Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EFEK ANTIKOLESTEROL FRAKSI n-HEKSANA RUMPUT KEBAR PADA HEWAN MODEL HIPERLIPIDAEMIA Priyo Sambodo; Angelina N. Tethool; Sientje D. Rumetor
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.874 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2793

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antikolesterol fraksi n-heksana ekstrak rumput kebar pada hewan model hiperlipidaemia. Delapan kelinci dewasa dibagi dalam dua kelompok. Kelompok kontrol (K1) hanya diberikan diet tinggi lemak selama 1 bulan dan pada kelompok perlakuan (K2) diberikan diet tinggi lemak ditambah fraksi n-heksana ekstrak rumput kebar. Uji keberhasilan penelitian dilakukan dengan pemeriksaan kolesterol total serum darah. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kolesterol total serum darah pada K1 dan K2 masing-masing adalah 100,00±18,28 dan 47,75±12,53 mg/dl. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa fraksi n-heksanaa mampu menurunkan tingkat kolesterol total dalam serum darah.
KUALITAS SPERMATOZOA CAUDA EPIDIDIMIS SAPI BALI PADA KELOMPOK UMUR YANG BERBEDA Angelina Novita Tethool
Jambura Journal of Animal Science Vol 5, No 2 (2023): Jambura Journal of Animal Science
Publisher : Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35900/jjas.v5i2.19236

Abstract

Utilization of cauda epididymis spermatozoa has been carried out because these spermatozoa can be used in artificial insemination or in vitro fertilization. The purpose of this study was to obtain information on the quality of spermatozoa which produced from the cauda epididymis of Bali cattle at different ages. The cauda epididymis samples used came from 31 slaughterhouses. Information and identification of the age of the cattle was based on the structure of the incisors. Observations were made on the variables of motility, concentration, viability and abnormalities of spermatozoa. Each variable was observed in duplicate from each cauda. The data was performed using a t-test to obtain differences in each group. The results showed that the motility was 64.1% in 2 years to 71.2% in 3 years. Spermatozoa concentration were increase from 310.1x107/mL to 401.1x107/mL in 3 years. Viability values were 93.8% to 95.9% and total abnormality was 16.2 to 20.6% in 3 years. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference (P0.05) for the concentration, viability and head abnormality of the spermatozoa. Based on the results of the study it can be concluded that the quality of spermatozoa cauda epididymis is affected by the age of the Bali cattle. The concentration, viability and head abnormality values were increased with increasing age of Bali cattle.
Nugget daging kelinci sebagai alternatif protein hewani masyarakat Sekitar Cagar Alam Pegunungan Arfak: Rabbit meat nuggets as an alternative animal protein for Communities Around The Arfak Mountain Reserve Hotlan Manik; Fransiska R. V. Sitanggang; Freddy Pattiselanno; John Arnold Palulungan; Alnita Baaka; Angelina N. Tethool; Evi W. Saragih; Noviyanti Noviyanti; Noveling Inriani; Muhammad Junaidi; Merlyn N. Lekitoo
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.381

Abstract

ABSTRACT  Sigim and Sinaytousi Village communities are indigenous Papuans who live in buffer zones adjacent to Arfak Mountains Nature Reserve (CAPA). People with low of education, especially the economy, encourage community members close to the CAPA area to exploit forests to obtain animal food through poaching. Efforts to solve the problem using participative sociocultural approaches with transfer methods of science and technology, in the form of training and assistance in the production and processing of rabbit as an alternative animal protein. (2) Group partners have been able to implement a good rabbit breeding system through increased management and population capability through natural breeding systems, (3) nugget products rabbit meat has been accepted by the villagers. The activity is expected to be able to socialize the group's partners to the village area around the buffer area of arfak mountain nature reserve.  Keywords: Meat; Nuggets; Protein; Rabbit   ABSTRAK Masyarakat Kampung Sigim dan Sinaytousi merupakan suku asli Papua yang mendiami daerah penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak (CAPA). Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah terutama ekonomi sehingga mendorong anggota masyarakat yang berdekatan dengan areal CAPA untuk mengeksploitasi hutan untuk mendapatkan pangan hewani melalui perburuan liar. Upaya pemecahan masalah tersebut menggunakan pendekatan sosiokultural partisipatif dengan metode transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, berupa pelatihan dan pendampingan dalam produksi dan pengolahan hasil ternak kelinci sebagai alternatif protein hewani. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut diantaranya adalah (1) Mitra kelompok telah mampu memproduksi nugget daging kelinci secara mandiri (2) Mitra kelompok telah mampu menerapkan sistim beternak kelinci yang baik melaui peningkatan kemampuan manajemen dan populasi melalui sistim perkawinan alami, (3) Produk nugget daging kelinci telah diterima oleh masyarakat kampung. Kegiatan diharapkan mampu disosialisasikan mitra kelompok ke daerah kampung sekitar kawasan penyangga cagar alam pegunungan arfak. Kata kunci: Daging; Kelinci; Nugget; Protein
Sifat Kuantitatif Ayam Joper yang Dipelihara Kelompok Peternak “Papua Mandiri” di Kabupaten Manokwari Propinsi Papua Barat Rahayu, Bernaddeta Wahyuni Irianti; Manik, Hotlan; Palulungan, John; Tethool, Angelina Novita
Jambura Journal of Animal Science Vol 6, No 1 (2023): Jambura Journal of Animal Science
Publisher : Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35900/jjas.v6i1.22365

Abstract

Sifat kuantitatif yang dimiliki oleh ayam Joper seperti ukuran tubuh merupakan salah satu parameter penting dalam prog pemuliaan ternak khususnya untuk mengetahui tingkat pertumbuhannya.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas ayam yang telah dipelihara selama dua bulan, menggunakan hubungan antara bobot badan dengan ukuran-ukuran tubuh ayam Joper.  Penelitian menggunakan metode deskripsi dengan teknik observasi. Data yang diukur berupa ukuran kuantitatif. Sampel ayam ditentukan secara purposif sampling pada kedua lokasi penelitian sebanyak 66 ekor.  Data yang diperoleh dianalisa secara tabulasi dan korelasi regresi dengan menggunakan SPSS versi 25. Bobot badan ayam Joper umur 2 bulan menggambarkan nilai yang cukup baik, karena memenuhi standar bobot badan ayam, yaitu 1015,5 g. Bobot badan ayam jantan adalah 1113,94 g dan betina dalah 916,36 g. Nilai korelasi pearson dan R square tertinggi adalah korelasi dan regresi panjang kaki terhadap bobot badan, sehingga ukuran panjang kaki dapat digunakan untuk menduga bobot badan ayam Joper pada usia 2 bulan. 
Peran juleha dalam pemantauan qurban di Masjid Darul Ulum Amban Manowari: The role of certified halal slaughterers (Juleha) in monitoring qurban slaughter at Darul Ulum Mosque, Amban, Manokwari Wajo, Mohamad Jen; Widayati , Trisiwi W.; Widayati, Isti; Nurhayati, Dwi; Tethool, Angelina N.; Baaka, Alnita; Purwaningsih, Purwaningsih; Noviyanti, Noviyanti; Inriani, Noveling; Arizona, Rizki; Palulungan, John A.; Sumpe, Iriani; Rumetor, Sientje D.; Saragih , Evi W.; Lekitoo, Merlyn N.; Manik, Hotlan
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i2.549

Abstract

ABSTRACT  This community service activity aimed to improve the technical compliance of qurban animal slaughter based on halal principles and animal welfare standards at Darul Ulum Mosque, Amban Village, West Manokwari District, Manokwari Regency. A case study approach with participatory techniques was employed, involving certified Halal Slaughterers (Juleha), qurban committees, university students, and experts. The activities covered antemortem inspection, slaughtering, postmortem examination, and meat distribution. The results showed that the slaughtering process was conducted in accordance with Islamic Sharia principles, ensuring the proper severance of the three main channels efficiently and swiftly. Postmortem inspection revealed parasitic infestations (fasciola hepatica and parampistomon) in several organs, which were handled appropriately following established protocols. Improvements are still needed in animal holding facilities, particularly regarding feed, water supply, and sanitation prior to slaughter. This program significantly enhanced the technical capacity of Juleha and the qurban committee, strengthening the implementation of halalan thayyiban and animal welfare principles at the mosque community level. Keywords: Animal welfare; halal slaughter; Juleha; postmortem inspection; qurban   ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan teknis penyembelihan hewan qurban sesuai prinsip halal dan kesejahteraan hewan (animal welfare) di Masjid Darul Ulum, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik partisipatif, melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha), panitia qurban, mahasiswa, dan tenaga ahli. Kegiatan dimulai dari pemeriksaan antemortem, penyembelihan, pemeriksaan postmortem, hingga distribusi daging. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh proses penyembelihan telah dilakukan sesuai prinsip syariat Islam, dengan memastikan pemotongan tiga saluran utama secara cepat dan efisien. Pemeriksaan postmortem menemukan infestasi parasit (fasciola hepatica dan parampistomon) pada beberapa organ, yang ditangani sesuai protokol. Faktor sanitasi dan ketersediaan pakan serta air di penampungan ternak sebelum pemotongan masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas teknis Juleha dan panitia qurban serta memperkuat implementasi prinsip halalan thayyiban dan animal welfare di tingkat komunitas masjid. Kata kunci: Juleha; kesejahteraan hewan; pemeriksaan postmortem; penyembelihan halal; qurban
Kontes Ternak sebagai strategi peningkatan minat peternak OAP terhadap sapi Bali: Livestock contest as a strategy to increase Indigenous Papuan farmers’ interest in Bali cattle Sumpe, Iriani; Seseray , Daniel Y.; Widayati , Trisiwi W.; Tethool , Angelina; Sawen, Diana; Monim , Hanike; Lekitoo , Merlyn N.; Palulungan, John A.; Wajo , Mohamad Jen; Haryati, Stefani F.; Rahayu, Bernadetta W. I.
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i4.608

