Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Marketing Counseling for Handicraft Business from Plastic Waste through TikTok Digital Platform for Community Empowerment of Nusantara Tourism Village (Puspamukti Village) Nurherawati; Pramesti Melyna Mustofa; Ardiansyah; Alfin Nur Arifah; Della Apriani
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5681

Abstract

Puspamukti Village is a Tourism Village that has various potentials in various fields, both agriculture and plantations. Puspamukti villagers are housewives who have free time besides farming and gardening. This counseling aims to empower the Puspamukti Village community through the development of a handicraft business from unused plastic waste that has been converted into goods that have selling power by making Profitable Trash, namely ceramics from garbage that has aesthetic value and marketable functions by utilizing the TikTok digital platform. The method used is a method with counseling activities including product manufacturing training, digital marketing techniques, and branding strategies. The results showed an increase in community knowledge and skills in managing plastic waste into value-added products, as well as an increase in community interest in marketing their products through TikTok. In addition, this counseling also succeeded in building a network between handicraft business actors in Puspamukti Village with a wider potential buyer. It can be concluded that the activities for community empowerment in Puspamukti Village have achieved a number of successes, including: 1) Increased awareness and skills: Puspamukti villagers have a better understanding of plastic waste management and are able to produce value-added handicraft products; 2) Behavior change: There have been positive behavioral changes in the community, namely an increased interest in processing plastic waste into useful products; 3) Economic development: The plastic waste handicraft business has the potential to increase community income and contribute to the village economy; 4) Effectiveness of TikTok utilization: The TikTok platform has proven effective as a promotional and marketing medium for handicraft products.
Pengaruh Pemberdayaan Psikologis pada Organizatinal Citizenship Behavior: Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi Nurherawati; Ramdani Alfalah; Viska Putria Ananda; Mohamad Herdi Faizal; Teuku Dhani Al Ramdhani; Della Apriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Fenomena perilaku ekstra-peran (OCB) menjadi krusial bagi efektivitas organisasi, namun peran kepuasan kerja sebagai pendorong utama masih sering diperdebatkan. Data dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil uji hipotesis langsung menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai path coefficient 0,521 dan t-statistics 5,425. Selain itu, pemberdayaan psikologis juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB dengan nilai path coefficient 0,402 dan t-statistics 3,719. Namun, penelitian ini menemukan bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap OCB, yang ditunjukkan dengan nilai t-statistics sebesar 0,988 dan p-value 0,324. Lebih lanjut, hasil uji hipotesis tidak langsung mengonfirmasi bahwa kepuasan kerja tidak terbukti memediasi pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap OCB. Hal ini dibuktikan dengan nilai path coefficient yang rendah sebesar 0,044 dan nilai p-value 0,420 yang berada di atas ambang batas signifikansi 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberdayaan psikologis merupakan faktor pendorong langsung yang lebih kuat bagi munculnya perilaku OCB dibandingkan melalui perantara kepuasan kerja. Implikasi praktis bagi organisasi adalah perlunya fokus pada pemberian otonomi dan makna kerja untuk menstimulasi inisiatif sukarela karyawan.
Pengelolaan Website Desa Sebagai Promosi Pariwisata di Desa Cikadu, Kabupaten Tasikmalaya Nurherawati Nurherawati; Ardhiansyah Ardhiansyah; Retno Dyah Pekerti; Heidi Siddiqa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2792

