Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Perilaku Aman Pada Perawat Menggunakan Model Perilaku ABC (Antecedent, Behavior, Consequence) Di Rumah Sakit Umum Daerah La Temmamala Kabupaten Soppeng Novitha Sunanryani; Suharni Suharni; Alfina Baharuddin
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i1.1191

Abstract

Latar Belakang: Perilaku aman dipengaruhi langsung oleh activator, yaitu kondisi atau ransangan yang mendahului terjadinya perilaku tertentu. Behavior adalah setiap hal yang dapat diukur langsung yang dilakukan tenaga kerja, termasuk berbicara, bertindak, dan melakukan fungsi fisik. Consequence dapat bertindak sebagai activator baru atau activator kedua yang dapat memicu munculnya perilaku baru atau perilaku lain. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku aman perawat menggunakan metode ABC. Matode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik. Desain penelitian ini merupakan cross sectiona. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 orang. Penelitian ini diolah menggunakan program komputerisasi SPSS. Dengan analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Penelitian yang diperoleh adalah tidak ada hubungan pengetahuan dengan nilai signifikansi 1.000, ada hubungan kebutuhan keselamatan dengan nilai signifikansi 0,004, ada hubungan kesadaran dengan nilai signifikansi 0,001, ada hubunan peran manajemen dengan nilai signifikansi 0,001, ada hubungan peraturan perusahaan dengan nilai signifikansi 0,012, ada hubungan penghargaan dengan nilai signifikansi 0,001, tidak ada hubungan sanksi dengan nilai signifikansi 0.675. Kesimpulan: Ada pengaruh antara kebutuhan keselamatan, kesadaran, peran manajemen, peraturan perusahaan, penghargaan dan tidak daa hubungan antara pengetahuan dan sanksi dengan perilaku aman.
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Metode Keberhasilan Program Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo Andi Nelva Yunita; Samsualam; Suharni A. Fachrin
Journal of Muslim Community Health Vol. 3 No. 1 (2022): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v3i1.1307

Abstract

Latar Belakang: Persepsi masyarakat terhadap vaksin Covid-19 suatu tanggapan atau penerimaan dari informasi yang diperoleh mengenai keyakinan terhadap kehalalan vaksin, kesediaan divaksinasi dan kapasitas tenaga kesehatan yang memberikan vaksin Covid-19. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberhasilan vaksin Covid-19 di Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Metode: Penelitian dilaksanakan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, penulis mencoba mendeskripsikan bagaimana partisipasi masyarakat yang sebenarnya terhadap keberhasilan program vaksinasi dengan Puskesmas Siwa Kecamatan Pitumpanua sebagai lokasi studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait persepsi masyarakat terhadap metode keberhasilan program vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo maka ditarik kesimpulan bahwa: (1) Langkah awal yang dilakukan dalam tahap perencanaan yaitu dengan menemukan komunikator, (2) Memahami kondisi dan situasi dari khalayak/komunikator, apabila memahami kondisi dan situasi dari masyarakat dengan baik maka pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima, (3) Hal yang menjamim pelaksanaan vaksinasi adalah menyusun pesan serta penyampaian pesan dengan pemanfaatan media, sector protocol kabupaten wajo menggunakan beberapa media, media publik, media assa, media elektronik dan media internet, (4) Jenis hambatan komunikasi dalam menyukseskan program vaksinasi Covid-19 adalah hambatan psikologi, hambatan ekologis atau fisik dan hambatan semantik serta hambatan mekanis, (5) Pemahaman terkait vaksinasi itu perlu sekali disebarkan kepada masyarakat bahwa vaksin tersebut sangat penting bagi masyarakat baik untuk kelangsungan social dan ekonomi masyarakat.
Kerjasama Dalam Unit dan Keterbukaan Komunikasi terhadap Persepsi Pelaporan Kesalahan Medis oleh Tenaga Kesehatan di RSUD Bantaeng Andi Hartawan; Suharni A. Fachrin; Arman
Window of Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v1i2.251

