Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tradisi Beralek Kampuang sebagai Representasi Solidaritas Sosial di Nagari Situmbuk Yoselina, Prima; Sari, Fiola Putri; Harya, Annisa Permata; Manisa, Manisa; Putri, Natasya Amelia; Afnan, Rifqi Adilah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Beralek Kampuang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Minangkabau yang masih dilestarikan di Nagari Situmbuk, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tujuan artikel ini untuk menggambarkan beralek Kampuang untuk memperlihatkan bagaimana praktik ini merepresentasikan solidaritas sosial masyarakat lokal salah satunya saat upacara manggulai dari pihak laki-laki. Melalui pendekatan deskiptif analitik dan kajian pustaka, ditemukan bahwa Beralek Kampuang berfungsi sebagai media memperkuat hubungan kekeluargaan, melestarikan adat istiadat, serta menciptakan ruang gotong royong dan musyawarah antarwarga. Tradisi ini juga menjadi sarana transfer nilai-nilai budaya antar generasi, terutama dalam hal penghormatan terhadap orang tua, partisipasi sosial, dan semangat kebersamaan. Di tengah arus modernisasi, pelestarian Beralek Kampuang menjadi strategi penting untuk mempertahankan identitas budaya dan memperkuat kohesi sosial masyarakat nagari.
Peran Mahasiswa KKN dalam Kampanye Stunting dan Gizi Seimbang di Nagari Situmbuk Yoselina, Prima; Gulo, Jelistin; Safrina, Suci; Azizah, Arsyiah Salma; Islami, Tessa; Hanafi, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan tetap memperhatikan prinsip konsumsi anekaragaman pangan, mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, melakukan aktivitas fisik dan menimbang berat badan secara rutin. Di nagari Situmbuk, prevalensi stunting dan gizi seimbang masih menjadi tantangan yang memerlukan intervensi multi disiplin sehingga Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki peran strategis dalam mendukung program ini melalui pendekatan partisipatif. Artikel ini bertujuan untuk upaya pencegahan adalah melalui kampanye gizi seimbang dan edukasi masyarakat. Dengan metodologi penelitian kualitatif bersifat deskriptif urgensi penanganan stunting, peran mahasiswa KKN dalam sosialisasi gizi seimbang di nagari Situmbuk yang dilaksanakan pada tanggal 11 juli 2025 di Surau Al-Ikhlas Piliang, jorong Piliang, Situmbuk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi, pola pengasuhan anak, dan sanitasi lingkungan.
DEVELOPMENT OF PRENATAL ENDORPHIN MESSAGE CLASS IN PREVENTION OF MATERNAL STUNTING maidawilis; Miswarti, Miswarti; Minerva, Prima; Asmaria, Mike; Yoselina, Prima
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.941

Abstract

Stunting telah menjadi salah satu fokus utama program pemerintah di bidang kesehatan. Pemerintah mengejar penurunan angka stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Nagari Lubuk Alung masih memiliki angka kejadian status gizi bermasalah seperti ibu hamil KEK dan Anemia 5 orang, BBLR dan prematur 2 orang, balita gizi kurang termasuk pendek 14 orang (Profil Puskemas Sikabu Lubuk Alung 2023). Tujuan pengabdian yaitu untuk mengembangkan kelas prenatal endorphin message dalam mencegah stunting maternal. Metode dalam pengabdian ini berupa FGD, Pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah Kader Ibu hamil orang 21 orang dan ibu hamil 20 orang. Hasil pengabdian ditemukan adanya komitmen kader ibu hamil dan pemerintahan nagari untuk mencegah stunting dengan memberdayakan kelas prenatal endorphin message, sudah adanya rumah percontohan dan rumah serbaguna kelas prenatal endorphin message namun masih belum mendukung digunakan secara berkelanjutan, sudah adanya kader yang mampu mengelola kelas prenatal dengan baik serta meningkatkan promosi kepada dunia luar baik melalui posyandu dan media sosial. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan adanya dukungan nagari dalam pengembangan program ini.
IMPLEMENTASI PRODUK INOVASI BERBASIS GIZI DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Aprihatin, Yessy; Yessi, Hilma; Yoselina, Prima; Sinthania, Debby; Anggita, Kheniva Diah; Asman, Aulia; Ajani, Anggra Trisna; Yanti, Erpita; Novera, Milya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35180

Abstract

Abstrak: Kegiatan Implementasi Produk Inovasi Berbasis Gizi dan Pengendalian Lingkungan untuk Pencegahan Stunting penting dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui penerapan solusi inovatif yang menyentuh langsung aspek gizi dan lingkungan. Program ini berperan strategis dalam memperkuat pencegahan stunting secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan implikasi produk inovasi intervensi preventif stunting berbasis kontrol nutrisi dan lingkungan. Metode yang digunakan Adalah praktik dengan proses kegiatan meliputi survei kondisi awal, pre-test, pelatihan dengan media video, leaflet, serta komunikasi interpersonal, dan diakhiri dengan post-test. Peserta terdiri dari 25 orang ibu dengan balita serta kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat, dimana skor pemahaman baik naik dari 56,5% menjadi 86,5% setelah pelatihan. Peserta juga aktif berdiskusi, mampu mempraktikkan pola asuh sehat, serta memahami pentingnya PHBS dan gizi seimbang dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader sebagai agen pencegahan stunting. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak positif terhadap kesadaran gizi dan kebersihan lingkungan serta dapat menjadi model edukasi berkelanjutan di tingkat nagari.Abstract: The implementation of nutrition-based and environmentally controlled innovative products for stunting prevention is important as a concrete effort to improve children's health and growth through the application of innovative solutions that directly address nutrition and environmental aspects. This program plays a strategic role in strengthening sustainable stunting prevention by involving the community and applying appropriate technology. This community service activity aims to increase community knowledge and skills through training on the implications of innovative products for stunting prevention based on nutrition and environmental control. The method used is a practice with a process that includes an initial condition survey, pre-test, training with video media, leaflets, and interpersonal communication, and ends with a post-test. The participants consisted of 25 mothers with toddlers and posyandu cadres. The results of the activity showed a significant increase in community knowledge, with the good understanding score rising from 56.5% to 86.5% after the training. Participants were also active in discussions, able to practice healthy parenting, and understood the importance of PHBS and balanced nutrition in the first 1000 days of life. This activity proved effective in increasing the capacity of the community and cadres as agents of stunting prevention. Overall, this program has had a positive impact on nutritional awareness and environmental hygiene, and can serve as a model for sustainable education at the village level.