Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Minat Dan Hasil Belajar Peserta Didik Dengan Menggunakan Video Pembelajaran di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli Selatan Harefa, Enjel Otniat Putri; Harefa, Agnes Renostini; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9882

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan awal yang dilakukan peneliti di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli, di mana ditemukan bahwa minat belajar peserta didik masih rendah dan rata-rata nilai hasil belajar berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikam minat dan hasil belajar siswa dengan menggunakan video pembelajaran di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh peserta didik di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli Selatan, yang berjumlah 107 orang. Sampel penelitian diambil dari siswa kelas VIII, sebanyak 27 orang. Intstrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : (1) Angket minat belajar peserta didik, (2) Tes hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli Selatan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan minat belajar peserta didik. Media pembelajaran ini berpotensi untuk dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut guna mendukung proses pembelajaran yang lebih baik.
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 ALASA Lahagu, Kensi Agnes Sofyanti; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 12 No 2 (2024): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol12issue2page562-571

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dan alat peraga yang menunjang proses pembelajaran masih belum memadai. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui nilai rata-rata hasil belajar peserta didik terhadap penggunaan alat peraga pembelajaran. (2) Mengetahui pengaruh pengunaan alat peraga pembelajaran terhadap hasil belajar IPA peserta didik di SMP Negeri 1 Alasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperiment. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen Design. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Alasa. Sampel penelitian terdiri atas 2 lokal, yaitu: kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Rata-rata hasil belajar peserta didik di kelas Eksperimen sebesar 82,20 dengan kriteria baik dan pada kelas Kontrol sebesar 68,18 dengan kriteria cukup. (2) Adanya pengaruh penggunaan alat peraga pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 1 Alasa sesuai hasil uji hipotesis dengan nilai thitung (5,413) ≥ nilai ttabel (1,680) dengan taraf signifikan adalah 5% (α = 0,05) artinya diterima Ha dan ditolak H0. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan alat peraga pembelajaran mampu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.
Analisis Gaya Mengajar Guru IPA SMP Negeri 4 Lahewa Timur Nazara, Melvan Nastuti; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jppp.v5i3.20953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk :  (1) Mengetahui gaya mengajar guru IPA di SMP Negeri 4 Lahewa Timur. (2) Mengetahui keterkaitan gaya mengajar guru dengan hasil belajar siswa. (3) Mengetahui  tantangan yang dihadapi guru IPA dalam menerapkan gaya mengajar di SMP Negeri 4 Lahewa Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di SMP Negeri 4 Lahewa Timur. Hasil penelitian : (1) Gaya mengajar guru IPA di SMP Negeri 4 Lahewa Timur terdapat satu guru menggunakan gaya mengajar personalisasi, satu orang guru menggunakan gaya mengajar interaksional, dan satu guru menggunakan gaya mengajar klasik; (2) Penerapan gaya mengajar personalisasi memperoleh nilai rata-rata hasil belajar 83,22 (baik), penerapan gaya mengajar interaksional memperoleh nilai rata-rata hasil belajar 78,67 (baik), dan penerapan gaya mengajar klasik memperoleh nilai rata-rata hasil belajar 69,63 cukup); (3) Tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan gaya mengajar personalisasi yaitu: ketika peserta didik belum mampu mencapai kompetensi pembelajaran yang hendak dicapai, tantangan guru dalam menerapkan gaya mengajar personalisasi yaitu: ketika peserta didik kurang mampu berkomunikasi dalam menyampaikan pendapatnya, tantangan guru dalam menerapkan gaya mengajar klasik yaitu: ketika peserta didik kurang fokus menyimak penjelasan guru, akibatnya peserta didik tidak memahami materi pelajaran yang telah dijelaskan oleh guru.
PENGARUH MODUL AJAR IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 MANDREHE UTARA Zebua, Lusia; Harefa, Agnes Renostini; Telaumbanua, Desman; Waruwu, Toroziduhu
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i2.1720

