Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Optimasi Media Pertumbuhan Alternatif Mikroalga Lokal Air Gambut Kalimantan Tengah dengan Metode Response Surface Methodology Muqor Rama Hasanah; Fathul Zannah; Mohammad Nor Aufa; Gusti Nida Nurkhaliza
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.18383

Abstract

Mikroalga merupakan sumber biomassa berpotensi tinggi untuk produksi bioenergi, pangan, dan bioproduk berkelanjutan, namun biaya media kultur sintetis masih menjadi kendala utama dalam skala produksi massal. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan media pertumbuhan alternatif berbasis air gambut Kalimantan Tengah yang diperkaya dengan filtrat kotoran ayam dan limbah cair tempe sebagai sumber nutrisi alami bagi mikroalga Chlorella sp. dan Spirulina sp.. Penelitian dilakukan menggunakan metode Response Surface Methodology dengan rancangan Central Composite Design untuk menentukan kombinasi optimum komposisi media, pH, suhu, dan intensitas cahaya terhadap kepadatan sel dan biomassa kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media 60 : 25 : 15 (air gambut : fitrat kotoran ayam : limbah cair tempe) merupakan formulasi optimum bagi Chlorella sp. dengan kepadatan optik 1,235 dan biomassa 780 miligram per liter, sedangkan komposisi 50%, 30%, dan 20% merupakan kondisi terbaik bagi Spirulina sp. dengan kepadatan optik 1,312 dan biomassa 890 miligram per liter. Model kuadratik yang dihasilkan menunjukkan tingkat akurasi tinggi dengan koefisien determinasi di atas 0,97, menandakan kesesuaian model dengan data eksperimental. Pemanfaatan bahan lokal ini mengurangi pencemaran limbah organik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media berbasis air gambut dan limbah organik lokal efektif meningkatkan pertumbuhan mikroalga dan mendukung pengembangan bioteknologi hijau berbasis sumber daya lokal Kalimantan Tengah. Kata kunci : air gambut, kotoran ayam, limbah cair tempe, mikroalga, optimasi media, response surface methodology
Guardian Of Gambut: Media Digital Interaktif Berbasis Etnosains Lahan Gambut untuk Meningkatkan Berpikir Kritis, Literasi Sains, dan Sikap Peduli Lingkungan Mohamad Nor Aufa; Gusti Nida Nurkhaliza; Chandra Anugrah Putra; Muqor Rama Hasanah; Muhammad Hasbie; Rahmadi; Hendra
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 9 No. 1 (2026): BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/qv3bg765

Abstract

This study aimed to develop and examine the effectiveness of an ethnoscience-based interactive digital media on peatland issues entitled Guardian of Gambut for the topic of Ecosystems and Biodiversity in junior high school. The study was motivated by students’ low critical thinking skills and scientific literacy, as well as their limited environmental awareness due to science instruction that remains focused on memorization and lacks contextualization to local ecological issues. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, followed by a quasi-experimental pretest–posttest control group design. The participants were students of class VIIB as the control group and VIIC as the experimental group at SMP Muhammadiyah Palangka Raya. The findings indicate that the developed media was categorized as very valid and highly practical, and proven effective in improving students’ critical thinking skills, scientific literacy, and environmental care attitudes. The experimental group demonstrated higher improvement than the control group, with significant differences and a large effect size. In conclusion, the Guardian of Gambut interactive digital media is valid, practical, and effective in enhancing students’ cognitive and affective competencies through contextual ethnoscience-based science learning.   Keywords: Critical Thinking, Environmental Care Attitude, Interactive Digital Media, Peatland Ethnoscience, Scientific Literacy