola menstruasi merupakan salah satu indikator kesehatan reproduksi remaja putri yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan. Pola makan yang tidak seimbang diduga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormon reproduksi sehingga memengaruhi keteraturan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan pola menstruasi pada remaja putri di SMP Pondok Pesantren Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik dengan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 96 siswi, sedangkan sampel sebanyak 50 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pola makan dan pola menstruasi kemudian dianalisis uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 responden (50%) memiliki pola makan baik dan 25 responden (50%) memiliki pola makan kurang baik. Sebagian besar responden memiliki pola menstruasi tidak normal sebanyak 33 responden (66%), sedangkan 17 responden (34%) memiliki pola menstruasi normal. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,136 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan pola menstruasi pada remaja putri di SMP Pondok Pesantren Babul Maghfirah Kabupaten Aceh Besar. Disimpulkan bahwa pola makan bukan merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan pola menstruasi pada responden penelitian ini. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor lain seperti tingkat stres, aktivitas fisik, status gizi, indeks massa tubuh, dan faktor hormonal yang diduga berpengaruh terhadap pola menstruasi.
Efektivitas Edukasi Berbasis  Leaflet dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada di SMA Negeri 1 Baitussalam Salamah Salamah; Ummu Aiman; Risna Fazlaini; Zaitun Zaitun; Apriany Ramadhan Batubara
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e4s8p477

Abstract

Breast cancer is one of the major health problems affecting women, including adolescents. Early detection can be performed through Breast Self-Examination (BSE); however, the level of knowledge regarding BSE among adolescent girls remains relatively low. This study aimed to determine the effect of  leaflet-based educational media on improving students' knowledge of BSE at SMA Negeri 1 Baitussalam, Aceh Besar. This study employed a quasi-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. The population consisted of all female students at SMA Negeri 1 Baitussalam, with a sample of 61 participants selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that prior to the educational intervention, 37 respondents (60.7%) had a moderate level of knowledge, 15 respondents (24.6%) had good knowledge, and 9 respondents (14.7%) had poor knowledge regarding BSE. Following the  leaflet-based educational intervention, respondents' knowledge increased significantly, with 57 respondents (93.4%) demonstrating good knowledge and 4 respondents (6.6%) demonstrating moderate knowledge. No respondents remained in the poor knowledge category. The Wilcoxon Signed Ranks Test indicated a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (p-value = 0.000). These findings demonstrate that  leaflet-based educational media is effective in improving female students' knowledge of BSE. In conclusion,  leaflets can serve as an accessible, cost-effective, and practical health education tool to enhance awareness of early breast cancer detection. It is recommended that healthcare professionals and schools utilize  leaflets more frequently in adolescent health education programs and provide continuous guidance to encourage adolescents to perform BSE regularly
Determinan Pemilihan Alat Kontrasepsi Intrauterin pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Ummu Aiman; Salamah Salamah; Risna Fazlaini; Zaitun Zaitun; Muliana Muliana
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ggbwyw81

Abstract

The National Family Planning (FP) program aims to improve the quality of human resources through the use of contraceptive methods. The Intrauterine Device (IUD) is a long-term contraceptive method that is safe and highly effective compared to other methods. This study aimed to identify factors associated with the selection of IUD contraceptives among women of reproductive age. This research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The independent variables included education level, knowledge, socio-cultural factors, and attitude, while the dependent variable was the use of IUD. The study was conducted at the Kuta Baro Public Health, from April 13 to April, 2026, with a sample of 86 respondents selected using purposive sampling. The results showed a significant relationship between education level (p=0.024), knowledge (p=0.034), and attitude (p=0.008) with the selection of IUD. Meanwhile, socio-cultural factors were not significantly associated (p=0.233). In conclusion, education level, knowledge, and attitude play important roles in the selection of IUD contraceptives, while socio-cultural factors do not show a significant relationship. It is recommended that healthcare providers enhance education and counseling regarding IUD to improve knowledge and positive attitudes among women of reproductive age, and that the community actively seek accurate information about contraceptive methods