Abstract

ABSTRACT  A livestock contest is a strategic approach that can encourage improvements in maintenance quality and motivate farmers in developing their livestock. This activity was carried out in Sorong Regency, Southwest Papua, involving 30 Indigenous Papuan (OAP) farmers with a total of 50 Bali cattle. After administrative selection and health checks, 34 cattle were assessed based on morphometric parameters, Body Condition Score (BCS), estimated body weight, and maintenance management. The results showed significant variation in livestock performance and the level of adoption of maintenance practices. Farmers’ involvement in the measurement process provided direct educational experiences and increased awareness of the importance of data-based management and livestock breeding selection to improve productivity. In addition to identifying livestock individuals with superior genetic potential, the contest also encouraged a shift in farmers’ mindset toward sustainable livestock development. This model is recommended as a replicable approach for regions with similar socio-economic conditions.  Keywords: Bali cattle; husbandry management; Indigenous Papuan; livestock contest; selective breeding   ABSTRAK  Kontes ternak merupakan pendekatan strategis yang dapat mendorong peningkatan kualitas pemeliharaan dan motivasi peternak dalam mengembangkan ternaknya. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, melibatkan 30 peternak Orang Asli Papua (OAP) dengan total 50 ekor sapi Bali. Setelah seleksi administratif dan pemeriksaan kesehatan, 34 ekor sapi dinilai berdasarkan parameter morfometrik, Body Condition Score (BCS), estimasi bobot badan, dan manajemen pemeliharaan. Hasil menunjukkan variasi signifikan dalam performa ternak dan tingkat adopsi praktik pemeliharaan. Keterlibatan peternak dalam proses pengukuran menciptakan pengalaman edukatif langsung dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya manajemen -pemeliharaan dan seleksi bibit ternak untuk meningkatkan produktivitas ternak. Selain mengidentifikasi individu ternak berpotensi genetik unggul, kontes ini juga mendorong perubahan pola pikir peternak ke arah pengembangan ternak berkelanjutan. Model ini direkomendasikan sebagai pendekatan replikatif untuk wilayah dengan kondisi sosial-ekonomi serupa. Kata kunci: kontes ternak; manajemen pemeliharaan; Orang Asli Papua; pemuliaan selektif; sapi Bali
EFEK ANTIKOLESTEROL FRAKSI n-HEKSANA RUMPUT KEBAR PADA HEWAN MODEL HIPERLIPIDAEMIA Sambodo, Priyo; Tethool, Angelina N.; Rumetor, Sientje D.
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2793

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antikolesterol fraksi n-heksana ekstrak rumput kebar pada hewan model hiperlipidaemia. Delapan kelinci dewasa dibagi dalam dua kelompok. Kelompok kontrol (K1) hanya diberikan diet tinggi lemak selama 1 bulan dan pada kelompok perlakuan (K2) diberikan diet tinggi lemak ditambah fraksi n-heksana ekstrak rumput kebar. Uji keberhasilan penelitian dilakukan dengan pemeriksaan kolesterol total serum darah. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kolesterol total serum darah pada K1 dan K2 masing-masing adalah 100,0018,28 dan 47,7512,53 mg/dl. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa fraksi n-heksanaa mampu menurunkan tingkat kolesterol total dalam serum darah.
Analisis cemaran mikrobiologis pangan asal ternak pada jajanan anak sekolah dasar: Microbiological analysis contamination of children’s snacks elementary school Inriani, Noveling; Rumetor, Sientje Daisy; Tethool, Angelina Novita
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i2.477

