Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Piper betle L. SEBAGAI PEWARNA BAKTERI : UJI AKURASI DAN PRESISI WARNA PADA Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Annur Affin Niswah; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Tanaman Piper betle L.(PB) memiliki kandungan pigmen antosianin dan tannin warna hijau kecoklatanyang dapat digunakan sebagai zat warna pada pewarnaan bakteri sederhana untuk mengurangi dampak negatifpenggunaan pewarna sintesis. Namun, tingkat efektivitas PB sebagai pewarnaan sederhana bakteri belum diketahuisehingga perlu dilakukan uji akurasi dan presisi PB sebagai pewarnaan sederhana bakteri.Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan bakteri S. aureus dan E. coli yang dilakukan pewarnaansederhana dengan ekstrak metanol PB (2,5%, 5%, 10%)v/v, methylene blue (kontrol positif) dan metanol (kontrolnegatif). Hasil pewarnaan diamati secara deskriptif kualitatif oleh tiga pengamat pada lima lapang pandang dari gambarmikroskop cahaya. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan imageJ yang dihitung nilai akurasi dan presisinya secaramatematis. Hasil dianalisa dengan Mann-Whitney dan signifikasi ditetapkan pada p<0.05.Hasil: Pewarna methylene blue (MB) memberikan hasil pewarnaan kualitatif 100% sedangkan metanol 0%. Pewarnaanekstrak metanol PB konsentrasi 2,5%, 5%, 10% menunjukkan hasil pengamatan deskriptif kualitatif yaitu 2,40, 5,38,3,22 pada S. aureus dan 2,77, 4,94, 2,68 pada E. coli. Hasil kuantitatif didapatkan nilai akurasi S. aureus yakni 240,51%,158,49%, 160,91% dan 81,22%, 107,02%, 63,01% pada E. coli dengan nilai presisinya yaitu 35,21%, 26,28%, 31,51%pada S. aureus dan 42,14%, 23,78%, 26,23% pada E. coli. Hasil analisa kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwaekstrak metanol PB 5% memiliki kualitas lebih baik daripada 2,5% dan 10%. Adanya bias berupa genangan minyak(micelles) diperkirakan mengganggu perhitungan bakteri dengan imageJ dan kelemahan dalam pemilihan metodepenelitian.Kesimpulan: Ekstrak metanol PB mengandung pigmen zat warna. Namun, uji akurasi dan presisi menunjukkan lebihrendah daripada kontrol positif.Kata Kunci: Daun sirih, pewarnaan sederhana, S. aureus, E. coli, akurasi, presisi
STUDI IN SILICO: POTENSI ANTIBAKTERI SENYAWA AKTIF Cladophora sp. terhadap PBP 2 dan PBP2a Staphylococcus aureus Riza Ma’rufin; Rio Risandiansyah; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Resistensi antibiotik terhadap S. aureus meningkat akibat mutasi Penicillin Binding Protein (PBP) 2 menjadi Penicillin Binding Protein (PBP) 2a. Sehingga dilakukan pencarian antibiotik baru. Cladophora sp. mengandung senyawa antibakteri, tapi belum diketahui mekanisme dan potensinya. Penelitian ini memprediksi potensi senyawa aktif Cladophora sp. terhadap protein target PBP2 dan PBP2a S. aureus menggunakan metode in silico dengan pendekatan moleckular docking serta prediksi farmakokinetik dan fisikokimia menggunakann pkCSM.Metode : Penambatan senyawa aktif Cladophora sp. terhadap protein target menggunakan docking server. Profil fisikokimia dan farmakokinetik melalui web pkCSM. Analisa data dilakukan secara deskriptif analitik.Hasil : Penambatan kontrol dengan PBP2 memiliki binding affinity -5.03 kcal/mol di ikatan Hidrogen dengan residu asam amino LEU219, GLU224. Beta sitosterol glucoside, Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide berpotensi lebih baik dibanding kontrol, nilainya -6.87 kcal/mol, -6.76 kcal/mol, -6.62 kcal/mol. Hexadecatetraenoic acid memiliki kesamaan titik seperti