Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS PIJAT REFLEKSI DAN MINYAK SERAI DALAM MENURUNKAN NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL Bariningsih, Ni Nyoman; Widiarta, Gede Budi; Kresnayana, I Made Yos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53429

Abstract

Artritis Rheumatoid (AR) pada lansia merupakan kondisi peradangan kronis yang dapat menyebabkan disabilitas berat serta berdampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial pasien. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun sistemik yang menyerang sendi sinovial dan ditandai oleh peradangan sinovial progresif yang mengakibatkan kerusakan tulang rawan, erosi tulang, deformitas sendi, serta penurunan fungsi. Pada kelompok lansia, kondisi ini sering disertai nyeri berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas istirahat, dan tingkat kemandirian. Penatalaksanaan nyeri pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, serta minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asuhan keperawatan berupa pemberian pijat refleksi yang dikombinasikan dengan penggunaan minyak serai terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien lansia dengan Rheumatoid Arthritis di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi hasil. Intervensi pijat refleksi dan minyak serai diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 setelah intervensi diberikan. Selain penurunan nyeri, pasien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, relaksasi, kualitas istirahat, serta kemampuan melakukan aktivitas ringan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan dengan kombinasi pijat refleksi dan minyak serai efektif dalam menurunkan nyeri akut pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis dan berpotensi dikembangkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan gerontik.
PENERAPAN SENAM REMATIK PADA LANSIA RHEUMATOID ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT Insani, Kadek Rany Melyanti; Widiarta, Gede Budi; Kresnayana, I Made Yos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53596

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) berasal dari kata-kata Yunani, yakni "arthon" yang bermakna sendi, serta "itis" yang menunjukkan peradangan. Secara langsung, arthritis didefinisikan sebagai inflamasi pada persendian. Rheumatoid Arthritis merupakan kondisi autoimun yang menyerang sendi, khususnya di tangan dan kaki, yang memicu peradangan, pembengkakan, rasa sakit, dan pada akhirnya bisa merusak bagian dalam sendi. Untuk meredakan tingkat nyeri, dapat diterapkan pendekatan non-obat melalui latihan senam rematik. Tujuan: Kajian ini dimaksudkan untuk menguraikan perawatan keperawatan geriatri dengan fokus utama pada nyeri mendadak di pasien rheumatoid arthritis, melalui penerapan intervensi senam rematik pada kelompok lansia. Gambaran Kasus: Dalam riset ini, digunakan rancangan deskriptif analitik dengan metode studi kasus, melibatkan satu orang subjek, serta instrumen berupa format perawatan keperawatan geriatri yang sesuai dengan ketentuan institusi terkait. Hasil: Temuan studi ini mengungkapkan bahwa sebelum intervensi, tingkat nyeri subjek berada di angka 6, dan setelah melaksanakan senam rematik selama tiga kali pertemuan—di mana masing-masing sesi dilakukan selama 20 hingga 30 menit—tingkat nyeri subjek menurun menjadi skor 3, yang dikategorikan sebagai nyeri ringan. Kesimpulan: Dari analisis yang dilakukan, pemberian terapi senam rematik terbukti efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien dengan rheumatoid arthritis.
Efektifitas Terapi Bekam Basah Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha I Wayan Antariksawan; I Wayan Suardana; Kadek Yudi Aryawan; Gede Budi Widiarta; Ni Luh Seri Astuti; Ni Putu Ika Novita Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54668

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berkontribusi besar terhadap morbiditas serta mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Kondisi ini sering disertai gangguan metabolik seperti peningkatan kadar kolesterol yang memperberat risiko penyakit jantung. Terapi komplementer, salah satunya bekam basah, mulai banyak digunakan sebagai alternatif pendukung pengendalian hipertensi dan dislipidemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha The Holistic Nursing & Home Care. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel terdiri dari 53 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kadar kolesterol serta tekanan darah sistolik dan diastolik dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terapi bekam basah. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan bermakna pada kadar kolesterol (mean penurunan 18,00; p = 0,001), tekanan darah sistolik (mean penurunan 15,49; p = 0,001), dan diastolik (mean penurunan 5,11; p = 0,001). Disimpulkan bahwa terapi bekam basah efektif menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi, sehingga berpotensi menjadi intervensi komplementer dalam manajemen hipertensi berbasis keperawatan holistik.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT  DIABETES  MELITUS  TIPE  2  DI PUSKESMAS SERIRIT 1 Komang Ayu Darmayanti; Ivans Panduwiguna; Iyan Hardiana; Gede Budi Widiarta; G. Nur Widya Putra
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/r0v98347

Abstract

Diabetes melitus adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara karakteristik pasien dengan kepatuhan penggunaan obat diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Seririt 1. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif prospektif, dengan pengumpulan data cross-sectional pada pasien diabetes melitus tipe 2 periode Desember 2023 - Maret 2024. Kuesioner yang digunakan yaitu ARMS. Hasil penelitian gambaran kepatuhan dengan uji univariat yaitu tidak patuh sebesar 158 pasien (80,20%) dan yang patuh sebesar 39 pasien (19,80%). Hasil analisis hubungan dengan uji chi square dengan niali p value antara usia (0,425), jenis kelamin (0,433), pekerjaan (0,891), lama pengobatan (0,623), jumlah jenis obat yang dikonsumsi (0,553) dengan kepatuhan minum obat tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, sedangkan hasil analisis chi square antara pendidikan dengan kepatuhan minum obat menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p value (0,021).
PENGARUH HEMODIALISA TERHADAP PENINGKATAN STATUS KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM AWAL DI RUANG HEMODIALISA RSUD SANJIWANI GIANYAR I Wayan Antariksawan; Made Yos Kresnayana; Gede Ivan Kresnayana; Gede Budi Widiarta; Kadek Yudi Aryawan; G Nur Widya Putra; Putu Cipta Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/gevhxr58

Abstract

Gagal ginjal kronik disebut juga chronic kidney disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan bersifat irreversibel dimana ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik untuk membersihkan darah sehingga terjadinya penumpukan limbah dan cairan di dalam darah dan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit.  Secara global 7 dari 10 penyebab kematian adalah penyakit tidak menular dengan prevalensi 74% dan angka kematiannya terjadi di negara berpenghasilan menengah ke bawah.  Di Indonesia pada tahun 2018 diketahui terdapat peningkatan PGK yang aktif menjalani hemodialisis dari 77.892 pasien pada tahun 2017 menjadi 132.142 pasien dan memerlukan penanganan hemodialisa untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Atas dasar tersebut, dilakukan penelitian pengaruh hemodialisa terhadap peningkatan status kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitian pra-experimental, dengan kajian studi yang dipilih one group pre-test-posttest design dengan sampel penelitian terdiri dari 30 orang pasien hemodialisa. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) untuk  mengetahui tingkat kualitas hidup pasien hemodialisa. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian Hemodialisa Terhadap Peningkatan Status Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium Awal Di Ruang Hemodialisa RSUD Sanjiwani Gianyar.
KECEMASAN DAN KESEDIHAN IBU DALAM MERAWAT ANAK USIA PRASEKOLAH YANG TERDIAGNOSA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP SANGLAH DENPASAR: KECEMASAN DAN KESEDIHAN IBU DALAM MERAWAT ANAK USIA PRASEKOLAH YANG TERDIAGNOSA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP SANGLAH DENPASAR Gede Budi Widiarta; Made Martini
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 3 No 2 (2018): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer remains the second leading cause of death in children aged 5 to 14 years (Ward, et all, 2014). It is estimated that the incidence of all cancers in children approximately 80% are acute lymphoblastic leukemia, the peak incidence of this leukemia occurred in toddler and preschool children between the ages of 2 to 6 years (James and Ashwill, 2007). The purpose of this study was to explore the mother’s experience of caring for preschool children with acute lymphoblastic leukemia. This study used a qualitative descriptive phenomenology, six participants was interviewed in depth. Data was analyzed using Collaizzi method of analysis. This study resulted themes: distressing and anxiety because of the uncertainty of the future of children; Caring for a children with cancer should not be interrupted only at hospitals, required the participation of the family, especially mother as a caregiver for the child at home. Nurses are expected to always provide information on developments in result treatment update in families with child cancer.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MEDITASI LILIN AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT STRESS PADA LANSIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Gede Budi Widiarta; Kadek Yudi Aryawan; Ni Made Raningsih; Komang Sri Mulyani
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.305

Abstract

Pendahuluan: Stress pada lansia merupakan masalah psikologis yang dirasakan oleh lansia ketika menghadapi situasi akibat pandemi Covid-19. Penatalaksaan stress pada lansia bisa diatasi dengan terapi komplementer yaitu terapi meditasi lilin aromaterapi. Terapi meditasi lilin aromaterapi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencapai ketenangan batin. Tujuan: untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian terapi meditasi lilin aromaterapi terhadap tingkat stress pada lansia selama masa pandemi Covid-19. Metode: penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif dengan Pre Experimental dengan menggunakan metode One Group Pre-Test and Post Test. Sampel terdiri dari 39 lansia yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan menggunakan kuisioner DASS 14. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan nilai signifikan α=0,05. Hasil: Hasil uji analisis data menunjukkan bahwa nilai ρ value = 0,001 dimana nilai ρ value kurang dari 0,05 maka hipotesis nol (H0) ditolak. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi meditasi lilin aromaterapi terhadap tingkat stress pada lansia selama masa pandemi Covid-19 di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Kabupaten Buleleng
COMPLEMENTARY NURSING COMMUNITY SERVICE OF STIKES BULELENG, POLTEKKES DENPASAR, AND UNIVERSITY OF FORT DE KOCK BUKITTINGGI IN KLUNGKUNG, BALI I Wayan Antarikswan; I Made Sundayana; I Dewa Ayu Rismayanti; Gede Budi Widiarta; Made Yos Kresnayana; Gede Ivan Kresnayana; Ni Made Dwi Yunica Astriani; Ni Putu Indah Sintya Dewi; Mochamad Heri; G. Nur Widya Putra; I Kadek Yudi Aryawan; Aditha Angga Pratama; Made Martini; Agus Ari Pratama; Ni Ketut Putri Marthasari; Putu Wahyu Sri Juniantari Sandy; Ni Luh Linda Ayuni Tania; Luh Seri Astuti; I Wayan Suardana; Yelmi Reni Puteri; Ni Putu Diah Ayu Rusmeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.63

Abstract

High blood pressure, better known as hypertension, is now a global health problem of increasing concern. This disease is included in the list of the ten leading causes of death worldwide, and each year claims many lives. Therefore, effective prevention and treatment measures are urgently needed to address hypertension worldwide. A preliminary study conducted in Dawan Village revealed 60 cases of hypertension in the past six months. Based on these initial findings, researchers were motivated to conduct further research on how wet cupping therapy can help lower cholesterol levels and blood pressure in hypertensive patients in Dawan Village. This initiative was welcomed by the residents of Dawan Kaler Village, located in Klungkung Regency, Bali Province. The goal is to provide the Dawan Kaler community with sufficient knowledge on how to manage hypertension and control their cholesterol levels. This community service program is expected to increase awareness and understanding of hypertension among Dawan Kaler residents, as well as the benefits of cupping therapy in lowering blood pressure and cholesterol.