Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Produk Olahan dari Kekayaan Alam Desa Gondangmanis Primaadi Airlangga; Mar'atus Sholihah; Vivi Haryani
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v1i1.996

Abstract

Desa gondangmanis yang asri banyak ditumbuhi pohon yang rindang. Tidak kalah dengan melimpahnya pohon jambu gondangmanis ternyata banyak sekali kekayaan alam yang dihasilkan. Jambu gondangmanis memiliki rasa yang lebih manis dari jambu biasanya karena di desa gondangmanis sendiri memiliki unsur hara yang lebih tinggi yang menjadikan buahnya lebih manis. Seiring dengan berjalannya waktu ada banyak kendala yang dihadapi dalam produk olahan tersebut diantaranya: mulai dari masa panen pohon jambu gondangmanis yang hanya dapat dipetik 3 kali dalam setahun, hasil olahan jambu yang memiliki masa simpan yang singkat (mudah basi) dan pembuatan olahan yang memakan waktu yang cukup lama. Untuk sektor buah-buahan merupakan hasil kekayaan alam yang banyak dihasilkan di desa gondangmanis. Buah-buahan yang dihasilkan antara lain yaitu: melon, pisang, pohon mengkudu, pisang, dll. Dengan banyaknya hasil kekayaan alam yang berasal dari desa gondangamanis sehingga menginspirasi kami untuk membuat olahan produk hasil kekayaan alam dan membuat pelatihan guna untuk menghasilkan produk dalam mendukung dalam pengembangan desa argowisata di desa Gondangmanis sehingga memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan serta kertampilan dan kekreatifan warga Desa Gondangmanis terkait pelaksanaan pelatihan pengolahan kekayaan alam desa Gondangmanis, menumbuhkan semangat baru buat warga desa Gondangmanis untuk meningkatkan variasi olahan dari kekayaan alam desa Gondangmanis, membantu masyarakat desa mengembangkan agrowisata serta meningkatkan ekonomi desa Gondangmanis.
Upaya Meminimalisir Volume dan Menambah Nilai Ekonomi Sampah di Pondok Pesantren Al-Fatich Primaadi Airlangga; Siti Nur Farida; Maya Wafiroh
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v2i1.1138

Abstract

Dengan bertambah banyaknya jumlah santri di pondok ini, menyebabkan semakin banyak sampah dilingkup pondok dengan tempat pembuangan yang tidak memadai. Penumpukan sampah ini disebabkan oleh kebiasaan santri yang sering membeli makanan diluar. Dampak dari kurangnya kesadaran akan kebersihan, baik dari lingkungan tempat tinggal dan pribadi, secara tidak disadari sampah menjadi menumpuk dan tidak terpilah. Secara umum, permasalahan yang di hadapi di pondok pesantren ini adalah rendahnya kesadaran santri akan pemahaman 3R dan belum memiliki pengetahuan cara mengolah sampah menjadi pupuk organic dan pemanfaatan sampah anorganik menjadi aneka produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Masalah ini perlu mendapatkan sedikit sentuhan pengetahuan dan penyadaran untuk melakukan hidup bersih dan sehat dengan menerapkan prinsip 3R (re-use, reduse, dan recylcle). Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang bisa mendorong peran santri dalam pengolahan sampah menjadi produk yang bermanfaat melalui kegiatan pengabdian masyaraka seperti pengolahan sampah anorganik dapat diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan yang bernilai ekonomis sedangkan untuk sampah organic dapat diolah menjadi pupuk dan dimanfaatkan pada tanaman sayur. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam upaya mengurangi volume dan meningkatkan nilai ekonomi sampah di pondok pesantren Al-fatich menghasilkan barang yang bermanfaat berhasil menurunkan volume sampah dan meningkatkan kebersihan dalam lingkungan pesantren sehingga sampah dapat memberi manfaat di bidang ekonomi bagi pesantren dengan cara mendaur ulang sampah seperti botol dan plastik menjadi berbagai kerajinan dan barang dengan fungsi yang beraneka ragam.
Pemberdayaan Optimalisasi Branding dan Pemasaran Digital Produk Lokal BUMDes Desa Bicak melalui TikTok, Website, dan Penguatan Identitas Visual Produk Primaadi Airlangga; Munawarah Munawarah; Siti Sufaidah; Muhammad Fatich; Mutawakkil Alallah; Nisfu Laily Shofiatujidda; Purwatiningsih Purwatiningsih; Amanatus Salamah
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v7i1.6285