kontrol di GLU224. Penambatan kontrol PBP2a memiliki binding affinity -5.16 kcal/mol di ikatan Hidrogen dengan residu asam amino ASP56, ASN57. Palmitic acid, Myristic acid, Beta sitosterol glucoside berpotensi lebih baik dibanding kontrol, nilainya -7.29 kcal/mol, -7.28 kcal/mol, -7.16 kcal/mol. Palmitic acid dan Myristic acid memiliki kesamaan titik seperti kontrol di ikatan ASN57. Fisikokimia senyawa Cladophora sp. yang memenuhi Lipinski adalah Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide, Myristic acid. Senyawa Cladophora sp. memiliki profil farmakokinetik yang berpotensi kandidat antibakteri.Kesimpulan : Senyawa pecladophorA SPnghambat PBP2 adalah Beta sitosterol glucoside, Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide. Senyawa penghambat  PBP2a adalah Palmitic acid, Myristic acid, Beta sitosterol glucoside. Senyawa yang memenuhi Lipinski dan ADMET Hexadecatetraenoic acid, Dihydroactinidiolide dan Myristic acidKata Kunci : Cladophora sp., Amoxicillin Clavulanate, PBP2a.
PENGARUH BERSIWAK DAN MENYIKAT DENGAN PASTA GIGI TERHADAP FLORA NORMAL ANAEROB TAHAN ASAM (FNATA) TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT SANTRI AR-RAZI Fakhry Setiawan Haryadi; Arif Yahya; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian pada tahun 2018 yaitu 51,9% pada orang dengan usia 15-24. Angka ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, salah satunya adalah kelompok bakteri Flora Normal Anaerob Tahan Asam (FNATA). Siwak diketahui memiliki efek berupa antibakteri, antiplaque, mengurangi deminerlisasi, dan memperbaiki jaringan yang rusak pada gigi dan rongga mulut. Hal ini menjadi alasan peneliti menggunakan kombinasi siwak dan pasta gigi untuk mengurangi pertumbuhan FNATA sehingga dapat meninkatkan kesehatan gigi dan mulut.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Klinis Non-Terapeutik dengan desain pre dan post group only. Pada penelitian digunakan sampel berupa hasil swab dari gusi dan saliva santri Pondok Pesantren Ar-Razi FK UNISMA dengan rentang usia 19-21 tahun yang akan menyikat gigi dengan pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Selanjutkan dilakukan kultur bakteri pada media sukrosa agar dengan Phenol red untuk melihat pertumbuhan Koloni bakteri FNATA. Setelah didapat jumlah koloni FNATA, dilakukan uji signifikansi dan kompartif dengan SPSS.Hasil : Penggunaan pasta gigi menghasilkan perbedaan signifikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada gusi (p = 0,041) dan saliva ( p = 0,00). Penggunaan pasta gigi dan siwak menghasilkan perbedaan signikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada saliva ( p = 0,00).Kesimpulan : Penggunaan kombinasi Pasta gigi dan Siwak tidak menghasilkan perbedaan pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri FNATA dibandingkan dengan penggunaan Pasta gigi saja pada sampel gusi dengan p = 0,406 dan saliva dengan p =.0,143. Kata Kunci : Siwak, Pasta gigi, bakteri anaerob, normal flora, gigi dan mulut.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI (MASERASI, DIGERASI, SOKHLEKTASI) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa Muhammad Dimas Taufandi Astra; Noer Aini; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Gracilaria verruccosa merupakan rumput laut merah yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Perbedaan metode ekstraksi dapat menghasilkan hasil aktifitas antikosidan yang berbeda pula. Penelitian ini menggunakan variasi metode ekstraksi maserasi, digerasi, dan sokhletasi, dan diuji aktivitas antioksidannya.  