Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi Keluarga tentang Pemanfaatan Pekarangan sebagai Sumber Gizi Keluarga dan Peningkatan Pengetahuan tentang KEK pada Ibu Hamil di Puskesmas Kepung Kabupaten Kediri Dewi Taurisiawati Rahayu; Dwi Ertiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 5 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama kehamilan, ibu hamil akan memiliki resiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Terdapat alternatif pemecahan masalah tersebut dengan pemanfaatan pekarangan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi keluarga tentang pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga dan peningkatan pengetahuan tentang KEK pada ibu hamil.Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Kepung Kabupaten Kediri pada tanggal 2-30 April 2023.Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan nilai rata-rata peserta pra dan post test. Nilai rata-rata peserta secara kuantitatif sebelum dilaksanakan kegiatan pengabdian sebesar 31,5 dan terjadi kenaikan menjadi 67,2 sehingga terjadi peningkatan sebesar 35,7. SEtelah dilaksanakan pendampingan keluarga terjadi peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai alternatif sumber gizi bagi keluarga
PENDIDIKAN KOMUNITAS TENTANG PEMAKAIAN BENGKUNG PADA IBU NIFAS DI DESA KELING KECAMATAN KEPUNG KABUPATEN KEDIRI Rahayu, Dewi Taurisiawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): At-Tamkin - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/attamkin.v1i1.96

Abstract

Perawatan pada masa nifas akan menentukan status kesehatan dan mempercepat proses pemulihan ibu setelah melahirkan. Budaya bengkung di Kabupaten Kediri masih kental sampai sat ini. Hampir semua ibu nifas di Desa Keling masih menggunakan bengkung atau stagen untuk dibebatkan di perutnya. Alasan yang disampaikan oleh ibu nifas tentang penggunaan bengkung itu adalah 10 orang ibu nifas ( 41, 67 %) mengatakan mereka memakai bengkung karena anjuran orang tua dan budaya dan 14 orang ibu nifas ( 58,335) mengatakan mereka memakai bengkung karena merasa nyaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan ibu nifas cara memakai bengkung yang aman agar tidak membahayakan proses pemulihan kesehatannya. Metode yang dipakai adalah survey untuk menentukan sasaran, pelatihan kader tentang cara pemakaian bengkung yang aman untuk ibu nifas. Kegiatan dilaksanakan tanggal 5-27 November 2017. Hasil dari kegiatan ini terdapat 24 ibu di Desa Keling yang menggunakan bengkung. Sebelum penyuluhan dilaksanakan ibu nifas menyampaikan beberapa keluhan karena pemakaian bengkung yang salah yaitu 9 ibu nifas mengatakan kakinya bengkak (37,5 %), 10 ibu nifas mengatakan mengalami gatal-gatal di kulit (41,67%), 3 orang ibu nifas merasakan sesak nafas (12,5%) dan 2 orang mengatakan tidak ada keluhan sama sekali. Dengan cara pemakaian yang salah pemakaian bengkung justru akan merugikan ibu nifas itu sendiri. Karena itulah dilaksanakan pendidikan komunitas tentang pemakaian bengkung yang benar kepada kader dan para ibu nifas di Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Dengan pemakaian bengkung yang benar maka bisa membuat ibu nifas merasa nyaman tanpa mengganggu proses pemulihan kesehatannya.
Peningkatan Health Literasi Tentang Kontrasepsi Melalui Aplikasi QR Code Pada Ibu Di Desa Sambirejo Dina Zakiyyatul Fuadah; Laviana Nita Ludyanti; Dewi Taurisiawati Rahayu; Nove Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i11.1484

