Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Personal Hygiene and Environmental Sanitation Integral Hidayatullah Putri Boarding School Depok Pawitra, Aditya Sukma; Sulistyorini, Lilis; Afriani, Novi Dian; Mukono, J.; Keman, Soedjajadi; Yudhastuti, Ririh; Azizah, R.; Sudarmaji, Sudarmaji; Adriyani, Retno; Prasasti, Corie Indria; Dimjati Lusno, Muhammad Farid; Lestari, Kusuma Scorpia; Diyanah, Khuliyah Candraning; Husnina, Zida; Puji Astuti, Ratna Dwi; Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu; Agustin, Avita Fitri; Kencana, Yulfa Tiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.631

Abstract

Environmental sanitation and personal hygiene are important factors in maintaining student health at school. This community service program was carried out at Hidayatullah Putri Boarding School Depok, West Java, with the aim of improving understanding and practices related to environmental sanitation and clean and healthy living behavior (PHBS). The method used includes three stages: preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, observation guides, educational materials, and coordination with the school were developed. The implementation stage includes observation of environmental sanitation, FGDs with teachers and school managers, and student education through media such as leaflets, posters, and videos. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure the effectiveness of education. The results showed an increase in student knowledge, with an average pre-test score of 65.7 and post-test increasing to 84.7, or an increase of 19%. The program also identified several issues such as waste management, bedroom conditions, and limited sanitation facilities. In conclusion, the program was effective in increasing students' awareness of environmental sanitation and personal hygiene and providing practical solutions for sanitation improvement in the school environment.
Edukasi Higiene Sanitasi dalam Upaya Pencegahan Scabies di Pondok Pesantren, Kabupaten Lamongan Notobroto, Hari Basuki; Diyanah, Khuliyah Candraning; Pawitra, Aditya Sukma; Yudhastuti, Ririh; Adriyani, Retno; Sulistyorini, Lilis; Prasasti, Corie Indria; Azizah, R.; Lestari, Kusuma Scorpia; Sudarmaji, Sudarmaji; Dimjati Lusno, Muhammad Farid; Husnina, Zida; Puji Astuti, Ratna Dwi; Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu; Arfiani, Novi Dian; Dhamayanti, Yeni; Saleh, Tania Ardiani; Naser, Mhd. Izzan; Jassey, Babucarr
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 2 (2025): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i2.599

Abstract

Skin diseases such as scabies continue to pose significant health issues within pesantren (Islamic boarding schools) due to inadequate sanitation and low awareness among students regarding personal higiene. Scabies is highly contagious, transmitted through direct contact and the sharing of personal items. Therefore, there is a need for interventions, specifically educational programs, to enhance knowledge and awareness about sanitation and the prevention of scabies in pesantren. This activity aims to improve students understanding of environmental sanitation, personal higiene, and the prevention and control of scabies through educational outreach activities. This initiative was conducted using outreach and practical training methods for students at Pondok Pesantren Al Amin, Lamongan. Evaluation involved pre-tests and post-tests, comparing the results to measure the increase in participants' knowledge. The results was a noticeable improvement in students' knowledge, with the average score increasing from 84.1% on the pre-test to 91.6% on the post-test concerning personal higiene and environmental sanitation at the pesantren (p-value = 0.000). This educational activity successfully enhanced students' understanding of sanitation and health in the pesantren setting. Further approaches are necessary for the prevention and transmission of scabies.
Paparan dan Risiko Kesehatan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) di Lingkungan Adhifana Febrianti, Icha Kania; Rohmah, Siti Lailatul; Rachmawati, Adinda Jasmine; Yasmin, Faradiba; Ayu Puspita, Denes Wara; Puspitasari, Stevani Christy; Neriza, Rizki Amalia; Ariani, Dinda Dwi; Puji Astuti, Ratna Dwi; Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu; Sudarmaji, Sudarmaji; Dimjati Lusno, M Farid; Lestari, Kusuma Scorpia
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3733

Abstract

Polusi lingkungan khususnya yang disebabkan oleh Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin mendesak. Terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat aktivitas industri yang tinggi. PAHs terbentuk akibat pembakaran tidak sempurna bahan organik dan ditemukan di berbagai media lingkungan seperti udara, air, tanah, serta makanan. Paparan PAHs berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius termasuk penyakit pernapasan, kanker, gangguan metabolik dan reproduksi yang terutama berdampak pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode scoping untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merangkum literatur mengenai sumber, jalur paparan, dan dampak kesehatan PAHs. Studi ini menunjukkan bahwa paparan PAHs terjadi melalui berbagai jalur, seperti inhalasi partikel halus di udara, kontak dermal, dan konsumsi makanan terkontaminasi. Paparan PAHs di daerah perkotaan dengan polusi tinggi meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi dampak ini strategi mitigasi yang efektif diperlukan termasuk pengurangan emisi dari sektor transportasi dan industry. Peningkatan kualitas udara juga penerapan teknologi bioremediasi untuk mengurangi kontaminasi PAHs di lingkungan. Perlindungan terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak menjadi prioritas kebijakan mitigasi. Kesimpulannya pengurangan paparan PAHs melalui kebijakan yang komprehensif dapat mengurangi risiko kesehatan jangka panjang, terutama di daerah perkotaan dengan polusi tinggi.