Penelitian ini melakukan variasi metode untuk mendapatkan aktifitas antioksidan yang tertinggi.Metode: Penelitian secara eksperimental in vitro, menggunakan ekstraksi. Variasi metode ekstraksi maserasi, digerasi, dan sokhletasi menggunakan pelarut etanol. Pengukuran rendementasi dengan pengulangan sebanyak 3 kali pada setiap metode ekstraksi. Untuk mengetahui metabolit sekunder dilakukan uji skrining fitokimia. . Uji aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis panjang gelombang (λ) 517 nm menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidradrazil (DPPH). Uji One Way ANOVA digunakan untuk menganalisa data yang dinyatakan bermakna apabila hasil least signifikan difference (LSD) adalah p<0.05. Hasil: Metode digerasi memperoleh hasil rendemen terbesar yaitu 21,3% dibandingkan dengan maserasi (19,7%) dan sokhletasi (20,3%). Hasil uji fitokimia didapat metabolit sekunder golongan flavonoid dan alkaloid. Uji One way ANOVA didapatkan p>0.05 tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada variasi metode ekstraksi terhadap aktifitas inhibisi radikal DPPH. Uji aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 metode maserasi 60,59±4,15 ppm, digerasi 104,34±2,06 ppm, dan sokhletasi 75±5,06 ppm.Kesimpulan dan Saran: Metode ekstraksi yang paling optimal adalah metode maserasi yang ditunjukkan dari hasil IC50 paling kuat daripada metode ekstraksi digerasi dan sokhletasi. Variasi metode ekstraksi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aktifitas antioksidan. Kata Kunci: Gracilaria verrucosa, Fitokimia, DPPH, Antioksidan.
KAEMPFEROL-3-O-SAMBUBIOSIDE DARI BUNGA Hibiscus sabdariffa MAMPU MENGHAMBAT PROTEIN BINDING GALACTOSE (LecA) DAN TRANSCRIPTIONAL ACTIVATOR (LasR) Pseudomonas aeruginosa : STUDI IN SILICO Iqbal Ismail Mochsen; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Infeksi nosokomial karena P. aeruginosa terjadi akibat pembentukan adhesi dan biofilm yang diperantarai protein binding galactose (LecA) dan transcriptional activator LasR. Senyawa aktif bunga H. Sabdariffa dapat berperan sebagai anti-biofilm, namun mekanisme anti-adhesi dan anti-biofilm pada P. aeruginosa belum diketahui sehingga studi ini perlu dilakukan. Metode: Penelitian komputasi In Silico dengan Molecular Docking (AutoDock Vina) dilakukan pada protein LecA (5D21) dan LasR (4NG2) dengan GalAxG3PS dan ZINC00011544 sebagai kontrol. Sebanyak 21 senyawa aktif bunga H. sabdariffa ditambatkan dan dievaluasi efektifitas ikatan dibanding kontrol dengan menilai energi ikatan bebas (∆G) dan residu asam amino. Selain itu juga diprediksi sifat fisikokimia dan farmakokinetik dengan Lipinski Rule Of Five dan ADMET. Hasil: Senyawa terbaik dilihat berdasarkan energi ikatan bebas dan kesamaan interaksi dengan kontrol. Senyawa yang berpotensi sebagai anti-adhesi terhadap protein LecA yaitu Tiliroiside (∆G -6.9 kkal/mol, 25%), Kaempferol-3-O-sambubioside (∆G -6.7 kkal/mol, 37,5%), dan 4-Caffeoylquinic acid (∆ -6,1 kkal/mol, 25%) sedangkan yang berpotensi sebagai anti-biofilm terhadap LasR protein yaitu Kaempferol-3-O-rutinoside (∆G -8.4 kkal/mol, 44%), Quercetin-3-rutinoside (∆G -8.3 kkal/mol, 55%), dan Kaempferol-3-O-sambubioside (∆G -7,7 kkal/mol, 22%). Hal ini menunjukan bahwa turunan kaempferol dapat menghambat adhesi dan biofilm. Kesimpulan: Senyawa aktif Kaempferol-3-O-sambubioside pada bunga H. sabdariffa mempunyai potensi sebagai anti-adhesi dan anti biofilm pada protein lecA dan LasR. Kata Kunci : LecA; LasR; GalAxG3PS; ZINC00011544
