Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KETIMPANGAN KELAS DALAM SISTEM TANAM PAKSA: ANALISIS MARXISME NOVEL MAX HAVELAAR KARYA MULTATULI Melani, Nucky Restia; Sari, Rinjani Destia; Sinaga, Stefany Maranatha; Mauludani, Seli
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.19169

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji ketimpangan kelas, yaitu perbedaan mencolok dalam akses kekuasaan kekuasaan dan sumber daya antarkelompok sosial, dalam novel Max Havelaar karya Multatuli. Ketimpangan kelas merupakan suatu kejadian yang terjadi saat adanya perbedaan yang signifikan salah satunya meliputi kekuasaan, sumber daya, pendidikan dan keadilan dalam suatu kelompok masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra marxisme, pendekatan ini menyoroti praktik eksploitasi dalam sistem tanam paksa serta perlawanan tokoh Havelaar terhadap penindasan rakyat pribumi. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka dan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penelitian ini mempresentasikan ketidakadilan struktural rakyat pribumi dan menjadi kritik terhadap dominasi kolonial. Karya ini mempertegas fungsi sastra sebagai media kesadaran sosial dan perjuangan kelas.
Realitas Sosial dalam Novel Bu, Tidak Ada Tempat Menangis Malam Ini Karya Boy Candra: Kajian Strukturalisme Genetik Wahyudi, Cindy Fadhilah; Taqiyya, Hilwa; Mauludani, Seli
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 9, No 2 (2025): JURNAL LITERASI OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v9i2.19159

Abstract

Karya sastra tidak hanya merupakan ekspresi estetika, tetapi juga mencerminkan realitas sosial sebagai bagian dari konstruksi pengalaman kolektif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel “Bu, Tidak Ada Tempat Menangis Malam Ini” karya Boy Candra dengan pendekatan strukturalisme genetik. Penelitian ini menggali tema kesepian, perjuangan hidup, serta relasi antargenerasi dalam novel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Data dianalisis menggunakan teori strukturalisme genetik dengan mengkaji unsur intrinsik seperti tema, tokoh, alur, latar, dan gaya bahasa, serta melihat keterkaitan antara struktur naratif dan struktur sosial yang membentuk pandangan dunia pengarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam novel memiliki fungsi penting dalam menyampaikan konflik batin dan ketegangan emosional tokoh. Novel ini mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat terpinggirkan yang terperangkap dalam kesendirian dan kehilangan makna hidup. Kata Kunci: strukturalisme genetik, novel, kesepian, sosiologi sastra, pandangan dunia
ANALISIS METAKOGNITIF MAHASISWA TERHADAP EMPAT KETERAMPILAN BERBAHASA MELALUI PENDEKATAN STUDENT-CENTERED LEARNING BERBANTUAN AI Nurhasanah, Een; Astri Asmayanti; Hendra Setiawan; Siti Masitoh; Seli Mauludani; Kurnia Dewi Nurfadilah; Alin Ambarwati
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i1.40872

Abstract

This study analysed the metacognitive awareness of 43 D-3 Mechanical Engineering students towards four language skills (speaking, listening, reading, writing) through the Student-Centered Learning approach assisted by artificial intelligence. In contrast to previous studies that focused on quantitative correlation or test results, this study emphasizes metacognitive reflection and the role of AI as a facilitator. Primary data from exit ticket reflection, interactive quizzes, and monitoring of Brisk Boost activities were analysed qualitatively descriptively using case studies, iterative thematic coding, triangulation of sources and investigators, and member checks. The results showed that students were able to identify strengths (e.g., confidence in group discussions) and weaknesses (nervousness in speaking, weak writing structure). AI facilitates the transformation of general reflection into concrete SMART goals (e.g., 3x/week speaking practice for 5-7 minutes, reading 30 minutes/day with 5 new vocabulary), with 70% target achievement and up to 25% increase in cross-skill interaction. The integration of SCL-AI increases active engagement, intrinsic motivation, and awareness of skill interconnection. The findings contribute to the conceptual framework of metacognition–SCL–AI–SMART, with practical implications for lecturers, students, and vocational curricula.
Analisis Kritik Marxisme dalam Cerpen Semilyar ikan Memakan anjing-anjing dan Pabrik Skripsi Pada Antologi Cerpen Kompas 2014 Haque, Annisa Aprilia; Camellia, Lia; Fauziah, Nur’afiah; Mauludani , Seli
Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v11i1.4575

