Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Karakteristik dan Efektivitas Formula Sabun Cuci Tangan Cair Handmade dalam Menurunkan Angka Kuman Sriwulan Sriwulan; Susanti Dhini Anggraini; Nia Nurfitria; Kuntum Febriyantiningrum
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i1.7711

Abstract

This study aims to compare the characteristics of the handmade liquid hand soap formula and its effectiveness in reducing the number of germs. The formulation used is the difference in the amount of EDTA, Texapon, and NaCl used in soap making. The characterization carried out was organoleptic, physical stability at room temperature, pH, viscosity, foam height and stability, water holding capacity, and density. Meanwhile, reduced number of germs was carried out by calculating the total plate number (ALT) of bacteria on the test taker hand before and after washing their hands. The results obtained were that the first formula (P1) which used less amounts of EDTA, Texapon, and NaCl had a bright color, lack of foam, perfect solubility,stable at room temperature, and did not cause a burning feeling in the hands. Whereas the second formulation (P2) with a higher amount of EDTA, Texapon, and NaCl hadexellence in the amoont of foam compared to the previous formula but the solubility was not perfect, less stable at room temperature and caused a burning feeling in the hands. The result of Pairef t test show that the t count is bigger than t table, so the different formulation had an effect on reducing the germ on the test taker hand based on ALT germ number parameter. P1 formulation can reduce the number of bacteria on hands by 47.64% and P2 formulation by 36.12%.
STUDI POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH BATU BARA BERDASARKAN KAJIAN PARAMETER KIMIA Nia Nurfitria; Kuntum Febriyantiningrum
Binar – Biology Natural Resources Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/binar.v2i2.723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah fly ash batubara berdasarkan kajian parameter kimia yaitu kandungan unsur-unsur kimia yang menyusun komposisinya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah fly ash berasal dari PLTU X. Karakterisasi X-Ray Flourosence (XRF) menunjukkan bahwa limbah fly ash PLTU X tersusun dari SiO2 (42,83%), Al2O3 (13%), Fe2O3 (21,86%), CaO (10,07%), MgO (5,55%), TiO2 (0,68%), Na2O (0,09%), K2O (0,63%), Mn3O4 (0,32%), P2O5 (0,15%), SO3 (4,49%), C (59,39%). Jumlah unsur jumlah unsur Si dan Al, dan C lebih banyak dibandingkan jumlah unsur Ca dan Mg, sehingga fly ash PLTU X merupakan jenis golongan F. Hasil tersebut menunjukkan bahwa limbah fly ash PLTU X termasuk golongan F. Aplikasi yang potensial berdasarkan kandungan tersebut yaitu dalam sektor semen dan bahan bangunan, berupa bahan tambahan semen dan sebagai geopolimer. Sedangkan dalam bidang pertanian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui efektivitas dan keamanan pengaplikasiannya ke dalam tanaman.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI UDARA KAMAR MANDI Sriwulan Sriwulan; Rizqi Tri Bachtiar; Dian Asrofi; Diah Ayu Safitri; Nia Nurfitria; Kuntum Febriyantiningrum
Binar – Biology Natural Resources Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/binar.v2i2.754

Abstract

The bathroom is a damp area that has a variety of microorganisms. It is feared that these microorganisms can cause health problems. This study aims to determine the effect of environmental factors, in this case temperature, humidity, and light intensity on the number of air bacteria in the bathroom. Sampling of bathroom air bacteria in the UNIROW environment was randomly selected as many as 4 bathrooms, then the number of air bacteria was counted using the TPC (Total Plate Count) method at the UNIROW Biology Laboratory. Measurement of environmental factors in the form of light intensity, temperature, and humidity of the bathroom. The results of this study indicated that the highest air temperature at the 4 bathroom locations used as sampling locations was at KMKA, namely 300C with the lowest number of airborne bacteria, namely 83 colonies. While the lowest temperature was at KMMI (28.90C) with the highest number of airborne bacterial colonies (483 colonies). This shows that the higher the temperature, the lower the number of bacteria. The relative humidity in the four bathrooms ranges from 82% to 82.5%, but has a different number of airborne bacterial colonies. The higher the light intensity value, the lower the number of bacterial colonies counted. The results of the correlation analysis also showed that there was a significant correlation between light intensity and the number of bacterial colonies with a correlation coefficient of -0.99. Based on this, environmental factors have an influence on the number of bacteria in the bathroom
AKTIVITAS MAKAN LARVA Spodoptera frugiperda PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) DI DESA PANJANGREJO KECAMATAN PUNDONG KABUPATEN BANTUL Rio Christy Handziko; Kuntum Febriyantiningrum; Dikdyo Gumilang; Ika Setyaningrum; Fitrah Duinda Ramadhani; Zahro Fithri Akhsani
Binar – Biology Natural Resources Journal Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/binar.v3i1.1057