Abstract

Health literasi merupakan kemampuan individu untuk mendapatkan atau mengakses, mengolah, memahami, menilai dan menggunakan informasi Kesehatan dan pelayanan Kesehatan yang dibutuhkan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan (Sun dkk, 2013). Kontrasepsi adalah cara untuk menjarangkan kehamilan, menunda kehamilan pada usia muda yang berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan, dan mencegah kehamilan di antara wanita lansia yang juga menghadapi peningkatan risiko dengan menggunakan alat atau obat. Quick Response Code atau yang biasa disebut dengan QR Code merupakan sebuah barcode dua dimensi yang diperkenalkan oleh Perusahaan Jepang Denso Wave pada tahun 1994. Jenis barcode ini awalnya digunakan untuk pendataan inventaris produksi suku cadang kendaraan dan sekarang sudah digunakan dalam berbagai bidang layanan bisnis dan jasa untuk aktivitas marketing dan promosi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara pemaparan materi dan metode ceramah dan aplikasi QR code dengan jumlah responden 20 orang. Hasil kegiatan sebelum dilakukan intervensi edukasi didapati nilai rata-rata 5,40 dan setelah diberikan intervensi edukasi didapati nilai rata-rata 8,00 Sehingga dari hasil rata-rata poin sebelum dan sesudah diberikan edukasi peningkatan health literasi tentang kontrasepsi melalui aplikasi QR code pada ibu didapatkan ada peningkatan pengetahuan serta wawasan masyarakat mengenai peningkatan health literasi tentang kontrasepsi melalui aplikasi QR code pada ibu. Metode ini merupakan edukasi yang dilakukan dengan menugaskan masyarakat menjadi tutor untuk menjelaskan materi kepada masyarakat lainnya dengan tujuan menambah pengetahuan dengan landasan peraturan yang telah didiskusikan sebelumnya, sehingga dapat membangun kondisi belajar yang kooperatif.
Edukasi Ibu Hamil : Relaksasi Nafas Sebagai Persiapan Menghadapi Persalinan Dewi Taurisiawati Rahayu; Dwi Ertiana; Wuri Widi Astuti; Nurmada Soumena
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1771

Abstract

Sebagian besar ibu bersalin akan merasa tidak nyaman dan terganggu dengan rasa sakit yang dialami selama proses persalinan. Rasa sakit yang berlebihan akan berdampak pada kelancaran proses persalinan. Teknik relaksasi Napas dalam merupakan teknik yang dapat meredakan nyeri dalam persalinan yang dapat mencegah kesalahan yang berlebihan pasca persalinan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi tentang relaksasi nafas sebagai peersiapan menghadapi persalinan. Metode Kegiatan ini dibagi dalam dua tahap melalui media komunikasi yang menampilkan presentasi power point relaksasi nafas untuk persalinan. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Perawatan Wamsisi Kecamatan Waesama Kabupaten Buru Selatan. Hasil pada kegiatan pengabdian ini didapatkan hasil pre-test responden yang berpengetahuan baik yaitu 16 orang (40%) dan responden berpengetahuan cukup sebanyak yaitu 24 orang (60%). Setelah kegiatan ini diharapkan relaksasi nafas bisa membantu ibu hamil dalam menghadapi persalinan
Edukasi Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Kelud Menggunakan Media Audio Visual Gerak Dengan Motivasi Ibu Hamil Dwi Ertiana; Taurisiawati Rahayu , Dewi; Cahyani, Niram
Prosiding SPIKesNas : Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional Vol 4 No 3 (2025): SPIKesNas - Aug 2025 : Maintaining health well-being amidst the dynamics of the g
Publisher : STIKES dan AKZI Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of motion audio visual media can increase interest and motivation for those who see it. The lack of interest and motivation of pregnant women in self-rescue for disaster mitigation, so it is necessary to educate pregnant women using motion audio visual media. The purpose of the study was to determine the relationship between education on disaster mitigation of the eruption of Mount Kelud using motion audio visual media and the motivation of pregnant women. The research design was a quasi-experimental study with One Group Pretest-Posttest. The population of 36 respondents was obtained by a sample of 33 respondents who were selected by simple random sampling. The study was conducted at TPMB Sri Utami, Asmorobangun Village, Puncu District, Kediri Regency, on May 12-17, 2024. The data collection process by providing a questionnaire as a pretest, respondents were given education about mitigating the eruption of Mount Kelud, then distributing questionnaires as a posttest, data analysis data editing, coding, scoring, and tabulating. The results of this study were tested using the Wilcoxon statistical test. The results of the study were obtained before the education was carried out, 100% had a moderate level of motivation. A posttest was carried out after education, 100% of respondents had high motivation. The results obtained indicate that there is a relationship between disaster mitigation education and the motivation of pregnant women. Before being given education, pregnant women have a moderate level of motivation, this is influenced by the low level of education. Low education affects the knowledge and thinking of individuals. So that individuals who have low knowledge need to be given repeated education so that they can continue to be motivated and encouraged to apply what is conveyed. The more education received, the higher the mother's motivation in saving herself from the eruption of Mount Kelud.
PELATIHAN HIGH ANGLE RESCUE TECHNIQUES SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA ALAM PADA KADER TANGGUH BENCANA Hariyani, Tintin; Rahayu, Dewi Taurisiawati; Astuti, Wuri Widi; Ivantarina, Dintya; Zubaidah, Siti Noer; Maghfiroh, Muwafiqoh Layli
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.147

Abstract

Efektivitas proses evakuasi korban bencana alam sangat bergantung pada lokasi bencana dan kondisi lingkungan. Pendidikan dan pelatihan mengenai teknik evakuasi di lingkungan ketinggian sangat kurang dikuasai oleh kader tangguh bencana di Desa Sempu karena termasuk tindakan penyelamatan berbahaya dan membutuhkan teknik khusus. Tujuan kegiatan ini memberikan “Pelatihan High Angle Rescue Techniques Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Alam Pada Kader Tangguh Bencana” di Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober-2 November 2024. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan monitoring. Jumlah peserta sebanyak 33 kader tangguh bencana. Kegiatan hari pertama yaitu edukasi tentang high angle rescue techniques. Bentuk evaluasi kuesioner pengetahuan pre test dan post test. Kegiatan hari kedua yaitu pelatihan dengan metode demonstrasi dan simulasi. Bentuk evaluasi lembar penilaian keterampilan post test. Hasil kegiatan ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan tentang High Angle Rescue atau Vertical Rescue Techniques dengan kategori kurang sebanyak 22 peserta sebelum diberikan edukasi, menjadi kategori baik sebanyak 24 peserta (72,7%) setelah diberikan edukasi. Begitu juga keterampilan teknik ascending, descending, lifting (hauling) dan lowering dalam kategori baik setelah diberikan pelatihan masing-masing sebanyak 20 peserta (60,6%), 19 peserta (57,6%), 21 peserta (63,6%) dan 22 peserta (66,7%). Pendidikan kebencanaan telah diakui sebagai alat yang efektif untuk mendorong keberhasilan manajemen bencana dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mewujudkan kesiapsiagaan terhadap terjadinya bencana alam.
Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Dengan Kejadian Diare Di Desa Gurah Kec. Gurah Kab. Kediri Dewi Taurisiawati Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian MP-ASI adalah pemberian makanan tambahan pada bayi berusia 6-24 bulan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Antara Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Terhadap Angka Kejadian Diare. Jenis penelitian merupakan penelitian analitik korelasi. Variabel penelitian yaitu Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dan Kejadian Diare. Penelitian dilaksanakan di Desa Gurah Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri pada tanggal 2-30 Juli 2023. Populasi penelitian ini adalah 74 ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang diambil berdasarkan tekhnik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklist dan lembar observasi berskala Nominal. Analisis data menggunakan Coeffisien Contigency Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI tidak sesuai Usia anak (<6 bulan) yaitu 34 responden (56,7%) dan sebagian besar responden mengalami diare kronis yaitu 36 responden (60%). Berdasarkan data tabulasi silang didapatkan data bahwa sebagian besar responden yang diberikan MP-ASI tidak sesuai usia (<6 bulan) mengalami diare kronis yaitu 16 responden (53,3%). Berdasarkan uji Coeffisien Contigency didapatkan nilai p value sebesar 0,000<α (0,05) artinya H0 ditolak dan H1 Diterima yaitu ada Hubungan Pemberian MP-ASI dengan angka kejadian diare, nilai Coeffisien Contigency sebesar 0,623 yang menunjukkan bahwa Hubungan Pemberian MP-ASI dengan angka kejadian diare dalam kategori kuat dengan arah positif artinya semakin benar pemberian MP-ASI maka semakin berkurang kejadian diare
Gambaran Pemberian MP-Asi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Desa Kepung Kec. Kepung Kab. Kediri Dewi Taurisiawati Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi berusia diatas 6 bulan sebaiknya mendapatkan MP-ASI dengan tetap meneruskan pemberian ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Desa Kepung. Jenis penelitian merupakan penelitian dekriptif. Variabel penelitian yaitu Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Penelitian dilaksanakan di Desa Kepung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri pada tanggal 1-24 Juni 2024. Populasi penelitian ini adalah 54 ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang diambil berdasarkan tekhnik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner berskala Nominal. Data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa sebagian besar responden memberikan MP-ASI tidak sesuai Usia anak (<6 bulan) yaitu 32 responden (59,23 %). Masih banyaknya pemberian MP-ASI yang tidak sesuai disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu bayi dan buadaya daerah setempat yang memberikan makanan atau minuman lain selain ASI karena dipercaya akan membuat badan bayi lebih sehat
Gambaran Pemberian Makanan Tambahan Pada Ibu Hamil Kek Di Desa Blaru Kec. Badas Kab. Kediri Dewi Taurisiawati Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v3i12.1529