Abstract

Tingkat pelaporan kesalahan medis di Indonesia masih rendah. Pelaporan yang rendah disebabkan oleh ketidaktepatan persepsi tenaga kesehatan terhadap pelaporan kesalahan medis. Masalah ini dapat diatasi dengan penerapan budaya keselamatan pasien yang adekuat. Budaya keselamatan pasien merupakan pondasi utama dalam menuju keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kerjasama dalam unit dan keterbukaan komunikasi terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis oleh Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bantaeng. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cros-sectional dan besar sampel penelitian adalah 133 perawat. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner HSOPSC dari AHRQ versi Bahasa Indonesia dan kuesioner persepsi dari Beginta (2012). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang ditemukan berpengaruh terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis adalah harapan dan tindakan promotif keselamatan oleh manajer ( p value = 0,001), perbaikan berkelanjutan ( p value = 0,001), kerjasama dalam unit ( p value = 0,000), keterbukaan komunikasi ( p value = 0,000), umpan balik dan komunikasi ( p value = 0,000), respon yang tidak menyalahkan ( p value = 0,044), penyusunan staf ( p value = 0,000). Variabel perbaikan berkelanjutan dan kerjasama dalam unit rumah sakit merupakan faktor yang paling berhubungan terhadap persepsi pelaporan kesalahan medis dengan nilai Exp (B) masing-masing yaitu 19.927. Saran dalam penelitian adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan terkait pelaporan kesalahan medis serta program peningkatan Budaya keselamatan pasien untuk meningkatkan persepsi positif terhadap pelaporan kesalahan medis di rumah sakit.

The Effect of Altruism on the Performance of Kassi-Kassi Health Center Employees in 2023 St. Nurchaliza Damayanti Pratiwi; Suharni A. Fachrin; Arni Rizqiani Rusydi; Arman Arman; Nurmiati Muchlis; Reza Aril Ahri
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.906 KB)

Abstract

The performance of employees serves as an indicator of their ability to make meaningful contributions to the organization's goals and objectives. Aims of the research to find out the influence of Altruism on the performance of Kassi-Kassi Health Center employees. The population of this study was all employees of the Kassi-Kassi Health Center in Makassar City. Data analysis using Statistical Product and Service Solutions(SPSS). Results: most of the respondents graduated from tertiary institutions, were female, had civil servant status, and had worked for ≥ 5 years. There was a significant positive effect of altruism on the performance of Kassi-Kassi Health Center staff (p<0.05). Conclusion: There is an influence of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on the Performance of Kassi-Kassi Health Center in Makassar City
PENGARUH PEMBERDAYAAN TERHADAP AMBIGUITAS PERAN DAN KELELAHAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN DG RAJA BULUKUMBA Rahmad; Sukri Palutturi; Suharni A. Fachrin
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan ; (1).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran, (2).Untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja,(3) Untuk mengetahui pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerja, (4) Untukmengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap pemberdayaan pegawai.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectionalstudy. Sampel penelitian adalah pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg RajaBulukumba berjumlah 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakankuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh pemberdayaan terhadapambiguitas peran perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (2) adapengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja perawat di Rumah Sakit Umum DaerahSultan Dg Raja Bulukumba, (3) ada pengaruh ambiguitas peran terhadap kelelahan kerjaperawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba, (4) variabelpemberdayaan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja perawatdi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba.Bagi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Raja Bulukumba diharapkan untuk lebihbanyak memberikan kegiatan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan sehingga dapat menyesusaikan dengan pekerjaan yang ditugaskan dan menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecemasan Tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Di RSKD Dadi Melawati Hawi; Suharni A. Fachrin; Alfina Baharuddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.297

Abstract

Tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat dalam melaksanakan tugas sebagai garda terdepan penanganan, pencegahan, dan perawatan pasien Covid-19 merupakan kelompok yang paling berisiko tertular Covid-19, selama menjalankan aktivitasnya di fasilitas pelayanan kesehatan telah mengalami kecemasan karena disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah alat pelindung diri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecemasan tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi. Jenis penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross- sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan pada ruang IGD, Ruang ICU dan ruang Gelatik yang berjumlah 56 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square dengan convidence interval (CI) 95% dan α<0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara usia dengan kecemasan diperoleh nilai (p=0,035); ada hubungan antara keadaan fisik dengan kecemasan diperolen nilai (p=0,026); ada hubungan antara alat pelindung diri dengan kecemasan diperoleh nilai (p=0,00); ada hubungan antara pengetahuan dengan kecemasan diperoleh nilai (p=0,00); berhubungan secara signifikan terhadap kecemasan tenaga kesehatan di RSKD Dadi. Kesimpulan penelitian bahwa secara keseluruhan semua factor- faktor dalam penelitian ini juga terdapat hubungan, tetapi factor yang sangat signifikkan berhubungan yaitu alat pelindung diri dan pengetahuan terhadap kecemasan tenaga Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Covid-19
Faktor Determinan Kelelahan Kerja Pada Guru SMP Negeri Di Kelurahan Baru Kota Makassar Mauliana Putri AB; Ikhram Hardi S; Suharni A. Fachrin
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/cd4mz726