Abstract

Dalam proses budidaya jagung, seringkali muncul masalah yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae). Tanaman yang terserang hama ini akan mengalami kerusakan yang biasanya ditandai dengan bekas gerekan larva, yaitu terdapat serbuk kasar menyerupai serbuk gergaji pada permukaan atas daun, atau di sekitar pucuk tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku dan waktu makan dari larva S. frugiperda sehingga dapat digunakan sebagai dasar penanganan untuk mengatasi perkembangbiakan dan persebaran S. frugiperda. Penelitian dilakukan di Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan November 2023 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode scan sampling. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas makan larva S. frugiperda diawali dengan bergerak menuju tepi daun bagian ujung, memakan daun, diam, dan membuang feses. Waktu aktivitas makan dari larva S. frugiperda yang paling tinggi terlihat pada pukul 18.00-21.00 WIB dan pukul 04.00-06.00 WIB.
IDENTIFIKASI PERILAKU MAKAN ARGIOPE APPENSA PADA PEKARANGAN RUMAH DI SLEMAN, YOGYAKARTA Husni Wulandari; Ajeng Novi Ramadhani; Berlian Maulida Faizati; Laila Rahmawati; M Ikhsan Al Ghazi; Rio Christy Handziko; Kuntum Febriyantiningrum
Binar – Biology Natural Resources Journal Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/binar.v3i1.1089

Abstract

Argiope appensa adalah spesies laba-laba yang tergolong famili Araneidae. Spesies ini juga merupakan bagian dari genus Argiope dan ordo Araneae. Argiope appensa disebut juga laba-laba kebun yang dianggap sangat bermanfaat, karena ia memakan banyak hama umum, seperti lebah, ngengat, kumbang, tawon, dan serangga terbang lainnya yang terperangkap di jaringnya. Informasi terkait perilaku makan Argiope appensa masih belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku makan laba-laba jenis Argiope appensa di habitatnya yang berlokasi di pekarangan rumah dan dilakukan dengan metode Ad libitum dan instantaneous sampling. Waktu pengamatan dilakukan di pagi hari pukul 06.00-08.00 WIB dan siang-sore hari pukul 14.00-16.00. Perilaku makan laba-laba yang meliputi wrapping, rotational swathing, menggigit, memindahkan mangsa diamati berdasarkan kurun waktu tersebut.
PERILAKU TAWON KERTAS (Polistes tenebricosus) DALAM PEMBUATAN SARANG Rio Christy Handziko; Kuntum Febriyantiningrum; Sifa'ul Janah; Wihekan Paramitha; Ajeng Kusuma Melati Marsana Putri; Charisma Shura
Binar – Biology Natural Resources Journal Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/binar.v3i2.1337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku membuat sarang pada Polistes tenebricosus. Pengamatan dilakukan selama dua bulan dengan frekuensi satu kali seminggu, setiap sesi pengamatan berlangsung selama tiga jam di siang hari. Metode penelitian melibatkan penghilangan sarang tawon sebagai stimulus, yang kemudian diamati untuk mengetahui respons tawon dalam membangun kembali sarang. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Polistes tenebricosus cenderung kembali ke lokasi sarang lama setelah dihapus dan memulai proses pembangunan sarang kembali. Hasil pengamatan juga memberikan wawasan tentang waktu aktif tawon dalam membuat sarang, cara-cara yang mereka gunakan dalam proses pembuatan sarang, dan bahan-bahan yang mereka pilih. Temuan ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang strategi dan preferensi yang mendasari perilaku pembuatan sarang pada Polistes tenebricosus. Metode pengambilan sampel melibatkan observasi langsung selama waktu yang telah ditentukan, dengan fokus pada tindakan pembuatan sarang setelah penghilangan sarang. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan tren dalam perilaku tawon. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang ekologi dan perilaku sosial dari Polistes tenebricosus serta memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut terkait perilaku pembuatan sarang pada serangga ini.
KELIMPAHAN FITOPLANKTON SEBAGAI PENENTU INDIKATOR KUALITAS EKOSISTEM PERAIRAN ESTUARI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BAROS, BANTUL, D.I.YOGYAKARTA Sifa ul Janah; Laila Rahmawati; Ananda Choirun Nisa; Husni Wulandari; Chalwa Ainun Nisa; Zalsa Nurlinda Apriyanti; Kuntum Febriyantiningrum
Binar – Biology Natural Resources Journal Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Biologi Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/binar.v3i2.1351

