Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan E-booklet Ragam Tanaman Obat di Banten Pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Untuk Menumbuhkan Minat Belajar Peserta Didik SMP Kelas VII Zahra, Nabila Latipa; Kurniasih, Septi; Suryani, Dwi Indah
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 1 (2026): January - March
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.1.66-73

Abstract

Low interest in learning is a common problem in the learning process. The cause is the limited teaching materials available in schools. This condition results in suboptimal understanding of the material and decreased student engagement during learning activities. Based on these problems, an e-booklet teaching material was developed to support the learning interest of seventh-grade junior high school students. The purpose of this study was to measure the validity and response of students to teaching materials in the form of e-booklets discussing medicinal plants in the Banten region. The method applied in this study was Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of four stages, namely analysis, design, development, and implementation. The research instruments consisted of expert validation sheets and questionnaires to measure student responses, which had undergone a validation process by instrument experts using the judgment method. The data obtained were analyzed using descriptive qualitative and quantitative approaches. The results showed that the e-booklet achieved a validity level of “Highly Valid” with an average percentage of 87.84%, based on validation from subject matter experts, teaching material experts, and practitioner experts who were junior high school science teachers. After undergoing a revision process, the product was tested on a limited basis with students and received a response rate of 97.79%, which falls into the “Very Good” category. Thus, the e-booklet is declared suitable for use as teaching material.
Studi Fase Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Lotus (Nelumbo nucifera) pada Ekosistem Buatan Kolam Sains Universitas Bengkulu Panjaitan, Anton; Parlindungan, Deni; Sutarno, M; Karyadi, Bhakti; Kurniasih, Septi
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.536

Abstract

Lotus adalah tanaman air yang memiliki habitat alami di rawa atau tempat berlumpur. Pertumbuhan dan perkembangan lotus perlu dikaji lebih dalam untuk mempermudah proses budidaya. Budidaya lotus di bengkulu masih terbilang minim, meskipun di beberapa daerah sudah ada hanya dijadikan sebagai tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan lotus di kolam sains Universitas Bengkulu. Pengamatan dilakukan pada 4 stasiun penelitian dengan variasi ketinggian air dan lumpur yang berbeda. Parameter pertumbuhan lotus yang diamati adalah pertumbuhan biji (pertumbuhan tunas, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar), pertumbuhan bibit (jumlah daun, diameter daun, jumlah rimpang dan perbandingan pertumbuhan daun melayang dan daun koin), dan pemanenan (pertumbuhan bunga dan biji yang dihasilkan) dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit lebih maksimal dari biji yang memiliki ciri dengan bentuk membulat sempurna, tidak kisut dan tidak berjamur. Lokasi terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan lotus yaitu pada plot 2 dilihat dari laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan plot 1, plot 3 dan plot 4 dengan Parameter pertumbuhan pada plot 2 memiliki rata-rata diameter daun 66,3 mm, jumlah daun 5 helai, diameter tangkai daun 2 mm, dan jumlah rimpang 5 ruas. Jumlah biji yang dihasilkan memiliki rata-rata 28 terdiri dari 19 biji fertil dan 9 biji infertil. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman lotus di kolam sains lebih maksimal dengan ciri lokasi yaitu kedalaman lumpur 62 cm dan kedalaman air 21 cm. Bunga lotus lebih banyak menghasilkan biji fertil dibandingkan dengan biji infertil yang menunjukkan tingkat keberhasilan penyerbukan tinggi.