Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Uji Organoleptik Susu Pasteurisasi Kombinasi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L) dengan Persentase Berbeda Ramadani, Dewi; Indriani, I; Parawansya, Akram; Agsa, Muh. Fachrin; Faridah, Rajmi; Muhlis, Fadliah
Jurnal Galung Tropika Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v12i3.1141

Abstract

Indonesian people'sinterest in milkconsumptionis minimal compared to several developed countries. One of the factors causing minimal milk consumptionis the unattractive base color of the milk. The solutionis by diversifying dairy products with a combination of butterfly pea flower extract (Clitoria ternatea) as a natural coloring. Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea) contain flavonoids as natural dyes and anthocyanins, which are bioactive components that have functional value as antioxidants. Besides being anantioxidant, butterfly pea flowers (Clitoriater natea) also function as antibacterial, anti-inflammatory, analgesic, anti-diabetic, anti-cancer, and anti-histamine. This research aims to determine the percentage of butterfly pea flower extract (Clitoria ternatea L) in making pasteurized milk, which has the best hedonic quality in termsof color, aroma, taste, and level of preference. The research design applied was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatmentsand 4 replications. Treatment P0: Milk (control), P1: Milk + 10% butterfly pea flower extract, P2: Milk + 15% butterfly pea flower extract, P3: Milk + 20% butterfly pea flower extract and P4: Milk + 25% butterfly pea flower extract. The variables observed are hedonic quality, including color, aroma, taste, and level of liking. The research showed that pasteurized milk with a combination of butterfly pea flower extract, namely the P3 treatment (Milk + 20% butterfly pea flower extract), was the best color and taste. Mean while, the highest level of liking was P4 (Milk + 25% butterfly pea flower extract) in terms of aroma.
Pertumbuhan dan Produksi Bakteriosin Lactobacillus fermentum Asal Dangke pada Media Whey Dangke Rajmi Faridah; Epi Taufik; Irma Isnafia Arief
Jurnal Agripet Vol 17, No 2 (2017): Volume 17, No. 2, Oktober 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v17i2.8104

Abstract

ABSTRAK.Dangke merupakan makanan khas Enrekang, Sulawesi Selatan. Dangke menghasilkan hasil sampingan yang disebut whey. Komponen nutrisi yang terkandung dalam whey dapat digunakan oleh bakteri asam laktat (BAL) untuk pertumbuhannya. Salah satu BAL yang dapat memproduksi bakteriosin yaitu Lactobacillus fermentum (L. fermentum). Strain L. fermentum asal dangke, yang digunakan dalam penelitian yaitu A323L, B323K, dan C113L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase logaritmik dari L. fermentum strain A323L yaitu pada waktu inkubasi 24-28 jam, sedangkan strain B323K dan C113L pada waktu inkubasi 20-24 jam. Zona hambat dari semua strain L. fermentum termasuk kategori lemah pada media pertumbuhan whey dangke, tetapi strain C113L mempunyai daya hambat terbaik.(The Growth and Production Bacteriocin of bacteria Lactobacillus fermentum using dangke whey as medium)ABSTRACT. Dangke is a local dairy product of Enrekang, South Sulawesi. Dangke processing produced a by-product called whey. Nutritional components in whey can be utilized by lactic acid bacteria (LAB) as a nutritional source of growth. One of bacteriocin producing lactic acid bacteria is Lactobacillus fermentum (L. fermentum). L. fermentum strain isolated from dangke, which used in this research were A323L, B323K, and C113L. The results showed that logarithmic phase of L. fermentum strain A323L were occurred at the incubation time of 24-28 hours, whilst strain B323K and C113Lwere at 20-24 hours. Inhibition zone of all strain of L. fermentum was categorized as weak in whey dangke medium, but strain C113L was the best among them.
Uji Kualitas Fisik Es Krim dengan Penambahan Tepung Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Yusmaniar, Yusmaniar; Faridah, Rajmi; Hermawansyah, Hermawansyah
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v3i2.691

Abstract

Perkembangan penerapan bunga telang (Clitoria ternatea L.)  pada pengolahan makanan belum banyak dimanfaatkan. Upaya yang mungkin dilakukan adalah penggunaan bunga telang sebagai pewarna biru alami dalam produksi es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bunga telang  terhadap nilai fisik (overrun dan resistensi pelelehan) es krim.  Penelitaian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (0%, 5%,10% dan 15% penambahan tepung bunga telang) dan 3 kali ulangan. Parameter yang diukur yaitu overrun dan resistensi pelelehanHasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bunga telang pada es krim berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap overrun dan resistensi pelelehan. Nilai overrun dan resitensi tertinggi pada perlakuan yaitu pada penambahan 15% tepung bunga telang. Kesimpulan penelitian ini yaitu peningkatan konsentrasi penambahan tepung bunga telang dalam pembuatan es krim menyebabkan overrum es krim bunga telang meningkat dan memperlambat daya lelehnya.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN CANGKANG TELUR KOMBINASI INOVASI ALAMI UNTUK MENGHASILKAN PANGAN FUNGSIONAL PENCEGAH KANKER DAN OSTEOPOROSIS Rajmi Faridah; Hermawansyah, Hermawansyah; Yustisia, Dian; Irsang, Irsang; Zulfatwa, Nurisma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/v7t67379

Abstract

Desa Mattunreng Tellue merupakan desa yang berjarak 18 km dari kota Sinjai (ibukota kabupaten) dan 5 km dari ibukota kecamatan Sinjai Tengah. Mata pencaharian masyarakat dominan petani dengan tingkat pedidikan yang rendah sehingga tingkat pendapatannya juga tergolong rendah. Hasil pertanian utama di Desa Mattunreng Tellue yaitu pisang dan gula merah, kedua komoditas tersebut dijual secara langsung tanpa adanya pengolahan menjadi produk dan tidak ada sentuhan inovasi sehingga nilai ekonomisnya tergolong masih sangat sangat rendah. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi untuk mengolah bahan baku tersebut menjadi lebih berguna baik secara ekonomis dan untuk kesehatan tubuh. Metode yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa inovasi hasil riset dari tim pengabdian. Riset tersebut yaitu pembuatan es krim berbahan dasar bahan lokal berupa pisang dan gula merah kemudian ditambahkan inovasi terapan berupa bubuk cangkang telur sebagai sumber kalsium pencegah osteoporosis dan kasumba turate sebagai bahan yang tinggi antioksidan yang berguna mencegah kanker. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu menstimulus wirausaha mitra yaitu Masyarakat Desa Mattunreng Tellue mulai dari pembuatan produk (hulu) sampai pemasaran produk sehingga pendapatan ekonomi masyarakat dapat lebih meningkat. Kata kunci : Mattunreng Tellue, Es Krim, Inovasi alami    Abstract  Mattunreng Tellue Village is a village located 18 km from the city of Sinjai (the district capital) and 5 km from the capital of the Sinjai Tengah subdistrict. The dominant livelihood of the community is farmers with a low level of education so that their income level is also relatively low. The main agricultural products in Mattunreng Tellue Village are bananas and brown sugar, these two commodities are sold directly without any processing into products and there is no touch of innovation so their economic value is still considered very, very low. Therefore, innovation is needed to process these raw materials to make them more useful both economically and for body health. The method used is a combination of several innovations resulting from research from the service team. The research involved making ice cream from local ingredients in the form of bananas and brown sugar, then adding applied innovation in the form of egg shell powder as a source of calcium to prevent osteoporosis and kasumba turate as an ingredient high in antioxidants which is useful for preventing cancer. The aim of the service activity is to stimulate entrepreneurial partners, namely the Mattunreng Tellue Village Community, starting from product manufacturing (upstream) to product marketing so that the community's economic income can increase further. Keyword: Mattunreng Tellue, Ice Cream, Natural innovation
JERAMI FERMENTASI UNTUK SCALLING UP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH DI KOPERASI SUSU SINTARI Faridah, Rajmi; Fattah, Abdul Hakim; Syamsuryadi, Bahri; Armayanti, Andi Kurnia; Hermawansyah, Hermawansyah; Yustisia, Dian
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/arzsbg29

