Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TINJAUAN ONTOLOGI PEMIKIRAN HUMANISTIK ERICH FROMM: IMPLIKASINYA BAGI BIMBINGAN DAN KONSELING Ariyanto Arja Putra; Yeni Karneli; Puji Gusri Handayani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dimensi ontologis dalam pemikiran Humanistik Erich Fromm serta implikasinya bagi praktik bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi pustaka (library research). Penelitian ini menelaah karya-karya Erich Fromm serta berbagai literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ontologi pemikiran Erich Fromm memandang manusia sebagai makhluk yang sadar, bebas dan memiliki eksistensi yang berkembang melalui keterhubungan, kebebasan, produktivitas, dan orientasi moral. Perspektif ontologis tersebut memberikan kontribusi penting dalam praktik bimbingan dan konseling, terutama dalam memandang klien sebagai individu yang utuh dan juga berkontribusi sebagai dasar filosofis bagi konselor dalam merancang intervensi yang lebih humanistik dan sensitif terhadap konteks sosial-budaya. Dengan demikian, kajian ini menegaskan relevansi pemikiran Erich Fromm sebagai fondasi ontologis dalam mengembangkan praktik bimbingan dan konseling yang komprehensif dan berorientasi pada kemanusiaan.
RELEVANSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP KONSEP DASAR FILSAFAT ILMU SERTA IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Sumayyah Syahidah; Yeni Karneli; Puji Gusri Handayani
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7303

Abstract

Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) menjadi fondasi penting pendidikan Indonesia dan merepresentasikan pandangan filosofis yang menyentuh dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam filsafat ilmu. Kajian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran KHD dengan konsep dasar filsafat ilmu serta implikasinya terhadap layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHD memandang manusia sebagai makhluk merdeka yang berkembang secara holistik, dan hal ini berkelindan dengan ontologi humanistik dalam filsafat ilmu. Epistemologi KHD menempatkan pengalaman langsung, budaya, dan kemandirian belajar sebagai sumber pengetahuan, sejalan dengan konstruktivisme dan sosiokultural. Aksiologi KHD menekankan pendidikan berbasis nilai, moral, kemerdekaan, dan kebermanfaatan sosial. Implikasi dalam BK mencakup penguatan layanan yang humanis, berpusat pada peserta didik, kontekstual, dan berorientasi pemberdayaan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi untuk pengembangan model BK berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia.
Implementasi Filsafat Ilmu sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Pendidikan di Indonesia Irma Julita; Yeni Karneli; Puji Gusri Handayani
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v3i3.804

Abstract

This study aims to find out more specifically about the goals and functions of philosophy in the development of science. This study uses a qualitative approach to the SLR (systematic literature review) method. Literature sources are taken from the Google Scholar database of journals and books. The results of this study are the philosophy of science as an explanation of the existence of science against other sciences that require knowledge as a medium for scientific thinking. Philosophy aims to encourage scientists to study scientific developments. The philosophy of science must be integrated with the development of science in order to realize the function of science, especially moral and intellectual aspects. This is because science is independent or neutral and does not mean good or bad, the development of science also develops the philosophy of science, because the philosophy of science has a role as a manifestation of good scientific ethics. The philosophy of science is very crucial in elaborating on educational values ​​in general and specifically in education, both ontologically, epistemologically, axiologically and anthropologically.