Abstract

Masalah kekurangan gizi bisa dialami ibu hamil, salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang banyak terjadi di negara berkembang. Kondisi ibu hamil KEK bisa mempengaruhi kondisi janin seperti BBLR, IUGR, keguguran, anemia pada bayi dan asfiksia neonatorum. Bayi yang lahir dalam kondisi BBLR mempunyai risiko gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya serta mengalami kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK di Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Jenis penelitian merupakan penelitian dekriptif. Variabel penelitian yaitu Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil. Penelitian dilaksanakan di Desa Blaru Kecamatan Blaru Kabupaten Kediri pada tanggal 2-30 Juli 2024. Populasi penelitian ini adalah 23 ibu hamil yang diambil berdasarkan tehnik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner berskala Nominal. Data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa sebagian besar responden mengalami pertambahan LILA yaitu 14 responden (60,9 %). Evaluasi program PMT adalah pendistribusian PMT belum optimal, kurangnya kesadaran ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan makanan tambahan tidak dihabiskan oleh ibu hamil.
Gambaran Status Gizi Pada Ibu Hamil Di Desa Kepung Kec. Kepung Kab. Kediri Dewi Taurisiawati Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1595

Abstract

Kehamilan merupakan masa terpenting untuk pertumbuhan janin. Salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan adalah status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status gizi pada ibu hamil di Desa Kepung. Jenis penelitian merupakan penelitian dekriptif. Variabel penelitian yaitu status gizi ibu hamil. Penelitian dilaksanakan di Desa Kepung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri pada tanggal 1-29 Desember 2024. Populasi penelitian ini adalah 44 ibu hamil yang diambil bedasarkan tekhnik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner berskala Nominal. Data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa sebagian besar responden mempunyai IMT normal yaitu 34 responden (68 %). Wanita dengan status gizi rendah atau biasa dikatakan BMI rendah, memiliki efek negatif pada hasil kehamilan, biasanya berat badan lahir bayi rendah atau kelahiran preterm, sedangkan wanita dengan status gizi berlebihan atau IMT obesitas dikatakan memiliki risiko tinggi terhadap kehamilan seperti keguguran, persalinan operatif, preeklamsia, thromboemboli, kematian perinatal dan macrosomia.