Abstract

Government Regulation Number 11 of 2021 concerning Village-Owned Enterprises (BUMDes) emphasizes the strategic role of BUMDes in strengthening village economic independence and community welfare. Bicak Village, Trowulan District, Mojokerto Regency, has local product potential in the form of knitting, ecoprint, and accessories. However, the marketing process still faced several obstacles, including limited branding identity, lack of attractive visual promotion media, and suboptimal use of digital platforms. This community service activity aimed to strengthen branding and digital marketing capacity through participatory-collaborative methods involving BUMDes managers, vocational high school students majoring in visual communication design, PKK members, and local business actors. The program was attended by 50 participants consisting of 10 BUMDes administrators, 20 vocational students, 15 PKK members, and 5 local MSME actors. Activities included digital marketing socialization, TikTok content training, product photography workshops, development of logos, hangtags, brochures, and marketing websites. Evaluation was conducted through activity observations, pretest–posttest questionnaires, documentation of participants' practical work, reflective discussions, and participant feedback on the implementation of the training program. The results showed an increase in participants’ understanding of digital marketing from an average score of 58.4 to 84.6. In addition, TikTok promotional content, product photo, website catalog product, and branding media in the form of logos and hangtags were successfully produced and used by BUMDes. This program contributed to improving participants’ digital promotion skills and strengthening the branding identity of local products in Bicak Village
Co-Authors Abdul Arif Rachman Abdullah Hammami Abu Ya'la Adip Miftahul Ulum Afida Devitasari Afifatul Hasna Ahcmad Ulum Nadzir Syahril Mubarok Ahmad Chaerrurriziq Ainul Muarofati Zahro Ainul Mu’arofati Zahro Alawi Muhammad Alfi Ainun Oktafiani Amanatus Salamah Ambar Susanti Ambar Susanti Anggi Indah Yuliana Anti Qurrota A'yuni Anton Muhibuddin Aries Budi Wicaksana Arum Fitrianingsih Ayik Komsari Basalaf Ahmad Saiful Cristina Siti Rhomadhoni Denisya Umam Hasbyalloh Devina Ayu Lestari Dwi Widianingsih Erna Afriliyanto Fachrul Fatah Al Rasyid Fachry Abda El Rahman Fajar Abdul Aziz Fika Ridaul Maulayya Harianto Harianto Hariono, Tholib Idris Nurdin Halidi Indrajid Permana Inna Nur Atika Julian Dwi Kurniawan Luthfi Firdaus M Dzikrul Hakim Al Ghozali M. Mirza Sulthoni Mar'atus Sholihah Mar’atus Sholihah Maulidia Rizqi Maya Wafiroh Mochamad Chumaidi Mochammad Iqbal Syauqi Moh. Anshori Aris Widya Mohammad Arif Taufiqurrohman Muhammad Abdul Chakim Muhammad Fatich Munawarah Munawarah - Munawarah Munawarah Munawarah Munawarah Mutawakkil Alallah Ninik Lailatul Husna Nisfu Laily Shofiatujidda Nur Ihsan Nudin Nur Khafidhoh Nur Khafidhoh Nur Khafidoh Purwatiningsih Purwatiningsih Rina Dewi Febrianti ROBITOTUL MU'AWANAH Robitotul Mu'awanah Roziqul Linna Virdella Shoimaturrodliyah Shoimaturrodliyah Siti Nur Farida Siti Sufaidah Sopfi Hidayatul Choir Sujono Sujono Syafi’uddin Syafi’uddin Taufik Eko Yulianto Vivi Haryani Vivi Haryani Wahyu Aji Tri Riswandhana Wawan Taguh Suprastiyo Winarti Wina Yessita Puspaningrum Zulfikar Zulfikar - Zulfikar Zulfikar