Rini Setyowati
Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Dukungan Emosional Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Self-Compassion pada Mahasiswa saat Pandemi COVID-19 Pratista Arya Satwika; Rini Setyowati; Fika Anggawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.688 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p304-314

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between family and peer emotional support and self-compassion among the final year undergraduate students amid COVID-19 pandemic. A total number of 61 undergraduate students whose ages ranged from 19 to 26 years and who are completing their thesis at the time of this study were selected randomly. Data were collected using questionnaires of self-compassion, and family and peer emotional support which were distributed online. The results of multiple linear regression analysis show that there is a significant relationship between emotional support from family and peers with self-compassion. However, when the analysis was conducted partially, only the relationship between family emotional support and self-compassion that is significant; while, the relationship between peer emotional support and self-compassion is not proved. It can be concluded from the results that there is a simultaneous relationship between family emotional support and peer emotional support with self-compassion owned by students who are completing their thesis during the COVID-19 pandemic.Keywords: Emotional support, family, peer, self-compassion, students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion pada mahasiswa tingkat akhir pada masa pandemic COVID-19. Sejumlah 61 mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir dengan rentang usia 19 sampai 26 tahun direkrut menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-compassion, dan dukungan emosional keluarga dan teman sebaya. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dan teman sebaya dengan self-compassion. Secara parsial, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan self-compassion, namun tidak terdapat hubungan antara dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion.  Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan secara simultan antara dukungan emosional keluarga dan dukungan emosional teman sebaya dengan self-compassion yang dimiliki oleh mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi pada masa pandemi COVID-19.
Pengaruh Mendengarkan Murottal Al-Qur’an terhadap Penurunan Temper-tantrum pada Anak Autis Rah Ajeng Sekaringtyas Sidhi; Tri Rejeki Andayani; Rini Setyowati Setyowati
Nathiqiyyah Vol 3 No 2 (2020): Nathiqiyyah - Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Temper-tantrum is one of the problems in the behavioral aspects of autistic children characterized by emotional outbursts that are difficult to control. One of the methods used to control is to listen to the murottals of the Qur'an because the resulting tone is able to stabilize the state of the body and mind so that one of them makes it more relaxed. This study aims to determine the effect of listening to the murottals of the Qur'an on the decrease in temper-tantrums in autistic children. The design of this experimental research uses one group pretest-posttes design. The subjects of this study were autistic students of SLB Anugrah who were selected using the purposive sampling method as many as 7 students. All subjects were an experimental group that received interventions in the form of listening to the murottals of the Qur'an for six consecutive days with intensity twice a day and the duration of each session for 14 minutes 2 seconds. Data collection was carried out using a temper-tantrum behavior questionnaire. The measurement results were analyzed using the wilcoxon signed rank test statistical test. Temper tantrum measurements resulted in an average pretest score of 41.86 and a posttest score of 38.14, indicating that the average posttest was lower than the pretest. The results of data analysis with wilcoxon signed rank test showed a significance value of 0.018 (p<0.05). There is a decrease in temper tantrums in autistic children after listening to the murottals of the Qur'an. Keywords: Murottal Al-Qur'an, Temper-tantrum Abstrak Temper-tantrum merupakan salah satu permasalahan pada aspek perilaku anak autis yang ditandai dengan ledakan emosi yang sulit dikendalikan. Salah satu metode yang digunakan untuk mengendalikan ialah mendengarkan murottal Al-Qur’an karena dari nada yang dihasilkan mampu menstabilkan keadaan tubuh dan pikiran sehingga salah satunya membuat lebih rileks. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh mendengarkan murottal Al- qur’an terhadap penurunan temper-tantrum pada anak autis. Desain penelitian eksperimen ini menggunakan one group pretest-posttes design. Subjek penelitian ini adalah siswa autis SLB Anugrah yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 7 siswa. Seluruh subjek merupakan kelompok eksperimen yang mendapatkan intervensi berupa mendengarkan murottal Al- Qur’an selama enam hari berturut-turut dengan intensitas dua kali dalam sehari dan durasi tiap sesi selama 14 menit 2 detik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner perilaku temper-tantrum. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji statistik wilcoxon signed rank test. Pengukuran temper tantrum menghasilkan rata-rata skor pretest 41,86 dan skor posttest 38,14 hal ini menunjukan adanya rata-rata posttest lebih rendah dari pretest. Hasil analisis data dengan wilcoxon signed rank test menunjukkan nilai signifikansi 0.018 (p<0.05). Ada penurunan temper tantrum pada anak autis setelah mendengarkan murottal Al-Qur’an. Kata Kunci : Murottal Al-Qur’an, Temper-tantrum
Peran Resiliensi dalam Memediasi Hubungan Antara Persepsi Dukungan Sosial Dosen Pembimbing dengan Prokrastinasi Akademik Selama Mengerjakan Skripsi Sabrina Anindya Rahayu; Rini Setyowati; Afia Fitriani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v14n1.p1-11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran resiliensi dalam memediasi hubungan antara persepsi dukungan sosial dosen pembimbing dengan prokrastinasi akademik selama mengerjakan skripsi. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa FKIP UNS Angkatan 2017 yang sedang mengerjakan skripsi. Sampel yang digunakan berjumlah 172 orang, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala prokrastinasi akademik (α=0,848), skala resiliensi (α=0,856), dan skala persepsi dukungan sosial dosen pembimbing (α=0,853). Hasil analisis mediasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dukungan sosial dosen pembimbing dengan prokrastinasi akademik selama mengerjakan skripsi melalui resiliensi (p<0,05). Mediasi resiliensi menghasilkan estimasi pengaruh yang lebih besar dibandingkan pengaruh langsung (-0,383>-0,361). Peningkatan persepsi dukungan sosial dosen pembimbing mengestimasikan peningkatan resiliensi sebesar 0,67. Selanjutnya, peningkatan resiliensi mengestimasikan penurunan prokrastinasi akademik sebesar 0,57.
Peran Kesulitan Regulasi Emosi Dalam Memediasi Pola Asuh Otoriter Ibu Dengan Intensi Menyakiti Diri Pada Remaja Rini Setyowati; Nabila Fairuzindra
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 19, No 1 (2023): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v19i1.10815