Skrining Potensi Essential Oil Cananga odorata dalam Penghambatannya Terhadap ACE II dan TMPRSS2 sebagai Anti Covid-19: Pendekatan In Silico Yoni Rina Bintari; Dian Novita Wulandari
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 8 No 2 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v8i2.508

Abstract

COVID-19 is a disease caused by viruses of the coronavirus class that are known to enter humans through the Angiotensin Coverting Enzyme (ACE II) receptor protein and transmembrane serine protease (TMPRSS 2). COVID-19 has become a pandemic, so it requires an agent that acts as an anti-Covid-19. Cananga odora is an herb that contains EO (Essential Oils) and is widely grown in Indonesia. EO are known to have antiviral potential.This study aims to explore the potential of EO from C.odora using a molecular docking approach by measuring its inhibition of ACE II (Q9BYF1) and TMPRSS2 (7MEQ). The inhibitory potential was calculated from the binding affinity using Pyrex Autodock Vina software. The docking results are then visualized using Biovia Discovery Studio and PyMOL. Prediction of physicochemical and pharmacokinetic profiles through pKCsm web. The docking results showed that geranyl acetate inhibited ACE II at Lys 562 with a gibs energy of -7.5 kcal. Thebest inhibition of TMPRSS2 by cedrole with energy gibs -6.2 kcal/mol via Pro 375. The active compound C. odorata has a different inhibitory mechanism from the control (chloroquine). The results of the in silico test predict the pharmacokinetic profile of EO from C.odora geranil asetat which has good absorption, distribution, metabolism and excretion values and is non-toxic, and cedrole can cross the blood brain barier.
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS SENYAWA TURUNAN BENZIMIDAZOL TERTAUTKAN 1,2,3-TRIAZOL SEBAGAI INHIBITOR ENZIM α-GLUKOSIDASE Intan Nurkholidah; Anita Puspa Widiyana; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Islam : Islamic Health Journal
Publisher : Publikasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jki.v12i1.19847

Abstract

ABSTRAK Penemuan obat diabetes mellitus sedang banyak dilakukan akibat meningkatnya angka penderita diabetes mellitus. Peneliti menemukan penghambatan terhadap enzim α-glukosidase berperan penting dalam mencegah diabetes komplikasi dan mengontrol gula darah. Senyawa yang berpotensi menjadi inhibitor enzim α-glukosidase yaitu turunan benzimidazol tertautkan 1,2,3-triazol. Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) menjadi metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan parameter hidrofobik (LogP dan LogS), elektronik (Etotal dan EHOMO), dan sterik (MW dan Vw) dari senyawa turunan benzimidazol tertautkan 1,2,3-triazol dengan aktivitas sebagai inhibitor enzim α-glukosidase. Parameter HKSA dan kriteria lipinski ditentukan menggunakan website online ADMET Lab 2.0 (https://admetmesh.scbdd.com/). Kriteria lipinski menunjukkan seluruh senyawa memenuhi syarat aturan sehingga senyawa turunan benzimidazol tertautkan 1,2,3-triazol dapat menjadi obat aktif jika diberikan per oral. Persamaan HKSA terbaik ditentukan dengan mempertimbangkan nilai r, nilai r2, nilai p, nilai F, dan nilai S, sehingga persamaan yang paling terbaik yaitu -LogIC50 = -0.308 LogP -0.009 Etotal +0.196, dengan n= 15, r = 0.887; r2 = 0.787; F = 12.954; p = 0.004; S = 0.103. Persamaan menunjukkan adanya hubungan parameter Log P dan Etotal dengan aktivitasnya, semakin kecil Log P dan Etotal maka semakin besar aktivitas senyawa turunan benzimidazol tertautkan 1,2,3-triazol sebagai inhibitor enzim α-glukosidase. Kata Kunci: Benzimidazol; Triazol; HKSA; Enzim α-glukosidase