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah yang dibahas dalam pembelajaran IPA, kurangnya sumber bahan belajar peserta didik, dan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik masih dalam kriteria cukup. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas kontrol, (2) Mengetahui nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas eksperimen dengan menggunakan modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning, (3) Menentukan ada tidaknya pengaruh modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasy eksperimen. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas IX dengan jumlah 38 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas kontrol pada tes akhir yaitu 67,50 dengan kriteria cukup. (2) Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas eksperimen dengan menggunakan modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning pada tes akhir yaitu 80,39 dengan kriteria baik. (3) Hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 4,576 dan nilai ttabel sebesar 1,689 karena nilai thitung = 4,576 lebih besar dari nilai ttabel = 1,680 maka terima Ha dan tolak H0 yang artinya “ada pengaruh modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah SMP Negeri 4 Mandrehe Utara” pada taraf signifikan adalah 5% (α=0,05)
Pengembangan Modul Berbasis Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Biologi Sekolah Menengah Atas Asni Junita Zega; Novelina Andriani Zega; Agnes Renostini Harefa; Toroziduhu Waruwu
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7348

Abstract

This research aims to determine the feasibility, practicality and effectiveness of developing independent curriculum-based modules in high school biology learning. This type of research is research and development (R&D) using the ADDIE model. Data collection in the research used a questionnaire with a Likert scale which was used to assess the suitability of the module to experts and students' responses to the practicality of the module, as well as assessing the effectiveness of the module using learning outcome tests. The subjects in this research were material, language and media validators, 6 students in class X MIPA 1 for small group trials and 21 students in class X MIPA 2 for field trials. The results of data analysis show that the independent curriculum-based module in high school biology learning is feasible, practical and effective for use, as is known from the validation results by material, language, media experts and the results of student response questionnaires and student learning outcomes. Accumulated validation by material (content) validity of 98.3% and 91.6%, language validity of 95% and media (design) validity of 93.30% with very valid criteria. The average student response results from small group trials reached 90.83% and field tests reached 90.51% with very practical information, while the average learning outcomes of field trial students reached 85.31% with very effective information.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Ipa Di SMP Negeri 1 Hiliduho Iman Kasih Lawolo; Agnes Renostini Harefa; Toroziduhu Waruwu; Hardikupatu Gulo
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7350

Abstract

Learning is an assistance provided by educators so that the process of acquiring knowledge and science, mastery of skills and habits, and the formation of attitudes and beliefs in students can occur. This study aims to determine whether or not there is an influence of the talking stick learning model on science learning outcomes at SMP Negeri 1 Hilihuho. This study is a quantitative study with a pre-experimental design. The population in the study were all students in grade VIII at SMP Negeri 1 Hilihuho totaling 62 people and the research sample was class VIII-B totaling 31 people selected using random sampling techniques. The instrument used in the study was in the form of a learning outcome test, where the test was divided into two types, namely a pre-test before giving treatment and a post-test after giving treatment in the form of implementing the talking stick learning model. Based on the results of data analysis using SPSS, it is known that the significance level value obtained is 0.00 or in other words that the significance level is <0.05. So specifically it can be concluded that there is an influence of the talking stick learning model on the learning outcomes of students at SMP Negeri 1 Hilihuho.
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Hasil Belajar IPA Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10837

Abstract

Model pembelajaran Treffinger adalah pembelajaran aktif yang mampu memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk memahami konsep yang mendorong Peserta Didik untuk berfikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh yang signifikan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran IPA. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 dengan jumlah Peserta Didik 18 orang sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII-3 dengan jumlah Peserta Didik 17 orang sebagai kelas Kontrol. Desain penelitian yaitu Quasy Experimen. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa “ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran sesuai dengan uji hipotesis hasil belajar diperoleh nilai t-hitung = 4,489 dan ttabel = 2,035, karena nilai t-hitung tidak terletak pada interval -2,035 ≤ thitung ≤ 2,035 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh penerapan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran IPA ”.
Analisis Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Proses Pembelajaran IPA Telaumbanua, Delvi Wardani; Waruwu, Toroziduhu; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11140