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tantangan keterbatasan akses informasi dan promosi pariwisata yang dihadapi oleh Desa Cikadu, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengembangkan dan mengelola website desa sebagai media promosi pariwisata berbasis digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan secara tatap muka (offline) menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Cikadu, dengan sasaran perangkat desa, Kelompok Sadar Wisata, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Cikadu. Hasil kegiatan menunjukkan penyuluhan berjalan kondusif dengan partisipasi 18 orang peserta. Hasil utamanya adalah: 1) Sebelum kegiatan, sebagian besar Kelompok Sadar Wisata belum memiliki website resmi dan belum mengetahui cara mengoperasikannya; 2) Setelah kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan dan timbulnya ketertarikan serta kesadaran penuh masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata untuk membuat dan mengembangkan website desa sebagai media promosi potensi wisata lokal, seperti penghasil buah sawo, Sungai Citoe, dan pengrajin daun pandan. Manfaat yang diperoleh adalah kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan Kelompok Sadar Wisata untuk mengelola website desa wisata. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepedulian masyarakat dan aparat desa dalam pengelolaan website sebagai media promosi pariwisata berbasis digital. Keterlibatan aktif masyarakat ini siap berkontribusi dalam meningkatkan citra Desa Cikadu sebagai desa wisata.
Pengaruh Stres Kerja Terhadap Turnover Intention Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi: (Studi Kasus pada Pegawai Desa di Kecamatan Singaparna) Cecep Abdul Halim; Nurherawati
Cantaka: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/cantaka.v4i1.510

Abstract

This study aims to analyze the effect of job stress on turnover intention with job satisfaction as a mediating variable in village employees in Singaparna District, Tasikmalaya Regency. The study used a quantitative method with a causality approach through Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS) using SmartPLS 4.0. The study sample consisted of 55 village employees selected using a census technique. The results showed that job stress had a positive and significant effect on turnover intention, meaning that the higher the level of job stress, the higher the employee's desire to leave the job. In addition, job stress had a negative and significant effect on job satisfaction, while job satisfaction had a negative and significant effect on turnover intention. This study also proved that job satisfaction was able to significantly mediate the effect of job stress on turnover intention. These findings demonstrate the importance of managing job stress and increasing job satisfaction to reduce the turnover intention in village employees in Singaparna District. Keywords: Job Stress, Turnover Intention, Job Satisfaction, SEM-PLS, Village Employees.
Pengaruh Employer Branding Dan Sistem Kerja Fleksibel Terhadap Minat Kerja Rani Nurhayati; Nurherawati Nurherawati
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i1.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruuh Employer Barding dan sistem kerja fleksibel Terhadap Minat Kerja Generasi Z di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sebab akibat (kausal) untuk menguji pengaruh antar variabel.  Populasi dalam penelitian ini adalah Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Tasikmalaya, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus cochran melalui teknik Purposive  sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi), serta analisis regresi linear berganda. Uji koefisien determinan (R2) Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t (parsial) dan uji F (simultan) melalui perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa employer branding berpengaruh posistif dan signifikan terhadap minat kerja   (t hitung 5,841 > t tabel 1,984). Demikian pula sistem kerja fleksibel memiliki pengaruh posistif dan signifikan terhadap minat kerja (t hitung 4,617 > t tabel 1,984). Secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat kerja dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien determinasi sebesar 51,8 % . Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memperkuat citra oganisasi dan menawarkan fleksibilitas kerja sebagai strategi utama dalam menarik minat talenta muda di era digital, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya.   This study aims to analyze the influence of employer branding and flexible working systems on the work interest of Generation Z in Tasikmalaya Regency. The research employs a quantitative approach with a causality method to examine the relationships between variables. The population consists of Generation Z residing in Tasikmalaya Regency, with a sample of 100 respondents determined using the Cochran formula through purposive sampling techniques. Data were collected via online questionnaires and analyzed using classical assumption tests and multiple linear regression analysis through SPSS version 26 software. Partial research results indicate that employer branding has a positive and significant effect on work interest (t-count 5.841 > t-table 1.984). Similarly, the flexible working system shows a positive and significant influence on work interest (t-count 4.617 > t-table 1.984). Simultaneously, both independent variables significantly influence work interest with a significance value of 0.000 and a contribution of 51.8% based on the coefficient of determination. These findings provide practical implications for companies to strengthen their organizational image and offer work flexibility as a primary strategy to attract young talent in the digital era, particularly within the Tasikmalaya Regency area.  
PENGARUH BRAND IMAGE DAN PROMOSI TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PENGGUNA PRODUK SKINCARE WARDAH DI KABUPATEN TASIKMALAYA Ikmal Syabanul Haq; Nurherawati Nurherawati
Journal Economic Management and Business Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jfeb.v5i1.8726

