Nisa, Nafidatun
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Spiritual Peserta Didik Pranoto, Ahmad Hadi; Assharofi, Faiz Abdul Majid; Savana, Oseolla; Nisa, Nafidatun; Junaedi, Mahfud
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 10 No 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v10i2.4882

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping and enhancing students' spirituality in the midst of modernisation and globalisation. This research aims to explore how PAI can strengthen students' spiritual awareness and identify effective learning strategies in shaping their character. This research uses the library research method by analysing various related literatures. The findings revealed that a learning approach that integrates cognitive, affective and psychomotor aspects, supported by Islamic values-based extracurricular activities, can strengthen students' spiritual dimension. In addition, the role of teachers as role models, the habituation of worship, and a supportive educational environment are important factors in building students' religious character. However, in practice, there are still obstacles such as the lack of innovation in teaching methods, which can hinder the effectiveness of PAI. Therefore, more innovative learning strategies are needed, including experiential approaches and the utilisation of technology, so that Islamic religious education is increasingly relevant and has a real impact on the lives of students.
The Relevance Of The Law Of Usury And Bank Interest In The Perspective Of Wahbah Az-Zuhaili Pranoto, Ahmad Hadi; Nisa, Nafidatun; Assharofi, Faiz Abdul Majid; Savana, Oseolla; Lutfiyah, Lutfiyah
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 10 No 2 (2025): Januari - Juni
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v10i2.4881

Abstract

This article discusses the relevance of riba and bank interest from the perspective of Wahbah Az-Zuhaili. The approach used in this study is a qualitative approach, and the type of research is literature research. This research combines data collection techniques with document studies, so that data in the form of journals and books related to the thought of Wahbah Az-Zuhaili is used as a primary source in this study and refers to the work of Ibn Khaldun. The data used are related to Wahbah Az-Zuhaili's thoughts on the law of riba and the relevance between bank interest and usury. This research shows that, Wahbah Az-Zuhaili argues that bank interest is included in riba nasiah, which is prohibited because it is an addition to financial transactions without clear rewards and is only based on a delay in payment time. Wahbah Az-Zuhaili emphasized that bank interest is the same as jahiliyah usury, both large and small, and has been declared haram based on the Qur'an, Sunnah, and ijma' of the Companions. This practice is considered to be detrimental to borrowers and creates economic injustice.
Authentic Assessment sebagai Strategi Evaluasi Efektif dalam Pembelajaran PAI Berbasis Karakter Hidayati, Fippy; Nurhalisa, Siti; Candrika, Ariibah Radita Ayu; Nisa, Nafidatun; Abdullah, Shodiq
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28844

Abstract

Artikel ini membahas penerapan penilaian autentik (authentic assessment) sebagai strategi evaluasi yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis karakter. Latar belakang penelitian ini didasari oleh dominasi metode penilaian tradisional yang cenderung mengabaikan aspek afektif dan psikomotorik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian autentik dapat mengukur secara komprehensif perkembangan karakter siswa melalui tugas-tugas kontekstual yang mencerminkan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Bentuk-bentuk penilaian autentik yang digunakan meliputi penilaian kinerja, proyek, portofolio, jurnal reflektif, serta penilaian diri dan antar teman. Meski menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu, pemahaman pendidik, dan subyektivitas penilaian, implementasi strategi ini terbukti mendukung penguatan pendidikan karakter dan spiritualitas peserta didik secara berkelanjutan.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Al-Qur'an sebagai Landasan Pembentukan Karakter Siswa: Refleksi Pada Q.S. Al-Baqarah Ayat 43 dan Q.S. Al-Zumar Ayat 53 Nurhalisa, Siti; Nisa, Nafidatun; Saman, Miss Fatihah; Afifa, Erlina Laily Nur; Luthfiyah, Luthfiyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26626

Abstract

Pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai Al-Qur’an menjadi kunci dalam membentuk individu yang bertanggung jawab, terutama di tengah meningkatnya kasus kekerasan, seperti tindakan begal di Kota Semarang. Penelitian ini menganalisis Q.S. Al-Baqarah ayat 43 dan Q.S. Al-Zumar ayat 53, yang menekankan pentingnya menjalankan ibadah, seperti salat dan zakat, serta memberikan harapan dan pengampunan kepada individu yang telah berbuat salah. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali makna mendalam dari kedua ayat tersebut, menyoroti peran pendidikan Islam dalam menciptakan karakter yang baik dan meminimalisir perilaku menyimpang di kalangan generasi muda. Disarankan agar lembaga pendidikan mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kurikulum, melibatkan orang tua dan masyarakat, serta menyediakan pelatihan bagi pendidik. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat tercipta individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki etika dan moral yang kuat, sehingga dapat berkontribusi positif bagi masyarakat.