Abstract

Abstract This study examined the microbiological contamination of street food that consumed by children at primary. The study, specifically focused on the detection of total microorganisms such as Escherichia coli, and Salmonella sp. Microbiological analyses is one way to determine the level of hygiene of snack foods. Presence of microbes determined by using Total Plate Count (TPC), detection test was applied to detect E.coli and Salmonella sp test applied detect present of Salmonella sp. Quantitatif and qualitatif methods have been sed with sampel snacks collection were obtained street food at primary schools. TPC test results showed that 6 samples of snacks have been contaminated with microbes with the threshold of the maximum limit. Those snacks, namely G1 (batagor) 2.6 x 10-5 cfu/gr, K1 (batagor) 1.3 x 10-5 cfu/gr, L2(egg meat ball) 2.3 x 10-5 cfu/gr, M1 (egg roll) 3.8 x 10-5 cfu/gr, N (meatball) 1.1 x 10-5 cfu/gr and Q1 (batagor) 1.1 x 10-5 cfu/gr. Results Salmonella sp test indicated that there were 9 samples positively contaminated with salmonella sp bacteria. Those are D2 (chicken sausage), E1 (egg roll), E2 (chicken meat ball), F2 (chicken meat ball), G1 (batagor), G2 (fried sausage), N (meatball), P1 (nuggets), P2 (chicken meat ball). Escherchia coli detection test results all samples were declared negative. There were 6 school locations (G, K, L, M, N, Q) different snack samples contaminated with microbes, 6 school locations (D, E, F, G ,N, P) snack samples were contaminated with Salmonella sp. Those snacks were declared not recommended for consumption. Keywords: Contamination; E. coli; Microbes; Salmonella sp; Snacks Abstrak Penelitian ini meneliti kontaminasi mikrobiologi pada jajanan yang ditujukan untuk anak-anak sekolah dasar di distrik Manokwari Barat, dengan fokus khusus pada deteksi mikroorganisme total, E. coli, dan Salmonella sp. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat higienitas dari pangan jajanan adalah dengan analisis mikrobiologi berupa uji keberadaan mikroba dengan Total Plate Count (TPC), uji deteksi E.coli dan uji Salmonella sp. Sampel jajanan hasil olahan ternak diperoleh dari jajanan yang ada di Sekolah Dasar di wilayah distrik Manokwari Barat. Penelitian ini menggunakan gabungan metode kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil uji TPC pada jajanan pangan hasil ternak di Sekolah Dasar distrik Manokwari Barat terdapat 6 sampel yang berada diambang batas maksimum yaitu sampel G1 (batagor) 2.6 x 10-5 cfu/gr, K1 (batagor) 1.3 x 10-5cfu/gr L2 (pentol telur) 2.3 x 10-5 cfu/gr. M1 (telur gulung) 3.8 x 10-5 cfu/gr, N (pentol bakso) 1.1 x 10-5 cfu/gr dan Q1 (batagor) 1.1 x 10-5 cfu/gr. Hasil pengujian deteksi Salmonella sp terdapat 9 sampel yang positif tercemar bakteri Salmonella sp. D2 (sosis ayam), E1 (telur gulung), E2 (pentol ayam), F2 (pentol ayam), G1 (batagor), G2 (sosis goreng), N (pentol bakso), P1 (nugget), P2 (pentol ayam) sedangkan untuk hasil uji deteksi E. coli semua sampel dinyatakan negatif. Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa ada 6 lokasi (G, K, L, M, N, Q) telah terkontaminasi mikroba diambang batas dan tidak layak untuk dikonsumsi dan 6 lokasi (D, E, F, G, N, P) telah terkontaminasi Salmonella sp dan dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi. Kata kunci: E. coli; Mikroba; Pangan jajanan; Salmonella sp; Total plate count
ANALISIS ZAT KIMIA TERLARANG PADA JAJANAN PRODUK OLAHAN TERNAK YANG BEREDAR DI KOTA MANOKWARI Inriani, Noveling; Rumetor, Sientje D; Tethool, Angelina N; Noviyanti, Noviyanti
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol 10, No 2 (2025): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v10i2.2823

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan bahan zat kimia terlarang seperti formalin dan boraks pada jajanan produk olahan ternak yang beredar di kota Manokwari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengujian kualitatif pada formalin dengan menggunakan larutan Kalium Permanganat KMnO4 sedangkan pada pengujian fakultatif pada boraks menggunakan larutan Kunyit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 28 sampel yang telah di uji ada 11 sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin dan 7 sampel dinyatakan positif mengandung boraks dan kesemua sampel jajanan yang positif berbahan zat kimia terlarang tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.