Abstract

This study aims to analyze the influence of brand image and promotion on customer loyalty of Wardah skincare products in Tasikmalaya Regency. This research is motivated by the high use of skincare which is not always followed by loyalty to one particular brand so that consumers tend to switch brands. The method used is quantitative with a descriptive and verifiable approach. The research sample amounted to 85 respondents using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression, coefficient of determination (R²) test, and t-test. The results showed that brand image had a significant effect on customer loyalty with a significance value of 0.000 < 0.05 and t count 5.067 > 1.989. Promotion also had a significant effect with a significance value of 0.000 < 0.05 and t calculated 5.050 > 1.989. The R² value of 0.791 shows that customer loyalty is influenced by brand image and promotion by 79.1%.
Fondasi Bisnis Modern Fashion: Transformasi Keuangan Digital, Ekspansi Marketplace, dan Penguatan Brand Identity: Pengabdian Dheri Febiyani Lestari; Isyana Rahayu; Nurherawati; Sri Sudiarti; Herdiyanti; Della Apriani; Alfin Nur Arifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7234

Abstract

UMKM DYORAKLIK di bidang fashion di Kelurahan Cibunigeulis, Kota Tasikmalaya, menghadapi kendala berupa belum optimalnya legalitas usaha, identitas merek, pencatatan keuangan digital, dan pemasaran yang masih konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan legalitas, transformasi keuangan digital, pemasaran digital, dan brand identity. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) berbasis pendampingan intensif selama Maret–Juni 2026 melalui tahapan observasi, perencanaan, implementasi, monitoring, evaluasi, dan pembiasaan. Pendampingan dilakukan hingga mitra mampu mengimplementasikan setiap program secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa UMKM DYORAKLIK berhasil memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), memiliki company profile dan media promosi, menerapkan pencatatan keuangan digital, serta mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial dan platform digital. Pendekatan PAR berbasis pendampingan terbukti meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, mendorong praktik bisnis yang lebih profesional, dan memperkuat daya saing UMKM secara berkelanjutan.
Pengaruh Employer Branding dan Reputasi Perusahaan terhadap Minat dalam Melamar Kerja (Studi Kasus pada Generasi Z di Kabupaten Tasikmalaya) Anji Najiatus Syaniah; Nurherawati
Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal) Vol. 6 No. 2 (2026): Economics, Business, Management, & Accounting Journal (Ebisma)
Publisher : Haka Vyza Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61083/ebisma.v6i2.125

Abstract

Guna merespons dinamika kompetisi di bursa kerja saat ini, studi ini mengevaluasi bagaimana employer branding dan reputasi perusahaan berkontribusi pada tendensi angkatan kerja muda (Generasi Z) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dalam mencari pekerjaan. Melalui pendekatan kuantitatif ekplanatori, dengan menggunakan teknik puposive sampling, penelitian ini menjaring 97 responden yang sesuai dengan kualifikasi riset. Proses pengolahan data dilakukan terhadap hasil kuesioner berskala Likert melalui prosedur regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 29. Berdasarkan serangkaian pengujian, seluruh pernyataan instrumen dinyatakan memenuhi standar validitas dan reliabilitas, disertai terpenuhinya syarat-syarat dalam asumsi klasik. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa secara parsial maupun simultan , strategi employer branding dan reputasi perusahaan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap minat dalam melamar kerja. Secara spesifik, faktor reputasi perusahaan ditemukan menjadi determinan yang paling kuat. Dengan perolehan angka determinasi (R2) mencapai 0,684, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 68,4% terhadap fluktuasi minat melamar, sementara sisanya dipengaruhi faktor eksternal lainnya. Hal ini membuktikan bahwa bagi perusahaan, memantapkan identitas merek dan kredibilitas merupakan langkah krusial untuk memikat talenta dari kalanagn Generasi Z.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Dan Motivasi Intrinsik Terhadap Kinerja Aparat Desa: (Studi Kasus pada Aparat Desa Margalaksana Kecamatan Salawu) Muhamad Abdilah Ripki; Nurherawati Nurherawati
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1603

