Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Seminar Pemberdayan Perempuan Lintas Agama Melalui Pendekatan Moderasi Beragama di Kelurahan Namosain, Kota Kupang Lopis, Yorhans S.; Maria Manuain, Leryani Mince; Pellondou, Andri Oktovianus; Fointuna, Resta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4068

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama perempuan dari berbagai agama, tentang pentingnya gizi seimbang dan peran mereka dalam mencegah stunting dengan pendekatan moderasi beragama di Kelurahan Namosain, Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif (Participatory Action Research/PAR), berupa seminar dan pelatihan selama dua hari dengan melibatkan 20 ibu rumah tangga dari berbagai agama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang stunting dan gizi, di mana mayoritas mampu menjelaskan definisi, penyebab, dan dampaknya. Pendekatan moderasi beragama terbukti efektif dalam memperkuat kerjasama lintas agama dan mendorong pembentukan kelompok ibu-ibu yang saling mendukung. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan moderasi beragama efektif dalam mendorong kerjasama dan kesadaran lintas agama. Untuk keberlanjutan program, direkomendasikan agar kegiatan serupa diperluas dengan dukungan fasilitas yang lebih baik dan evaluasi jangka panjang untuk mengukur dampaknya terhadap penurunan stunting. Kebijakan yang mendukung pemberdayaan lintas agama juga diperlukan agar masyarakat lebih sadar dan aktif dalam mengatasi masalah kesehatan bersama.
EDUKASI KEPADA GENERASI MILENIAL DI SMAN 1 KUPANG BARAT, NTT, TENTANG TOLERANSI BERAGAMA MULTI PERSPEKTIF Renda, Trijuliani; Pellondou, Andri O.; Manuain, Leryani Mince Maria; Djami, Marla Marisa; Moru, Osian O.; Arkiang, Fajeri; Saefatu, Kristina; Kaut, Aprilia; Daud, Dance Oscar; Hauteas, Yang Raident
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3148

Abstract

Indonesia adalah negara majemuk. Kemajemukan ini tentu ada bukan tanpa konflik. Beberapa hasil penelitian mencatat bahwa terjadi masalah-masalah intoleran yang terjadi di Indonesia. Masalah-masalah intoleran tentu menjadi konsumsi masyarakat termasuk genesari milenial dalam memaknai keragaman yang sebenarnya adalah anugrah Tuhan Yang Maha Esa yang patut dirawat. Berdasarkan hal ini topic yang diangkat dalam Pengabdian ini yakni Mengayuh Bersama Generasi Milenial dalam Biduk Toleransi Beragama dari berbagai perspektif. Tujuan kegiatan ini agar meningkatkan pengetahuan peserta tentang toleransi beragama, menciptakan dan membangun komuniakasi antar peserta yang beragam suku maupun agama, menemukan komitmen peserta lewat aksi sebagai agen toleransi beragama dalam lingkungan mereka berada. Metode yang digunakan adalah seminar tentang toleransi beragama dari perspektif Pancasila, Islam, Kristen, Psikologi Sosial dan sharing life dalam diskusi panel. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pemahanan peserta tentang toleransi beragama dilihat dari jumlah rata-rata pretest 70 dan posttest 98. Angket evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kepuasan mitra terhadap kegiatan ini didapati presentasi 87% sangat setuju dan 13% setuju akan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Presentase 90% sangat setuju dan 10 % setuju untuk berpartisipasi jika diadakan lagi kegiatan serupa.
Pelatihan Agen Toleransi bagi Generasi Z di Era Disrupsi: Religious Tolerance Agent Training for Generation Z in the Era of Disruption Manuain, Leryani Mince Maria; Moru, Osian Orjumi; Renda, Trijuliani; Hauteas, Nikson
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.1884

Abstract

Generation Z as active internet users has the potential to be exposed to radicalism issues which then have an impact on intolerance, especially in this era of disruption. Tolerance agent training for Generation Z which is carried out aims to increase understanding of religious tolerance, so that Generation Z can become agents of change in society in order to create a tolerant Indonesian society. Specifically, the delivery of material in this PkM activity was carried out by means of lectures, questions and answers, games, and individual exercises. The results of the PkM activities showed that 96.4% of participants understood the material presented, 98.8% of participants' satisfaction with the implementation of the activities, and 83% of participants' readiness to become tolerance agents. Based on these data, it can be concluded that there is an increase in participants' understanding of religious tolerance and the readiness of participants to become agents of religious tolerance.
DIALOG AKSI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM RANGKA PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI DESA TESBATAN, KEC. AMARASI, KAB. KUPANG Djami, Marla Marisa; Manuain, Leryani Mince Maria; Moru, Osian Orjumi; Renda, Trijuliani; Pellondou, Andri Oktovianus; Hendrik, Yandri Yusuf Cornelis; Sheldena, Devi Novita; Tandjung, Ferofianes Linda; Arkiang, Fajery
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i1.79

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa Tesbatan, Kec. Amarasi. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan moderasi beragama berbasis dialog aksi. Metode pelaksanaan menggunakan “Focus Group Discussion”. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang moderasi dan nilai-nilai moderasi beragama. Adanya respon positif yang ditunjukan dengan kesediaan masyarakat untuk menjadi agen penyebar nilai-nilai moderasi beragama.Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diimplementasikan dalam rangka penguatan moderasi beragama.Adanya keterbukaan mengenai pengalaman hidup berdampingan antar agama di desa Tesbatan.