Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Konsumsi Telur Rebus Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin (HB) Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Di Puskesmas Kopelma Darussalam wati, Hazrah; Maulida, Maulida; Fazlaini, Risna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6463

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering ditemukan di Indonesia maupun di negara berkembang dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan ibu, proses persalinan, serta pertumbuhan dan perkembangan janin. Kondisi ini meningkatkan risiko perdarahan, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan morbiditas maternal. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin adalah pemberian telur rebus sebagai sumber protein berkualitas tinggi, zat besi, vitamin B12, dan mikronutrien lain yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian telur rebus terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil dengan anemia ringan yang diambil menggunakan teknik total sampling di wilayah kerja puskesmas setempat. Intervensi yang diberikan berupa konsumsi satu butir telur rebus setiap hari selama 14 hari disertai pemantauan kepatuhan. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat yang terstandar. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 10,10 g/dL dan setelah intervensi meningkat menjadi 11,13 g/dL dengan selisih rata-rata 1,03 g/dL. Uji statistik menunjukkan pengaruh signifikan (p<0,05). Telur rebus dapat menjadi intervensi gizi sederhana bagi ibu hamil anemia ringan
Pengaruh Media Edukasi Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Siswi Tentang Sadari Di SMP Negeri 1 Baitussalam Adinda, Novia Restu; Kasmini, Lili; Fazlaini, Risna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study purpose was to determine the effect of video-based educational media on improving knowledge and skills of female students regarding Breast Self-Examination (BSE/SADARI) at SMP Negeri 1 Baitussalam, Aceh Besar Regency. Breast cancer remains one of the leading causes of death among women, and early detection through SADARI is an effective preventive effort, especially for adolescents. However, limited knowledge and lack of practical skills among students highlight the need for effective educational interventions using engaging media. Materials and methods. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest method. The research was conducted on 15 female students. Data were collected using questionnaires to measure knowledge and observation checklists to assess students’ skills in performing SADARI. The intervention was delivered through video-based educational media. Data analysis was carried out using descriptive and inferential statistics to compare pretest and posttest results. Results. The findings showed a significant improvement in both knowledge and skills after the intervention. Before the educational video was administered, most respondents had low levels of knowledge and inadequate skills. After the intervention, the majority of students demonstrated good knowledge and were able to perform SADARI correctly. The use of video media effectively enhanced students’ understanding through audio-visual presentation, making learning more engaging and easier to comprehend. Conclusions. Video-based educational media has a significant effect on improving knowledge and practical skills of female students regarding SADARI. This method is recommended as an effective health education strategy to promote early detection of breast cancer among adolescents. Keywords: video education, breast self-examination, knowledge, skills, adolescents
Efektivitas Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Pencegahan Kehamilan Pada Remaja di Pesantren Al Falah Abu Lam U Islamic Modern Boarding School Desmawati Desmawati; Rita Novita; Risna Fazlaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8787

Abstract

Kehamilan remaja merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja. Kurangnya pengetahuan serta sikap yang kurang tepat mengenai kesehatan reproduksi menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program pendidikan kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pencegahan kehamilan di Pesantren Al Falah Abu Lam U Islamic Modern Boarding School. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 63 siswi, dengan sampel sebanyak 32 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Intervensi dilakukan melalui program pendidikan kesehatan reproduksi menggunakan media edukasi booklet. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum serta sesudah intervensi diberikan. Data dianalisis untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan dan sikap responden setelah mengikuti program edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri terkait pencegahan kehamilan. Setelah diberikan edukasi, responden mengalami peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, risiko perilaku seksual pranikah, serta pentingnya menjaga perilaku yang sehat sesuai norma agama dan sosial. Program edukasi kesehatan reproduksi diharapkan dapat menjadi salah satu strategi preventif dalam menurunkan risiko kehamilan remaja serta meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Faktor – Faktor yang Memengaruhi Minat Ibu Memilih Kontrasepsi Implant di Pukesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar Fisa Faminanta; Nelva Riza; Risna Fazlaini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8857

Abstract

Kontrasepsi implant merupakan salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang sangat efektif, aman, dan reversibel, namun cakupan penggunaannya di Indonesia masih rendah dibandingkan metode hormonal jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat ibu dalam memilih kontrasepsi implant di Puskesmas Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 42 orang ibu akseptor kontrasepsi implant yang dipilih secara purposive sampling. Variabel independen meliputi dukungan tenaga kesehatan, pengetahuan, pekerjaan, dan usia; variabel dependen adalah minat ibu memilih implant. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) mendapatkan dukungan tenaga kesehatan, 54,8% memiliki pengetahuan baik, 90,5% tidak bekerja, 66,7% berusia 20–35 tahun, dan 88,1% memiliki minat tinggi terhadap implant. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan minat ibu (p = 0,020), sementara pekerjaan (p = 0,521) dan usia (p = 0,132) tidak berhubungan signifikan. Variabel dukungan tenaga kesehatan tidak dapat dianalisis secara statistik karena bersifat konstan. Disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor dominan yang memengaruhi minat ibu memilih kontrasepsi implant. Penguatan program edukasi dan konseling kesehatan reproduksi yang komprehensif, akurat, dan berkelanjutan menjadi strategi kunci dalam meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi implant sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas.