Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari Dengan Kombinasi Aromaterapi Jasmine Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Op Debridement Cellulitis Di RS Prima Husada Malang Sistha Gea Aprillia; Putu Sintya Arlinda Arsa; Nadhifah Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2150

Abstract

Nyeri pasca operasi (post-op) debridement cellulitis merupakan nyeri akut signifikan yang dapat menghambat penyembuhan jika tidak teratasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi relaksasi genggam jari dengan kombinasi aromaterapi jasmine terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien tersebut. Penelitian menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pre-Test Post-Test. Sampel terdiri dari 50 pasien post-op debridement cellulitis di RS Prima Husada Malang yang diambil menggunakan teknik tertentu. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas responden (66,0%) mengalami nyeri sedang. Setelah intervensi, mayoritas responden (70,0%) mengalami nyeri ringan. Uji Wilcoxon memperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05), menunjukkan perbedaan tingkat nyeri yang signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa terapi ini efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dan direkomendasikan sebagai pendamping manajemen nyeri non-farmakologis. Kata Kunci: Nyeri Pasca Operasi, Relaksasi Genggam Jari, Aromaterapi Jasmine, Debridement Cellulitis.
Pengaruh Terapi Rima Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendiktomi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Prima Husada Malang Dyah Palupi; Putu Sintya Arlinda Arsa; Lie Liana Fuadiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2155

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kasus akut terbanyak yang membutuhkan tindakan pembedahan, yaitu apendektomi. Pasien pasca apendektomi umumnya mengalami nyeri akut yang dapat memengaruhi pemulihan fisik maupun psikologis. Terapi nonfarmakologis seperti RIMA (Relaxation, Autogenic Movement, and Affirmation) dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi RIMA terhadap tingkat nyeri pada pasien pasca operasi apendektomi di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Desain penelitian menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 32 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan terapi RIMA. Pengumpulan data dilakukan pada 1 Juli–31 Agustus 2025 di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi sebesar 4,125 (kategori nyeri sedang), sedangkan setelah diberikan terapi RIMA menurun menjadi 2,719 (kategori nyeri ringan). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi RIMA terhadap penurunan intensitas nyeri akut pasca apendektomi. Dengan demikian, terapi RIMA terbukti efektif menurunkan nyeri akut dan dapat dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis mandiri oleh perawat dalam manajemen nyeri di rumah sakit. Kendala yang ditemukan adalah beberapa pasien mengalami kesulitan melakukan bagian autogenic movement karena adanya jahitan di area perut yang menyebabkan keterbatasan mobilisasi, khususnya pada gerakan kaki.
Pengaruh Kombinasi Inhalasi Aromaterapi Bergamot dan Mawar Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di RS Prima Husada Malang Meilinda Dwi Trisutanti; Eny Rahmawati; Nadhifah Rahmawati; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2177

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang telah banyak mengakibatkan terjadinya kematian. Prevalensi kejadiannya yang signifikan dan terus meningkat dari tahun ke tahun menjadikannya sebagai salah satu penyakit krdiovaskuler paling umum di masyarakat. Pengendalian hipertensi diperlukan untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi. Salah satunya terapi nonfarmakologi yang biasa digunakan adalah aromaterapi seperti halnya bergamot dan mawar. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment two group pretest-posttest dengan 64 responden yang dibagi dua kelompok: eksperimen (diberikan intervensi kombinasi inhalasi aromaterapi mawar dan bergamot) dan kontrol (diberikan intervensi amlodipine dan candesartan). Data tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test dan Mann-Whitney (α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kelompok eksperimen memiliki tekanan darah stadium 2 (sistolik 81.3%; diastolik 75%) sebelum pemberian intervensi, dan mayoritas menjadi normal (sistolik 59.4%; diastolik 71.9%) setelah pemberian intervensi. Selanjutnya, sebagian besar responden kelompok kontrol memiliki tekanan darah stadium 2 (sistolik 78.1%; diastolik 59.4%) sebelum pemberian intervensi, dan hampir setengahnya memiliki tekanan darah stadium 2 (masing-masing 43.8%) setelah pemberian intervensi. Uji statistik menunjukkan kombinasi aromaterapi berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (p=0.005; p=0.003), demikian pula terapi farmakologi (p=0.000; p=0.000). Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi (p=0.000) dimana terapi yang diberikan pada kelompok eksperimen lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan terapi yang diberikan pada kelompok kontrol. Penelitian ini meinscayakan penggunaan terapi farmakologi (amlodipine dan candesartan) sebagai terapi utama dan nonfarmakologi (kombinasi inhalasi aromaterapi mawar dan bergamot) sebagai terapi tambahan bagi masyarakat yang menderita hipertensi untuk menurunkan tekanan darah tidak normal.
Pengaruh Meditasi Akupresure Dan Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Karya Tulis Ilmiah Pada Mahasiswa Pekerja Alih Jenjang Stikes Kendedes Malang Lola Novira Risdiyanti; Eny Rahmawati; Desy Rinawaty; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2179