Abstract

High job demands on teachers can increase the risk of job burnout, which negatively impacts activities, the work environment, and productivity. Teachers are required to adapt to varying workloads, and addressing these demands is crucial for their well-being. This study aims to analyze the determinants of job burnout in public junior high school teachers in Baru Village, Makassar City, including age, nutritional status, length of service, workload, and job stress levels. This research emphasizes that workload and job stress are key factors teachers and administrators should focus on to foster well-being. The study used a quantitative, cross-sectional design. The study population was 70 teachers, with a sample of 64 respondents selected using a proportional random sampling technique. Data were analyzed using the chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed a significant relationship between age (p < 0.001), workload (p < 0.001), and job stress levels (p < 0.001) with job burnout in teachers. Meanwhile, nutritional status (p = 0.576) and length of service (p = 0.869) did not show a significant relationship with job burnout. In conclusion, workload and job stress levels are significant factors contributing to teacher burnout. Schools should actively manage these factors to support teacher well-being and productivity.
Hubungan Antara Paparan Debu Dengan Gangguan Pernapasan Pekerja Di PT. Semen Bosowa Maros Nurul Auliya Insani S Nurul; Suharni A. Fachrin; Sitti Patimah
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/9c33bx21

Abstract

Exposure to workplace dust is a chemical hazard that can harm workers' health, especially the respiratory system. Fine dust particles can originate from the production process and cause lung dysfunction and even disability. This study aims to determine the relationship between dust exposure and respiratory disorders in workers at PT Semen Bosowa Maros. This study used a quantitative, cross-sectional design. The population in this study was all workers at PT Semen Bosowa Maros, with a sample size of 108 respondents. Data were collected through questionnaires and dust level measurements using a High-Volume Air Sampler. Data analysis was performed using the Spearman correlation test. The results showed that although there was a very weak positive association between dust exposure and respiratory disorders, it was not statistically significant (p = 0.120). Nevertheless, dust exposure remains a risk factor that requires attention. Therefore, companies are advised to continue efforts to prevent and control dust in the workplace. For further research, it is recommended to add additional variables that may influence respiratory disorders and to expand the population coverage to obtain more representative results.
Penilaian Kadar Fenol Dalam Urine Pada Pekerja Dengan Metode Quantitatif Risk Assement (QRA) Suharni A. Fachrin; Alfina Baharuddin; Saskia Anrah Maharani; Zarina Nur Halidah
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ycvqr340

Abstract

According to the Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), benzene is an organic solvent that is carcinogenic. Benzene can enter the body through the respiratory tract, digestion, and skin contact. The study found no association between work duration and phenol levels (p-value = 0.205), which reassures policymakers that factors beyond exposure time influence benzene absorption. The development of a Quantitative Risk Assessment (QRA) model aims to identify workplace chemical exposure cases, helping protect workers' health by linking environmental exposure to health risks and predicting benzene concentrations in workers' urine. This study aims to assess phenol levels in workers' urine using the QRA method. The research design is an analytical observational study with a cross-sectional approach. The study was conducted on motorcycle repair shop workers in Makassar City. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection was carried out through surveys using questionnaires, observations, interviews, and laboratory examinations. The results of the study showed that there was no relationship between work period and phenol levels in the urine of workshop workers (p-value = 0.281), nor between exposure duration and phenol levels in the urine of workshop workers (p-value = 0.205). However, there was a relationship between the use of personal protective equipment (PPE) and phenol levels in the urine of workshop workers (p-value = 0.000). Therefore, motorcycle workshop workers are expected to comply with the use of PPE while working to minimize the risk of benzene exposure.