Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Membongkar Mitos Korban Pedofilia Studi Semiotika Roland Barthes Pada Video Klip Avicii “For a Better Day” Fadillah, Nazmiah Nur; Nurliah, Nurliah; Kristian, Dony
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32581

Abstract

The increasingly rapid technology gives birth to various digital advancements in the field of entertainment. A music video is a combination of song and video whose main purpose is not only merely entertainment, but also as a medium of promotion and campaign. Many musicians often insert messages about certain issues in their music videos, one of them is Avicii. The music video titled “For A Better Day” by Avicii contains the issue of pedophilia which is displayed explicitly. This research aims to reveal the myth of pedophilia victims represented in the music video by using Roland Barthes’ semiotics theory and Stuart Hall’s representation theory. The research uses a qualitative semiotic approach as the main foundation of observation. The focus of the research is how pedophiles are represented based on several indicators which then continue to the stigma and myths about victims of pedophilia. This research contains two types of data in its process, namely primary data and secondary data. The primary data are information obtained based on observation and analysis of the “For A Better Day” music video, while the secondary data are based on various literature studies such as books, journals, articles, theses, and the internet related to pedophiles, victims of pedophilia, as well as other relevant data connected to the research object.
Analisis Etnografi Virtual Tentang Roleplayer dan Identitas Diri Penggemar K-Pop di Instagram Wulandari, Sapta Lika; Purwanti, Silviana; Wikandanda Sucipto , Johantan Alfando; Kristian, Dony
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah melahirkan ruang interaksi bagi penggemar K-Pop untuk mengekspresikan diri melalui praktik roleplaying idola. Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi arena pembentukan dan negosiasi identitas diri secara virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses interaksi simbolik dalam aktivitas roleplayer K-Pop di Instagram melalui fitur feed, story, dan direct message (DM) dalam membentuk konstruksi identitas diri virtual para anggotanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi daring, dokumentasi digital, serta wawancara terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead yang meliputi konsep mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa roleplayer memanfaatkan simbol-simbol khas fandom seperti bahasa, emoji, dan aturan IC/OOC sebagai media komunikasi yang membentuk makna bersama. Interaksi sosial yang terjadi secara berulang mendorong terbentuknya identitas diri yang bersifat cair, reflektif, dan bergantung pada pengakuan komunitas. Identitas virtual roleplayer tidak bersifat statis, melainkan terus dinegosiasikan melalui umpan balik sosial dan norma komunitas yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik roleplaying K-Pop di Instagram berperan penting dalam proses eksplorasi dan konstruksi identitas diri remaja di ruang digital.