In Silico Study to Assess Antibacterial Activity from Cladophora Sp. on Peptide Deformylase: Molecular Docking Approach Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2019): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v2i1.717

Abstract

Increasing antibiotic-resistant pathogenic bacteria is a severe problem in the world. Therefore, there is a need to identify new drugs from natural products and also new drug targets. Cladophora sp. is a marine organism which is known to have bioactive compounds and a potential antibacterial. On the other hand, Peptide Deformylase (PDf) may prove to be a novel drug target since it is crucial for native peptide functioning in most pathogenic bacteria. This study screens for PDf inhibition activity of compounds from Cladophora sp. using molecular docking approach and screening the binding affinity of bioactive compounds against the peptide receptor PDf using Pyrex Autodock Vina software. Docking results were stored and visualized using Biovia Discovery Studio and PyMOL ligand. Ligands were obtained from previous literature in PubChem, and receptor peptide PDf from pathogenic bacteria: Pseudomonas aeruginosa (PDB ID:1N5N), Escherichia coli (PDB ID:1BSK), Enterococcus faecium (PDB ID:3G6N) and Staphylococcus aureus (PDB ID:1LQW), was obtained from the peptide data bank. The results of this screening show with ligand the highest binding affinity against PDf of P. aeruginosa, E. coli, E. faecium, and S. aureus is stearic acid (-5.9 kcal/mol), eicosapentaenoic acid (-6.6 kcal/mol), stearic acid (-5.8 kcal/mol), and stearic acid (-6.2 kcal/mol) respectively. The binding of natural compounds from Cladophora sp. with PDf models may provide a new drug with a different drug target for antibacterial potential.
Uji Kualitas Air dan Cemaran Logam Berat pada Sampel Air di Desa Donowarih, Malang dalam Rangka Edukasi Masyarakat Menuju Desa Sehat Bintari, Yoni Rina; Damayanti, Dini Sri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 (2024): Prosiding SENAM 2024: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Donowarih dalam mewujudkan sebagai desa sehat melibatkan dalam aspek kehidupan bermasyarakat khususnya masalah sanitasi air. Edukasi terkait pentingnya sanitasi air pada masyarakat tidak hanya dengan teori akan tetapi dengan hasil uji sanitasi air yang ada di Desa Donowarih. Uji kualitas Air dilakukan pada tiga titik lokasi yakni pada air sungai (A), air PAM (B) dan air sumber (C). Parameter uji meliputi pemeriksaan pada total Amonia (NH3), total koliform, pH, minyak lemak, COD (Chemical Oxygen Demand), BOD (Biologycal Oxygen Demand) dan zat padat tersuspensi (TSS). Untuk uji cemaran logam berat dilakukan uji kualitatif pada Hg, Pb, As, dan Co. Hasil uji pemeriksaan air didapatkan bahwa dari tujuh parameter yang diukur, untuk parameter total koliform melebihi standar baku mutu. Total koliform terdeteksi paling banyak di titik A sebesar 1300 MPN/100ml. Bakteri koliform diketahui sebagai parameter adanya indikator adanya bakteri patogenik yang dapat menimbulkan berbagai penyakit serius. Parameter COD melebihi standard baku mutu adalah titik A sebesar 109.7 mg/L. Uji cemaran logam berat didapatkan hasil yang negatif. Kesimpulan dari hasil analisa air didapatkan bahwa tidak ada cemaran logam berat, terdapat cemaran bakteri koliform di tiga titik lokasi, dan cemaran limbah pada titik A. Untuk itu perlu adanya edukasi kepada warga desa Donowarih terkait pentingnya sanitasi lingkungan.