Abstract

This study aims to determine the role of emotional regulation difficulties in mediating maternal authoritarian parenting and self-harm intentions in adolescents. All students of SMA Batik 1 Surakarta are the population of this study. The sample used is 264 students, taken using a proportionate stratified random sampling technique. Data collection used a scale consisting of the self-harm intention scale (α = 0.917), the maternal authoritarian parenting style scale (α = 0.882), and the Difficulties in Emotion Regulation Scale/DERS scale (α = 0.913). The results of the mediation analysis showed that there was a significant relationship between the mother's authoritarian parenting and the self-harm intentions through difficulty in regulating emotions in adolescents (p 0.001). The mediating role of emotional regulation difficulties on the relationship between maternal authoritarian parenting and self-harm intentions in adolescents is partial/incomplete and the estimated direct effect between maternal authoritarian parenting and self-harm is greater than the mediating effect of emotional regulation difficulties (0.005 0.043). This is possible because there are other factors that are more influential as a mediator between the maternal authoritarian parenting and the self-harm intentions than the difficulty of emotional regulation.
CORRELATION BETWEEN EMOTION REGULATION AND SPIRITUALITY WITH STRESS IN CAREGIVERS OF ELDERLY Dwi Anjaswati Putri Hastari; Istar Yuliadi; Rini Setyowati
al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/al-balagh.v5i1.2269

Abstract

Stress occurs while caring for the elderly due to several factors, namely the emotion regulation and spirituality. This study aims to examine the correlation between stress with emotion regulation and spirituality in caregivers of the elderly at Karangmojo 1 Health Center, Gunungkidul. The purposive sampling method was used to obtain data from 36 caregivers on the emotion regulation and spirituality as well as stress scale with Alpha Cronbach's reliability coefficient of 0.871, 0.921, and 0.905, respectively. The results showed that r = 0.485 and Sig. 0.012 (p <0.05). Therefore there is a correlation between stress, emotion regulation, and spirituality. This means that the higher the control of emotion and spiritual level, the lower the pressure. Furthermore, this research expects to provide input in the realm of psychology. For example, it can be used as a reference to help caregivers deal with stress by increasing their emotion regulation and spirituality skills.
Edukasi Keuangan untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa di Surakarta Theda Renanita; Fadjri Kirana Anggarani; Andrian Liem; Rini Setyowati; Afia Fitriana; Aditya Nanda Priyatama; Arif Tri Setyanto; Nugraha Arif Karyanta
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.89933

Abstract

Literasi keuangan menjadi isu global dan menjadi program nasional di berbagai negara termasuk Indonesia. Literasi keuangan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, data menunjukkan literasi keuangan perlu ditingkatkan. Mahasiswa merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian karena masa perkembangan mahasiswa adalah masa mempersiapkan kemandirian keuangan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan melibatkan pengetahuan dan perilaku keuangan. Untuk meningkatkan literasi keuangan maka diselenggarakan kegiatan edukasi keuangan keuangan dengan perspektif psikologi ekonomi. Kegiatan ini menekankan pada aspek psikologis keuangan. Peserta edukasi keuangan ini sebanyak 32 mahasiswa. Metode yang digunakan adalah ceramah dan aktivitas aktif peserta dengan menggunakan lembar kerja. Efektivitas program juga dianalisis dengan membandingkan rata-rata efikasi keuangan, pengetahuan keuangan subjektif, pengetahuan keuangan objektif, dan perspektif keuangan masa depan pada saat pre-test dan post-test. Selain itu, peneliti juga membandingkan rata-rata keempat variabel dari kelompok peserta program edukasi dengan non peserta program (N=33). Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata keempat variabel setelah mengikuti program. Kelompok yang mengikuti program menunjukkan rata-rata keempat variabel lebih tinggi daripada non peserta. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan mereka, meningkatnya pemahaman mengenai keuangan, dan merasa menjadi lebih percaya diri dalam mengelola keuangan. Mereka juga akan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dalam kehidupan keuangan mereka sehari-hari. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan masif untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan keuangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai produk dan jasa keuangan dan menggunakannya dengan bijaksana. Kata kunci: edukasi keuangan; literasi keuangan; mahasiswa; perilaku keuangan 
Hubungan antara Optimisme dan Efikasi Diri dengan Flow pada Atlet Mahasiswa Hafidz Royyan; Farida Hidayati; Rini Setyowati
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v9i1.55790