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan kelas yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, khususnya dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pengelolaan kelas oleh guru pada proses pembelajaran IPA di Kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. (2) Mendeskripsikan pengelolaan kelas yang diterapkan guru dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran IPA di Kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. (3) Mengetahui Kendala yang dihadapai oleh guru dalam pengelolaan kelas pada proses pembelajaran IPA di kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif  dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII pada Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan jumlahnya sebanyak 30 orang. Instrument penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada siswa. Lokasi Penelitian di MTs Nu Gunungsitoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengelolaan kelas oleh guru di kelas VIII-2 MTs NU Gunungsitoli telah berjalan dengan sangat baik , mencakup pengaturan fisik kelas, manajemen waktu, aturan yang konsisten, dan interaksi yang baik, berkontribusi pada suasana belajar yang kondusif. (2) Hasil angket menunjukkan bahwa pengelolaan kelas berdampak positif dengan nilai rata-rata 79,3%, sementara minat belajar siswa mencapai 77,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang baik berdampak positif terhadap peningkatan minat belajar siswa secara signifikan. (3) Terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan kelas seperti kurangnya fokus siswa, gangguan dalam kelas, waktu terbatas, dan keterbatasan sarana perlu diatasi.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR IPA DI SMP NEGERI 10 BAWOLATO Hia, Efori; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Harefa, Agnes Renostini
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i3.1793

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa belum mampu melakukan aktivitas belajar secara maksimal ketika suasana dan kondisi kelas kurang kondusif, dan gaya mengajar guru masih dominan menggunakan metode ceramah, yang akibatnya peserta didik mengalami kesulitan belajar IPA. Tujuan pelaksanaan penelitian, yaitu: (1) Mengetahui penyebab siswa kesulitan belajar IPA di SMP Negeri 10 Bawolato, (2) Mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar IPA di SMP Negeri 10 Bawolato. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di SMP Negeri 10 Bawolato. Populasi penelitian yaitu siswa kelas VIII semester ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. Instrumen penelitian yaitu: angket dan lembar panduan wawancara. Hasil penelitian: (1) Penyebab siswa kesulitan belajar IPA di SMP Negeri 10 Bawolato yaitu apabila siswa kurang fokus memperhatikan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, kemudian ketika materi pelajaran IPA yang dipelajari sangat banyak, maka siswa kurang mampu menguasainya, dan apabila materi yang sedang dipelajari tergolong susah untuk dicermati oleh siswa, maka siswa menjadi kesulitan dalam belajar, apalagi jika materi tersebut harus perlu untuk dihafal. (2) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar IPA di SMP Negeri 10 Bawolato yaitu membentuk siswa dalam kelompok belajar dengan tujuanya agar siswa nantinya dapat saling membantu, saling bekerjasama dengan baik, dan saling memberikan dorongan kepada siswa yang kurang mampu dalam penguasaan materi pelajaran.
Mikroskop merupakan alat penting dalam pendidikan biologi, khususnya dalam mengembangkan pemahaman siswa mengenai struktur mikroskopis dunia hidup yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Penggunaan mikroskop secara efektif merupakan keterampilan dasar yang perlu dikuasai siswa SMP, terutama dalam memahami sel dan jaringan sebagai unit dasar kehidupan. Artikel ini membahas pelatihan penggunaan mikroskop yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam mengamati objek mik Harefa, Agnes Renostini; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Faustus; Telaumbanua, Yovita Florentina
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v3i3.1623

Abstract

Mikroskop merupakan alat penting dalam pendidikan biologi, khususnya dalam mengembangkan pemahaman siswa mengenai struktur mikroskopis dunia hidup yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Penggunaan mikroskop secara efektif merupakan keterampilan dasar yang perlu dikuasai siswa SMP, terutama dalam memahami sel dan jaringan sebagai unit dasar kehidupan. Artikel ini membahas pelatihan penggunaan mikroskop yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam mengamati objek mikroskopis dan memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep-konsep biologi. Pelatihan ini melibatkan dua metode utama: penyajian materi teori dan praktik penggunaan mikroskop. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang mikroskop dan identifikasi struktur mikroskopis, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut. Hasil kuesioner pelaksanaan pelatihan menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap materi pelatihan, narasumber, fasilitas, dan media pelatihan, serta manfaat yang diperoleh peserta. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa mengenai penggunaan mikroskop serta identifikasi sel dan jaringan, dengan pencapaian yang memadai meskipun perlu adanya penyempurnaan lebih lanjut