Abstract

This study aims to reveal how short stories can represent social criticism related to class inequality in society, and aims to describe the forms of class conflict, social oppression, and class consciousness depicted in two short stories entitled "Thesis Factory" and "A Billion Fish Eat Dogs" in the 2014 Kompas Short Story Anthology using Karl Marx's Marxist literary criticism theory. Both short stories present the social reality of modern society which is full of capitalist practices, commercialization, and power inequality between the bourgeoisie and the proletariat. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of literature study and text analysis. Literature study was conducted by collecting various references that are relevant/in accordance with Marxist literary criticism theory, while data analysis techniques include in-depth reading of story elements, interpretation of social symbols, and identification of class structures that appear in the narrative. The results of the study show that the short story "Thesis Factory" highlights the phenomenon of commercialization of education which gives rise to alienation and intellectual prostitution among academics. Meanwhile, the short story "A Billion Fish Eat Dogs" depicts ecological and social oppression as a metaphor for capitalist exploitation by the ruling class against the oppressed. Both works demonstrate critical awareness of unjust social systems and call for resistance to capitalism. Thus, this study confirms that literary works function not only as aesthetic media but also as a means of social critique of structural inequalities in society. Keywords: Marxism; literary criticism; class conflict.
DINAMIKA GENDER DALAM RUANG PUBLIK: KAJIAN SOSIOLOGI FEMINISME PADA KUMPULAN CERPEN ROMANTIKA PEREMPUAN-PEREMPUAN KARYA RENTHYNA PAULINA Hadi, Nadia Ramadhani; Mun'im, Muh. Zaini; Balqis, Nisrina Tiara; Mauludani, Seli
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i1.1288

Abstract

Ketidaksetaraan gender, pengalaman nyata perempuan menghadapi berbagai rintangan, perjuangan menemukan identitas diri, serta upaya mendapatkan suara di ranah publik menjadi fokus penting untuk memahami kompleksitas relasi sosial. Kajian ini mengungkap pengalaman perempuan dalam cerpen Romantika Perempuan-Perempuan karya Renthyna Paulina, khususnya dalam “Tanda Terima dari Mbak Diah”, “18 Menit di Dalam Bus Jakarta”, dan “Air Mata Evi”, yang merepresentasikan beban ganda, kerentanan di ruang publik, serta KDRT dan stigma sosial. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan simak catat, analisis dilakukan terhadap narasi dan penokohan dalam struktur sosial patriarki. Penelitian ini bermanfaat untuk memahami isu gender dengan menyoroti posisi perempuan sebagai kelompok terpinggirkan, serta memberikan rekomendasi untuk kebijakan publik yang lebih inklusif. Dengan mengaitkan teori feminisme liberal, hasil kajian menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi media penting dalam menyuarakan ketidakadilan gender dan memperjuangkan kesetaraan serta keadilan sosial.
Analisis Masalah Sosial Dalam Novel Viral Karya Laili Muttamimah: Pendekatan Sosiologi Sastra Rohmah Laelasari; Khairani Refitasari; Septiani Shobihah; Seli Mauludani
TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema Vol 23, No 1: March 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/tnl.v23i1.17475

Abstract

Karya sastra, khususnya novel, memiliki kemampuan merepresentasikan realitas sosial melalui penyampaian isu, seperti masalah sosial atau berbagai bentuk perilaku menyimpang. Penelitian ini mengkaji novel Viral karya Laili Muttamimah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan masalah sosial yang muncul dalam novel tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra berdasarkan teori Wellek dan Warren dengan fokus pada aspek sosiologi karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data primer berupa novel Viral karya Laili Muttamimah dan data sekunder berupa literatur yang relevan dengan teori sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan katat, sedangkan analisis data melalui tahapan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat masalah sosial utama dalam novel, yaitu konflik anak dengan orang tua, Kecanduan media sosial, perundungan ( bullying ), dan kekerasan berbasis gender online (KBGO). Dengan demikian, novel ini membuktikan bahwa sastra bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana refleksi sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiologi sastra serta menjadi referensi dalam meningkatkan literasi sosial melalui pembacaan karya sastra kontemporer.