Abstract

Mahasiswa sebagai atlet menghadapi tantangan berupa tuntutan untuk berprestasi di bidang olahraga yang ditekuni serta beban akademik. Meskipun memiliki tantangan lebih, kegiatan olahraga yang ditekuni atlet mahasiswa menyediakan kondisi yang sesuai untuk flow. Optimisme menyediakan kondisi psikologis yang positif dan menjadi salah satu variabel yang dapat menjadi pemicu flow. Selain itu, keterlibatan individu pada sebuah kegiatan hingga tercapai kondisi flow dapat ditentukan dari tingkat efikasi diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara optimisme dan efikasi diri dengan flow pada atlet mahasiswa. Menggunakan teknik purposive sampling, penelitian ini melibatkan 108 atlet mahasiwa sebagai subjek. Alat ukur yang digunakan adalah skala flow, skala optimisme, dan skala efikasi diri. Hasil analisis data penelitian menemukan adanya hubungan signifikan antara optimisme dan efikasi diri dengan flow dengan nilai signifikansi 0,000 (p&lt;0,05) dan nilai Fhitung sebesar 25,574 (Fhitung &gt; Ftabel = 3,08). Hasil uji korelasi parsial menunjukkan adanya hubungan signifikan antara optimisme dengan flow (p=0,00&lt;0,05; r=0,526) dengan sumbangan sebesar 19,94%. Hubungan signifikan juga ditemukan antara efikasi diri dengan flow (p=0,00&lt;0,05; r=0,474) dengan sumbangan sebesar 11,95%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara optimisme dan efikasi diri dengan flow pada atlet mahasiswa secara simultan.
Regulasi Emosi Pada Pengikut Tarekat Syattariyah Bagus Adi Nugroho; Bagus Wicaksono; Rini Setyowati
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v7i2.55993

Abstract

Abstract.  Modern life’s pressure makes people experience emotional distress. However, this can be faced by the followers of the Syattariyah Order through the teachings that aim to achieve the insanul kamil’s condition. This study aims to describe the emotional regulation of followers of the Tarekat Syattariyah. This study uses a qualitative research method with a phenomenological study design. The subjects were selected using a purposive sampling technique. There are two subjects who are followers of the Syattariyah Order, namely BW (55 years) and WM (53 years). Data collection methods used are curriculum vitae, interviews, and observations. Data analysis used interpretive phenomenological analysis method. The subject's emotional regulation process focuses on the stages of attention deployment and Cognitive Change. In attention deployment stages, subjects uses the strategy of heart rhythm’s observing which accompanied by remembrance. Therefore, in the Cognitive Change stage, the  Syattariyah’s followe congregation use an intuitive or affirmative reassessment strategy. In the Response Modulation stage, the subject uses an expressive suppression strategy or physical activity. Emotional awareness and religiosity supported by Sufism are the biggest factors that influence the emotion regulation process of tarekat followers. Through this process, the emotional regulation of the followers runs adaptively.
Theory of planned behavior dan Stigma Publik sebagai Prediktor Perilaku Mencari Bantuan Zakiya Ali; Istar Yuliadi; Rini Setyowati
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v8i2.55664

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to predicting help seeking behavior from profesional with theory of planned behavior and publik stigma of mental illness. The research subject were 397 college students. The method of data collection uses the scale of attitudes (α = 0,889), subjective norms (α = 0,901), perceived behavioral control (α = 0,748), intention (α=0,951), and public stigma of mental illness (0,913). The results of data analysis using path analysis showed that, intention was affected by attitudes (β = 0.445), subjective norms (β = 0.179), and publik stigma (β = -0.092). Meanwhile, perceived behavioral control has no effect on intention. Furthermore, help-seeking behavior is directly influenced by publik stigma (β = -0.104), but it is not influenced by intention so, it can be concluded that attitudes, subjective norms, perceptions of behavioral kontrol, and publik stigma cannot indirectly predict behavior with intention as mediator. Keywords: help-seeking behavior, theory of planned behavior, public stigma of mental disorder