Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

dari Sisa Jadi Rasa : Mie Ikan dari Bycatch, Solusi Cerdas dan Bergizi Untuk Nelayan Sejahtera dan Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir di Desa Kampung Laut Riris Roiska; Putinur; Rahma Dini Arbajayanti; Hasanah; Wulandari; M. Hariski; Nelwida; Filawati
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.226

Abstract

Nelayan di Desa Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi menghadapi masalah pendapatan yang tidak stabil akibat melimpahnya hasil tangkapan sampingan (bycatch) yang bernilai jual rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi bycatch, memberikan keterampilan pengolahan kepada masyarakat pesisir, dan memperkuat ketahanan pangan lokal melalui inovasi produk. Metode yang digunakan adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan sasaran kelompok istri nelayan. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi mengenai potensi bycatch, pelatihan, dan demonstrasi langsung pembuatan mie ikan. Efektivitas program diukur menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, dengan tingkat kehadiran peserta 100% (23 orang). Terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan naiknya nilai rata-rata dari 5.0 pada pre-test menjadi 8.0 pada post-test. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil membuktikan bahwa pelatihan pengolahan bycatch menjadi mie ikan merupakan solusi yang efektif dan aplikatif untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya perikanan yang sebelumnya terabaikan, melemberdayakan perempuan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan mendukung kemandirian pangan di wilayah pesisir.
Environmental Friendliness Level of Belat Fishing Gear in the Waters of Nipah Panjang II Tanjung Jabung Timur Regency Ulfa Ninda Rizki; Filawati Filawati; Putinur Putinur; Mairizal Mairizal; Ester Restiana Endang Gelis; Dwinda Pangentasari
Journal of Fish Health Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Health
Publisher : Study Program of Aquaculture, Department of Fisheries and Marine Science, Faculty of Agriculture, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v6i3.11305

Abstract

Tanjung Jabung Timur Regency is a fairly extensive fishing ground, with fisheries production reaching 25,017.89 tons. Nipah Panjang II Sub-district is a coastal area where the majority of residents work as fishers. These fishers use various types of fishing gear, one of which is the belat. Belat is a passive fishing gear that relies on the tidal cycle. This study aimed to determine the level of environmental friendliness of the belat fishing gear operated in the waters of Nipah Panjang II, Tanjung Jabung Timur Regency. The research was conducted from February to March 2026 using an observational method, with samples selected through purposive sampling of 10 belat fisherman. The data collected concerned the environmental friendliness level of the belat fishing gear. Data were analyzed based on the nine criteria of the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). The results showed that the belat fishing gear obtained an average score of 26.8, which falls into the environmentally friendly category. This fishing gear is considered reasonably consistent with the principles of sustainable fisheries, as it does not cause major habitat damage, safe for fisherman, produces catches that are safe for consumption, and is socially accepted by the fishing community. However, several aspects still require attention, particularly low selectivity, relatively high by-catch, and the possibility of catching protected fish species. Overall, the belat fishing gear can be categorized as environmentally friendly, although management improvements are still needed to better align it with the principles of sustainable fisheries.
Perbedaan Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla spp.) dengan Menggunakan Umpan yang Berbeda pada Alat Tangkap Bubu di Desa Lambur Luar Provinsi Jambi Nuruwildani Nuruwildani; Fatati Fatati; Putinur Putinur
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1800

Abstract

Sumberdaya kepiting bakau (Scylla spp) memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem mangrove. di Desa Lambur Luar, Kecamatan Muara Sabak Timur, kegiatan penangkapan kepiting bakau umumnya menggunakan alat tangkap bubu dengan berbagai jenis umpan. Namun demikian, efektivitas masing-masing jenis umpan terhadap hasil tangkapan belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan kepiting bakau serta menentukan jenis umpan yang paling disukai oleh kepiting bakau (Scylla spp) Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari - Maret 2025 di Desa Lambur Luar di perairan mangrove Sungai Lambur Kecil menggunakan metode eksperimental fishing dengan tiga perlakuan, yaitu umpan ikan tembakul (P1), kepala ayam (P2), dan belut laut (P3), masing-masing jenis umpan diulang sebanyak 16 kali. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah tangkapan, berat total, panjang karapas, dan lebar karapas, yang selanjutnya dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis umpan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap hasil tangkapan kepiting bakau. Umpan kepala ayam (P2) menghasilkan jumlah dan berat tangkapan tertinggi dengan berat rata-rata 407,7 gram, panjang karapas 10,6 cm, dan lebar karapas 12,6 cm. Umpan ikan tembakul (P1) berada pada urutan kedua, sedangkan umpan belut laut (P3) menghasilkan tangkapan terendah. Dapat disimpulkan bahwa kepala ayam merupakan jenis umpan yang paling efektif untuk meningkatkan hasil tangkapan kepiting bakau menggunakan alat tangkap bubu di perairan Desa Lambur Luar, Kecamatan Muara Sabak Timur