Abstract

Koperasi Susu SINTARI bergerak dari hulu sampai hilir mulai dari peternakan sapi perah sampai pengolahan menjadi susu pasteurisasi. Koperasi tersebut mempunyai sarana dan prasarana yang sangat mendukung dengan nilai yang sangat tinggi mulai dari ternak sapi perah, perkandangan, lahan, gedung pengolahan, alat-alat pengolahan, kendaraan, serta laboratorium uji masih lengkap dan terjamin. Namun beberapa tahun terakhir, kegiatan koperasi mengalami kemunduran karena dihadapkan oleh berbagai macam permasalahan terutama dalam hal manajemen pakan. Hal tersebut menyebabkan penurunan produktifitas dan kualitas susu karena tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi sapi. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan memanfaatkan limbah jerami padi Keunggulan yaitu serat kasar yang rendah tetapi sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Selain dapat menjadi solusi permasalahan dalam pemenuhan nutrisi sapi, juga dapat menjadi solusi untuk memenuhi kekurangan ketersediaan pakan pada musim paceklik sehingga kebutuhan sapi sepanjang tahun dapat terpenuhi. Manfaat untuk mitra yaitu dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi sehingga koperasi menjadi lebih maju dan kesejahteraan sesuai asas koperasi dapat tercapai. Abstract The SINTARI Milk Cooperative operates from upstream to downstream from dairy farming to processing into pasteurized milk. This cooperative has very supportive facilities and infrastructure with very high value, starting from dairy cattle, barns, land, processing buildings, processing equipment, vehicles, and testing laboratories that are still complete and guaranteed. However, in recent years, cooperative activities have experienced setbacks because they have been faced with various problems, especially in terms of feed management. This causes a decrease in productivity and milk quality because the cow's nutritional needs are not met. The solution offered is by utilizing rice straw waste. The advantage is that it is low in crude fiber but is expected to be able to meet the nutritional needs of livestock. Apart from being a solution to problems in fulfilling cow nutrition, it can also be a solution to meet the shortage of feed availability during the lean season so that cows' needs throughout the year can be met. The benefit for partners is that it can be a solution to the problems being faced so that the cooperative becomes more advanced and prosperity in accordance with cooperative principles can be achieved.
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA SAYURAN KECAMATAN BULUPODDO KABUPATEN SINJAI Dian Ekawati Sari; Faridah, Rajmi
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.11291

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi wanita tani di Desa Bulu Tellue dalam pemanfaatan lahan pekarangan yaitu minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan lahan pekarangan, kurangnya pelatihan dan proses pendampingan dari penyuluh belum ada. Upaya peningkatan pengetahuan wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan yaitu melalui proses penyuluhan dan pendampingan. Luaran dari kegiatan ini yaitu pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran secara maksimal dan sederhana sehingga dapat diimplementasikan secara mudah oleh kelompok wanita tani/ibu-ibu rumah tangga, bertambahnya penghasilan bagi ibu ibu rumah tangga dengan adanya produksi sayuran yang dapat dipasarkan serta timbulnya kesadaran masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya sayuran yang sehat. Metode yang digunakan yaitu: (1) survey lokasi Kelompok Wanita Tani Desa Bulu Tellue Kec. Bulupoddo, (2) wawancara/evaluasi awal anggota kelompok wanita tani untuk mengetahui pengetahuan awal yang dimiliki, (3) pemberian materi tentang pemanfaatan lahan pekarangan, budidaya sayuran dan bahaya residu pestisida, dan (4) praktek langsung pemanfaatan lahan pekarangan di antaranya budidaya sayuran model vertikultur, budidaya sayuran dengan bedengan dan budidaya sayuran menggunakan pot. Hasil pendampingan yang dilakukan pada anggota kelompok wanita  tani dikatakan berhasil yang ditandai dengan adanya kegiatan pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh ibu-ibu anggota kelompok dalam mensuplay kebutuhan akan sayuran untuk keluarganya. Kata kunci: Pemanfaatan, pekarangan, budidaya, sayuran.   ABSTRACT The problem faced by women farmers in Bulu Tellue Village in utilizing their yards is the lack of community knowledge about the use of their yards, lack of training and absence of mentoring process from extension workers. Efforts to increase the knowledge of women farmers in utilizing their yards are through a process of counseling and assistance. The output of this activity are the use of land for vegetable cultivation maximally and simply so that it can be implemented easily by groups of women farmers/housewives, increased income for housewives with the production of marketable vegetables and the emergence of public awareness in particular. Housewives regarding the importance of using their yards by cultivating healthy vegetables. The method used are: (1) location survey of the Village Women Farmers Group of Bulu Tellue at District Bulupoddo; (2) interviews/initial evaluations of women farmer group members to find out their initial knowledge; (3) the provision of material on the use of yards, vegetable cultivation and the dangers of pesticide residues; and (4) direct practices of utilizing yard land include cultivating verticultural models of vegetables, cultivating vegetables with beds and cultivating vegetables using pots. The results of the assistance carried out to members of the women farmer group were said to be successful which was indicated by the existence of land use activities carried out by group members in supplying the need for vegetables to their families. Keywords: Utilization, yard, cultivation, vegetables.