Abstract

Mahasiswa pekerja alih jenjang menghadapi tantangan psikosisal yang kompleks dengan berbagai sisi antara beban akademik terutama dalam menyusun karya tulis ilmiah, di sisi lain tuntutan profesional dari pekerjaan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan, menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta kualitas hasil akhir akademik. Kecemasan akademik di Indonesia cukup tinggi jika tidak ditangani dapat memicu gangguan mental lebih serius. Salah satu tindakan non- farmakologis yang bisa dilakukan adalah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada mahasiswa pekerja alih jenjang sebelum dan sesudah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik di STIKes Kendedes. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental pretest-posttest one group. Populasi pada penelitian ini sebanyak 57 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan link vidio dan google form Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data penelitian dikumpulkan pada bulan Juli 2025 . Data yang terkumpul dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rang Tets. Hasil penelitian ini menyatakan rata-rata tingkat kecemasan responden sebelum dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik sebesar 16,72 (sedang) dan sesudahnya sebesar 10,32 (ringan). Selanjutnya, terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan responden sebelum dan sesudah dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik (P- value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik melalui pendekatan relaksasi fisik dan stimulus auditory yang dapat menurunkan kecemasan dan ketegangan emosional dan meningkatkan kefokusan.
Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Lavender Dan Akupresur Terhadap Derajat Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Prima Husada Malang Amilatul Kholifah; Eny Rahmawati; Desy Rinawaty; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2180

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya neuropati. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri, kesemutan, dan mati rasa akibat kerusakan saraf perifer. Penatalaksanaan neuropati diabetik tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender dan akupresur yang berpotensi membantu menurunkan gejala neuropati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah penderita diabetes melitus tipe 2 dengan gangguan neuropati yang datang berobat ke Rumah Sakit Prima Husada Malang sebanyak 31 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Neuropathy Symptom Score (NSS). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan taraf signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori sedang sebelum intervensi (58.1%); sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori ringan (54.8%); dan ada pengaruh signifikan kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang (p-value = 0.000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dua terapi (aromaterapi lavender dan akupresur) mampu menurunkan derajat neuropati pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga terapi ini berpotensi dijadikan sebagai intervensi komplementer yang mendukung penatalaksanaan neuropati diabetik dalam praktik pelayanan kesehatan.
Efektifitas Pemberian Kombinasi Inhalasi Aromaterapi Lemon dan Terapi Afirmasi terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Gastritis di Ruang Dahlia RS Prima Husada Malang Nurul Cintya Laila Ramadhani; Putu Sintya Arlinda Arsa; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2182

Abstract

Gastritis adalah peradangan mukosa lambung dengan gejala utama nyeri epigastrik akibat iritasi, salah satunya karena infeksi Helicobacter pylori. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menjadi kronis dan menyebabkan komplikasi seperti tukak, perdarahan, anemia, hingga kanker lambung. Intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi lemon dan terapi afirmasi berpotensi menurunkan nyeri melalui mekanisme fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kombinasi inhalasi aromaterapi lemon dan terapi afirmasi terhadap tingkat nyeri pada pasien gastritis di RS Prima Husada Malang. Penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan sampel 50 pasien gastritis yang mengalami nyeri epigastrik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data nyeri gastritis dikumpulkan menggunakan skala nyeri NRS dan data yang terkumpul dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rank Test pada taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas pasien mengalami nyeri tingkat sedang sebanyak 44 orang (88%) dan setelah intervensi, mayoritas pasien mengalami nyeri ringan sebanyak 37 orang (74%). Hasil analisis menunjukkan adanya efektivitas yang signifikan dari kombinasi terapi terhadap penurunan nyeri gastritis (p-value = 0.000). Pemberian kombinasi inhalasi aromaterapi lemon dan terapi afirmasi terbukti efektif menurunkan nyeri pada pasien gastritis, karena aromaterapi lemon menghambat inflamasi dan menenangkan sistem saraf, sedangkan terapi afirmasi mengurangi kecemasan dan mengalihkan fokus dari nyeri, sehingga secara sinergis mampu menurunkan persepsi nyeri pada pasien gastritis.
Efektivitas Relaksasi Autogenik dan Mindfulness Terhadap Tingkat Stres dan Kecemasan Pasien Stroke Fuadiati, Lie Liana; Rinawaty, Desy; Rahmawati, Nadhifah; Arsa, Putu Sintya Arlinda; Aini, Luluk Nur; Nisa, Ariefatun
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55624

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia, sehingga sering menimbulkan stres dan kecemasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis terbukti efektif dalam menurunkan stres dan kecemasan adalah relaksasi autogenik dan mindfulness. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas relaksasi autogenik dan mindfulness terhadap tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 32 pasien. Intervensi relaksasi autogenik dan mindfulness diberikan selama 4 minggu, dalam 1 minggu pasien mendapat 3 kali terapi selama 30 menit. Stres dan kecemasan diukur menggunakan DASS 42 (Depression Anxiety, Stres Scale). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan stres dan kecemasan pasien stroke dengan nilai Sig. 0,000 < 0,005. Simpulan: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Kata Kunci: Relaksasi Autogenik, Mindfulness, Stres, Kecemasan
Dampak Dampak Terapi Relaxation Autogenic Movement And Affirmation (Rima) Terhadap Efikasi Diri dan Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pakis Kabupaten Malang Arsa, Putu Sintya Arlinda; Kholifah, Siti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56001

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat. Efikasi diri memainkan peran penting dalam memastikan kepatuhan pengobatan dan keberhasilan pemulihan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pakis, Kabupaten Malang, serta menganalisis hubungan antara efikasi diri setelah pemberian terapi RIMA dan kepatuhan pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 30 penderita TB paru yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai karakteristik sosiodemografis, efikasi diri, dan kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak adalah laki-laki (53,3%), berusia 17–25 tahun (36,7%), berpendidikan SMA (50%), menikah (70%), dan menganggur (43,3%). Mayoritas penderita TB Paru memiliki efikasi diri tinggi setelah menerima terapi RIMA (70%) dan menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap pengobatan (70%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan kepatuhan pengobatan (p = 0,008). Peningkatan efikasi diri menggunakan terapi RIMA disarankan sebagai strategi untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegah resistensi obat penderita TB paru.