Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendekatan Partisipatif Berbasis Kader dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga di Dusun Ngoto, Kabupaten Bantul Dwimas Nurrohman Fadarsani; Putri Nazmah Abriwiyanti; Salsabila Dian Styowati; Tannia Larasaty; Heru Subaris Kasjono; Ibnu Rois
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 5 No. 2 (2024): 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v5i2.2118

Abstract

Household organic waste remains an environmental health issue in Ngoto, Bantul, characterized by low levels of waste segregation and processing practices. This community service aimed to improve community knowledge and skills in managing organic waste through composting using a community empowerment approach. A participatory approach was implemented through four stages (L1–L4): problem identification, Community Self Survey (CSS), workshop-based cadre training, and community dissemination. The CSS involved ?50 households to identify priority problems. Training was conducted with 10 community cadres using pretest–posttest and skills observation. The CSS revealed that most households had not practiced proper waste segregation and organic waste processing. Training results showed an increase in knowledge, indicated by higher posttest scores compared to pretest scores. Participants also demonstrated the ability to perform composting independently. The dissemination stage indicated knowledge transfer to the broader community and the emergence of initial behavioral changes in organic waste management. A cadre-based community empowerment approach is effective in improving knowledge and skills in organic waste management and has the potential to promote sustainable behavioral change at the community level.
Pemberdayaan Kader dalam Pengelolaan Sampah Organik menjadi Media Tanam melalui Pendekatan Community Self Survey di Dusun Druwo, Bantul Zulfa Hemi Nur Aini; Na’wa Nurmalytasari; Dhiya Khairina Maulida; Heru Subaris Kasjono; Ibnu Rois
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 5 No. 2 (2024): 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v5i2.2121

Abstract

Organic waste management at the household level remains a critical environmental health challenge, particularly following limitations in landfill capacity. This condition highlights the need for community-based empowerment approaches to enhance independent waste management practices. This community service program aimed to improve knowledge, attitudes, skills, and participation of community members in managing organic waste as planting media in Dusun Druwo, Bantul. A participatory community-based approach was applied through four stages: education (L1), Community Self Survey (L2), training and demonstration (L3), and cadre-led dissemination (L4). Outcome measurements included pretest–posttest assessment, skill observation, and monitoring of cadre participation. The results showed improvements in knowledge and attitudes, reflected by increased awareness of improper waste disposal behavior (98% to 100%), perceived ease of independent waste management (89% to 95%), and preference for self-managed waste processing over direct disposal (73% to 78%). Observations also indicated improved practical skills in producing planting media from organic waste. Cadre participation in dissemination was implemented at the community level, although not evenly across all areas. This program contributed to enhancing community capacity in organic waste management and initiated positive behavioral changes toward environmentally sustainable practices.
Peningkatan Kualitas Air Sumur Gali Pascabanjir melalui Edukasi Penyehatan Air dan Penerapan Teknologi Chlorine Diffuser di Desa Tanggirejo: penelitian Dewi Fortuna; Singgih Bayu Aji; Hesty Novika Indah Sari; Ibnu Rois; Tri Mulyaningsih; Narto Narto
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2092

Abstract

Akibat peningkatan konsentrasi bakteri Coliform dan kekeruhan air, kualitas air sumur gali menurun akibat banjir yang terjadi di Tanggirejo, Kabupaten Grobogan. Sayangnya, banyak masyarakat masih mengonsumsi air sumur yang tidak diolah, sehingga membahayakan kesehatan mereka. Dalam upaya meningkatkan kualitas air sumur pascabanjir, proyek pengabdian masyarakat ini akan mengedukasi masyarakat dan menerapkan teknologi diffuser klorin. Metode kegiatannya meliputi edukasi tentang risiko mengonsumsi air tercemar, pembuatan dan penggunaan alat diffuser klorin dasar dari PVC dan kalsium hipoklorit (Ca(ClO)₂), serta pengujian kualitas air sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Setelah menggunakan diffuser selama 24 jam, hasil kegiatan memperlihatkan penurunan kadar Coliform dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang disinfeksi air. Meningkatkan kualitas air sumur bor menjadi lebih mudah dan hemat biaya dengan teknologi ini. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dapat menjadikan proyek ini sebagai contoh pengelolaan air berkelanjutan.
Sosialisasi dan Praktik Satgas Jumantik Cilik dalam Pengendalian Jentik Nyamuk di Dusun Bandut Lor, Kalurahan Argorejo Hakam Insan Kamil; Denica Verina Lutfi Amara; Jasmine Nabilla Hamida; Mutiara Ni'matul Maula; Zahra Amelia; Ibnu Rois; Ghulamin Khalim Subagiyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2260

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat terutama di Kabupaten Bantul dengan nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) yang belum mencapai standar ≥95%. Di RT 33 Dusun Bandut Lor, Kalurahan Argorejo, hasil PSN tahun 2025 menunjukkan ABJ sebesar 89% dengan House Index (HI) 11,1% dan Container Index (CI) 1,1%. Maka dari itu, perlu dilakukan intervensi yang bertujuan untuk pengoptimalisasian dalam pengendalian jentik, salah satunya melalui Sosialisasi dan Praktik Satgas Jumantik Cilik. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi tentang jumantik dan PSN 3M Plus, serta pembentukan Satgas Jumantik Cilik yang terdiri dari 15 peserta usia 5–12 tahun dengan praktik pemeriksaan jentik di lingkungan rumah warga RT 33. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi dan perbandingan hasil indeks pada data sekunder dan data sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan ABJ menjadi 97,2%, dengan penurunan HI menjadi 2,7% dan CI menjadi 0,2%. Nilai tersebut telah melampaui standar nasional dan menunjukkan penurunan risiko penularan DBD. Program Jumantik Cilik ini efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran anak sebagai agen perubahan dalam pengendalian vektor berbasis masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan Penggunaan APD Sebagai Upaya Pencegahan Leptospirosis di Dusun Pelemsewu Bantul Anggara Zaki Pamungkas; Rafisa Nadiem Salvaraz; Kirana Zahra Latifah; Rizki Amalia; Ibnu Rois; Nunuk Endang Pujiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i3.2546

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis akibat bakteri Leptospira yang ditularkan melalui urine tikus. Rendahnya kesadaran penggunaan APD dan sanitasi buruk di Dusun Pelemsewu, Bantul, meningkatkan risiko penularan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan APD. Metode pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam lima tahap: kesadaran, ketertarikan, penilaian, percobaan, dan adopsi. Peserta berjumlah 42 ibu PKK. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, wawancara, diskusi, dan observasi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari rata-rata 8,69 menjadi 10,00 (p<0,05). Seluruh responden mencapai nilai sempurna pasca penyuluhan. Kader mampu mendemonstrasikan dan menyebarluaskan informasi penggunaan APD secara mandiri. Pelatihan APD terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan masyarakat mencegah leptospirosis.