Abstract

Produktivitas aparatur desa merupakan determinan utama dalam efektivitas penyelenggaraan layanan publik di tingkat lokal. Namun, literatur terdahulu menunjukkan adanya inkonsistensi model kinerja pada sektor publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstrain struktural gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik terhadap kinerja aparatur desa dalam konteks rural bureaucracy. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei, data dikumpulkan melalui sensus jenuh terhadap 44 perangkat desa di Desa Margalaksana, Kabupaten Tasikmalaya. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memiliki dampak positif yang dominan dan signifikan dalam memacu kinerja (β = 0,766; t = 7,736; sig. 0,000 < 0,05). Sebaliknya, pola kepemimpinan transformasional tidak mampu memberikan kontribusi parsial yang signifikan secara statistik (β = 0,192; t = 1,938; sig. 0,059 > 0,05), mengindikasikan adanya sekat struktural serta budaya administrasi paternalistik yang kuat dalam tata kelola perdesaan. Secara simultan, kedua variabel mengonfirmasi daya determinasi sebesar 86,3% terhadap variabilitas performa (R2 = 0,863). Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa modernisasi tata kelola desa tidak dapat bertumpu pada retorika kepemimpinan semata, melainkan menuntut penguatan motivasi mandiri secara struktural serta transformasi kultur organisasi.   The productivity of village officials is a key determinant of local public service delivery. However, empirical literature exhibits inconsistent results regarding the drivers of public sector performance models. This study examines the structural constraints of transformational leadership styles and intrinsic motivation on village apparatus performance within a rural bureaucracy context. Utilizing a quantitative associative approach with a survey method, data were compiled from a saturated census of 44 village officials in Margalaksana Village, Tasikmalaya Regency. Multiple linear regression analysis reveals that intrinsic motivation exerts a dominant, significant positive effect on driving performance (β = 0.766; t = 7.736; sig. 0.000 < 0.05). Conversely, transformational leadership patterns fail to achieve statistical significance in its partial contribution (β = 0.192; t = 1.938; sig. 0.059 > 0.05), highlighting structural barriers and deeply rooted paternalistic administrative cultures in rural governance. Simultaneously, both variables explain 86.3% of performance variance (R2 = 0.863). These findings imply that administrative modernization in rural areas cannot rely solely on leadership rhetoric but requires structural strengthening of self-motivation and organizational culture transformation.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETENSI KARYAWAN GENERASI Z DI KOTA TASIKMALAYA DALAM DUNIA KERJA (Perspektif Motivasi, Inisiatif, dan Keterampilan Interpersonal) Della Apriani; Viska Putria Ananda; Nurherawati Nurherawati; Ramdani Alfalah
JURNAL EKONOMI PERJUANGAN Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi Perjuangan (JUMPER)
Publisher : LP2M Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jumper.v8i1.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, inisiatif, dan keterampilan interpersonal terhadap retensi karyawan Generasi Z di Kota Tasikmalaya. Fenomena tingginya mobilitas kerja pada Generasi Z menjadi latar belakang pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat mempertahankan mereka dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) yang diolah melalui perangkat lunak SmartPLS. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Generasi Z yang bekerja di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan yang paling dominan terhadap retensi karyawan. Inisiatif juga terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kecenderungan karyawan untuk bertahan. Sebaliknya, keterampilan interpersonal ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap retensi karyawan pada objek penelitian ini. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan di Kota Tasikmalaya perlu memprioritaskan sistem motivasi dan memberikan ruang bagi karyawan untuk berinisiatif guna menekan angka turnover pada talenta muda.