Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Terapi Relaksasi Genggam Jari Dengan Kombinasi Aromaterapi Jasmine Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Op Debridement Cellulitis Di RS Prima Husada Malang Sistha Gea Aprillia; Putu Sintya Arlinda Arsa; Nadhifah Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2150

Abstract

Nyeri pasca operasi (post-op) debridement cellulitis merupakan nyeri akut signifikan yang dapat menghambat penyembuhan jika tidak teratasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi relaksasi genggam jari dengan kombinasi aromaterapi jasmine terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien tersebut. Penelitian menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pre-Test Post-Test. Sampel terdiri dari 50 pasien post-op debridement cellulitis di RS Prima Husada Malang yang diambil menggunakan teknik tertentu. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas responden (66,0%) mengalami nyeri sedang. Setelah intervensi, mayoritas responden (70,0%) mengalami nyeri ringan. Uji Wilcoxon memperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05), menunjukkan perbedaan tingkat nyeri yang signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa terapi ini efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dan direkomendasikan sebagai pendamping manajemen nyeri non-farmakologis. Kata Kunci: Nyeri Pasca Operasi, Relaksasi Genggam Jari, Aromaterapi Jasmine, Debridement Cellulitis.
Pengaruh Terapi Rima Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendiktomi Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Prima Husada Malang Dyah Palupi; Putu Sintya Arlinda Arsa; Lie Liana Fuadiati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2155

Abstract

Apendisitis merupakan salah satu kasus akut terbanyak yang membutuhkan tindakan pembedahan, yaitu apendektomi. Pasien pasca apendektomi umumnya mengalami nyeri akut yang dapat memengaruhi pemulihan fisik maupun psikologis. Terapi nonfarmakologis seperti RIMA (Relaxation, Autogenic Movement, and Affirmation) dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi RIMA terhadap tingkat nyeri pada pasien pasca operasi apendektomi di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Desain penelitian menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 32 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan terapi RIMA. Pengumpulan data dilakukan pada 1 Juli–31 Agustus 2025 di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi sebesar 4,125 (kategori nyeri sedang), sedangkan setelah diberikan terapi RIMA menurun menjadi 2,719 (kategori nyeri ringan). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi RIMA terhadap penurunan intensitas nyeri akut pasca apendektomi. Dengan demikian, terapi RIMA terbukti efektif menurunkan nyeri akut dan dapat dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis mandiri oleh perawat dalam manajemen nyeri di rumah sakit. Kendala yang ditemukan adalah beberapa pasien mengalami kesulitan melakukan bagian autogenic movement karena adanya jahitan di area perut yang menyebabkan keterbatasan mobilisasi, khususnya pada gerakan kaki.