Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Era Revolusi Industri 4.0 Nur Afni; Arifa, Aulia; Puspika Sari, Herlini
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i2.935

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem pendidikan. Pendidikan Islam menghadapi tantangan untuk tetap relevan dalam membentuk karakter religius peserta didik di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam membentuk karakter religius peserta didik serta mengidentifikasi strategi yang tepat untuk diterapkan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) untuk menggali literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan spiritualitas melalui pendekatan pembelajaran yang holistik dan integratif. Pemanfaatan teknologi, keteladanan guru, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran merupakan strategi efektif dalam membentuk karakter religius di era digital. Pendidikan Islam juga menjadi penyeimbang dalam menghadapi dampak negatif globalisasi dan teknologi. Kesimpulannya, pendidikan Islam memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter religius peserta didik yang mampu menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 secara moral dan spiritual.
Tarbiyah Berbasis Khudi: Menempa Karakter Mandiri dan Kreatif Ala Muhammad Iqbal Rofi Anisa, Dian; Auliya Safitri, Dinda; Puspika Sari, Herlini
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2025): November : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v2i4.1336

Abstract

Modern education often falls short in nurturing character, as it tends to prioritize cognitive achievement over holistic development producing students who excel academically but lack independence, creativity, and moral strength. This study seeks to explore the concept of Tarbiyah Based on Khudi (Ego/Selfhood) inspired by Muhammad Iqbal, positioning it as a philosophical and pedagogical framework to address the current character crisis and cultivate Independent and Creative individuals toward the realization of Insan Kamil (the Perfect Human). Employing a qualitative method through a library research approach, this study conceptually examines the three fundamental pillars of Khudi development: Obedience (Ita’at)/Discipline, Self-Mastery (Dabt-i-Zabt)/Self-Control, and Vicegerency (Niyabat-i-Ilahiyyah)/Creativity. The findings indicate that Khudi-based Tarbiyah serves as an effective integrative framework. Genuine independence arises from self-control, fostering responsible freedom and autonomy, while creativity embodies the essence of vicegerency through a continuous spirit of Ijtihad that drives social innovation and civilizational progress. Ultimately, Khudi ensures spiritual independence and moral vitality. The study recommends adopting progressive and dynamic learning models such as project-based learning aligned with the Khudi philosophy to integrate affective and psychomotor dimensions into Indonesia’s character education.
Peran mahasiswa PAI sebagai agen perubahan: Upaya mengintegrasikan nilai Spiritual dan Self-Regulation dalam menjawab tantangan kecemasan akademik generasi Z Indriany, Hafizah; Patimah, Siti; Puspika Sari, Herlini
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-IKHLAS DAIRI SIDIKALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64677/ppai.v2i2.187

Abstract

The phenomenon of academic anxiety among Generation Z is increasing in line with academic pressure, digital competition, and weak spiritual foundations. This article aims to analyze the role of Islamic Education (PAI) students as agents of change in integrating spiritual values and the concept of self-regulation as a solution to academic anxiety. This study uses a qualitative approach with literature analysis from accredited national and international journals. The results of the discussion show that Islamic spiritual values such as patience, tawakkal, dzikir, and muhasabah can strengthen inner peace, while the concept of self-regulation helps students manage their emotions, motivation, and learning behavior systematically. The integration of the two produces a religious-psychological learning model that is not only effective in reducing anxiety levels but also improves students' academic and spiritual well-being. In conclusion, PAI students play a strategic role as agents of change by setting an inspiring example of spirituality and self-regulation for the younger generation in facing academic challenges in the era of globalization.
Ontologi Dan Epistemologi Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Hoaks Dan Krisis Literasi Digital Nurhavsyakh, Rima; Ramadhon, Putri; Herliani, Dwi; Puspika Sari, Herlini
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.396

Abstract

Di era digital, arus informasi yang cepat telah memicu krisis literasi digital yang ditandai dengan maraknya penyebaran hoaks dan misinformasi. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam memperkuat kesadaran kritis peserta didik melalui landasan ontologis dan epistemologis yang berakar pada filsafat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ontologi dan epistemologi pendidikan Islam dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran literasi digital guna menangkal hoaks dan meningkatkan kompetensi epistemik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang menelaah literatur otoritatif dari jurnal, buku, dan sumber digital terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi PAI memandang manusia sebagai makhluk rasional dan bertanggung jawab yang aktif membangun pengetahuan dalam realitas fisik maupun digital, sementara epistemologi menekankan pentingnya verifikasi (tabayyun), validasi etis, serta pencarian kebenaran berdasarkan wahyu dan akal. Integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran PAI melalui problem-based learning, latihan cek fakta, dan diskusi etika digital terbukti meningkatkan literasi kritis dan kesadaran moral siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai ontologis dan epistemologis Islam dalam pendidikan menjadi kunci untuk membentuk peserta didik yang literat digital, beretika, dan kritis dalam menghadapi misinformasi di era post-truth