Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI BEKAM BERBASIS TITIK AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA PENDERITA ARTRITIS GOUT DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARA PATI Kusuma, Gede Eka Darma; Astriani, Ni Made Dwi Yunica; Widiarta, Gede Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53208

Abstract

Gout arthritis, atau yang sering disebut sebagai kondisi asam urat tinggi, adalah gangguan kesehatan yang muncul karena penimbunan kristal monosodium urat atau uric acid di area sendi, sehingga memicu peradangan dan rasa sakit. Jika rasa sakit tersebut tidak segera diatasi, hal itu bisa menghambat rutinitas fisik harian seseorang. Salah satu pendekatan non-obat untuk menangani pasien gout arthritis melibatkan penerapan terapi bekam kering. Studi ini dimaksudkan untuk menilai keampuhan bekam kering dalam menurunkan tingkat nyeri mendadak, dengan lansia yang menderita gout arthritis di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati. Pendekatan pada penelitian yang diterapkan adalah asuhan keperawatan melalui studi kasus tunggal. Subjek penelitian adalah lansia yang menderita atau mengidap gout arthritis dengan kriteria usia di atas 60 tahun dan mengalami nyeri sedang. Proses penelitian melibatkan metode wawancara, pengamatan langsung, serta evaluasi kondisi fisik, disertai dengan analisis dokumentasi dan kuesioner yang mengadopsi format askep gerontik. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat penurunan intensitas nyeri dari skala 5 turun ke skala nyeri 2, terjadi penuruan asam urat dari 10,8 mg/dL menjadi 6,7 mg/dL setelah klien diberikan terapi bekam kering sebanyak satu kali dalam sehari pada waktu pagi hari dan dengan lama perlakuan yaitu 5-15 menit selama 3 hari secara berturut. Pemberian bekam kering sangat efektif dalam mengatasi masalah pada keperawatan nyeri akut pada penyakit gout arthritis.
ANALISIS PIJAT REFLEKSI DAN MINYAK SERAI DALAM MENURUNKAN NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL Bariningsih, Ni Nyoman; Widiarta, Gede Budi; Kresnayana, I Made Yos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53429

Abstract

Artritis Rheumatoid (AR) pada lansia merupakan kondisi peradangan kronis yang dapat menyebabkan disabilitas berat serta berdampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial pasien. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun sistemik yang menyerang sendi sinovial dan ditandai oleh peradangan sinovial progresif yang mengakibatkan kerusakan tulang rawan, erosi tulang, deformitas sendi, serta penurunan fungsi. Pada kelompok lansia, kondisi ini sering disertai nyeri berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas istirahat, dan tingkat kemandirian. Penatalaksanaan nyeri pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, serta minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asuhan keperawatan berupa pemberian pijat refleksi yang dikombinasikan dengan penggunaan minyak serai terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien lansia dengan Rheumatoid Arthritis di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi hasil. Intervensi pijat refleksi dan minyak serai diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 setelah intervensi diberikan. Selain penurunan nyeri, pasien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, relaksasi, kualitas istirahat, serta kemampuan melakukan aktivitas ringan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan dengan kombinasi pijat refleksi dan minyak serai efektif dalam menurunkan nyeri akut pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis dan berpotensi dikembangkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan gerontik.
PENERAPAN SENAM REMATIK PADA LANSIA RHEUMATOID ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT Insani, Kadek Rany Melyanti; Widiarta, Gede Budi; Kresnayana, I Made Yos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53596

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) berasal dari kata-kata Yunani, yakni "arthon" yang bermakna sendi, serta "itis" yang menunjukkan peradangan. Secara langsung, arthritis didefinisikan sebagai inflamasi pada persendian. Rheumatoid Arthritis merupakan kondisi autoimun yang menyerang sendi, khususnya di tangan dan kaki, yang memicu peradangan, pembengkakan, rasa sakit, dan pada akhirnya bisa merusak bagian dalam sendi. Untuk meredakan tingkat nyeri, dapat diterapkan pendekatan non-obat melalui latihan senam rematik. Tujuan: Kajian ini dimaksudkan untuk menguraikan perawatan keperawatan geriatri dengan fokus utama pada nyeri mendadak di pasien rheumatoid arthritis, melalui penerapan intervensi senam rematik pada kelompok lansia. Gambaran Kasus: Dalam riset ini, digunakan rancangan deskriptif analitik dengan metode studi kasus, melibatkan satu orang subjek, serta instrumen berupa format perawatan keperawatan geriatri yang sesuai dengan ketentuan institusi terkait. Hasil: Temuan studi ini mengungkapkan bahwa sebelum intervensi, tingkat nyeri subjek berada di angka 6, dan setelah melaksanakan senam rematik selama tiga kali pertemuan—di mana masing-masing sesi dilakukan selama 20 hingga 30 menit—tingkat nyeri subjek menurun menjadi skor 3, yang dikategorikan sebagai nyeri ringan. Kesimpulan: Dari analisis yang dilakukan, pemberian terapi senam rematik terbukti efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien dengan rheumatoid arthritis.