Abstract

Kawasan Mangrove Baros merupakan ekosistem mangrove buatan yang tumbuh pada perairan estuari. Zona estuari merupakan pertemuan air sungai dan air laut yang memiliki salinitas berbeda karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Perairan estuari termasuk salah satu habitat yang baik bagi fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton berperan penting sebagai makanan bagi organisme lain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas perairan estuari terhadap kelimpahan fitoplankton di Kawasan Konservasi Mangrove Baros, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menentukan 3 titik stasiun dengan jarak antar stasiun yaitu 10 meter. Analisis data dihitung menggunakan rumus statistik Shannon Wiener dan Simpson. Hasil penelitian diperoleh indeks kelimpahan fitoplankton berkisar antara 0,06 - 0,01 ind/L, indeks dominansi fitoplankton berkisar antara 0,08 - 0,15 ind/L dan indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar antara 2,25 - 1,94 ind/L. Komposisi jenis fitoplankton yang paling mendominasi adalah spesies Microcystis sp. Kualitas perairan estuari Mangrove Baros termasuk dalam kategori mesotrofik atau tingkat kesuburan sedang.
Karakterisasi Bakteri Rhizosfer Putri Malu (Mimosa pudica) yang Berpotensi sebagai Dekomposer dalam Pembuatan Biourin Kuntum Febriyantiningrum; Sriwulan Sriwulan; Nia Nurfitria
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.8986

Abstract

This research aims to determine the characterization of the rhizosphere bacteria of the roots of Mimosa pudica in its contribution as a decomposer agent that will be used in making of biourine. The research held in June-August 2023, was carried out in several stages, like the preparation stage, the bacterial isolation stage, and observing the macroscopic and microscopic characteristics of the bacteria. The results of the macroscopic and microscopic characteristics obtained during the observations showed that the isolates in the MOL of the roots of Mimosa pudica resembled the characteristics of bacteria from the genera Bacillus (MAP6), Rhizobium (MAP4), Pseudomonas (MAP1, MAP2, MAP3, MAP5, and MAP8), and Klebsiella (MAP7). These four genera are types of soil bacteria that are capable of producing plant hormones that can speed up the process of nutrients absorption and breakdown of organic material in the soil optimally.
Upaya Peningkatan Penjualan Beras Leran Melalui Pengemasan Dan Labeling Ahmad Zaenal Arifin; Sriwulan Sriwulan; Nia Nurfitria; Kuntum Febriyantiningrum; Susanti Dhini Anggraini; Abdul Wahid Nuruddin
Jurnal ABDILAWE Vol 3 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v3i1.950

Abstract

Pengemasan dan labeling menjadi hal penting dalam proses pemasaran suatu produk, termasuk beras kemas. Kemasan dapat mempengaruhi kualitas produk serta keputusan konsumen dalam membeli suatu produk. Sementara labeling akan memberikan informasi yang jelas tentang produk yang ditawarkan. Dengan demikian pemilihan desain kemasan dan pemberian label pada suatu produk menjadi penting sebagai Upaya untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Namun, mitra dalam kegiatan ini menjual produk beras “Leran” dalam kemasan plastik polos tanpa label dan identitas produk. Sementara di Desa Leran Wetan dan Leran Kulon sendiri ditemui banyak pedagang beras yang sudah memiliki kemasan dengan desain menarik dan label produk. Hal ini menjadikan tingkat penjualan produk mitra rendah, selain karena kompetisi tinggi juga dikarenakan produk mitra belum memiliki branding sehingga tidak dikenal oleh konsumen. Oleh karenanya dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan Upaya untuk meningkatkan tingkat penjualan produk mitra melalui pembuatan kemasan dan label pada produk mitra, agar dapat lebih dikenal oleh konsumen. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan, dimana dalam kegiatan tersebut dilakukan transfer Ipteks kepada mitra terkait pembuatan desain kemasan dan labeling dan pendampingan dalam pemasaran produk untuk meningkatkan tingkat penjualan produk mitra. Hasil yang diperoleh dari program ini penjualan produk mitra mengalami peningkatan sebesar 10% pada bulan pertama, kemudian pada bulan kedua dan ketiga meningkat sebanyak 15%, dan pada bulan keempat meningkat sebanyak 62%. Dengan demikian adanya kemasan yang menarik dan label produk yang jelas efektif dalam meningkatkan penjualan beras Leran.
Optimalisasi Sekolah Lingkungan Sehat melalui Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah Dasar Kabupaten Kulon Progo Febriyantiningrum, Kuntum; Subiantoro, Agung Wijaya; Utami, Wulan Tri Puji
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 3 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.632

Abstract

Pendidikan lingkungan hidup (PLH) merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD di Kabupaten Kulon Progo dalam menerapkan PLH dengan pendekatan partisipatif. Program ini terdiri dari lima tahapan: persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dari Juni hingga November 2024 ini melibatkan 48 guru dan 6 kepala sekolah dari 6 sekolah mitra. Hasil program menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan PLH, dengan keberhasilan dalam penerapan program seperti pemilahan sampah, kantin sehat, dan pembiasaan hidup bersih di sekolah. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, serta masyarakat sekitar, menjadi kunci keberhasilan. Untuk keberlanjutan program, diperlukan kolaborasi lebih lanjut antara sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat.